Yowis Ben: The Series

Yowis Ben: The Series

Elŝuti Indonesian Subtekston

Sezono 1

Eldonaj informoj

Yowis Ben The Series S01E12 Episode 12 WEB-DL
Komentaĵo de Putra14
WeTV Retail.

Etikedoj

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Publikigita je: 2020-10-23
Elŝutoj: 28
Aŭdhandikapuloj: No

Antaŭrigardo de Indonesian subtekstoj

La unuaj 200 linioj.

= Episode Sebelumnya =

Aku mohon pamit, Paman.

Ya, Rin.

Cak Jon.

Ternyata Mbak Rini...

...pulang ke Surabaya.

Meninggalkan Cak Jon.

Aku jadi merasa bersalah.

Karena semua pasti salahku.

Sudah, jangan dipikirkan.

= Episode Sebelumnya =

Cak.

Aku menyusahkan Cak Jon!

Siapa yang menyusahkan?

Aku tak susah.

Aku bahagia, Bay.

Cak.

Lagi apa?

Ini, piguranya miring.

Aku tak apa-apa.

Kenapa, Nak?

Mukamu kenapa murung?

Aku merasa bersalah, Bu.

Salah apa?

Ibu tahu.

Cak Jon setelah ditinggal Mbak Rini...

...sekarang jadi sedih terus.

Ya, kasihan.

Tapi kau jangan salahkan orang lain.

Apalagi salahkan diri sendiri.

Tapi aku mau Cak Jon selalu bahagia.

Ya, Ibu juga sedih.

Bu Jum, kau jangan sedih.

Aku di sini.

Modus.

Seharusnya yang sedih itu aku.

Kenapa?

Tak jadi nikah sama Bu Jum.

Sedih aku.

Aku pukul tahu rasa kau.

Seharusnya yang paling sedih itu aku.

Dari dulu sampai sekarang cuma calon.

Kau tak perlu sedih.

Sedih atau tidak, mukamu sudah begitu.

Maaf, Cak.

Kalau soal cinta, aku sudah khatam.

- Ahlinya? - Ya, tidak juga.

- Jadi, maksudnya? - Ya, tamat, tak laku-laku.

Kalau tak laku, mending dijual obral.

Dari tadi, Bay?

Baru saja.

Bay.

Enak, ya, punya kuota. Aku WA, datang semua.

Begitu, beli kuota.

Yan, kenapa kau dari rumah Mia?

Berkeringat lagi.

Disuruh push-up sama bapaknya Mia.

Ada-ada saja, Yan.

Bay, sebenarnya ada apa?

Kenapa kita kumpul di sini?

Jadi, begini.

Aku mau minta tolong sama kalian.

Aku mau ke rumah Ustaz Jarno.

Mau beli parfum?

- Tidak. - Terus?

Begini masalahnya.

Kalian tahu, 'kan?

Hubungan Cak Jon dan Mbak Rini lagi renggang.

Aku sadar...

...kalau aku penyebabnya.

Tenang saja, Bay.

Kami pasti membantumu.

Terima kasih, ya.

Jadi, kalau begitu, Yan, kau akrab sama Ustaz Jarno.

Nanti awalnya...

...kau yang mulai bicara dulu.

Ya sudah, kalian ikut aku.

- Ayo. - Bismillah.

Ikut ke mana? Di sini rumahnya.

Ya, biar kelihatan serius begitu.

Ayo duduk.

- Pak Ustaz. - Ada apa, Yan?

Ini, Bayu mau tanya.

Anak ini lagi.

Paling juga tanya soal asmara.

Bukan, Pak Ustaz. Aku mau tanya soal...

Soal itu.

Pak Ustaz sudah tahu?

Apa yang aku tak tahu?

Aku ke sini mau meluruskan...

...soal Cak Jon dengan Mbak Rini.

Sejak kapan Rini sama Jon keriting?

Bukan soal rambut, Pak Ustaz.

Ya.

Begini, Pak Ustaz.

Apabila Cak Jon dan Mbak Rini ada masalah,...

...aku selalu jadi penyebabnya.

Jangan sembarangan.

Kau jadi orang ketiga?

Bukan.

- Kau? - Bukan.

Terus siapa?

Tak ada orang ketiga!

Begini saja. Aku ke sini mau ketemu Mbak Rini.

Boleh apa tidak?

Sabar.

Apa hak aku melarang?

Boleh.

Kalau ada.

Mbak Rini di mana?

Rini sudah pulang ke Surabaya.

Mbak Rini sudah pulang?

- Sudah pulang? - Sudah pulang?

Kau tak tanya sekalian?

Biar pas berempat.

Sudah pulang, Pak Ustaz?

Sudah.

Semua barangnya dibawa.

Cuma meninggalkan suvenir.

Kata Rini sudah tak dipakai.

Silakan kalau mau dibagikan.

Ya sudah, ini mau dibagikan ke tamu yang datang.

Kalian mau?

Ambil saja.

Tetanggamu.

Kasih tahu.

Teman kalian kalau mau.

Kasih tahu.

Silakan diumumkan.

- Cak. - Bay.

Ada apa, Bay?

Maaf, ya, Cak.

Maaf?

Ayamku mati?

Tidak.

Motormu menabrak lagi?

Tidak.

Motormu menabrak ayamku?

Tidak!

Masa, ayamku menabrak motormu, Bay?

Tidak, Cak.

Dengarkan aku dulu.

Maaf, ya, Cak.

Ada apa, Bay?

Aku minta maaf, Cak.

Gara-gara aku, Cak Jon jadi tak bahagia.

Kata siapa aku tak bahagia, Bay?

Ini buktinya.

Aku bisa memelukmu juga bahagia, Bay.

Bahagia.

Aku sudah bahagia, Bay.

Teman-teman.

Bagaimana kalau kita menyusul Mbak Rini ke Surabaya?

Ngawur saja.

Kita tak bisa meninggalkan pelajaran, Ndo.

Ya, benar.

Aku juga tak tahu rumahnya di mana.

Aku tahu rumah Mbak Rini di Surabaya.

Kenapa bisa?

Dia keponakan Ustaz Jarno.

Aku pernah kirim paket ke rumahnya.

Nah, sip.

Ya sudah, kalau begitu, kita patungan beli bensin.

Aku pinjam mobil ayahku.

Nah, pas. Kau sudah pintar, ganteng, baik hati pula.

Pengertian sama teman, pas.

Sebentar.

Tapi yakin?

Kita coba dulu, Bay.

Pokoknya bismillah.

Ya sudah.

- Pulang sekolah kita berangkat. - Ayo.

Keren kau, Bay.

Waktu ujian bikin SIM, kau tak menyetir sekencang ini, Yan.

Waktu itu buat keselamatan saja.

Terus saja.

Ini kita lurus saja.

Nanti naik jalan layang saja, jangan lewat bawah.

Naik jalan layang ini?

Kalau naik jalan layang kayaknya tidak macet.

Kita harus hati-hati di jalan raya.

Kita harus selalu pakai sabuk pengaman.

- Ini aku sudah pakai. - Belok kanan.

Ada polisi!

- Di depan ada polisi. - Maaf, Pak Polisi.

Terus saja.

Kayaknya kita mulai tersasar.

Masa, sudah pakai peta masih tersasar?

Lurus terus.

- Masuk tol. - Coba liat kanan kiri.

Jadi, putar balik, langsung masuk tol.

Tiga ratus meter.

Petanya meleset ini.

GPS jarang salah.

- Ya sudah, ikuti saja. - Dalam 100 meter di depan,...

- ...belok kiri. - Don, jangan tidur, Don.

Kita tersasar ini.

Don.

Kiri, kiri!

- Kanan, kanan! - Kiri!

Yowis Ben: The Series subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Yowis Ben: The Series

Komentoj

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left