Turning Point: 9/11 and the War on Terror

Turning Point: 9/11 and the War on Terror

Elŝuti Indonesian Subtekston

Sezono 1

Eldonaj informoj

Turning Point 9 11 and the War on Terror S01 NF WEB-DL Complete
Komentaĵo de Putra14
Netflix Retail.

Etikedoj

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Publikigita je: 2021-09-01
Elŝutoj: 25
Aŭdhandikapuloj: No

Antaŭrigardo de Indonesian subtekstoj

La unuaj 200 linioj.

SERIAL INI MEMUAT GAMBAR EKSPLISIT

YANG MUNGKIN MENGGANGGU BAGI BEBERAPA PENONTON.

BANDARA INTERNASIONAL LOGAN BOSTON, MASSACHUSETTS

11 SEPTEMBER 2001

American 11, lalu lintas padat berkisar di utara pada ketinggian 3.500 kaki,

tetap pada ketinggian 3.000, landasan pacu empat kanan.

Diizinkan lepas landas.

Itu Selasa pagi yang indah.

Langitnya cerah, biru, tiada awan di langit.

Mereka menyebutnya "sangat cerah".

Sekitar pukul 08.00, American Flight 11 terisi penuh.

Pesawat itu menuju LA.

Meninggalkan Bandara Logan Boston. Kita tahu itu dibajak.

08.13 WAKTU TIMUR

American 11, terbang naik ke tiga lima nol.

PEMANDU LALU LINTAS UDARA FAA PUSAT BOSTON

American 11, terbang naik ke tiga lima nol.

American 11, Boston.

Ini Athena.

Ini Boston, saya suruh American belok kiri dan naik,

tetapi tak ada respons.

Sepertinya dia belok kanan.

Pemandu lalu lintas udara kehilangan kontak,

tetapi pembajak menggunakan Sungai Hudson sebagai panduan untuk ke Kota New York.

08.19 WAKTU TIMUR

Nomor Tiga di belakang. Kokpit tak menjawab.

Seseorang ditikam di kelas bisnis.

Kurasa ada semprot merica sehingga kita tak bisa bernapas.

Entahlah. Kurasa kami dibajak.

Siapa namamu?

Baik. Namaku Betty Ong.

Aku Nomor Tiga di Penerbangan 11.

Penumpang kelas satu kami…

Pramugari bagian dapur kelas satu kami dan purser kami ditikam.

Dan kami tak bisa masuk kokpit, pintunya tak mau terbuka.

Apa kalian sudah menghubungi yang lain?

Tidak.

Seseorang mengubungi bagian medis, tetapi tak ada dok…

Pada tahun 2001, saya bekerja di World Trade Center

di Menara Selatan, Menara 2.

Saya bekerja di lantai 101.

Kami di sana sekitar empat atau lima tahun, di gedung itu.

Saya mulai bekerja di hotel itu pada tahun 1981.

Dahulu Vista International,

lalu namanya jadi Hotel Internasional Marriot.

Dahulu saya Insinyur Hotel. Pada dasarnya memelihara seluruh gedung.

Tanggal 11 September pagi,

seperti biasa, saya tiba di sini sekitar pukul 06.00.

Biasanya sekitar pukul 08.00, ada rapat departemental,

yaitu rapat singkat yang membahas agenda hari itu.

Dan di rapat tersebut, bos saya memberi tahu kami

ada beberapa tamu yang menginap di hotel, dan kamar mereka bermasalah.

Bos saya mau kami berfokus pada dua tamu ini.

Dua wanita yang bernama Faye dan Leigh Gilmore, dari Chicago.

Leigh menderita sklerosis ganda.

Itu membuatnya lumpuh.

Dia harus duduk di kursi roda.

Dia mengadvokasi orang cacat.

Saya memberi tahu bos saya saya akan akan pergi ke kamar mereka

untuk memastikan mereka senang dan kebutuhan mereka hari itu terpenuhi.

AMERICAN AIRLINES TENGGARA KANTOR RESERVASI, CARY, CAROLINA UTARA

08.21 WAKTU TIMUR

Saluran darurat American Airlines, katakan keadaan darurat Anda.

Hei. Ini Nydia di American Airlines.

Saya memantau panggilan di Penerbangan 11.

Pramugari memberi tahu perwakilan kami pilot dan semua orang ditikam.

- Penerbangan 11? - Ya.

Kami menghubungi Pemandu Lalu lintas Udara.

Mereka akan menangani ini sebagai pembajakan terkonfirmasi,

jadi mereka memindahkan semua lalu lintas.

Baik.

Dia mematikan transpondernya,

jadi kami tak tahu ketinggian pastinya.

Kami akan… Mereka tampaknya berpikir…

Mereka menangkapnya di radar utama. Mereka pikir dia turun.

Saya masuk ke lobi,

dan untuk sampai ke lantai 82, saya harus naik dua lift.

Yang pertama adalah lift ekspres ke lantai 78, lalu ke lantai 82.

Lalu saya datang ke kantor,

dan saya sangat beruntung karena meja saya dekat jendela

di sisi timur menara.

Dari jendela, saya melihat Sungai East, semua jembatan,

dan melihat jauh, ke Eropa.

Saya Kepala Divisi

Departemen Hukum Penguasa Pelabuhan New York dan New Jersey.

Dan Trade Center dibangun pada pertengahan tahun '60-an, awal '70-an

oleh Penguasa Pelabuhan, jadi saat itu selesai,

kantor pusat mereka di sana.

Arsitek utamanya adalah seorang pria Jepang.

Ironisnya, dia takut ketinggian,

tetapi dia membangun dua bangunan raksasa ini.

Pialang listrik di New York ingin bangun gedung ini

untuk perniagaan dan perdagangan dunia, termasuk Rockefeller,

jadi mereka menamainya "World Trade Center".

Awalnya, kritikus arsitektur tak menyukainya.

Lelucon umumnya adalah,

"Selamat datang di New York, tempatnya bangunan terkenal,

bangunan indah, seperti Gedung Empire State

Gedung Chrysler, dan kotak-kotak tempat mereka masuk."

Tetapi orang pelan-pelan menyukainya, dan bangunan-bangunan itu amat dicintai.

Pada Senin sampai Jumat tertentu,

bisa ada 70, 80 ribu orang di tempat seluas 16 hektare itu.

Jadi, itu seperti kota di dalam kota.

Dahulu, saya asisten komisaris di Departemen Investigasi Kota New York.

Kami beroperasi pada hari penyerangan.

Kami di World Trade Center akan menemui

orang jahat yang tak mau bayar pajak untuk menerima suap.

Tim penyelidik kami dipasangi alat

dan akan menemuinya di sana.

American 11 berusaha menelepon?

Sambungkan ke HAM…

Ada beberapa pesawat. Diam dan kita akan baik-baik saja.

Kita akan kembali ke bandara.

PEMBAJAK PENERBANGAN 11

American 11, kalian mencoba menelepon?

Jangan bergerak. Semua akan baik-baik saja.

Jika mencoba bergerak, kau akan lukai diri sendiri dan penumpang.

Diam saja.

08.37 WAKTU TIMUR

Hai, Pusat Boston, TMU.

Kita punya masalah.

Sebuah pesawat dibajak dan sedang menuju New York.

Kami ingin kalian…

Kirim pesawat F-16 untuk membantu kami.

Ini sungguhan atau latihan?

Tidak. Ini bukan latihan, bukan tes.

Baik. Hei. Tunggu sebentar. Mengerti?

Ya.

Hei.

- Serius. Ini amat penting. - Apa?

08.38 WAKTU TIMUR

Apa?

Apa itu barusan?

Itu asli? Pembajakan sungguhan.

TEKNISI NEADS ID (BEBERAPA)

Pukul 08.45, di kantor saya, ada keheningan total.

MENARA UTARA

Semua orang tengah mengerjakan mesin mereka.

Lalu tiba-tiba,

keheningan pecah oleh ledakan besar.

Boleh aku minta tanda tanganmu juga?

Apa itu?

Terdengar seperti kecelakaan pesawat.

- Hei! Di seberang sana. - Kemari!

Kemari!

Hei, Beth! Apa itu?

Seseorang menabrak World Trade Center? Atau…

Itu Trade Center.

Astaga!

Astaga!

Ini baru terjadi, Anda melihat

siaran langsung yang mengerikan di sana.

Itu World Trade Center,

dan kami punya laporan belum pasti pagi ini

bahwa pesawat menabrak salah satu menara.

Ya. Kita menyaksikan…

Tak diragukan ada ledakan dan kebakaran besar.

Banyak asap hitam keluar dari gedung itu.

Asap hitam, sekali lagi, menunjukkan bahwa api tak terkendali.

Saat itu, saya sedang di kantor, di lantai 62.

Pada pukul 08.46, tiba-tiba ada bunyi tabrakan keras,

dan gedung mulai berguncang, itu kali pertama saya merasakannya.

Para insinyur bilang gedung ini dirancang

agar bergoyang ketika ada angin sekuat badai.

Itu harus. Gedungnya tak boleh kaku karena terlalu tinggi.

Tetapi ini berbeda, guncangannya amat kencang

sampai beberapa rekan kerja saya hilang keseimbangan dan jatuh.

Dan guncangannya berlangsung selama 20 atau 30 detik.

Saat guncangannya berhenti,

saya berteriak kepada semua orang untuk keluar dan menuju tangga.

Jangan membuang waktu menunggu untuk tahu apa yang terjadi.

Keluar lebih dahulu, cari tahu nanti.

Ribuan, puluhan ribu orang bekerja di dua gedung tersebut

di jantung Financial District New York.

MENARA UTARA - MENARA SELATAN

Saya bekerja di sisi selatan Menara Selatan,

saya berada cukup jauh, lalu saya mendengar ledakan.

Bunyi ledakan yang amat kecil.

Rekan kerja saya yang bekerja di sisi barat dan utara gedung

sebenarnya merasakan panas bagian pesawat

saat berjalan melewati jendela,

lalu mereka bilang kertas di meja hangus.

Saat itu, apa Anda punya keinginan untuk berevakuasi?

Itu tak terpikirkan oleh saya.

Ibu saya bertanya, "Kau mau pergi?"

Karena Ibu bertanya, saya bilang, "Tentu."

Kami semua berpikir itu hanya orang bodoh

yang mengemudi Cessna atau pesawat kecil

yang tak sengaja menabrak gedung.

Awalnya kami tak sadar itu 757.

JIM BERGER AON-SENIOR VP, REKAN KERJA DÉSIRÉE

Saya sedang berkemas dan melihat Jim Berger masuk.

Sebelumnya, dia mendengar saya bilang ada bom meledak.

Dia memberi tahu kami dia dengar

itu sebenarnya pesawat yang menabrak Menara Utara.

Menara Satu.

Itu langsung masuk ke inti gedung.

Jadi, jika Anda ada di lantai 92 atau lebih tinggi, tak ada jalan keluar,

tak ada tangga turun.

08.50 WAKTU TIMUR

Turning Point: 9/11 and the War on Terror subtitles in other languages

Komentoj

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left