La unuaj 200 linioj.
Bonus Cashback up to 15% Bonus Rolingan Casino 0.8%
Perang Dunia I, juga dikenal sebagai Great War,
Merupakan konflik global yang berawal di Eropa...
...dan berlangsung dari 28 Juri 1014 hingga 11 November 1918
Pukul 11 pagi pada 11 November 1918,
"Sebelas jam di hari kesebelas dan bulan kesebelas"
Gencatan senjata dengan Jerman diberlakukan.
Selama jam-jam akhir antara penandatanganan...
...kesepakatan gencatan senjata hingga itu diberlakukan,
Pasukan musuh di barisan barat mulai mundur dari posisi mereka.
Namun pertempuran terus berlanjut di sepanjang wilayah barisan depan,
Karena pimpinan perang ingin memperoleh wilayah...
...sebelum perang berakhir.
Ini adalah cerita tentang orang yang "melebihi batas kemampuan"...
...hingga menit-menit akhir.
Argonne Forest. 8 November 1918.
Tubuh Kristus.
Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Pastikan dia di sana./ Ya, Pak.
Kau tetap di sini bersamaku./ Ya, Pak.
Kapten Roberts, kami mencarimu.
Kopral, pergilah panggilkan Sersan Richardson untukku, tolong?
Baik, Pak.
Kau punya kabar baik untukku?
Aku takut tidak. Kau menuju barisan yang paling rumit.
Baiklah, berapa jumlahnya?/ 40-50 tentara.
Dukungan macam apa yang mereka miliki?
Tiga senjata mesin saling bersilangan dengan medan tempur,
Mortar di tengah untuk pendukung.
Baiklah, kedengarannya kita mendapat masalah.
Tapi jika kau serang parit dengan granat, dan terus memasuki barisan,
Tentara Jerman tersebar luas. Itu akan membuat mereka bingung.
Periksa amunisi peleton. Pastikan semua punya cukup.
Baik, Pak.
Tunggu dulu.
Kau mengirim kavaleri 365 untuk menjaga sayap kita?
Buffalo Soldiers?/ Ya, dengan mereka di kiri,
Kita akan mendesak pertahanan Jerman dan amankan target.
Tunggu dulu, apa mereka memiliki pelatihan bertempur?
Apa itu penting? Apa ini masalah?
Jika mereka tak punya pelatihan bertempur, ya, Allen.
Maksudku, mereka amatiran.
Dengar, aku tahu kita tak memiliki keyakinan sama pada tentara kulit hitam,
Tapi anak-anak bisa bertempur. Mereka siap.
Baiklah.
Kau tak apa?/ Ya.
Hanya sedikit gemetar.
Apa yang akan aku minum? Brandy, temanku.
Kau dan brandy-mu.
Dan kau tidak bohong.
Hei, selamat berburu.
Kau tak apa, Will?
Ya.
Sedikit gemetar.
Itu akan berlalu.
Pasukan sudah siap.
Bisa kita mulai?
Ya. Mari lakukan ini.
Berhati-hatilah di luar sana!
Hujan baja akan segera berlalu.
Jangan berikan Jerman keparat pertempuran yang mudah.
Ini saatnya!
Waktunya menunjukkan hasil pelatihanmu.
Momen yang dipersiapkan untuk kita. Kalian sudah siap!
Tak apa.
Keluarkan saja, keluarkan. Bagus.
Ketika Johnny berbaris pulang kembali
Hurrah, hurrah
Kami akan memberinya sambutan hangat
Hurrah, hurrah
Orang akan bersorak dan anak-anak akan berteriak
Gadis-gadis, mereka akan berbalik
Dan kami merasa lega
Ketika Johnny berbaris pulang
Pak.
Pasang bayonet./ Pasang bayonet!
Pasang bayonet!
Ini saatnya, semuanya. Sampai jumpa di sisi satunya.
Semoga berhasil, Pak.
Pak!
Apa kau tertembak, Pak?/ Tidak. Tidak, aku tak bisa lakukan ini.
Apa? Tidak!/ Aku tak bisa lakukan ini!
Tidak, tidak! Tidak!/ Aku tak bisa... Lepas! Aku tak bisa...
Hentikanlah!
Will! Will, sebelah sini.
Terus bergerak!
Kalian tetap di belakangku, dan jangan berhenti.
Terus maju!/ Kakiku!
Siapa saja tolong!/ Tidak, tetap di sana.
Siapa pimpinan peletonmu?/ Sekarang kau, Pak.
Ya Tuhan, aku masih hidup. Terima kasih, Yesus.
Terima kasih, Yesus./ Senang melihatmu, Sersan.
Hanya pergi jalan-jalan./ Kau tahu kita di mana?
Di tempat yang tak kuinginkan untuk berlama-lama.
Mereka menggempur kita habis-habisan.
Jadi kurasa itu akan menjadi rencana yang buruk.
Kau melihat yang lainnya?/ Mereka antara tersudut atau mati.
Ada radio lapangan? Kita punya radio lapangan?!
Dia tidak selamat.
Panggilkan aku pengirim pesan. Pengirim pesan!
Menunduk, menunduk.
Dengar, kita sudah mencapai sisi satunya.
Senjata belum hancur.
Misi diragukan. Tetap menunduk. Pergilah.
Sial! Aku butuh pengirim pesan lain./ Tidak. Tidak, tidak!
Pak, di sini semakin panas.
Oke./ Mereka tahu posisi kita, Pak.
Kita harus bergerak./ Oke. Baiklah.
Siapkan granat. Siapkan granat kalian.
Granat!/ Granat!
Tunggu pergantian barel, lempar granatnya, lalu pergi.
Tunggu aba-abaku.
Sekarang!
Bergerak! Cepat, cepat, cepat!
Kau tak apa?
Ya, tapi kakiku menyiksaku.
Berhenti bicara./ Sialan!
Demi Tuhan.
Kau ke mana saja?/ Benda ini sangat berat.
Ayo, semua. Ayo. Lewat belakang.
Kita temukan senjata mesin dan kru pendukung.
Kita harus singkirkan senjata-senjata itu.
Kirby, Pinchelli, granat.
Quinn, Cardinni...
Kalian ikut aku setelah ledakan.
Kita akan melompat ke ujung parit.
Kau mau aku di mana, Pak?/ Terus lindungi kami.
Baik.
Kirby, Pinchelli.
Bergerak.
Tunggu.
Pergilah!
Mereka datang!
Hei, Mick, kau mau ini?
Aku tidak menjarah orang mati./ Kau bodoh dan kau orang Irlandia.
Jangan menggangguku./ Kau tak apa, O'Malley?
Astaga!
Card, lihatlah ini.
Pistol Luger.
Mengapa kau selalu mendapat barang-barang bagus?
Hanya keberuntungan.
Astaga, siapa yang dia bunuh untuk itu?
Tak ada lagi yang sakral.
Hentikanlah!
Pak?
Parit sudah aman, Pak.
Terima kasih, Kopral.
Sudah mengutus pengirim pesan?/ Ya, Pak.
Baiklah. Ada kabar lain?/ Jerman sudah disingkirkan.
Resimen berserakan ke mana-mana.
Kita mendapatkan tanah ini./ Terima kasih, Kopral. Terima kasih.
Ada yang lain?
Ya. Maksudku, tidak, Pak.
Ini hari yang panjang./ Baiklah.
Kopral, kenapa kita tak lihat jika kita bisa temukan makanan?
Pak./ Sersan, Kopral.
Chaumont, Prancis. 9 November 1918.
Kolonel, kurasa ada sesuatu yang harus kau ketahui.
Apa ini?
Kita berhasil menembus pertahanan Jerman di Argonne.
Ini sudah dikonfirmasi?/ Sudah, dua kali.
"Kompi D dari resimen 365..."
"...telah mendorong 6 mil timur dari barisan depan Jerman yang diketahui."
"Terakhir melapor pukul 07:00 dan tak ada kontak lanjutan."
Apa ini?/ Resimen 365 adalah unit kulit hitam.
Laporan lanjutan dari kompi tersebut antara terputus atau hilang.
Mereka terjebak?/ Tampaknya begitu, Pak.
Pak, mereka berada di sisi sayap dari Divisi Liberty 77.
Divisi Liberty?/ Benar, Pak.
Ini sudah masuk surat kabar?/ Belum, Pak.
Aku sebaiknya beritahu Jenderal. Ikut aku.
Sudah ada kontak baru-baru ini?
Sejauh ini tidak, Pak./ Kami ingin segera sampaikan padamu.
Pasukan keduaku telah membuat kemajuan besar di Argonne...
...dan orang-orang ini berhasil melakukannya.
Meminta izin untuk mengutarakan pendapat, Pak.
Bicaralah, Kolonel.
Ketika gencatan senjata diberlakukan...
Posisi terakhir Jerman yang dikuasai oleh sekutu...
...akan menjadi wilayah kekuasaan baru Prancis.
Apa yang kau minta dariku?
Ini rumit, Pak.
Di satu sisi, mereka bisa menjadi pahlawan.
Itu jelas mendorong moral kulit hitam di tanah air, tapi di sisi lain...
Jerman pasti menginginkan bukit itu kembali.
Benar, Pak.
Itu bisa jadi mimpi buruk publisitas, seandainya mereka tewas.
Ada kabar terbaru dari status mereka? Apa kita tahu mereka hidup atau mati?
Sejauh ini tidak, Pak.
Aku ingin bacakan kau sesuatu.
"Orang Negro,"
"Sama seperti orang lain, bertindak berdasarkan motif."
"Kenapa mereka melakukan sesuatu untuk kita..."
"Jika kita tidak akan melakukan sesuatu untuk mereka?"
"Jika mereka pertaruhkan nyawanya untuk kita,"
"Mereka pasti didorong oleh motif terkuat..."
"Bahkan janji kebebasan."
"Dan janji dibuat artinya janji tersebut harus ditepati."
"Suatu hari kedamaian akan tiba."
"Akan ada beberapa orang kulit hitam..."
No comments yet. Be the first to leave one.