L.U.C.A.: The Beginning

L.U.C.A.: The Beginning (루카: 더 비기닝)

Elŝuti Indonesian Subtekston

Eldonaj informoj

WEB-DL episode 01
Komentaĵo de Altruis

Etikedoj

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Publikigita je: 2021-02-02
Elŝutoj: 45
Aŭdhandikapuloj: No

Antaŭrigardo de Indonesian subtekstoj

La unuaj 200 linioj.

"Semua tokoh, lokasi, organisasi, agama"

"Dan peristiwa dalam drama ini adalah fiktif"

"Kami memastikan aktor cilik yang tampil di episode ini"

"Aman dan diperlakukan dengan baik selama syuting"

"Episode 1"

Aku terjatuh ke dalam tidur tanpa mimpi.

Aku terbangun tanpa ingatan.

Aku

tidak tahu siapa diriku.

Sayang.

Jangan lupa.

"Kamu bukan monster."

Kamu bukan monster.

Aku selalu terbangun di tempat asing.

Apa aku sedang diburu?

Atau aku sedang memburu seseorang?

Siapa kamu?

Minggir! Minggir!

Siapkan ruang operasi. Bawa dia ke ruang operasi.

Cepat baringkan dia di atas meja.

"Pinjaman Studi"

"Pinjaman Studi"

"Surat Izin Mengemudi, Zi O"

"Surat Izin Mengemudi, Zi O"

"Satu tahun kemudian"

Dia dikubur saat seseorang tinggal di sini atau sebelum itu?

Aku ingin kamu memeriksa semua pemilik dan penyewa.

Suruh dia pergi dari sini. - Baik, Pak.

Ada banyak orang yang menyewa tempat

selama satu atau dua bulan tanpa menandatangani kontrak.

Kurasa kita tidak bisa memeriksa semua orang.

Fokuslah pada orang yang tinggal sebelum dan sesudah kematiannya.

Keluarkan benda itu dari sini. - Hei!

Halo, Detektif. Aku dari perusahaan konstruksi.

Kamu tidak akan menjaga situasi TKP tetap terkendali?

Kamu tidak boleh membiarkan sebarang orang masuk.

Jika kamu membatasi area itu hanya karena ada yang tewas,

kami tidak akan bisa menyelesaikan pembangunan sebelum batas waktu.

Bagaimana jika kamu membatasi area ini

dan membiarkan kami melanjutkan pembangunan?

Tolong bantu kami, Pak.

Siapa yang bertanggung jawab? - Aku yang bertanggung jawab.

Suruh dia mematikan benda itu. Berisik sekali.

Berhenti!

Hentikan ekskavatornya!

Astaga, kamu sangat lamban.

Siapa kamu?

Halo.

Itu tampak seperti tulang belulang seorang pria.

Dilihat dari giginya,

dia menjalani transplantasi tulang rahang.

Aku bertanya apa yang kamu lakukan di TKP-ku.

Kamu dari Wilayah? - Unit Tindak Pidana.

"Kepolisian Metropolitan Juan, Ha Neul Ae Gu Reum"

Kenapa kamu di sini? Kami tidak menerima kabar kamu akan datang.

Kapan kita pernah menelepon sebelum datang?

Omong-omong, kamu tidak akan membatasi area ini?

Di sana kacau.

Kita harus menjaga TKP terlebih dahulu.

Tugasmu adalah menyelidiki kesalahan orang lain.

Ada urusan apa di sini?

Keadaan sudah sangat sibuk.

Hei!

Aku tidak mau pergi!

Hei, hentikan... Hentikan dia!

Sial! - Apa yang dia lakukan?

Cepat. - Baik, Pak.

Maaf, Pak.

Ayo.

Tempat ini berantakan.

Bagaimana jika kita membatasi areanya terlebih dahulu?

Jika terus begini, kita tidak akan mengetahui bagaimana dia mati

dan bagaimana tubuhnya bisa berakhir di sini.

Terima kasih atas sarannya.

Tapi kamu dari tim mana?

Aku punya banyak teman di sana.

Jika kamu penasaran, cari tahu sendiri.

Tanya teman-temanmu.

Hei.

Apa kamu fotografer? Kamu akan mengikuti kontes?

Cepat potret agar kita bisa mengirimkan jasadnya.

Baik, Pak.

"Badan Forensik Nasional"

Bukankah kamu menerima jasad

dari lokasi pembangunan hari ini?

Ya, benar. Tapi kenapa?

Bantuan seperti apa yang kamu inginkan dariku kali ini?

Cukup beri tahu aku apakah jenazahnya

sesuai dengan rekam medis ini.

"Diasuransikan, Kang Yong Su"

Ini rekam medis gigi.

Ya.

Kang Yong Su? Siapa ini?

Rahasia.

Aku menyelidiki ini secara diam-diam.

Bagaimana menurutmu? Bukankah secara samar tampak mirip?

Kita tidak boleh tidak yakin dalam pekerjaan kita.

Kalau begitu, lihatlah baik-baik.

Itu dia, bukan?

Entah itu hanya tulang belulang atau jasad,

karena sudah di sini,

mengungkap informasi pribadi seperti itu adalah melanggar hukum.

Jika membutuhkan informasinya, ajukan permohonan resmi.

Ayolah, Profesor. Ini hanya di antara kita.

Profesor. Ini dia!

Aku menyogokmu. Kuharap kamu menyukainya.

Suap yang sederhana.

Ayolah. Lihat ini. Yang penting adalah niatnya.

Dalam hal suap, itu selalu tentang besar biayanya.

Profesor, kumohon.

Aku tidak bisa terus melakukan ini hanya karena aku mengajarimu dahulu.

Lain kali, ajukan permohonan resmi melalui jalur yang tepat.

Ayo makan roti. Roti kacang merah.

"Diasuransikan, Kang Yong Su"

Pria ini, bukan?

Aku tidak yakin itu tulangnya,

tapi dia menjalani operasi gigi.

Bukankah begitu? Sudah kuduga.

Lokasi prostetiknya cocok,

begitu pun dengan area pembedahannya.

Kamu yakin, bukan?

Jangan menekanku seperti itu. Itu hanya pendapatku.

Hei, Unit Tindak Pidana.

Masuklah.

Tidak apa-apa. Silakan.

Masuklah.

Sedang apa kamu di sini?

Aku harus mengurus sesuatu.

Kamu mencoba mencari tahu kesalahanku?

Bukankah itu keahlianmu?

Benar.

Tapi kami tidak tertarik denganmu. Kami hanya mengincar orang penting.

Tapi di timku, aku cukup penting. Bukankah begitu?

Tentu saja, sangat penting.

Di mataku, kalian hanya pria paruh baya dengan perut buncit.

Kamu pandai menggunakan kata-kata.

Karena aku anggota Unit Tindak Pidana.

Astaga.

Tapi kudengar kamu dipecat.

Aku menelepon temanku.

Dia bilang kamu membuat masalah dan akan dipindahkan.

Dia bilang akan mengirimmu ke divisi yang buruk sebagai pelajaran.

Temanmu? Siapa?

Cari tahu sendiri.

Kamu bahkan bukan anggota Unit Tindak Pidana.

Kenapa kamu berbohong dan menyusup ke TKP kami? Itu tidak baik.

Aku tidak berbohong.

Aku anggota Unit Tindak Pidana sampai aku resmi dipindahkan besok.

Begitukah?

Kalau begitu, aku bisa langsung membawanya ke Provos

dan meminta pendapat mereka?

Lihat dirimu mencoba mengintimidasiku.

Kamu tidak berpikir taktik itu terlalu kuno?

Kalian anggota Unit Tindak Kekerasan harus mengikuti perkembangan.

Dan cobalah untuk menghilangkan perut buncit itu.

Dasar... - Semoga harimu menyenangkan.

Apa masalahnya?

Hei! Sudah kubilang, hilangkan lemak perut itu!

Sudah turun. Sial.

Kita bisa naik kembali.

"Dagyeong Resources, Pembuangan Limbah Biomedis"

Kami dari Dagyeong Resources datang untuk mengangkut limbah.

"Tangani dengan hati-hati"

Hei, Zi O.

Pelan-pelan saat kamu mengemudi melewati polisi tidur,

atau mobilnya akan segera rusak.

Baiklah. - Hei, ada lagi.

Ada polisi tidur lagi. Hei!

"Zi O"

"Unit Pengolahan Limbah Dagyeong"

"Petir telah mendapatkan Helm Kesatria Bulan"

"Utamakan Keselamatan"

Astaga, kakiku sakit sekali.

Astaga, nikmat.

Zi O.

Kamu tahu, perusahaan kosmetik itu.

Saat mereka mengujinya pada anjing, mereka mencukurnya dahulu

dan menuangkan sampo mereka pada anjing.

Benar, tes keamanan kulit.

Benar.

Kudengar mereka bahkan menuangkannya ke mata anjing.

Agar produknya tidak bisa membuat mata iritasi.

Astaga...

Mereka punya ruam di sekujur tubuh dan beberapa bahkan buta.

Tapi mereka tidak pernah diberi antibiotik

atau pereda nyeri sampai mati.

Astaga.

Karena mereka harus melihat efek dari tes itu.

Tetap saja, membakar hewan-hewan malang menjadi abu seperti ini...

Bukankah itu terlalu kejam?

Mereka sudah mati.

Mereka dibunuh setelah dijadikan bahan percobaan.

Mereka hanya hewan.

Hei! Tetap saja.

Aku tahu bisa meletakkan makanan di meja berkat pekerjaan ini,

tapi kurasa manusia tidak berhak melakukan itu kepada hewan.

Kita mungkin tidak punya hak, tapi kita punya kekuatan untuk itu.

Tidak masalah melakukan ini hanya karena kita punya kekuatan?

Bukankah itu wajar?

Tidak, itu kejam.

Komentoj

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left