La unuaj 200 linioj.
(...pusat peringatan topan gabungan mulai memonitor...)
(...area tekanan rendah di tenggara Mikronesia.)
(...menjadi topan terkuat yang pernah tercatat.)
(Dengan kecepatan angin lebih dari 200 mil per jam,...)
(...itu menyebabkan ribuan kematian...)
(...dan kerusakan sebesar miliaran dolar.)
(Topan ini umumnya dikenal dengan satu nama.)
Barang-barang terbang ke mana-mana.
Itu terdengar seperti lolongan anjing.
Bahkan tak ada waktu untuk menangis.
Kami berpegangan untuk bertahan hidup.
Entah mereka mati atau mencari kerabat mereka yang mati.
Mereka juga berpikir bahwa mereka akan mati.
Putri saya meninggal.
Dunia runtuh begitu saja.
Saya Jiggy Manicad. Saya produser berita senior...
...dan pembawa berita untuk GMA Network.
Saya telah meliput bencana dan tragedi di Filipina,...
...serta di luar negeri.
Selamat siang, Pak.
Saya Ding Lagoyo.
Saya mengalami perang di Malaysia dan Zamboanga.
Kami hanya pergi ke berbagai tempat untuk menyampaikan berita.
Kami sudah berada di Tacloban...
...untuk meliput persiapan akan topan.
Saat kami mendengar kabar seberapa besar dampak topannya,...
...pejabat pemerintah dan semua orang bilang...
...bahwa itu amat sangat kuat,...
...tapi kami sungguh tak memikirkannya.
Kami terbiasa dengan topan dan badai. Jadi, itu tak masalah.
Negara kami sering mengalami bencana.
Di Filipina, Anda selalu dihadapi dengan berbagai macam badai tropis.
Maksud saya, setiap kali saya ke sana, hujan turun.
Situasinya normal...
...dan cuacanya baik-baik saja.
Itu normal, cerah.
Tidak ada angin kencang pada saat itu.
Jadi, saya tak mengharapkan akan terjadi Topan Yolanda.
Kami tidak mengharapkan apa pun.
Namun, ada sedikit dari kami yang menganggapnya serius,...
...Yolanda sudah diklasifikasikan sebagai topan Kategori Lima...
...bahkan sebelum itu menerjang Filipina.
(Kategori Satu, Kecepatan Angin 74-95 Mil Per Jam)
(Kategori Dua, Kecepatan Angin 96-110 Mil Per Jam)
(Kategori Tiga, Kecepatan Angin 111-129 Mil Per Jam)
(Kategori Empat, Kecepatan Angin 130-156 Mil Per Jam)
(Kategori Lima, Kecepatan Angin 96-110 Mil Per Jam)
Pada tanggal 7 November, sehari sebelumnya,...
...orang tua saya agak takut.
Jadi, saya mencari sebuah hotel...
...dan memesannya untuk mereka di Tacloban.
Itu di dekat Astrodome di sepanjang Cancabato Bay,...
...di hotel murah.
Cuacanya baik-baik saja. Tak ada angin, cuacanya cerah.
Saya meninggalkan hotel dan berkata,...
..."Ibu, Ayah, aku akan menjemput kalian besok."
Itu seperti hari yang normal.
Kami bermain, menonton TV, makan, kami punya makanan.
Saya bilang, "Baiklah, aku harus pergi."
"Badai mungkin akan datang sekitar pukul 20.00."
"Jadi, kupikir aku akan menjemput kalian besok."
Jadi, saya tiba di sini dan menjemput pacar saya.
Dia bersama saya.
Kami makan, lalu menonton TV, menonton film.
Kemudian, kami merasa takkan terjadi apa-apa.
Kami tidur.
Pada hari Rabu,...
...pada pukul 21.00,...
...kami sudah berada di Astrodome...
...karena Pemerintah Kota Tacloban melaksanakan evakuasi paksa...
...seperti yang diberi tahu kepada kami...
...oleh Ketua Barangay, Emmy Montalban.
Dia menyuruh kami mengungsi ke Astrodome...
...karena tinggi air akan naik,...
...karena Topan Yolanda adalah Signal Empat.
Itu adalah liputan berita biasa,...
...kami bangun pada pukul 11.00, dan waktu bekerja adalah pukul 14.00.
Liputan berita sehari-hari yang biasa.
Bisa dibilang bahwa tak ada tanda-tanda...
...akan terjadi topan super.
Kami selesai pada pukul 18.00,...
...lalu tiba di hotel kami pada pukul 19.00.
Kami makan malam dan itu saja, kami beristirahat.
Kemudian, sekitar pukul 03.00...
Saya terbangun akibat angin yang kencang sekitar pukul 03.00.
Anginnya makin kencang.
Lalu, kami melihat ke sekitar, melihat keluar jendela kami,...
...lalu kami melihat beberapa rumah,...
...terutama tetangga kami di sini, di depan,...
...rumahnya sudah roboh.
Badainya belum mulai terjadi,...
...tapi sebagian besar rumah sudah hancur.
Jadi, sebenarnya, kami tertawa, "Lihat rumah itu, itu roboh."
Saya masih di radio.
Saya siaran langsung di radio, dan saya menyuruh orang-orang...
...untuk pergi dari garis pantai, pergi dari area pesisir.
Saya memberi tahu tim saya untuk mulai merekam,...
...dan untuk merekam suara angin.
Anginnya cukup kencang dan anginnya mulai berdesing.
Kedengarannya seperti terompet. Anginnya sekencang itu.
Kami sebenarnya merasa takut, itu sangat kencang.
Itu benar-benar berbeda, itu melolong.
Itu terdengar seperti lolongan anjing.
Anjing Neraka terdengar seperti itu.
Saat badai melanda Kota Tacloban,...
...unit AC saya terdorong ke depan.
Lalu, pemadam apinya...
Sepanjang ini, itu terbang ke arah kami.
Langit-langit di kamar saya mulai berdetak seperti jantung.
Dinding di kamar saya retak.
Barang-barang terbang ke mana-mana,...
...entah itu potongan kayu, bahkan pohon.
Saya hanya menatap ke jalanan.
"Itu bergoyang. Itu pohon kelapa!"
Lalu, tiba-tiba semuanya hilang.
Lalu, arah angin berubah dari waktu ke waktu.
Jadi, itu situasi yang sangat berbahaya.
Satu-satunya perlindungan yang kami miliki adalah atap,...
...dan dari waktu ke waktu, kami pergi ke dalam kamar mandi.
Saya berpikir, "Ini adalah akhirnya."
Jiggy terus berdoa.
Jika langit-langitnya runtuh atau tertiup keluar,...
...semuanya akan berakhir.
Dalam semua pekerjaan saya yang berbahaya,...
...saya tak berpikir saya akan mati.
Namun, saat Yolanda, saya bilang,...
..."Jika ini akhirku, aku tak bisa melakukan apa pun."
Sekitar pukul 06.30, saya bisa melakukan...
...laporan siarang langsung untuk radio,...
...radio lokal, dan program untuk GMA Network.
Lalu, sekitar pukul 07.30, komunikasi mati.
(Suara Jiggy Manicad, Radio DZBB, 11 Agustus 2013)
Jiggy? Halo, Jiggy?
(Gelombang badai selanjutnya membawa air...)
(Lebih dari setengah mil ke pedalaman.)
(Air laut meningkat setinggi 13 kaki dengan ombak setinggi 20 kaki.)
(Air laut meningkat setinggi 13 kaki dengan ombak setinggi 20 kaki.)
Setelah listriknya padam, semuanya padam. Hanya ada kegelapan.
Gelap, tapi ada sinar putih yang menyeramkan.
Lantainya bergemuruh,...
...dindingnya bergemuruh, semuanya terbang.
Sedikit demi sedikit, rumah saya, rumah kami dihancurkan oleh badai.
Kami melihat ke sekeliling.
Rumahnya hancur total.
Namun, hal pertama yang saya pikirkan adalah keadaan orang tua saya.
Kami hampir tewas,...
...bersama dengan istri saya dan tiga anak.
Gelombang besar badai untuk pertama kalinya,...
...air dari laut, air dari teluk,..
...semuanya bersatu. Airnya sudah setinggi ini.
Kami beruntung kami memiliki jendela,...
...tapi kami tak melarikan diri melalui jendela.
Kami berpegangan untuk bertahan hidup.
Namun, untungnya, laut dan airnya segera mereda.
Jika bukan karena jendela itu dan ruangan belakang,...
...saya rasa kami semua akan tewas.
Saya, keluarga saya, orang-orang mulai merasa khawatir.
Saya mulai menelepon ke rumah untuk menghubungi nenek saya,...
...paman saya, anggota keluarga lain dan teman-teman di luar sana,...
...dan saluran teleponnya mati.
Tak ada satu atap pun yang aman.
Semua pohon entah hancur, roboh,...
...atau tak ada daun sama sekali.
Semuanya dalam kehancuran total.
Ya, Tuhan. Restoran hotelnya...
Kaca tebal. Maksud saya, setebal itu.
Itu hilang.
Pemandangan pantai yang indah...
...di Taman Leyte,...
...pohon-pohonnya hilang.
Pohonnya telah menjadi tak berdaun dan segalanya.
Pohonnya telah menjadi abu-abu.
Kami perlu menghubungi kantor untuk mengabari kami masih hidup.
Setidaknya, kami harus mengirim pesan bahwa kami masih hidup.
Bahkan bukan ceritanya, hanya pesan bahwa kami baik-baik saja.
Kami kehilangan internet dan saluran telepon genggam.
Jadi, saya memberi tahu tim saya satu-satunya cara...
...untuk memberi tahu kerabat-kerabat kami,...
...atasan kami bahwa kami tak apa, kami masih hidup,...
...untuk bisa menyampaikan beritanya, adalah dengan pergi ke Palo, Leyte,...
...yang berjarak sekitar enam jam dengan berjalan kaki.
Dengan berjalan karena sebagian besar tiang lampu,...
...pohon-pohon telah tumbang di pinggir jalan.
Bahkan sepeda motor tak bisa lewat.
Satelit kami berada di kota lain.
Jaraknya sekitar 15 mil.
Jadi, kami harus berjalan sekitar enam jam...
...hanya untuk mendapatkan jaringan satelit itu.
Itu satu-satunya kesempatan...
...agar beberapa cerita kami akan bisa disampaikan.
Bukan untuk memenuhi tenggat, tapi untuk menyampaikan pesan,...
...bukan hanya untuk rakyat Filipina, tapi seluruh dunia.
Saya tak menduga tim komunikasi kami, tim satelit kami,...
...masih utuh pada saat itu karena saya sama sekali tak tahu.
Saya hanya punya teori...
...bahwa jika kami bisa pergi ke Palo, dan tim satelit itu aman,...
...kami mungkin punya peluang untuk menyampaikan...
...pesan apa pun yang kami miliki saat itu.
Tentu saja, kami tidak memiliki komunikasi.
Itu tempat terdekat yang bisa kami kunjungi...
No comments yet. Be the first to leave one.