La unuaj 200 linioj.
DEDI_FIRMANZ 0813-2739-9390
KARAKTER, TEMPAT, INSTITUSI,
DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF
Kau baik-baik saja?
Kau berdarah.
Jangan bicara. Kau terluka parah.
Jangan khawatir.
Kini ada aku.
Tampaknya kau pergi kerja dari subuh.
Apa?
Kau pasti penghuni baru.
Aku penghuni kamar sebelah.
Ya.
Kau sudah sadar?
Karena aku belum selesai menjahitnya, jangan bergerak.
Jika terus bergerak, lidahmu akan terpotong.
Jangan khawatir.
Perdarahan di mulutmu cukup parah, jadi aku menjahitnya.
Selesai.
Kenapa kau melakukannya padaku?
Sebenarnya siapa kau?
Menurutmu, siapa aku yang sebenarnya?
Dokter gigi yang tinggal di goshiwon ,
atau...
pembunuh berantai seperti di novel kriminal?
Aku tidak peduli.
Aku bisa jadi apa pun yang kau inginkan.
Apa yang kau inginkan dariku?
Jangan salah paham.
Semalam aku mendengar kau bicara di telepon.
Pasti tidak adil. Dikhianati oleh teman sendiri,
dan kehilangan semua keluarga.
Dasar berengsek.
Seperti yang kau tahu, di sini kamarnya hanya disekat.
Suara napas kamar sebelah pun terdengar semua.
Kau siapa?
Matamu sama persis denganku.
Karena itu, aku tahu pasti.
Aku juga melakukan hal serupa.
Membongkar,
memasang,
dan membuat lagi.
Jangan khawatir.
Kau...
akan kubuat jadi orang yang baru.
Kau senang bisa mempermainkanku?
Aku berjanji.
Kau akan jadi istimewa sepertiku.
Aku akan membuatnya begitu.
Jeong-hwa, apa yang kau tonton?
Rekaman kamera CCTV depan goshiwon Eden.
Apa?
Bukankah di sekitar sana tidak ada kamera CCTV?
Bagaimana kau mendapatkannya?
Untungnya, ada satu di depan pintu masuk swalayan.
Tadi pagi aku memperbaiki sebuah kipas di sana.
Bagaimanapun, kau sangat hebat.
Apakah ayahmu baik-baik saja?
Kau kenal ayahku?
- Aku dengar dari Kapten - Ya?
bahwa ayahmu kepala investigator
yang muncul di acara TV Investigasi 24 Jam.
Aku sangat senang menontonnya.
Maaf aku harus menghancurkan fantasimu.
Sosok ayahku yang asli hanya 10 persen di TV, itu hanya karakter buatan.
Kesepian? Itu sangat jauh dari ayahku.
Kalau begitu,
bagaimana dengan semua perkataannya?
Seperti, "Jika kau curiga, maka selidikilah"?
Semuanya naskah?
"Jika kau curiga, maka selidikilah"?
Ayahku tak mengatakan itu.
Astaga.
Itu ucapan yang sangat kusukai.
Opsir Cho, tolong putar balik.
Apa?
"Jika kau curiga, maka selidikilah". Putar balik.
Kita sudah sampai. Apa yang akan kau lakukan di sini?
Bagiku di sini adalah tempat paling mencurigakan.
Apa yang kau curigai?
Mobil detektif Cha Seong-ryeol yang menuju ke goshiwon,
terekam kamera CCTV depan swalayan sekitar pukul 11.00,
dan keluar dari goshiwon pukul 11.30.
Kepergian mobilnya terekam kamera CCTV depan swalayan
sekitar pukul 12.00. Itu yang mencurigakan.
- Ya, memang agak aneh. - Aneh.
Sebenarnya, di mana dia dan apa yang dia lakukan selama 30 menit itu?
Jika kita menemukan jawaban 30 menit itu,
bukankah akan muncul petunjuk?
Pasti.
Namun, tidak seorang pun berusaha mencari 30 menit itu,
meski detektif itu hilang kontak begitu saja
tanpa alasan yang jelas.
Kira-kira kenapa begitu?
Karena itu bukan tugasnya.
Mereka merasa membuang waktu jika itu bukan tugas mereka.
Namun, kita adalah polisi.
Ya, benar. Kita polisi.
Baiklah.
Seperti mobil-mobil ini, Detektif Cha Seong-ryeol
pasti parkir di bagian dalam sini.
Bagaimana kita harus mencari di sini?
Anggap saja dia parkir di sana.
POLISI
Hui-jung, kau di mana?
Selama 30 menit itu,
jika terjadi sesuatu pada detektif Cha...
Saat hujan, airnya akan mengalir ke satu tempat.
Tidak ada apa-apa.
Tadi di sebelah sana juga ada saluran air.
Apa?
Jeong-hwa, tak ada apa-apa di sana.
"Jika kau curiga, maka selidikilah". Ayo.
- Ayolah, Jeong-hwa. - Hyeon-ho.
Kau lihat sesuatu?
Sial.
- Hei. - Apa?
- Ayo. - Astaga.
"Jika kau curiga, maka selidikilah".
Bukan itu masalahnya. Ini tidak bisa dibuka.
Kita harus panggil derek.
"Jika kau curiga, maka selidikilah".
Mana mungkin membukanya.
Apa kita harus melakukan ini?
- Aku tidak percaya ini. - Hei.
Ada jarum suntik di tempat seperti ini?
Ini bukan area yang cocok untuk jarum suntik.
POLISI
- Di mana? - Di sini.
- Klinik gigi? - Ya.
- Bukan lantai satu? - Lantai dua.
- Yakin lantai dua? - Ya.
- Ayo masuk. - Aku tahu tempat ini.
Sedang apa? Kalian harus menangkapnya.
Kau sedang apa?
- Ada masalah apa ini? - Apa yang terjadi?
Aku tidak tahu. Dia memukul anak-anak sampai babak belur.
- Dia lebih dulu. - Jeong-hwa.
- Ya. - Dia tidak mau bicara.
Jong-u, benarkah kau menyerang anak-anak itu terlebih dahulu?
Jong-u, kau baik-baik saja?
- Aku bisa menghajarnya sekarang. - Dia sedang berakting.
- Minum dulu. - Jangan coba berdalih
dengan alasan sakit jiwa.
Kenapa kau memukul mereka? Tidak mau bicara?
Tidak penting apa alasannya. Anakku dirawat di rumah sakit
selama delapan pekan dan harus menjalani perawatan psikis.
- Kita harus bagaimana? - Kami akan selidiki, tenanglah.
Apa yang perlu diselidiki? Anakku terluka.
- Anak kami terluka. - Kenapa menyuruh kami tenang?
Pak, sebaiknya...
- kau minta maaf saja. - Anak kami terluka!
Apa yang perlu diselidiki? Anakku korbannya.
- Anakku dipukuli! - Aku akan melaporkan dia.
- Mohon duduk dan tunggu. - Keterlaluan.
Kita jangan membuat kesepakatan dengan preman sepertinya.
Sungguh tidak akan berdamai?
Dia seharusnya minta maaf.
Lagi pula, kau siapa?
- Kau pikir kau siapa? - Yang benar saja.
- Benar-benar aneh. - Beraninya dia.
Jika kalian berdamai sekarang, akan kuberikan apa pun.
Kalian benar-benar tidak akan berdamai?
- Itu... - Apa?
Apa maksudnya?
Apa itu tadi?
- Itu... - Maaf.
Astaga, Pak.
Berkat kau masalahnya selesai dengan baik. Terima kasih banyak.
- Ya. - Terima kasih.
Pak, tidak ada orang sepertinya di dunia ini.
Seumur hidup kau anggap dia penyelamatmu.
Penyelamat, apanya. Hidup harus saling membantu.
Sudah kuduga, Dr. Seo.
Kau malaikat tanpa sayap.
Terima kasih. Sampai ketemu di acara sukarela pekan depan.
- Sampai bertemu. - Hati-hati di jalan.
- Masuklah. - Ya.
Jong-u.
Ini kartu identitasmu.
Jika terjadi sesuatu, langsung hubungi aku.
Kau harus menghubungiku.
Sedang apa di sana?
Aku tidak tahu yang akan kau lakukan di sini.
Aku tidak peduli dan tidak akan memedulikannya.
Besok aku akan pindah dan tidak akan kembali lagi.
Aku pasti akan membayar uang damainya.
Jadi, kumohon...
Kumohon kepadamu.
Tolong tinggalkan aku sendiri. Kumohon.
Jakun ini disebut uvula.
Apa?
Otot-otot kecil dan uvula
ada di dalam leher.
Aku suka melihat area ini.
Ke depannya, jangan menyembunyikan apa pun dariku.
Kau mengerti?
Tidak.
OPSIR SO JEONG-HWA
Halo.
No comments yet. Be the first to leave one.