La unuaj 188 linioj.
Halo, Pak.
Silakan naik.
Masuk.
Masuk, Pak.
Selamat datang.
Silakan.
Sejak terakhir, gadis baru datang.
- Perlu kupanggil? - Tunjukkan saja.
Baik.
Itu saja?
Bukan yang baru?
Kenapa kau buat aku bingung?
Baru, lama... Apa pun.
Terima kasih.
Ada dua pekerja paruh waktu, untuk klien spesial.
Paruh waktu?
Mereka tak bekerja di sini.
Siang, mereka kerja atau kuliah.
Untuk uang tambahan, mereka ke sini.
Kenapa tak bilang tadi?
Seberapa spesial klien itu?
- Apa yang kau tunggu? Panggil mereka. - Baik.
Pak.
- Hai. - Hai.
Kau kemari.
Aku tak mau dengannya.
Tak mau?
Apa maksudmu?
Siapa memintamu?
Aku putuskan kau dengan siapa.
Siapa yang kau lihat, Jalang?
Aku keluarkan matamu.
Berandal, katakan sesuatu.
Pak, dia paruh waktu.
Dia punya pilihan menolak.
Itu bukan masalahku.
Kenapa boleh memilih?
Dia tak menarik dilihat
dan berperilaku putri.
Gadis pemimpi.
Kau tersedia, 'kan?
Kau dibayar untuk seks.
Pergilah. Kenapa keras kepala?
Aku dibayar untuk seks...
tapi kau harus bayar.
Jalang. Jangan berulah.
Aku akan membuatmu berjalan telanjang di kota.
- Kashif. - Pak...
Ada kalajengking.
Di antara pahamu.
Racunnya keluar dari kata-katamu.
Aku akan bunuh kalajengking ini.
Racun kalajengking fatal.
Kau bisa mati.
Dasar jalang...
Mundur. Kami sedang bicara.
Aku mau bicara.
Katakan...
apakah organ lain setajam lidahmu?
Mulai dengan lidah.
Jika suka, organ lain beraksi.
- Menggodaku? - Punya stamina?
Benarkah?
Baiklah.
Kutunjukkan kemampuanku.
Aku pergi bersamanya.
Terima kasih banyak
Kuharap kau tak lemah.
Dan jangan menangis...
meminta ampun agar kutunjukkan belas kasihan.
Karena aku tak beri belas kasihan.
Ayo.
Sayang, kau lupa jalan?
Hari ini, kamar kecil, dengan kamar lima kali lima
tak cukup untukku.
Aku sedang tak mau mencium bau kondom bekas.
- Lalu kau mau apa? - Pak.
Kau mulai buat alasan?
Kubilang apa?
Tak ada belas kasihan.
Karena itu aku ajak ke kamarku.
Pribadi?
Kau takut?
Ya. Aku sangat takut.
Bukan aku, tapi kau.
Karena aku bahkan tak tahu yang akan kulakukan dengan tubuhmu.
Percayalah.
Simpan tenagamu.
Jangan khawatir.
Aku tak minta biaya tambahan.
Aku yang akan mendapat tambahan.
Aku bayar kau hari ini.
Baik.
Ingat, pertama mereka masuk ke ruangan.
Lalu tim kami menangkapnya.
- Baik. - Ya.
Jika paruh waktu, apa pekerjaanmu siang hari?
Mencari pekerjaan.
Jika menyenangkan...
dan kau masih hidup...
kau akan jadi milikku.
Apa-apaan!
Apa ini?
Kita tak setuju ini.
Kau takut sekarang?
Kami tak seperti itu.
Itu tak benar.
Sejak kanak-kanak, aku tak berbuat baik.
Itu masalahku.
Bagaimana kujelaskan.
Aku tak mau.
Sayang, dengar aku.
Kamarku tak bau kondom bekas.
Hanya wangi mawar.
Wangi.
Sialan!
Dia bilang ke mana?
Ada gangguan audio. Tak bisa dengar.
Sialan!
Pak, nama target Sasya.
Dia pemain besar narkoba.
Dua tahun coba menangkapnya.
Tapi, tiga orang berbeda menyamar menjadinya.
Sulit menangkapnya.
Tersangka 1, 2, dan 3.
Di antara mereka, yang kami ragukan ada di Mumbai.
Ini. Dia punya empat identitas berbeda.
Badri, Rana, Yasir dan Sasya.
Tugas kita untuk mencari tahu
apakah dia Sasya sebenarnya.
Tanpa dia tahu, kita mencari Sasya.
Itu alasan kita lakukan penyamaran ini.
Karena jika polisi menangkap Sasya palsu.
Sasya asli akan tahu.
Jika dia asli...
maka kami tangkap.
- Di mana penyerang? - Dekat.
- Di mana target? - Seberang jalan.
- Kenapa tak keluar? - Khan, mobilnya?
- Sebentar lagi. - Dia pasti lakukan sesuatu.
- Kau akan melakukan? - Pak...
Dia tak bawa pistol, ada tiga orang.
Kelemahan target hanya...
pelacur.
Dia suka ke rumah bordil.
Kau harus menyamar menjadi pelacur di rumah bordil.
Agen mengenalkanmu ke target.
Kau harus dilatih dulu untuk operasi ini.
Kau harus mengonfirmasi apakah dia Sasya asli atau bukan.
Kalajengkingmu tidur?
Belum bangun.
Jika dia Sasya asli, kita harus tangkap langsung.
Atau akan ada kekerasan.
Jelas?
Ya. Ini mulai bangun.
Berikan ponselmu.
Berikan.
Kenapa?
Karena aku mau matikan.
Tanya lagi.
Aku tak mau menjawab.
Ayo, berikan.
Lokasi tak terbaca.
Apa?
- Ponselnya pasti dimatikan. - Sial.
Sial!
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
PENJEMPUTAN
BEBERAPA HARI SEBELUMNYA
Kau terus beralasan.
- Tak bekerja? - Ya!
Ayo ke atas.
Bhumi.
Ibu, saatnya sifku.
- Aku gelisah dari pagi. - Kenapa?
Aku kehabisan napas.
Sudah minum obat?
Tadi malam.
Ibu menghemat obat, ya?
Apa gunanya minum obat yang sama setiap hari?
Ibu...
Ini untuk tekanan darah.
Ini kalsium untuk tulang.
Makan dua tablet ini saat sarapan.
Kau buat sarapan?
Aku lapar.
- Ibu, aku terlambat. - Kenapa buru-buru?
Kau punya koleksi luar biasa.
No comments yet. Be the first to leave one.