La unuaj 164 linioj.
Baiklah, akhirnya hari kelima.
Ya.
Sudah hari kelima.
Ya.
Kalian semua berhasil mencapai tahap akhir.
[Naples: Kwon] Kau bahkan berhasil mencapai kompor.
Tapi mencapai tahap akhir bukan hal yang penting.
Kalian tahu misi terakhir adalah memasukkan hidangan kalian ke menu, kan?
- Benar... - Ya, tepat sekali.
Ya, tepat sekali.
- Waktunya tidak cukup. - Hei, kawan.
- Ini terlalu singkat. - Ayolah.
- Apa kau mengantuk? - Tidak, bukan itu.
Ada apa denganmu?
Kenapa kau tampak begitu ragu?
Kau membuatku gugup tanpa alasan.
Kenapa semua orang begitu ragu pada diri sendiri?
Apa kalian semua gagal atau apa?
Tidak, tidak mungkin.
- Tepat sekali. - Semuanya, jangan gugup.
Santai saja dan lihat.
Saat ini, tak seorang pun dari kalian tahu hasilnya.
- Benar, kami tidak tahu. - Benar kan?
Tak seorang pun dari mereka yang tahu.
Hari ini...
Apa ada yang akan berhasil?
Aku juga sangat penasaran.
Mari kita cari tahu.
Halo.
[Misi terakhir Koki Menyamar bagi trio ini]
[Masukkan hidanganmu ke dalam menu dalam lima hari]
Ini singkat.
Lima hari itu singkat.
Tapi...
Akulah yang membuat hal tak mungkin menjadi nyata.
Saat ini, aku kembali ke usia awal dua puluahn.
Kurasa aku akan kembali ke mode itu. Ya.
[Menangkan hati warga lokal dalam lima hari]
Kwon, kemarilah. - Ya.
Aku harus lebih menonjol.
Di dapur, keahlian adalah segalanya.
Aku akan mewujudkannya entah bagaimana.
[Siap menunjukkan kemampuan sejati mereka] Ini pasti akan masuk ke menu.
[Dengan harga diri yang dipertaruhkan] Waktunya hampir habis.
Aku akan mencobanya saja.
Aku hanya harus masuk dan mencobanya.
Ini?
Pikirku aku akan memasak makananku sendiri.
[Apa yang menanti trio Koki Menyamar?] Bisa dibilang ini sukses.
[Naples: bukan Kwon Sung Jun, melainkan Sam Kwon]
- Sekarang waktunya makan malam. - Kini layanan makan malam yang sebenarnya dimulai.
Dia pasti sangat kelelahan hari itu.
Ya, sungguh.
Oh, sekarang... Kau harus bekerja lagi?
Di sinilah semuanya benar-benar dimulai.
Kenapa aku sangat mengantuk?
Hari itu pasti sangat berat.
- Hari itu pasti sangat berat. - Ini sungguh melelahkan.
Akhirnya.
Inilah kuncinya!
Dia akhirnya dipromosikan ke bagian pasta.
Tapi aku harus melakukannya dengan baik.
- Kau harus. - Ditempatkan di bagian pasta bukanlah akhir dari segalanya!
Benar.
Ini sangat penting.
Dia tampak kelelahan.
Benarkan? Dia tampak sangat lelah.
Tentu saja dia lelah.
Ini terjadi di hari yang sama dengan pesta pertunangan.
- Ini masih hari yang sama. - Benar.
Malam yang sama itu.
Ini malam yang sama.
Tapi apa boleh buat?
- Kim! - Ya?
- Kim? - Kwon.
- Wan. - Ya.
Sams. Kwon.
- Sam. - Ya.
- Namaku sulit diucapkan. - Namanya...
Sahm, oke.
- Aku akan memanggilmu Sahm hari ini. - Dia akan memanggilnya Sahm hari ini.
Itulah pengucapan bahasa Italia.
- Mereka mengucapkan A seperti "ah". - Jadi Sam menjadi Sahm.
Ini langsung dimulai.
[Pasta pertamanya setelah promosi] Baiklah, sekarang...
Kini pekerjaan pasta benar-benar dimulai.
Tanpa hidangan pembuka. Satu pasta lemak babi dan satu pasta kentang.
Jadi, Sahm.
- Ya. - Ambil panci.
[Mezzanelli lardiati: pasta lemak babi] Pasta lemak babi.
Ini penting.
- Yang sangat tidak biasa adalah... - Oh, mereka hanya menggunakan lemak babi.
Ini benar-benar hanya lemak babi!
Oh, sungguh.
Apa itu lemak babi yang diawetkan?
Itu diawetkan.
- Seperti guanciale atau pancetta. - Lemak babi yang diawetkan?
Mereka mengawetkannya, lalu melapisinya dengan rempah.
[Direbus dengan tomat selama lebih dari tiga jam] Mereka merebusnya cukup lama
dengan tomat sampai hampir cair.
Ini bukan makanan yang mereka makan di dekat pantai.
Mereka hanya memakannya di pedalaman.
Kau tidak boleh membuang apa pun.
[Budaya kuliner Italia "manfaatkan setiap bagian babi"]
Kau harus memahami Naples untuk mengerti hidangan ini.
- Orang-orang di sana hampir tidak punya apa pun untuk dimakan. - Tepat sekali.
Makanya mereka bahkan memakan lemak babi.
Kesulitan semacam itu juga ada dalam makanan Korea.
- Ada kaitan di situ juga. - Benar. Naples agak...
Aku hanya mempelajarinya. Dari balik bahu mereka.
[Dia hanya melihat seberapa banyak saus yang mereka gunakan] Apa kau berhasil?
Tunggu.
- Wajahmu tampak semakin gemuk. - Kenapa aku bersikap sombong?
Tidak, tapi itu bukan berat badan.
- Wajahku sangat bengkak. - Kurasa itu...
- Wajahku sangat bengkak. - Edema.
Pembengkakannya menyebar ke wajahnya.
- Itu karena kelelahan. - Ini tidak mau kempes.
Pembengkakannya tidak kunjung kempes selama empat hari penuh.
Aku sangat bengkak.
[Bisakah Kwon menangani hidangan pertamanya sendirian?]
Benar?
Betul sekali. Kerja bagus!
[Dia melelehkan saus lemak babi yang mengeras]
Jadi kau lelehkan lemak babinya dulu.
[Dia menyelesaikannya dengan keahlian mantecare]
Ada apa?
Kenapa?
Apa?
- Tunggu sebentar. - Hah?
Tapi soal pasta lemak babi itu, aku...
Itu pertama kalinya aku membuat itu juga.
Itu pertama kalinya?
Itu pertama kalinya aku mencoba lardiata.
[Cicipan pertama Kwon akan pasta lemak babi]
- Hanya itu? - Ya.
Pipiku hampir pecah.
Apa ini enak?
Apa ini?
Ini pasta yang dibuat dengan lemak babi dan tomat.
Ini hidangan yang kita bicarakan saat makan siang.
Ini enak!
[Dia mencoba hidangan andalan itu pada hari ke-1]
- Kau memang melihat mereka membuatnya... - Memang.
Tapi kau tidak benar-benar tahu.
- Takaran pastinya... - Aku tidak bisa membuatnya semauku.
Benar, kau butuh resepnya.
[Berapa takaran untuk satu porsi?] Kemana bos pergi?
[Berbeda dengan Kwon yang bingung tanpa bos]
Apa yang akan dia lakukan?
- Dia hanya melihat lalu pergi... - Dia pergi?
[Sekitar lima menit kemudian, pukul 20.15] Tunggu.
Aku tidak tahu harus berbuat apa, jadi aku terus mengaduknya agar tidak gosong.
[Setelah berjuang sendiri selama sekitar lima menit]
Ada apa dengan saus ini?
Hah?
Dia pasti terlalu lama memasaknya.
- Apa dia memasaknya terlalu lama? - Ya, ini asin.
Ini asin.
Harusnya agak encer, tapi dia terlalu lama memasaknya.
Kubuang ini karena rasanya terlalu asin.
Pasta itu cukup rumit.
Ini pertama kalinya aku melihatmu gugup sejak tiba di sini.
Jadi Sung Jun bisa pasang ekspresi begitu.
No comments yet. Be the first to leave one.