Malicious

Malicious (Malizia)

Elŝuti Indonesian Subtekston

Eldonaj informoj

Malicious (1973) Blu-ray 24 fps
Komentaĵo de Ketam Goreng
No resync!

Etikedoj

bluray
Publikigita je: 2026-01-12
Elŝutoj: 46
Aŭdhandikapuloj: No
FPS: 24

Antaŭrigardo de Indonesian subtekstoj

La unuaj 200 linioj.

KELICIKAN

24, 25, 26, 27, 28, 29, 30...

Enzino!

Nah, sekarang! Jadi? Apa itu hal yang sopan untuk dilakukan?

- Saat Ibu yang sedang tidur? - Kenapa dia tidur? Bukannya sudah mati?

- Antonio, boleh aku main di sini? - Tidak.

1, 2, 3, 4, 5...

Hei? Aku tidak bilang iya, aku bilang tidak.

Ugh!

Apa artinya Janda Corallo adalah bokong terindah di Catania?

- Apa tadi? - Bukan aku yang bilang.

Ayah yang bilang begitu.

- Ayah!? - Iya, aku menguping dia bicara di tangga.

Bisa kau jelaskan apa maksudnya itu?

- Tapi kapan kau mendengarnya? Hari ini? - Tidak...

Kau adalah hati terbaik di Catania. Apa yang akan kulakukan tanpamu?

Lupakan saja! Kita berdua sama-sama janda.

Lagi pula, Margherita sudah seperti saudariku sendiri!

- Kasihan jiwanya! - Nambah!?

Ibu sudah mati. Ibu sudah mati. Ibu sudah mati. Ibu sudah mati.

Hei!

Siapa itu?

Itu kau, Nino?

- Biarkan aku masuk. - Jangan ganggu aku!

Ugh! Di sana aku tidak bisa main, karena Antonio tidak membolehkanku.

Di situ aku tidak bisa main karena Ibu sudah mati.

Jadi, di mana aku harus main? Bahkan di kamar mandi pun aku tidak bisa main!

Ugh! Aku ingin main!

Aku pergi sebentar ke toko untuk menyelesaikan inventaris.

Zaman sedang susah!

Kita harus menggabungkan bisnis dengan kesenangan.

Apa yang kukatakan? Maksudku, mengambil hikmah dari keadaan, kan?

Itu dia. Bisa kau lihat sebentar?

Turunlah dengan tenang, aku akan menjaga jenazahnya. Benar-benar kemalangan, oh Tuhan!

- Peppino! - Ignazio. Aku masih belum bisa memercayainya.

Tabahlah!

Bagaimana itu terjadi?

Malam itu aku menemukannya sudah mati di ranjang.

- Oh, Yesus, Yesusku, malang sekali! - Huh, kita sangat tidak butuh ini!

- Margherita yang malang! - Terima kasih.

- Tuan, boleh aku mulai mengerjakan sesuatu? - Iya, pergilah berdoa beberapa kali untuk Margherita.

- Dia pasti akan sangat senang. - Iya, aku juga bisa berdoa di sini...

Matteo akan langsung datang ke pemakaman?

Aku tidak tahu.

- Cepatlah! Aku tidak bisa menunggu sebulan! - Kain ini sudah dimakan ngengat.

- Haruskah kita membuangnya? - Buang apa? Taruh ke bagian barang murah!

- Concettina! - Di sini! Turut berduka cita. Kita kekurangan kain batis.

Cari sana! Memangnya kau mau apa lagi?

Turut berduka. Ini kain muslin yang bernoda. Kita jual sesuai modal?

Modal apa? Kirim ke penatu saja. Harga modal apanya!

- Dan kau, apa yang kau lakukan, Lo Coco? - Aku sedang mengukur kain perca!

- Dan kau mengukur hanya dengan kira-kira? - Biar lebih cepat.

Cepat untuk menipuku! Berapa panjang ini menurutmu?

- Sekitar 9 kaki. - Sekarang kita cek dengan penggaris. Mana itu?

Satu...

dua...

tiga... Tiga koma empat puluh lima.

- Keparat! Kau mau menghancurkanku. - Tapi, aku melihat kau melakukannya.

Dan kau anggap dirimu manusia normal? Lenganmu kalau direntangkan seperti palang pintu kereta api.

Pakai penggaris! Gunakan itu, bodoh!

- Iya. - Dan cepat bangun, aku ingin selesai hari Sabtu!

Aku ingin membuka toko hari Senin, oke? Aku juga harus mengurus mereka yang masih hidup!

Oh, Bunda Suci!

Kembalikan bolaku! Aku mau bolanya! Kembalikan padaku!

Diterjemahkan oleh: Ketam Goreng

Beristirahatlah dengan tenang.

Margherita La Brocca adalah ibu teladan.

Beristirahatlah dengan tenang.

- Pemandu yang setia. - Beristirahatlah dengan tenang.

- Cahaya cinta dan kesalehan yang bersinar. - Beristirahatlah dengan tenang.

Enzino! Diamlah, bisa?

Lihat itu, Nino? Itulah bokong terindah di Catania!

..perhatian yang teguh dan waspada,

hadir dan penuh kasih dalam segala keadaan.

peduli dengan dekat, dan menyelesaikan krisis kecil dan yang tak terelakkan dalam keluarga.

- Beristirahatlah dengan tenang. - Pasangannya sedang menangis.

Tapi satu kepastian menguatkannya.

Dia tahu bahwa, jika dia berhasil mengikuti teladan hidupnya yang bersinar,

cepat atau lambat, dia akan bergabung dengannya dalam kemuliaan Tuhan.

Well, tidak perlu buru-buru...

- Tapi Margherita La Brocca belum mati! - Apa, dia belum mati? Dia sudah mati!

Dia tidak akan pernah meninggalkan rumah yang dulu miliknya.

Tidak akan ada...

waktu atau ruangan di rumah yang sama ini, di mana jiwanya tidak hadir

dengan kehadirannya yang manis sebagai penunggu rumah yang bermanfaat.

Pelindung, boleh kukatakan, bagi mereka yang dia tinggalkan dalam duka dan keputusasaan.

Selalu di rumah? Well...

Cara Tuhan bekerja memang misterius.

Beristirahatlah dengan tenang, Margherita, menunggu untuk dibangkitkan pada Hari Penghakiman.

Well, senang bertemu denganmu. Tidurlah yang nyenyak.

Terima kasih sekali lagi untuk semuanya, Donna Ines.

Kenapa memencet bel, bodoh, kalau tidak ada orang?

- Selamat siang, Tuan. - Selamat siang.

- Permisi. - Masuklah.

- Turut berduka cita sedalam-dalamnya, Tuan. - Terima kasih, tapi...

Maaf, aku mengepel sedikit. Dengan segala hormat, lantainya kotor.

Mari lihat, semuanya sudah bersih!

Aku memberanikan diri untuk merapikannya. Bunga-bunganya aku buang, sudah bau.

Lilin-lilin ada di sana, bisa diberikan ke paroki. Aku memberi sedikit ruang...

Kau melakukannya dengan baik, terima kasih.

- Tapi, maaf, kau siapa? - 3 hari yang lalu, agen menyuruh aku datang.

Nyonya yang malang itu telah mengajukan permintaan, karena Anda butuh pelayan, kan?

Oh, itu dia!

Tadi mengira kau adalah anak dari sepupu jauh Margherita.

Yang tinggal di Caltanissetta dan punya hotel dekat stasiun.

- Siapa namanya? - Aku tidak tahu.

Tentu saja, Matteo!

Namaku Angela La Barbera.

Aku memberanikan diri menyiapkan makan malam.

Sup bening, sedikit rebusan, selada...

Apakah aku salah?

D

DO

DON

DONA

DONAS

DONASI

DONASI P

DONASI PU

DONASI PUL

DONASI PULS

DONASI PULSA

0

08

083

0831

08315

083151

0831511

08315119

083151195

0831511954

08315119540

083151195401

083151195401 S

083151195401 SE

083151195401 SEI

083151195401 SEIK

083151195401 SEIKH

083151195401 SEIKHL

083151195401 SEIKHLA

083151195401 SEIKHLASNYA

- Dia itu orang suci! - Dari Lentini? - Bukan, dari Caltagirone.

Kuberitahu kau, kerapian sudah mendarah daging dalam dirinya.

Lembut, semuanya bersih. Dengar, Agatino, aku tantang kau

mencari setitik debu pun di perabot,

bahkan jika kau membayarku satu juta.

Semuanya rapi, semuanya sempurna... Lalu, kau tahu apa yang membuatku takjub?

Kapan aku punya jas sebanyak ini? Semua sempak ini?

Semua itu... Tino, tunggu.

Kau harus lihat dengan matamu sendiri. Katakan padaku jika kau pernah melihat kaus kaki sebanyak ini.

Bahkan jika aku seekor kelabang pun tidak sebanyak ini.

Kemeja, syal...

aroma bunga jeruk.

Dia bahkan menaruh bunga jeruk! Tapi, apakah kau menyadarinya?

- Dia mampu memikirkan setiap hal kecil! - Keberuntungan di tengah kemalangan!

Tapi aku tahu siapa yang mengirim dia kepadaku!

Padamu aku harus berterima kasih, Margherita.

Kau telah mengirimkan orang suci ini untuk membantu kami semua.

Baru saja sampai di Surga, dan bisa dibilang, belum sempat membongkar koper.

Oh, Margherita, satu hal lagi! Mengenai masalah itu...

tentang Don Cirillo, yang bilang bahwa jiwamu, rohmu, harus melayang di rumah kita...

Dengar, itu tidak perlu, tahu kan?

Istirahatlah dengan tenang di sana.

Karena...

untuk urusan rumah, itu sudah diurus Angelina.

Mengerti? Lagipula, kau sendiri yang mengirimnya.

Keluar!

Dingin sekali!

Airnya.

Kau membiarkannya mengalir?

- Sangat dingin, Bu. - Bagus!

Nah kalau begitu...

Gambino.

Sementara itu, mulailah membaca kalimat ini.

- Kau sudah mencelupkannya? - Masih kedinginan.

- Dia basahi barangnya di sana! - Dia merendam barangnya.

Cukup sekarang! Diam!

Kalau aku punya ayah dengan toko seperti ini,

aku akan bolos sekolah dan berjaga di balik konter.

Ayahku bilang tanpa gelar kau tidak bisa menjual bahkan tali sepatu sekalipun.

- Dan ayahmu punya gelar? - Iya, ijazah SMA.

Nino! Naiklah, sebentar lagi siap.

Segera ke sana.

- Nino, siapa itu? - Pelayan baru.

- Bokong yang mantap! - Menurutmu?

Tentu saja!

Kau beruntung sekali! Ibuku tidak mau pelayan perempuan untuk mengusik ayahku,

jadi kami punya koki perempuan berumur 120 tahun, dan seorang pelayan pria.

Jadi aku apes, kan?

- Ujung-ujungnya ngocok juga! Mau bagaimana lagi? - Dah. - Dah, Piglet.

Tapi.. tapi, dengannya, kau sudah..?

- Oh, kau selalu memikirkan itu! Dah. - Dah, Nino.

Di TV ini kau tidak bisa melihat apa-apa.

Bukan TV-nya. Tapi anginnya.

Kau lihat? Anginlah yang menggerakkan antenanya.

Nah. Sekarang kita mulai melihat sesuatu.

Itu dia. Sekarang gambarnya bagus.

- Angelina! Apa kau akan memandikanku juga besok? - Hentikan, ayolah!

- Berhenti, bodoh! - Apa maumu?

More Indonesian subtitles for Malicious

Komentoj

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left