La unuaj 200 linioj.
Ini adalah juniorku, Jae Gyeom.
Kau sudah ada janji?
Makan berdua saja. Kenapa mengundangku...
- Tidak, begini... - Tak apa-apa. Aku akan pergi.
Permisi.
Aku bukan mau menemui Eun Beom.
Bukankah kita ada kencan buta malam ini?
Ta-da.
Kejutan.
Kau baik-baik saja?
Ya.
Steak-nya...
sangat alot.
Mau kupotongkan?
Omong-omong,
apa kau menyukai hal seperti itu?
Apa kau punya fetis
untuk mengencani mantan pacar atau mantan istri temanmu?
Apa fetis macam itu ada?
Apa kau bertanya sebab kau punya?
Kau mengencani Goo Eun Beom?
Apa? Kencan buta?
Astaga, itu sungguh memalukan.
Siapa yang menduga itu ternyata kencan buta?
Jadi, kau melakukannya?
Mau bagaimana lagi?
Haruskah aku menangis dan berkata teganya dia melakukan ini?
Atau haruskah aku menusuknya dengan pisau steak?
Kenapa kau terlalu ekstrem?
Kau bisa bertanya apa alasannya melakukan itu?
Suasananya tak pas untuk hal serius.
Jika marah, dia akan bilang "Kenapa? Apa yang kau harapkan?"
Dan membuatku seperti orang aneh.
Dia hanya bilang, "Kejutan. Kau suka, bukan?"
- Dan bereaksi berlebihan. - Ya, ya.
Jadi, kau lebih pilih diare daripada sembelit?
Ya.
SELAMAT PAGI, HA RA
Bagaimana ini? Haruskah aku menjawabnya?
APA KAU SEDANG BERANGKAT BEKERJA?
Omong-omong...
siapa pria aneh ini yang mau kencan buta dengan mantan istri temannya?
Dia juga konyol karena setuju ikut.
Benar?
Katanya dia sering menonton acaraku,
jadi, dia menjadi penggemar lamaku.
Eun Beom diam saja dan bilang dia mengenalnya.
Aku merasa ini takdir.
Jadi, kuminta dia mengenalkanku denganmu.
Dia bilang mengenalku?
Lalu, aku mendengar...
bahwa dia pernah menikahimu.
Sebenarnya, aku sudah lama tinggal di AS,
jadi, aku tak mempermasalahkan hal itu.
Apa pikirnya hanya dia yang pernah tinggal di AS?
Benar?
Bi Chwi, orang Amerika tak semuanya seperti itu, bukan?
Ayolah.
Hei, orang Amerika juga manusia.
Ada orang-orang aneh yang keren,
ada juga orang konservatif, seperti kaum Puritan abad ke-19.
Jangan konyol.
Jadi, berapa usianya?
- 32. - Pekerjaannya?
Dia seorang konsultan
di perusahaan afiliasi asing.
Wajahnya? Apa dia tampan?
Dia terlihat sehat.
Kau punya fotonya? Coba lihat.
Apa? Dia tampan!
Hei, kencani dia.
- Apa? - Kencani dia! Atau tiduri dia.
Tidurlah dengannya, ya?
Tidur...
Astaga, Bi Chwi!
Ayo tidur, ayo tidur.
Kau gila!
Bagaimana bisa...
aku meniduri pria yang dia kenalkan?
Kenapa?
Rasanya seperti aku melakukan threesome dengan Eun Beom.
Kau tak suka threesome atau karena Eun Beom?
Keduanya!
Apa hanya aku yang tak nyaman?
Apa dia tak keberatan jika aku mencium atau tidur dengan sahabatnya?
Tanyalah padanya. Pasti dia menjawab begini.
Dua orang dewasa melakukan itu dengan kesepakatan.
Bukankah aneh jika pihak ketiga menyimpan perasaan?
Benar?
Kau benar.
Bi Chwi terlalu konservatif, meski pernah tinggal di Amerika.
Kita semua saling kenal karena terpisah dari negara kecil ini.
Kita semua mungkin saling terhubung.
Jika terus menyaring, takkan ada yang kau kencani.
Bukankah begitu, Kwon Si Wook?
Entahlah.
Bagaimana cara mengatakannya?
Sejujurnya, di sini bukan seperti Hollywood.
Perbincangan macam ini tak pantas dilakukan di kantor.
Begitu, ya.
Bagi putra tunggal generasi kelima yang dibesarkan di kota Konfusius
seperti Kwon Si Wook, perbincangan macam ini tidak layak.
Apa?
Mantan suami-istri saling membantu untuk mengejar kebahagiaan...
apa yang tak layak dari topik itu?
Begini, tempat kerja ini...
- tempat kita... - Pengacara Oh,
CEO Hong menyuruhmu menemuinya.
Baiklah.
Permisi.
Selamat datang.
Aku punya janji untuk konsultasi.
Siapa namamu?
Sang Eun?
Sang Eun!
Sudah lama tak jumpa.
Ya, halo.
- Apa kabar? - Baik.
Ini pertemuan pertama kita sejak pernikahanku?
Kurasa begitu.
- Pantas saja kau muncul di mimpiku. - Apa?
Itu candaan.
Mari masuk.
Kau bekerja di sini?
Kalau begitu di mana lagi aku bekerja?
Senang melihatmu.
Apa akhirnya Pengacara Goo mendapat klien?
Benar.
Kukira dia hanya menyia-nyiakan gaji.
Ye Seul.
Kenapa kau memandangiku begitu?
Tn. Singa, kapan kau akan mengurus tanda terima minggu lalu?
Singa?
Kenapa memanggilku singa?
Karena kau adalah raja hutan.
Hutan...
Baik.
Hanya kau yang aneh di sini.
Katanya dia akan tiba pukul 10.
YIM SANG EUN
Sang Eun, ini aku. Apa kau terlambat?
Apa? Kau sudah sampai?
Di mana kau?
Omong-omong...
pertama-tama...
Apa yang kau lakukan dengan temanku?
Kau tampak sibuk, jadi aku menyambutnya.
Kenapa?
Baik. Terima kasih.
Ayo ke kantorku.
Hei, Ha Ra, begini...
jangan salah pahami perkataanku.
Salah paham apa?
Luar biasa!
Satu-satunya pengacara yang merebut klien mantan istrinya.
Mungkin Korea kekurangan tenaga hukum.
Luar biasa, Goo Eun Beom.
Apa maksudmu merebut? Perhatikan ucapanmu.
Kami bekerja bersama. Penggabungan kerja.
Tetapi...
apa keahlianmu yang tidak kami ketahui?
Kudengar kau menyombongkan keahlianmu pada teman Ha Ra.
Keahlian apanya?
Kau pikir bisa menipuku?
Kau tak layak jadi pengacara. Apa kau penipu?
Kalau bukan keahlianku, apa ini keahlianmu?
Ini soal area pria.
Sebagai wanita, apa kau bisa membahas topik sensitif pria
tentang disfungsi seksual lebih baik dariku?
Jadi, maksudmu...
kau adalah ahli disfungsi seksual?
Kenapa?
Apa belakangan ini ada masalah di bawah sana?
- Tidak mungkin. - Bla, bla, bla!
Apa yang sedang kalian bicarakan?
Hentikan itu dan jelaskan kasusnya dengan benar.
Ini kasus perceraian karena suami menolak hubungan intim.
Dibumbui dengan isu disfungsi seksual pria.
Suatu hari,
suamiku mulai tak mau tidur denganku.
Bahkan jika aku memberi sinyal,
dia berpura-pura tertidur atau lembur.
Awalnya, kupikir ini salahku.
Apa aku wanita yang tak menarik?
Sayang...
Sayang?
Mu Jin.
Hei, Kim Mu Jin!
Tapi, itu semakin menyakiti hatiku.
Jadi, aku menyerah.
Sudah berapa lama hal itu terjadi?
- Empat tahun. - Apa?
Selama empat tahun?
Hei!
Benar. Ceraikan saja dia.
Apa kesalahanmu hingga diperlakukan seperti janda?
Tapi, bagaimana saat kalian masih berkencan?
- Apa dia tak suka sejak dulu? - Tidak.
Dia sangat suka.
Saat malam pertama juga baik-baik saja.
No comments yet. Be the first to leave one.