The Island of Secrets

The Island of Secrets (Lomasankarit)

Elŝuti Indonesian Subtekston

Eldonaj informoj

The Island of Secrets (2014) All Bluray
Komentaĵo de Saputra Nainggolan
Sesuai EYD. Rate jika memuaskan.

Etikedoj

BluRay
Publikigita je: 2015-05-26
Elŝutoj: 25
Aŭdhandikapuloj: No

Antaŭrigardo de Indonesian subtekstoj

La unuaj 200 linioj.

Perairan ini adalah harta karun dan barang antik bagi dunia.

Itu sebabnya begitu populer bagi sejarawan dan ilmuwan.

- Juga bagi pemburu harta karun. - Aku mau tanya sesuatu.

Katakanlah kau menemukan kalung antik yang indah.

- Apa yang akan kau lakukan dengan itu? - Entahlah, memberikannya pada Ibuku?

Terima kasih, Sayang.

Tidak, bodoh! Kau harus membawanya ke museum.

- Pintar! - Mengapa kau mengatakan itu?

- Karena ini untuk semua orang. - Dan setiap bagian memiliki cerita unik tersendiri.

Maksudku itu tanggung jawab kita, hak istimewa, untuk mengajari mereka.

Untuk belajar dari mereka dan lebih lagi untuk merawat mereka.

- Apa yang akan kau lakukan ketika kau besar? - Aku mau menjadi arkaeol...

Arkaeo... Bagaimana mengatakannya dalam bahasa Inggris?

- Dia mau menjadi Indiana Jones. - Aku mengerti.

Bagus, kau beruntung, ikut denganku.

Itu adalah pulau Kastri. Daerah tertua yang ditemukan beberapa waktu lalu.

Apa mungkin dari Jaman Bizantium?

Apa kau melihat pria bertopi itu? Dia adalah Indiana Jones di kehidupan nyata.

Ruben, beberapa arkeolog di sini ingin melihat bagaimana kau bekerja.

Bisakah kami membawa mereka kesana?

Ya, tapi aku tak bisa tunjukkan banyak pada mereka.

Rahasia pemerintah.

- Masih rahasia. - Rahasia!

Toni! Apa kau dengar yang dia katakan?

Tunggu, aku akan kecilkan musikku.

Aku akan menemukan emas dan aku akan kaya saat besar nanti.

- Kau tidak berenang? - Tidak, aku di sini saja bersama Toni.

Baiklah.

Anak-anak itu mungkin akan berenang sepanjang hari melihat betapa senangnya mereka.

- Aku tidak begitu menyukai air. - Ibu tidak perlu menyukainya.

- Apa maksudmu? - Lakukan saja yang Ibu suka.

Teman-teman, berkumpullah, ayo teman-teman.

Aku ingin memperkenalkan seseorang yang sangat istimewa pada kalian.

Wanita muda ini adalah putri kami Adriana.

Dia akan menyelam bersama kita hari ini. Aku akan siapkan peralatannya.

Apa semua sudah disini?

Baiklah, kita berangkat.

Kita akan menyelam di bawah air. Kembalilah ke atas untuk menghirup udara.

Mengerti? Ayo.

Bagus sekali, sepertinya ini bukan pertama kalinya untukmu.

- Ya, aku pernah masuk sekolah renang. - Benarkah?

- Aku punya dua regulator, mau coba? - Baiklah.

Ini terlalu dalam.

Kau yakin tidak ingin bergabung dengan kami?

Kupikir lebih baik jika aku tinggal di sini.

- Apa kau pernah melakukan ini sebelumnya? - Sering, tapi tidak disini.

Kau harus mencobanya, air disini jernih, kau dapat melihat semuanya.

Toni, jangan lakukan jika kau tidak suka.

Bagus! Ayo.

- Bagus, Toni! - Ayolah, aku tahu bagaimana berenang, Ayah!

Tentu saja kau tahu.

Toni, kau baik-baik saja?

- Duduklah. Apa kau baik-baik saja? Kau yakin? - Ya.

- Aku minta maaf, aku tidak lihat apa yang terjadi. - Itu bukan salahmu.

- Toni, kau baik-baik saja? - Ayah, aku baik-baik saja.

Tidak apa-apa. Aku tahu bagaimana rasanya air asin masuk kedalam paru-parumu.

- Mengerikan, bukan? - Ya.

Maka lebih berhati-hatilah lain kali, mengerti?

- Terima kasih banyak. - Tidak apa-apa, sudah tugasku.

- Apa kau Penjaga Pantai? - Tidak.

Aku kepala keamanan di pulau ini. Tugasku memastikan semuanya aman.

Jadi jika kau melihat sesuatu yang mencurigakan, tolong hubungi aku, mengerti? Itu kartu namaku.

Semoga harimu menyenangkan.

- Kau mau pergi kemana? - Ke hotel.

- Kita harus pergi bersama. - Tidak, kalian tetap di sini.

"Jangan khawatir, dia masih menyukaimu."

Apa kau baik-baik saja?

- Lanjutkan, aku akan menyusul. - Aku merasa tidak enak.

Aku tidak mengawasinya, aku tidak tahu bahwa...

Toni tidak lagi berenang sejak Heli...

Istriku, ibunya Toni, empat tahun lalu mengalami kecelakaan.

Mereka berjalan di atas danau beku dan mereka terjerumus kedalam es.

Hanya Toni yang selamat.

Sejak itu dia tidak suka berada di dalam air.

- Hellooww! - Apa?

Bagaimana perasaanmu setelah berada di sini?

Kita akan pergi makan lalu melakukan apapun yang kau mau.

Aku mau pulang ke rumah.

The Art Crime Squad lokal khawatir tentang pemburu harta karun yang menjual temuan mereka.

Yang seharusnya disumbangkan kepada Biro Benda Purbakala Nasional .

Salah satu pengusaha yang diduga penjahat tersebut adalah Stefanos Karras.

Dia dituduh menjual harta karun lokal pada kolektor asing.

Kami meminta pendapat Arkeolog Lokal, Ruben Fokas.

Inilah yang dia katakan.

Orang-orang seperti dia yang akan menghancurkan kekayaan negara.

Dia adalah jenis orang yang tidak dapat kuterima...

Ibu! Aleksi! Lihatlah! Itu Ruben yang kita lihat hari ini.

Dan beberapa detektif seni, Art Crime Squad. Mengagumkan sekali? ACS!

Kedua "Tas Douche" itu bukan saudaraku.

Dan pengacau itu bukan Ibuku!

- Toni? - Ayah hanya pecundang! Mengapa tidak memihak aku?

Dan aku tidak akan pindah bersama mereka ke pinggiran kota Espoo!

Apa itu "Tas Douche"?

- Bagaimana keadaanmu? - Aku tidak tahu apa yang terjadi.

Ayahmu sudah cerita tentang ibumu.

Aku sungguh minta maaf.

- Ayo beli es krim. - Apa?

Ayolah!

Subtitle By: Saputra Nainggolan

Lihatlah! Toni dan gadis itu.

- Jangan ganggu mereka. Oke? - Oke.

- Lihat, Aleksi. Di toko. - Ada apa?

- Lihatlah orang itu. - Berhentilah menatapnya.

Dia tampak aneh. Dia punya kumis tebal dan selalu melirik sekeliling.

Detektif Handbook bilang, lebat kumismu menandakan keanehanmu.

Apa kau yakin? Lihat.

Mengerti?

Veeti, lihat aku membelikanmu apa.

Bagus, bukan?

Aleksi!

- Itu si Pencuri Seni! - Veeti, kita sudah janji pada Ibu.

Sial!

- Kupikir kedua saudaramu keren. - Mereka bukan saudaraku.

- Yang paling kecil sangat cerdas. - Tidak.

Iya, dia lebih banyak tahu tentang sejarah pulau ini daripada aku.

- Dia hanya orang dewasa yang kerdil. - Ya, yang masih tidur dipelukan Ibunya.

- Benarkah? - Menurutku kita tidak usah membahas mereka.

Terlambat.

Ayo, Aleksi.

Lihat, itu Ruben si arkeolog.

- Apa yang mereka berdua sedang lakukan? - Mencurigakan sekali.

Bagaimana? Apa kau sudah mengambil harta karunnya?

Yang benar adalah kami sudah bangkrut.

Kita seharusnya menarik mereka keluar menggunakan robot, namun belum saatnya.

Belum saatnya? Benarkah? Waktu kita tinggal dua hari lagi.

Peneliti akan datang besok memeriksa pekerjaan kita.

Dia mungkin mengira penggalian ini hanya sebagai front untuk operasi kami.

Kau harus selesaikan semuanya.

Aku tahu, tapi penyelam tidak muat masuk kesana.

Kita harus memperbaiki robotnya.

Kita keluarkan mereka seperti saat meletakkan mereka.

- Kita meletakkannya disana? - Dan kita keluarkan dengan cara yang sama.

- Aku tidak mengerti. - Lupakan saja.

Pernah dengar Legenda Athanasios?

Tentu, tapi aku tidak akan menyakiti seorang anak kecil.

Dengarkan aku, kesepakatan besok harus berhasil.

Kalau tidak, urusan kita selesai.

- Aku penasaran mereka membahas apa? - Maka kita butuh penerjemah!

- Kau pernah memenangkan kompetisi? - Ya, tahun lalu.

Kompetisi menyelam tingkat nasional. Kami harus menyelam tanpa peralatan.

- Berapa lama kau dapat menahan nafas? - Lebih dari lima menit.

Orangtuaku bilang aku lebih banyak menghabiskan waktu di dalam air daripada di darat.

- Ada apa? - Aku hanya berpikir. Kau suka air sedangkan aku tidak.

Cocok.

Aku menemukan dia.

Toni!

Panggil Polisi.

- Adriana! - Toni, tolong aku!

Adriana!

Toni!

Alexandra Costas.

Ya, Theo?

Bawa dia ke pulau dan beritahu bahwa kita akan melepaskannya setelah selesai.

Tidak, tentu saja tidak. Dia sudah tahu terlalu banyak.

Besok kita harus menenggelamkannya dan membuatnya terlihat seperti kecelakaan.

Ya? Aku bersama Veeti.

Handphone-nya tidak aktif? Baik, kami pulang.

Handphone Toni tidak aktif. Mereka benar-benar khawatir.

Ruben Fokas.

Lihat.

Mereka berdua.

Tok tok, kalian sedang nonton apa?

- Sepakbola. - Ya, sepakbola.

- Kukira kalian lebih suka hoki di Finlandia. - Tidak.

Dan Toni, dia sudah menghubungi kalian?

Kalian tahu,

Akan sangat berguna kalian beritahukan pada kami jika mengetahui sesuatu.

- Toni, darimana saja kau? - Diamlah, teman-teman.

Adriana diculik. Mereka benar-benar gila.

- Mereka bahkan mencoba membunuhku. - Siapa?

- Salah satu pelakunya adalah Alexandra. - Tebak apa yang sudah kami temukan.

- Apa kau ingat Ruben yang ada di pulau? - Pasti tidak ingat, dia tidak pernah mendengarkan.

- Ruben dan si Jutawan Pencuri Seni bertemu diam-diam. - Lalu kenapa?

Mereka adalah musuh. Si jutawan adalah seorang pencuri harta.

- Seseorang sedang mencoba membunuhku. - Dan Ruben adalah pacarnya Alexandra.

- Dimana kita pernah melihat si Ruben ini? - Di pulau terpencil tempat penggalian.

Aku yakin Adriana telah dibawa ke sana. Aku harus menyelamatkannya.

- Kami ikut. - Ya kami ikut. - Kalian tidak akan kemana-mana.

- Memangnya kau tahu dimana pulau ini? - Ya, sesaat setelah kau menceritakannya.

Jika salah seorang pergi, maka kita semua pergi.

Veeti? Aleksi?

Ransel dan mantel mereka tidak ada.

- Veeti? - Veeti? Aleksi?

Anak-anak kabur?

- Ibu menelepon. - Jangan diangkat.

Jangan angkat, Aleksi.

Aku harus menelepon Ibu. Aku akan bilang kita sedang mencarimu, Toni.

Apa yang kau...

- Toni, apa yang kau... - Telepon ini bisa dilacak.

- Kau terlalu banyak menonton film. - Dan kau terlalu sedikit.

Veeti, berikan petanya.

- Apa ini? - Apa tidak keren?

Tidak.

Kita sekarang berada disini, dan pulaunya ada disini.

- Mengapa mereka menculik Adriana? - Mungkin untuk memperingatkan orangtuanya.

Atau mungkin Adriana telah melihat sesuatu yang tidak seharusnya dia lihat.

- Apa kau yakin Alexandra terlibat? - Aku mendengarnya menelepon.

Dia bilang akan menenggelamkan Adriana besok.

- Kenapa tidak lapor polisi saja? - Kurasa polisi juga terlibat.

- Tapi pasti tidak semua polisi itu terlibat. - Lalu bagaimana kau akan membedakannya?

The Island of Secrets subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Island of Secrets

Komentoj

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left