La unuaj 200 linioj.
Musim 01 - Episode 07 "Undangan"
Semenanjung Sinai, abad ke-13 SM
Yosua.
Berapa banyak lagi malam ini?
Sekitar 300, Tuan.
Di mana kau akan kubur mereka?
Mereka mencoba menggali parit tapi tanahnya keras dan berbatu.
Dengan hormat, Musa, perhatianku bukan pada yang mati,...
...tapi pada yang sekarat.
Ratusan mati dari hari ke hari.
Dari satu ular yang kita bunuh, muncul sepuluh lainnya.
Mungkin kita harus tinggalkan mayatnya di tenda ini.
Untuk yang sekarat saja tidak cukup ruang.
Bahkan jika ditumpuk.
Maka kita harus pergi cari tempat lain.
Kita tak bisa pergi dalam waktu dekat.
Terlalu banyak yang sakit dan tak bisa berjalan.
Mulai hari ini, kaum Ibrani yang terlalu sakit untuk berjalan...
...boleh memilih tinggal di sini.
Apa ada obat dari perunggu itu?
Katamu kau akan minta Tuhan untuk...
...memaafkan pemberontakan mereka, menyembuhkan luka mereka./ Ya.
Lalu kenapa bersembunyi di tenda./ Ini bukan rencanaku, Yosua!
Itu simbol pagan.
Kau tidak menanyai-Nya apakah Dia yakin?
Mungkin kau salah mengerti Dia.
Aku belajar melakukan yang Dia perintahkan tanpa bertanya.
Kau ingat yang terjadi di Meriba?
Hanya untuk memastikan,...
...kita bisa kirim utusan ke Ezion-Geber, meminta bantuan.
Tiang itu.
Berikan tiang itu.
Orang-orang akan bilang ini lelucon sadis./ Biarkan saja.
Bantu aku mengerti. Semua ini tak masuk akal.
Bagaimana menjelaskan Laut Merah?
Manna dan burung puyuh?
Tiang api?
Yosua, setiap orang Israel yang melihat ular perunggu ini...
...dan percaya pada kekuatan Adonai akan sembuh.
Ini usaha dari iman.
Bukan sekadar alasan.
Iman.
Gayus.
Mengapa kau di sini?
Mengawalmu./ Karena kau merasa berhutang budi atas promosimu?
Kau tidak suka merasa aman?/ Aku tidak bantu Quintus untukmu.
Aku tahu. Kau tak bisa bantu dirimu sendiri.
Aku bicara karena aku benar.
Kau beruntung./ Keberuntungan itu tidak ada.
Jadi, kau tahu Quintus takkan membunuhmu?
Dia pintar memeras nelayan, tapi dia buntu terhadap Simon.
Aku tidak terima itu. Kau hanya ketakutan.
Gayus, bagaimana jika tiba-tiba kau jadi satu-satunya orang Romawi di Kapernaum?
Aku akan ganti pakaian.
Tepat.
Saat kau sadar tak ada orang di dunia ini...
...yang peduli padamu, kau akan pikirkan dirimu sendiri.
Untuk orang bodoh, otakmu telah membawamu jauh. Aku mengakuinya.
Kurasa juga begitu.
Terpujilah Adonai, dia sehat dan hidup./ Apa maksudmu?
Aku menerima kabar dari Yerusalem.
Hawila melahirkan seorang putra.
Kau jadi kakek lagi!/ Secepat itu?
Lebih awal sebulan, tapi semua baik saja. Terberkatilah Dia!
Kita akan duluankan barang kita./ Tidak! Penelitianku belum selesai.
Tapi, kita harus kejar waktu, kita hanya punya delapan hari.
Kurang dari delapan./ Dia bisa sunat oleh orang lain, Zohara.
Nico, ini cucumu sendiri./ Cucu kelima. Havilah pasti mengerti.
Apa kata orang jika Nikodemus Agung melewatkan hari cucunya sendiri...
...karena dia ada penelitian di Kapernaum?
Penelitian yang menyangkut tidak hanya satu anak Yahudi...
...tapi seluruh Israel, dulu, sekarang, yang akan datang.
Tak ada apa-apa di Kapernaum selain setan dan murid kurang ajar.
Sadarlah!
Aku tak pernah sedekat ini dengan indraku.
Tidak terlihat seperti itu./ Juga yang lainnya.
Aku akan tinggalkan tempat ini, Nico.
Aku rindu anak-anakku, cucu-cucuku, termasuk yang belum pernah kutemui.
Zohara... Kau tak boleh menerobos!
Aku yakin boleh.
Praetor Quintus.
Zohara, bukan? Senang bertemu denganmu lagi.
Aku percaya semua baik saja./ Mengapa mempercayai itu?
Silakan, anggap rumah sendiri.
Kita harus bahas lagi soal kolekte jemaat.
Itu tujuanmu datang?
Aku perlu tahu apa kita punya masalah, Nikodemus?
Aku sudah penuhi setiap permintaan Romawi yang datang ke kantorku,...
...meski itu melanggar adat.
Biar kuulangi. Kau dan aku inginkan hal yang sama.
Kita ingin aturan ditaati, kita butuh ketertiban.
Serdadu, uang, pemilihan, itu duniaku.
Setan, doa, keanehan, itu duniamu.
Aku perlu tahu apa dunia kita ada di jalur bertabrakan.
Mereka menyebut ada pelaku mukjizat?
Yesus dari Nazaret.
Aku bahkan tak tahu apa itu Nazaret, tapi ya, Dia.
Anekdot dan rumor.
Dan kerumunan di jalur timur yang menahan utusan Herodes.
Itu sungguh membuatku terlihat buruk.
Aku benci itu./ Kerusuhan dimulai saat serdadumu...
...membelah kerumunan sambil mengacungkan senjata.
Ada pertemuan ilegal. Aku mendengar laporan...
...dari sumber terpercayaku yang tak main-main dengan kejujuran.
Jadi, kutanya sekali lagi.
Apa kita punya masalah?
Tidak.
Kau tampak tidak yakin.
Mungkin aku bisa cari informasi lebih dari Shmuel?
Dia sangat ingin bertemu denganku.
Satu-satunya cara mengetahui tujuan Pengkhotbah ini...
...adalah bicara langsung dengan-Nya.
Maka bicaralah dengan-Nya.
Aku benci keramaian.
Membuang waktu dan tenaga. Dan pembersihannya menyakitkan.
Saat kau bertemu dengan-Nya, aku ingin tahu kapan dan di mana.
Paham?
Apa yang mengganggumu soal Pria ini?
Pengkhotbah punya kebiasaan menjadi politisi.
Mereka tumbuh seperti rumput liar.
Istrimu tukang kebun. Dia pasti paham.
Sebagian flora menyebarkan benihnya saat terinjak-injak.
Siapa yang tahu Dia bukan seorang martir?
Aku akan gunakan peluangku.
Kau menyukai Pengkhotbah ini.
Apa kita aman di sini?
Apa maksudmu aman?
Mereka akan cari kita karena yang Kau lakukan tentang pengampunan dosa.
Kita takkan lama di sini.
Setelah kejadian kemarin, kita akan terus bergerak dari kota ke kota.
Itu yang Kau inginkan?
Apa maksudmu?
Berkeliaran, tak bisa tinggal di satu tempat?
Aku ingin lakukan kehendak Bapa-Ku.
Dan Aku ingin sebarkan pesan keselamatan.
Jadi, ya, Aku senang tidak tinggal di satu tempat.
Rabbi?/ Ya, Tad./ Aku harus siapkan kayu bakar untuk berapa hari?
Kurasa lima.
Kata-Mu kita takan lama di sini.
Menyediakan bagi pelancong berikutnya.
Keramahan bukan hanya tugas pemilik rumah, Yohannes.
Maria? Kau baik saja?
Ya, terima kasih. Boleh bicara dengan-Mu, Rabbi?
Tentu saja.
Teruskan.
Aku minta maaf untuk yang kemarin./ Untuk apa?
Aku membantu orang-orang itu mendekat pada-Mu.
Aku tak tahu mereka akan membuka atap dan mengganggu pengajaran-Mu.
Aku sungguh.../ Kau menyesal seorang lumpuh menikmati hari pertamanya...
...dengan kakinya sendiri?
Tidak, aku membuat keributan dan merusak pengajaran-Mu.
Siapa bilang rusak? Dengan iman mereka,...
...mereka tetap akan temukan jalan meski bukan lewat atap.
Ada lagi.
Saat kita pergi, seorang Farisi menghentikanku...
...dan meminta bertemu dengan-Mu. Aku menjawab akan menanyai-Mu.
Seorang Farisi. Kau kenal dia?
Dia pernah mengunjungiku./ Seorang Farisi di Garis Merah.
Romawi mengirimnya. Aku tak yakin dia ingin ada di sana.
Tidak, Kurasa bukan.
Aku bertemu dia lagi setelah sembuh, dia ingin tahu bagaimana aku sembuh.
Tentu aku tidak memberitahu soal Kau, tapi dia tampak...
Apa?
Tulus.
Dia tidak tersinggung karena Kau mampu sementara dia gagal.
Ada rasa lapar di matanya, bukan ketakutan.
Bukan Farisi yang ada di jendela kemarin, ya?
Maaf telah menyeret semua ini pada-Mu./ Tidak, tidak.
Ada alasannya kau bertemu dengan orang Farisi ini./ Nikodemus.
Nikodemus, tentu saja.
Aku pernah dengar tentang dia.
Aku tak tahu siapa yang dikenal dan tidak. Semua baru bagiku.
Jangan khawatirkan pria mana yang menurut orang lain penting.
Kirim kabar pada Nikodemus. Aku akan bertemu dengannya.
Yohannes muda akan cari lokasinya./ Terima kasih, Maria./ Ya Guru.
Kau mau kemana?
Menyendiri.
Aku perlu berpikir. Berdoa.
Aku juga akan berdoa.
Semoga aku tidak membuat-Mu dalam bahaya.
Tidak akan.
Justru, Aku sudah buat rencana untuk besok malam.
Rencana?/ Ya, menyebar firman. Di pesta makan malam.
Di distrik utara, rumah tinggi selepas tikungan.
Tapi rumah itu.../ Aku tahu jenis orang yang tinggal di sana.
Percaya pada-Ku.
Kuberitahu yang lain.
Matius?
Halo, Eema. Eh, Elisheva, maksudku.
Halo.
Matius.
Aku juga tidak menerima kunjungan. Apa ini lumrah?
Jika ayahmu di sini, aku tak boleh lakukan ini.
Di mana Alfaeus?/ Ada anjing mengikutimu.
Dia bersamaku.
Dia tetap di luar jika kau izinkan aku masuk.
Masuklah./ Tetap di sana.
Apa Alfaeus akan pulang?/ Dia dalam perjalanan kerja.
Kerja di mana? Dia tak lagi mengerjakan kulit?
Tokonya dirampok.
No comments yet. Be the first to leave one.