Vir Das: For India

Vir Das: For India

Elŝuti Indonesian Subtekston

Eldonaj informoj

Vir Das For India 2020 NF WEB-DL
Komentaĵo de Putra14
Netflix Retail.

Etikedoj

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Publikigita je: 2020-01-26
Elŝutoj: 18
Aŭdhandikapuloj: No

Antaŭrigardo de Indonesian subtekstoj

La unuaj 200 linioj.

Jika kukatakan empat hal tentang negaraku...

KOMEDI SPESIAL NETFLIX ORIGINAL

asalku,

apa saja?

Kita mungkin sepakat dengan tiga di antaranya,

dan mungkin kita secara mendasar

tidak akan sepakat pada salah satunya.

Itu bukan masalah.

Yang satu itu hanya untukku.

Itu inti acara malam ini.

Ini tiga untukmu, satu untukku.

Kalian siap memulai?

Baiklah.

Sekarang, untuk membuat format acara,

kalian akan melihat kami bersama para tamu malam ini.

Di bagian khusus mereka,

seperti di bandara.

Selamat datang, Non-India.

Maksudku adalah,

aku sangat sayang kalian, namun mereka membayar dalam dolar, ya?

Secara berkala, di acara ini,

aku akan jelaskan beberapa referensi dan konteks kepada Non-India,

dan akui saja, banyak orang India.

Jadi,

Aku baru tampil di Mumbai, kataku, "Siapa temukan India?"

Seorang gadis menjawab, "Christopher Columbus!"

Penjelasan ini untuknya juga.

Aku tak menghakimi, Columbus membuat kesalahan serupa.

Malam ini panjang bagi beberapa dari kalian.

Semua tahu hal besar tentang India, kita akan mulai

dengan lima hal kecil tentang India.

Jika ingin merasakan negara kami,

kau harus cicipi negara kami. Karena itu,

hal pertama yang harus kau masukkan ke mulutmu adalah chyawanprash .

Non-India, ini semacam pasta organik herbal untuk kesehatan.

Seperti selai kacang jika kau membenci anak-anakmu.

Namun pasta ini juga misteri.

Lebih dari 50 tahun, tak ada yang tahu isi dari chyawanprash .

Untuk menulis lelucon ini, aku Google, "Apa isi chyawanprash ?"

Google, Google yang itu,

mengatakan selai gooseberry ,

ghee , madu,

beberapa bumbu dan rempah.

Bahkan Google bilang,

"Entahlah, Bung. Berbagai hal."

Namun, kau merasa lebih sehat setelah makan chyawanprash .

Seperti kau, Bung,

jika kau sakit kepala,

dan aku mengambil pisau dan menikam limpamu,

kau tak sakit kepala lagi.

Itulah prinsip inti di balik chyawanprash .

Rasanya sangat buruk, hingga akhirnya,

menyintas dianggap sehat.

Tak ada satu kata pun untuk menggambarkannya, bukan?

Rasanya seperti komitmen, itu saja.

Hanya itu makanan yang kau makan dengan wajahmu.

Di atas sini.

Saat kau makan, kakimu bergetar.

Kau pernah lihat anak-anak makan chyawanprash ?

Rasanya menjalar lebih cepat daripada neuron di otakmu.

Pada dasarnya itu strok.

Lima puluh tahun periklanan, tak ada slogan untuk chyawanprash .

Kurasa slogannya hanyalah...

Itu iklan sebenarnya, " Chyawanprash ...

Cekik anakmu dengan legal."

Satu hal yang harus kau balurkan ke wajah di negara kita adalah krim Fair & Lovely.

Ini rasisme dalam tabung, sebenarnya itu.

Namun kita menyalahkan kolonialisme. Kenapa?

Orang Inggris tak lebih ramah pada orang India berkulit cerah, 'kan?

Tidak, hanya kita sendiri.

Inggris punya kebijakan yang jelas.

Mereka bilang, "Kami krem.

Apa pun yang lebih gelap dari krem, kami tindas,

yang lebih cerah dari krem adalah Jerman dan kami tak macam-macam dengan mereka."

Di industriku, Bollywood,

ada 10.000 proyek per tahun bagi pahlawan wanita kulit cerah.

Ada 10 proyek tiap tahun bagi pahlawan wanita kulit gelap.

Semuanya bioskop seni.

Karena tak ada hal glamor yang terjadi pada orang berkulit gelap di India.

Mereka jatuh dari tempat tidur ke dalam pathos .

Dan Radhika Apte ada di semua proyek itu.

Jika kita membuat film tentang Radhika Apte,

Radhika Apte harus memerankan dirinya sendiri.

Bahkan di selatan. Ada orang India Selatan? Buat suara, ya?

Di mana kau punya pahlawan berkulit gelap, kau mengimbanginya.

Kau tempatkan dia di samping gadis berkulit paling terang di dunia.

Film India Selatan hanya tentang itu, kontras.

Kau tak bisa menemukan setelan yang tepat di televisi.

Jika kau

melihat poster film India Selatan dan memburamkan matamu,

seperti simbol Yin dan Yang, benar?

Hal pertama yang harus kau minum saat datang ke negara kita, Hadirin,

adalah rum Old Monk. Benar?

Non-India, ini hanyalah diplomasi dalam botol.

Jika ada orang asing suka Old Monk,

kami berikan paspor. Itu aturannya.

Rum ini sangat kuat,

jika kau memulai cerita dengan, "Kami minum Old Monk",

kau bisa lewati sampai akhir cerita.

Kita tak butuh permulaan, kita paham. Atau tengah.

"Jadi, kami minum Old Monk, dan kini pupil kananku tak berfungsi."

"Jadi, kami minum Old Monk,

dan esok paginya mata uang didemonetisasi, dan ekonomi hancur.

Kami tak tahu mengapa."

Old Monk diluncurkan tahun 1954.

Butuh tujuh tahun untuk mematangkan Old Monk.

Yang berarti kita mulai membuat Old Monk pada tahun 1947.

Yang berarti Inggris pergi dan kita langsung, "Seteguk! Mulai."

Karena kolonialisme harus adakan pesta akhir, 'kan?

Malam sebelum mereka pergi.

Mungkin ini pesta akhir yang keren.

Kau tahu, seperti Mountbatten, Jinnah, Nehru, Gandhi, semua orang di sana.

Ada makanan dan hidangan pembuka.

Seperti biasa, tak ada yang menawarkan Gandhi makanan.

"Teman-teman, mereka pergi, aku bisa makan sekarang. Aku tidak bertugas."

Jinnah muncul, mereka berkata, "Kau minum apa?"

Bloody Mary?

Butuh garam untuk gelasnya.

Gandhi?

Gandhi berkata, "Baiklah."

Lalu Nehru muncul dan dia berkata,

"Kita bebas, harus minum seteguk!"

Mereka bilang, "Ya, ini untuk kebebasan!"

Tapi jika aku harus memilihkan untukku,

aku tumbuh di musim panas di Patna

di rumah dengan aangan .

Non-India, aangan hanyalah halaman terbuka di tengah rumah,

di mana seharusnya ada rumah lagi.

Kadang kita hanya membangun rumah di sekitar pohon

agar pohon itu bisa mati kesepian.

Saat minum teh, aku lari melintas aangan , bakar kakiku, duduk di pangkuan nenekku,

mendengarkan cerita panjang, omong kosong,

menunggu biskuit.

Karena dia yang punya biskuit bisa bercerita.

Di akhir cerita, Nenek akan mengeluarkan kaleng baja

mengeluarkan biskuit terhebat di dunia...

- Parle-G! - Parle-G.

Non-India, atas nama satu miliar orang, aku dengan rendah hati berkata,

"Persetan dengan kuemu."

Maaf.

Kau bahkan tak tahu.

Kue hanyalah biskuit kelebihan berat dengan rendah diri.

Hanya itu masalahnya.

Parle-G adalah biskuit terhebat di dunia...

dengan teh.

Parle-G dengan teh, kau tak akan berbagi dengan siapa pun.

Parle-G tanpa teh,

"Anjing..."

Ini karena bentuk fisik biskuitnya.

Saat kering, sangat keras!

Tapi kau mencelupkannya ke apa pun...

tanpa sumsum tulang belakang, tanpa inti,

hanya hancur seperti hamster mati.

Siapa

yang desain biskuit ini di saat kau memaparkannya ke cairan, hilang.

Ini seperti jalanan Mumbai yang bisa dimakan.

Parle-G bukan biskuit, ini ujian

bagi pengaturan waktu dan refleksmu.

Tak peduli dari negara mana kita, kita semua punya momen di mana kita

terlalu lama mencelupkan biskuit.

Kita harus segera,

mengambil biskuit dari cangkir ke mulut kita.

Lebih dari 73 tahun merdeka, tak ada yang tahu

kau harus mulai dengan cawan lebih dekat ke mulutmu!

Tidak, kita mulai dengan cawan di Pakistan.

Kita mencelupkannya di sana.

Satu-satunya cawan piala yang Pakistan akan menangkan tahun ini.

Kebencian!

Perasaan terburuk di dunia

adalah saat Parle-G jatuh ke dalam cangkir teh.

Dan kau harus memakai Parle-G lain untuk mengeluarkan Parle-G itu.

Yang itu jatuh juga.

Kini kau terjebak dalam siklus, bukan?

Kau harus terus maju, berkomitmen pada proses

hingga kau mendapatkan inses, bukan?

Tak ada lagi teh, hanya biskuit yang menembus biskuit, lagi dan lagi.

Akhirnya, kau membaliknya, itu hanya satu silinder besar biskuit.

Kau membalik ke samping,

dan mengirisnya,

dan begitulah caramu membuat biskuit Marie. Itu resepnya.

Jika ingin menceritakan kisah negara kita,

kita harus mulai dengan kisah negara kita di tahun 1.000 SM

dengan Weda.

Weda adalah buku panduan berbahasa Sansekerta asli

untuk agama Hindu.

Ada empat Weda utama,

di bawahnya adalah 209 sub-Weda.

Serajin inilah orang-orang India.

Buku pertama kita adalah 213 buku.

Hanya ada satu Alkitab.

Satu Quran.

Umat Buddha hanya punya sebatang pohon dan pamflet, itu saja.

Fakta seru, jika kau baca semua Weda, kau tak hanya saleh,

tapi ternyata secara resmi jadi seorang akuntan.

Orang India, kita tak bisa diam tentang Weda

memiliki kebijakan dunia. Kau pernah jumpa orang ini di pesta?

Kau tahu genetika? Pertama di Weda.

Matematika Pythagoras, pertama di Weda.

Astronomi, pertama di Weda. Resep kustar karamel, pertama di Weda.

Nilai tukar Bitcoin, pertama di Weda.

Vir Das: For India subtitles in other languages

Komentoj

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left