La unuaj 200 linioj.
Halo, sayang?
Hei, Simone. Ayo gantian.
Bu, aku butuh tambahan 500 peso.
Bu! Apa yang terjadi?
Ibu, hei! Bangun!
Apa? Ada apa?
Tidak ada apa-apa. Selamat pagi.
Sumpah, ibu hampir kena serangan jantung.
Kalau begitu, aku akan membawamu ke rumah sakit.
Sudah.
Jika ibu tidak bangun sekarang, ibu akan terlambat.
- Sudah! - Aduh!
Aku minta maaf. Ibu.
- Hentikan! - Aku hanya bercanda!
- Minggir. - Baiklah. Aku minggir.
Cantiknya ibuku.
Tahu ibu tidak cantik, dasar pembohong.
Bantu pasangkan. Tepat di tengah.
- Itu dia. - Yang benar.
Tentu saja.
Sudah! Bagus?
Lihat? Ibu cantik. Omong-omong, mana uang sakuku?
Sudah kuduga pasti ada maunya.
Ini.
Kenapa tangan ibu dingin?
Ibu gugup?
Benar.
Kalau begitu, mungkin sebaiknya tidak usah pergi.
Serius? Lalu bagaimana ibu akan membayar uang sekolahmu?
Ya sudah, jangan lama. Aku sudah buat sarapan.
Baik.
Ibu suka?
Tidak buruk. Tidak begitu gosong.
Tuhan, terimakasih!
Aku berusaha keras untuk itu.
Dua puluh! Minta!
Duapuluh apa?
Sungguh? Ibu berjanji akan memberiku dua puluh
setiap kali aku dapati ibu melakukan itu.
- Jadi... - Sialan.
Ayo, minta.
- Ini. - Seperti yang ingin kukatakan!
Bagaimana jika mereka menolakku?
Maka mereka yang rugi. Sesederhana itu.
- Berhenti bermain. - Sebentar.
Aku bicara dengan teman-temanku mengenai laporan kelas kami....
Kau hanya bermain! Letakkan itu!
Tunggu. Itu adalah mode peringkat!
Biarkan.
Baiklah. Aku mendengarkan.
Ibu khawatir ditolak.
Jangan khawatir, Bu. Aku mendukungmu.
- Nakal. - Sakit.
Rambutku acak-acakan.
Dengar, Bu. Ibu tidak punya alasan untuk gugup.
Ibu bisa. Aku percaya pada ibu.
Kalau begitu, aku harus pergi. Sampai nanti!
Hati-hati.
Nona Aragon, masuk.
Jika ini mengenai permohonanmu,
Maaf, aku tidak bisa berbuat apa-apa.
Apa yang kau lakukan adalah kelalaian tugas.
Kau gagal melindungi orang-orang itu.
Kau mengabaikan tugasmu.
Pak, aku sangat membutuhkan pekerjaan ini. Beri aku kesempatan lagi.
Anakku sebentar lagi lulus. Dia tidak bisa berhenti sekolah sekarang.
Aku paham.
Tetapi kau harus memahami bahwa kita kehilangan salah satu
akun terbesar kita karena kejadian itu.
Aku harus mengontrol keadaan agar media tidak curiga.
Sudah kucoba mencari pekerjaan lain,
tapi gaji tidak memadai.
Simone, tidak ada yang tahu tentang apa yang akan kukatakan padamu.
Baik, Pak.
Jelas, aku tidak dapat menugaskanmu
ke bank atau kawasan berisiko tinggi.
Salah satu penjagaku absen tanpa permisi. Namanya Ciel.
Dia hamil lima bulan.
Dia menghilang begitu saja. Mungkin kabur dengan pacarnya.
Dia adalah penjaga sif malam di
sebuah bangunan terbengkalai di Manila.
Aku bisa mengatasinya, Pak.
Pemiliknya bilang, itu adalah bangunan yang dikutuk,
tetapi dia tidak punya sarana untuk menghancurkannya.
Dia tidak ingin mengubahnya menjadi pusat pecandu narkoba
dan pemukim informal jadi dia menyuruh kita menjaganya.
Apa yang harus aku lakukan?
Kau hanya perlu menyelesaikan dua putaran setiap malam.
Tengah malam dan pukul 3 dini hari.
Utamanya pukul 3 dinihari.
Renante akan ada di sana pukul 6 pagi untuk menggantimu.
Seperti itu.
Baiklah.
Jangan muncul di sini lagi. Aku akan mengurus gajimu.
Ingat, aku memilihmu untuk ini.
Terima kasih, Pak.
Hei, mari sini. Kita perlu bicara.
Aku harus mengerjakan PRku.
Ini tidak akan lama. Ada sesuata yang ingin ibu beritahu
sebelum berangkat kerja.
Duduk.
Kau tampak bodoh memakai kacamata hitam di dalam ruangan.
Lepaskan itu.
RJ, apa yang terjadi padamu?
Ini bukan apa-apa.
Hanya tersandung selama kelas penjas.
Ibu tahu kelas penjasmu tidak sampai hari jumat.
Lihatlah wajahmu.
Tampaknya kau tidak tersandung.
Kau tampak seperti habis dipukuli.
Bukan itu masalahnya, Bu.
Sumpah aku tersandung membentur tepi meja.
Kau tahu tidak sukanya ibu ketika kau menyembunyikan sesuatu.
Kau menjadi tukang berkelahi sekarang?
Tidak, Ibu.
Apa seseorang di sekolah menyakitimu?
Aku bisa membela diri, Bu.
Jadi kau mendapat masalah.
- Tidak, ibu! - Jujur saja!
Jangan dibesar-besarkan.
Ibu akan terlambat.
Kita belum selesai berbicara.
Bantu pasangkan ini.
Letakkan di tengah.
Lakukan dengan benar.
Nak,
kau bisa bicara dengan ibu tentang apa pun. Ya?
Halo, Simone!
Cubao! Masuk!
Cubao!
Kau terlambat.
Maaf. Aku harus menunggu anakku pulang.
Baiklah.
Kita akan dianggap berhenti ketika terlambat lain kali.
Omong-omong, bos menyuruhku untuk memberimu tur.
Baik.
Mari. Ikuti aku.
Hati-hati, genangan air.
Awas, jangan menginjak pecahan kaca.
Kau akan baik-baik saja selama kau memakai sepatu.
Hiraukan semua plastik ini.
Mereka meninggalkannya setelah membersihkan asbes.
Kau boleh memakai masker
jika bau dan debu membuatmu kesulitan.
Baunya seperti ada yang terbakar.
Apa ada yang terbakar di sini?
Aku tidak mencium bau apapun.
Aku memergoki sekelompok remaja yang mengacau di sini sekali.
Katanya mereka pencari roh.
Rupanya, energi gelap di sini tinggi.
Bangunan itu memiliki sejarah kelam.
Ada banyak cerita simpang siur tentang tempat ini.
Seperti apa?
Hei! Pelan-pelan!
Tunggu aku!
Pak Renante,
Apa yang terjadi disini?
Apa yang kau bicarakan?
Pak?
Mereka sengaja membakar tempat itu
bersama anak-anak dan perawat yang masih di dalam.
Pemilik kompleks melakukan itu
sebagai persembahan untuk memunculkan kegelapan
sebagai ganti kekayaan.
Mereka membayar media untuk tetap mendiamkan hal itu.
Dan sampai hari ini, mereka masih mencari pengorbanan baru.
Tapi tentu saja, cerita-cerita itu tidak benar! Konyol.
Itu seperti cerita hantu wanita kulit putih biasa.
Itu adalah cerita yang dibuat-buat untuk menjauhkan penyusup dari properti.
Jadi, setiap kali kau bertemu anak-anak yang mencoba menimbulkan masalah,
ceritakan kisah itu kepada mereka.
Apa yang terjadi dengan Ciel, Pak Renante?
Tidak tahu.
Aku hanya mengucapkan selamat tinggal padanya suatu malam,
lalu keesokan paginya,
dia berhenti melapor untuk bekerja.
Dia menghilang begitu saja.
Sampai ketemu besok.
Selamat menikmati!
Juga...
Jangan lupa untuk melakukan putaranmu pada tengah malam dan pukul 3 dinihari.
Ya?
Baik. Terima kasih. Hati hati.
Kenapa kau meninggalkan kami?
Kau membiarkan kami mati hanya demi anakmu.
Apa hidup anakmu lebih penting daripada kami semua?
Selamat pagi, Simone.
Selamat pagi.
Bagaimana malam pertamamu?
Baik-baik saja. Tidak terjadi apa-apa.
RJ?
RJ.
RJ, bangun.
Bu, masih 15 menit lagi.
Ibu akan menyiapkan sarapan.
Keluarlah saat kau siap.
Apa ada pemadaman listrik?
Lampu tetangga kita menyala.
Listrik kita diputus, Bu.
Ibu tidak akan mendapatkan gaji sampai tanggal 15.
No comments yet. Be the first to leave one.