La unuaj 200 linioj.
Penerjemah: Emily Crawford & Samantha Evans
Ya Tuhan!
Hei.
Apa kau akan datang?
Sebentar.
Ada apa?
Entahlah./ Jujur saja./ Tidak ada apa-apa.
Jangan marah.
Aku tidak marah, aku mencintaimu.
Kau akan meninggalkanku.
Katakan sesuatu.
"Sesuatu"./ Sadarlah.
Aku mau pindah.
Ya, kurasa kau harus pindah./ Aku sudah membeli apartemen baru.
Aku harus bekerja./ Dallas!
Kau lebih baik tidak bersamaku.
Kenapa?/ Nanti kutelepon.
Hei, sayang!
Berikan kuncinya. Biar kuantar kau.
Aku bersedia mengantarnya.
Hei, kenapa wanita suka dengan tukang atap?
Jangan. Kau seharusnya menggendongku dan...
Hai, sayang. Jam berapa sekarang?
Ini waktunya pergi./ Benarkah?
Baiklah, aku bangun!/ Tunggu sebentar.
Kau mau apa?
Apa ini?/ Apa?
Apa ini? Kau mengecat kukuku?
Kenapa?
Kau punya kuku yang indah./ Aku merasa dikerjain.
Apa? Dikerjain?
Ini aneh.
Dengar, aku harus pergi. Bisa minggir?
Aku mau memotretmu./ Jangan memotretku.
Halo?
Selamat datang.
Pergilah!
Kau tidak minum?
Aku menyisakannya untukmu. Kau mau?
Ya.
Mana wastafel-nya?/ Di sana.
Baik, ada apa? Beritahu aku.
Kau meninggalkannya atau...?/ Begitulah.
Aku melakukan yang terbaik. Aku tak mau di rumah sekarang.
Dia tidak pantas untukmu.
Aku kacau.
Aku akan menangkapmu.
Kau tak bisa menangkapku.
Tidak ada yang bisa menangkapku.
Kapan Claire akan mampir?/ Dia sedang dalam perjalanan.
Aku akan meneleponmu di pagi hari.
Selisih berapa jam sini dengan Arizona?/ Entahlah, sekitar 2 jam?
Telepon aku kalau sudah sampai hotel.
Apa tidak membangunkanmu terlalu pagi?
Mungkin tidak. Aku bekerja di pagi hari.
Usahakan jangan terlalu dekat dengan Claire.
Tentu saja.
Hei, Dallas. / Ya, Joslyn.
Kapan kau akan membawa barang-barangmu? / Barang-barang apa?
Barang-barang yang tak mau kau sumbangkan.
Waktumu 20 menit.
Aku tak bisa kalau 20 menit, aku mau pergi ke pesta.
Tangkap.
Jangan telepon soal barang-barang lagi.
Aku ingin berteman denganmu, tapi telepon darimu membuatku kesal.
Kau lebih mengenalku daripada barang-barang milikku.
Kau bahkan tak bisa mengurus benda-bendamu.
Apa? Baiklah!
Berhenti menelepon, jika kau sudah tahu permasalahannya.
Yang benar saja.
Aku membeli beberapa barang baru.
Aku lebih suka mendaur ulang./ Aku sudah memulainya.
Kau melihatnya?/ Tidak.
Wanita seksi tak pernah tepat waktu./ Bagaimana dengan kita?
Kita tidak seksi./ Aku memakai pakaian wanita dan sepatu hak tinggi.
Cuma penampilan luarnya.
Aku menyukai bartendernya./ Sayangnya, dia menyukaiku.
Lebih baik kau mundur saja. Aku sudah mengincarnya selama berbulan-bulan.
Kau tidak mengerti./ Kau yang tidak mengerti.
Aku mau ke toilet dulu.
Kau bisa mengatasinya.
Ini menyenangkan./ Kita pergi ke mana?
Pesta para wanita./ Jalan terus.
Kita masuk.
Kau mau minum apa?/ Tidak usah.
Aku mau cari kamar mandi.
Permisi.
Dia mengabaikanku.
Aku segera kembali.
Kurasa dia tidak mendengarku./ Tenanglah.
Desiree. Kau mau pesan apa?
Hei./ Hei.
Apa kita pernah bertemu?/ Kau terlihat familiar.
Kau sering datang kemari?/ Belum pernah sama sekali.
Sayang sekali.
Boleh kenalan?
Temanku sedang menungguku.
Siapa namamu?/ Jasmine.
Jangan bersikap kasar.
Dallas, seperti nama acara televisi Amerika kesukaan orang tuaku yang ada di Swedia.
Apa kau lahir di Swedia?/ Ya, apa aku terlihat bercanda?
Tidak, aku percaya.
Aku penasaran.
Soal apa?
Kenapa wanita suka dengan tukang atap?
Kalau mau tahu, kau harus pergi denganku.
Aku mau cari udara dulu.
Apa itu?/ Cincinku.
Wow, itu senjata.
Kau sudah bertunangan.
Aku turut berduka./ Sekarang kau yang bersikap kasar.
Aku hanya bicara jujur.
Sampai jumpa.
Kenapa wanita suka membetulkan atap?/ Entahlah.
Karena kita suka telanjang dan bekerja setiap hari.
Kedengarannya melelahkan.
Aku besok ada di tempat biasa, jika kau mau demo.
Aku tidak mau./ Aku traktir minuman.
Tidak mau./ Tunggu.
Kita belum selesai bicara./ Aku meninggalkan temanku sendirian.
Temanmu sudah tidak sendirian.
Apa tunanganmu sudah menabung sejak kecil?
Keuangannya baik.
Aku hampir bertunangan.
Aku berpikir untuk membelikan cincin untuk mantanku.
Aku bahkan mencarinya di google.
Tapi aku malah beli apartemen.
Rile dan aku baru saja pindah dari apartemen kami.
Bagaimana soal bercinta dengan tunanganmu?
Baik.
Aku tak punya daya tarik untuk bercinta./ Aku tahu bagaimana membuat dia tetap menarik.
Aku mungkin berbeda denganmu.
Terus bilang begitu, agar kau menemukan wanita yang tepat.
Bagaimana jika kau adalah wanita yang tepat?
Aku sudah bertunangan.
Kenapa kau mau pergi?/ Karena aku harus bangun pagi.
Kita sedang bersenang-senang./ Tapi aku yang membayar.
Apa?/ Aku seharusnya tidak mampir ke tempat itu.
Jasmine!
Apa maksudmu?/ Dia menciumku.
Apa yang sudah kau lakukan?
Aku mencium balik./ Apa?
Aku merasa mual./ Apa kau menyukainya?
Claire, aku tidak bilang begitu./ Aku cuma penasaran.
Jangan bicarakan hal itu! Aku merasa aneh.
Karena kau suka wanita itu?/ Karena aku sudah tunangan.
Jasmine, menurutku kau adalah orang yang paling setia.
Kau dan Rile bagaikan Mary dan tukang kayu.
Itu tak akan terjadi lagi.
Minumlah./ Jam berapa kau selesai kerja?
Rile?
Hei, aku baru sampai di hotel.
Jasmine?
Aku ingin menikah di taman Old Mill .
Baiklah, itu bagus. Kita panggil perencana pernikahan.
Mataku merah. Aku harus tidur.
Rile, aku mencintaimu.
Aku juga.
Aku segera datang!
Aku sudah bangun.
Aku harus pergi bekerja./ Aku juga ada urusan.
Bagus, aku akan tinggalkan kunci cadangan.
Mungkin kau akan bertemu dengan Quinn.
Jadi, berikan saja kuncinya./ Maukah kau mengantarku?
Aku harus pergi.
Ini, buat bayar taksi.
Selamat pagi./ Selamat pagi.
Kemarin kau tidak berpamitan./ Aku terlambat kerja.
Kau kerja apa?/ Aku bekerja di Fashion (Mode).
Dibayar eceran?
Aku editor majalah Fashion.
Apa itu berarti kau bosnya?
Ini persoalan yang rumit.
Aku seorang bos. Ini adalah perusahaanku.
Bagianku.
Apa kau nanti ada acara?
Aku kerja lembur.
Aku akan menyelesaikan pekerjaanku sampai malam.
Hebat.
Saat pekerjaanku selesai, kita tak akan pernah bertemu lagi.
Selamat tinggal.
Aku ingin dia telanjang dada.
Dia ingin kau telanjang dada./ Apa itu terbuat dari bulu?
Aku tidak mau mengenakan bulu. Tertulis di kontrakku.
Aku pengacara anti-bulu./ Lalu kenapa ada bulu di mantelmu?
Kau pikir itu asli?/ Itu terlihat asli.
Mantel itu palsu. Ini bukan bulu asli.
Apa itu benar?
Itu bulu asli.
Aku mau pulang sebelum malam./ Aku akan kemasi barangmu.
Kau berubah pikiran?
Satu minuman saja, lalu kita pulang./ Aku akan kembali 1 jam lagi.
Kau mencoba membunuhku?
Pakaian yang bagus.
Terima kasih.
Hentikan./ Hentikan apa?
Kau sedang menatapku./ Tidak.
Kau bilang bahwa kau penulis majalah fashion yang hebat.
Aku tak pernah bilang begitu./ Terus kau bilang apa?
Aku punya kesempatan untuk pergi ke New York.
No comments yet. Be the first to leave one.