Baby

Baby

Elŝuti Indonesian Subtekston

Sezono 2

Eldonaj informoj

Baby S02 NF WEB-DL Complete
Komentaĵo de Putra14
Netflix Retail.

Etikedoj

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Publikigita je: 2019-10-20
Elŝutoj: 33
Aŭdhandikapuloj: No

Antaŭrigardo de Indonesian subtekstoj

La unuaj 200 linioj.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

KAMAR NO. 237, AKU MENUNGGUMU

Saat yang baru dimulai...

kita menggigil sampai ke tulang.

Tak ada yang lebih indah dari masa itu.

Itulah masa remaja.

Pencarian tanpa henti.

Kita tak sadar pilihan kita akan mengubah semuanya...

atau mungkin kita tak peduli.

Selama ada hal yang ditemukan...

semua terasa mungkin.

Ludo!

Akhirnya, astaga.

Jadi?

Vodka atau sampanye?

Kau takkan mengatakan apa-apa padaku?

Baiklah, vodka.

Apa ini?

Sudah kubilang buang saja.

Ya, lalu bagaimana membayar Fiore?

Tak ada yang tanya kenapa pakai ponsel pria mati?

Sangat panas sekarang, mereka jadi gila.

Ya, jika mereka tahu, kita mati!

Ini hadiah dari ahli kacamataku.

Banyak hal dilakukan dalam waktu yang singkat.

Tidak?

Aku akhirnya bisa membuatmu tertawa.

Aku merindukanmu.

Buka pintunya! Hei!

Kita bicara selama lima detik, bukalah!

Ayo, buka pintunya! Malam ini...

Bisa buka pintunya?

Hei, kubilang buka pintunya!

Hei, tolong kami dan buka pintunya.

Ayo. Buka pintunya sekarang!

Buka pintunya!

Buka pintu ini!

Aku beberapa kali bicara dengan Damiano.

Dia sulit dipahami. Entahlah.

Dia menunggumu kembali.

- Bagaimana jika ada yang berubah? - Ada yang berubah untukmu?

Tidak.

Maksudku, aku tak mau lakukan hal bodoh lagi.

Hal bodoh?

- Kau tahu maksudku. - Aku paham.

Baiklah, aku harus pergi.

Kutinggalkan kunci jika mau.

Tidak, aku juga mau pergi.

Sampai jumpa.

Aku juga merindukanmu.

Tetaplah bersamaku?

Aku harus pulang.

Bukankah kau harus sekolah besok?

Ya, menjengkelkan.

Sangat menjengkelkan.

Apa pendapatmu saat dapat pekerjaan bagus? Menjengkelkan.

Kurang 300 euro.

Aku tahu.

Lain kali mungkin aku beri lebih.

Tidak, kau harus berikan semua!

Jika tidak, mau apa?

Mulai menangis?

Berhentilah khawatir.

Mudah bagimu.

Kau tak harus berurusan dengan testosteron remaja.

Jangan sampai ada yang mengolokmu.

- Aku tak dengar. - Ya.

Bagus.

Sekarang cium aku.

Di sini?

Tidak, di sini.

Ale...

Kubilang, aku tak siap.

Semoga harimu baik.

Pria itu banci!

Kau banyak omong.

Akan kuatur, jangan khawatir.

Hei, kau menatap apa?

- Tak ada, Sayang. Apa maksudmu menatap? - Bagus sekali!

Kawan!

- Apa kabar? - Apa ini, kau tak menyapaku?

Hei, Kawan, apa kabarmu?

SMA Kanada, menyenangkan?

- Sangat keren. - Kau pasti suka, banyak homo.

Bagaimana ibumu?

Lihat caraku menjaganya selama kau pergi.

- Aku rindu kalian. - Aku juga.

- Kau makin cantik. - Hei, Bodoh.

- Akan kupukul wajahmu. - Ini dia, selalu jadi pria kuat.

- Aku merindukanmu, Vitto. - Aku juga.

Kenapa tak saling berciuman? Aku tak tahu.

- Apa katamu? - Bagaimana kabarmu di Kanada?

Tenanglah.

Serius!

Orang Italia di luar negeri, bercinta...

- Keunggulan tuan rumah. - Maksudmu?

Tentu saja, kau mulai pamer, Roma, Koloseum, Parioli...

Tahun baru, hal yang sama.

Kupikir penjara adalah berlibur dengan orang tuaku.

Tidak, itu purgatorium.

Sekarang, kau naik tingkat ke neraka.

Pekerjaan rumah, ujian, para pengganggu.

Hore!

Damiano tak di sini dan tak balas teleponku...

Halo, Nona. Siap untuk mulai?

- Ya. - Bagus. Semoga harimu baik.

Ada apa dengannya?

Tak tahu, tapi jauh menakutkan saat senang.

Bagaimana kemarin?

Lupakanlah. Topik selanjutnya?

Apa yang terjadi?

Aku dapat konsultan bajingan.

- Dia tak membayarku penuh. - Kurang berapa?

Pilihan buruk, terlanjur.

Pernah terjadi sebelumnya?

Fiore menjengkelkan. Tapi, ini tak pernah terjadi dengannya.

Lupakan soal Fiore.

Sedang apa?

Makin cepat utangmu lunas, makin baik.

DESIRÉE TAK SENDIRI.

JIKA KAU TAK BAYAR PENUH,

KAU AKAN MENYESAL. SAVERIO.

Ayo kita lihat.

Simpan itu. Beri tahu jika dia membalas.

Baiklah.

Hari pertama yang baik di neraka.

- Halo, Anak-anak. - Halo.

Selamat datang kembali.

Duduklah.

Bagaimana liburan kalian?

Baik, terima kasih.

- Kalian baca sesuatu? - Ya.

- Halo, bolehkah? - Younes, sudah waktunya. Duduklah.

Mejanya sudah diatur. Ini mejaku.

Kalian tahu, kita punya buku kerja baru.

Letakkan itu di atas meja kalian...

Ayo buka halaman 149.

Aku menerjemahkan semua saat liburan.

Sehari lagi bersama orang tuaku, aku akan bicara seperti Aristoteles.

- Seburuk itu? - Ya.

Apa yang kau lakukan?

- Kau menikmatinya? - Anggap saja tak ada hal buruk.

Aku merindukanmu.

Sampai jumpa di kelas.

Anak kepala sekolah homoseksual. Ayolah.

Diam.

Kau suka Vittorio? Mau ciumannya?

Mau cium dia?

Kau bersama berapa pria musim panas ini?

Ayo lihat!

Berikan dia padaku.

Awas, dia jadi terangsang.

- Bagus! - Kau terangsang?

Kalian sudah selesai dengan ini?

- Kau pikir kau siapa? - Ayo, pukul.

Aku tak peduli jika dikeluarkan.

Siapa yang akan bilang ayahmu membuang uang?

Siapa boneka ini?

Si berengsek dari daerah kumuh.

Anak anjing baru.

- Suruh dia duduk. - Vitto, kau akan diskors, jangan.

Lalu, kita lihat apa pertemuan ini...

Baik, terima kasih. Akan kukabari.

Hai, Sayang.

Siapa itu?

Akuntan.

Tak apa, ada masalah sedikit dengan toko.

Kita hanya perlu hati-hati dengan uang.

Ibu juga bertemu orang yang memberi nasihat.

Astaga, tidak, lagi?

Kami pergi bersama dan saling menasihati sebagai orang tua tunggal.

Dia juga orang tua?

Kali ini, akan Ibu lakukan dengan benar.

Itu kenapa Ibu belum bilang padamu.

Jika Ibu bilang begitu.

Ada apa?

Oh, tak ada.

Kacamatamu cocok denganmu.

Mereka mencariku, tapi tak dapat. Tapi hampir saja.

Dengar Fio, aku tak bisa lakukan ini lagi.

BARANG-BARANGKU HILANG? SIALAN!

MUNGKIN BISA KUKEMBALIKAN DENGAN MURAH.

Kau siap? Ayahmu menunggu di luar.

Aku segera datang.

Dia tak suka kau merokok di rumah.

Yang itu?

Dilarang parkir.

Pakai dua tangan.

Kau mau muntah, Ludo?

Biarkan, tak lihat dia sedang sakit?

Jangan ikut campur!

Sialan!

Damiano?

Damiano?

Apa itu?

Aku tak tahu.

Bernapaslah, tak apa. Ayo, bernapaslah.

Tenanglah. Bernapaslah.

- Merasa lebih baik? - Ya.

Pernah terjadi sebelumnya?

More Indonesian subtitles for Baby

Komentoj

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left