Las primeras 171 líneas.
19 DESEMBER 1984
TURNAMEN KARATE ALL VALLEY U-18
Nah, Hadirin,
inilah saat yang kita tunggu. Penganugerahan…
Daniel LaRusso akan bertarung?
Daniel LaRusso akan bertarung!
Bukankah ini yang dinantikan, Hadirin?
Mulai!
Ayo, Daniel!
- Mulai! - Ini dia.
Ayo, Daniel! Hajar dia!
Berbalik. Berlutut.
Hei, Johnny, kau lembek sekali!
Jegal kakinya.
Kau keberatan?
Tidak, Sensei.
Tanpa ampun.
Bagus, dua poin!
Dua poin untuk LaRusso. Lawrence, nol.
- Ayo, Daniel! - Siap? Mulai.
Satu poin untuk Lawrence.
Poin untuk Lawrence. Dua sama.
Siapkan kantung mayat untuknya! Ya!
- Peringatan, serangan ilegal ke lutut. - Habisi dia, Johnny!
Peraih poin berikutnya akan menjadi juara baru.
Habisi dia, Johnny! Habisi!
Juara baru, Daniel LaRusso!
MASA KINI
JUARA 2010!
Hei, aku Miguel. Keluarga kami baru pindah ke 109.
Bagus. Imigran lagi.
Kami dari Riverside.
Lupakan. Apa tekanan airmu bermasalah?
Wastafel kami rusak dan…
Botol harus di tempat sampah biru.
Dengar, menudo , sudah 10 tahun lebih aku tinggal di sini.
Leding mati. Pancurannya dikencingi.
Kelebihan tempat ini hanya aku tidak perlu interaksi.
Jadi, selamat tinggal.
Baiklah, kalau begitu,
selamat siang,
kurasa.
Yang benar saja.
Lagi-lagi.
Hei.
Orang aneh.
Gila.
- Hei! - Kena kau.
- Apa-apaan ini? - Tenang, nanti akan lurus.
Ini masih kuatur.
Kau salah dinding. Kubilang dinding di seberang pintu ini.
- Ini dinding di seberang pintu. - Bukan pintu itu, Bodoh. Pintu ini.
Pindahkan TV-nya. Sebentar lagi ada tamu.
Tunggu. Lubangnya harus kudempul, kuukur ulang, dan kusamakan catnya.
Ke toko perkakas saja butuh sejam.
Bukan urusanku.
Aku bukan orang bodoh yang memasang TV
di satu-satunya dinding yang tidak cocok.
Kenapa tidak cocok di…
Aku akan datang besok pagi dan menatanya sesuai keinginanmu.
Sekarang tidak bisa.
Bagus. Padahal kau sudah berak di toiletku.
- Kau mengarahkanku ke situ. - Mana kutahu kau mau berak.
Ya, sudah. Kita cari solusinya. Jangan menjalang begitu.
Kau panggil aku apa?
Aku tidak memanggilnya jalang. Kubilang dia menjalang.
Itu berbeda.
Kau memecatku karena si jalang itu?
Ya sudah, aku memang benci pekerjaan ini.
Jangan lupa bayar utangmu, Mike.
Mike?
Banzai.
Saya Daniel LaRusso.
Di LaRusso Auto, kami menendang kompeti…
Yang itu.
Tidak pakai sarung tangan?
Pepto Bismol di mana?
Di sana.
Bisa taruh di piring?
- Nenekku sedang sakit. - Siapa yang tanya?
Apa bahasa Spanyol dari "berikan saja pizaku"?
Bodohnya dia. Mungkin penisnya kecil.
Kau bilang apa?
- Apa katanya? - Kau tak mau tahu.
- Pasti negatif. Katakan saja. - Katanya anumu kecil…
Katanya pelirku kecil?
Balas, pelirnya kecil.
- Aku bisa bahasa Inggris, Keparat. - Benarkah?
Brucks, ambil bir ringan saja. Harus kurangi berat badan.
- Pasti. - Benar sekali.
Hei, kau harus beli kondom juga.
Cepat habiskan, lalu enyahlah.
- Maaf? - Ini areaku.
Jangan mengemis di areaku.
Aku bukan pengemis, maupun gelandangan.
Itu mobilku.
Apa-apaan kau? Kenapa membongkarnya?
- Kukira… - Dia sudah pikir kami mahasiswa.
Aku tidak tahu kalian mau beli bir. Maaf.
- Bagus, ayo. - Apa-apaan kau?
- Apa ini? - Ya, kau beli apa? Pepto.
Gila, dia lagi diare.
Hei, kita panggil saja dia 'Re.
- Kembalikan. Itu untuk nenekku. - Apa…
Ini untuk nenekmu? Aduh, turut prihatin.
Mau dikembalikan? Ambil saja semuanya…
Ambillah. Ya.
Berengsek.
Keparat.
Kau bilang apa, 'Re?
Aku tak bilang apa-apa.
Brutalnya, Ky.
Ya. Atau apa?
- Kau mewek? - Mau ke mana, Pengecut?
Hei!
Jangan sentuh mobilnya.
Siapa dia?
- Jangan ganggu si culun itu. - Apa?
Lihat dia? Makan di toko swalayan seperti gelandangan.
Kurasa aku kenal dia. Si dungu tukang bersih-bersih jamban ayahku.
Pantas saja baunya seperti tahi.
Percayalah, kalian salah usik orang, tahu?
- Sungguh? - Ya.
Enyahlah, Pecundang.
Ayo habisi dia.
Lepaskan!
Astaga. Kok bisa…
Kenapa? Sesak napas?
Cuma begitu, Nona-nona?
Ayo, Ky.
- Kita pergi. - Lepaskan!
Kenapa? Sesak napas?
Lepaskan anak itu!
Hei! Bukan dia yang salah!
Hei, aku ingin berterima kasih.
Baiklah, sudah, 'kan?
Semalam, itu taekwondo, yuyitsu, MMA, atau apa?
Ini karate, karate klasik.
- Bisa ajari aku? - Apa? Tidak.
Ayolah. Saat masuk sekolah, mereka akan merundungku.
Bukan urusanku.
Jika kau berbagi sedikit kemampuanmu, aku akan…
Sudahlah. Aku tak berkarate lagi. Aku harus cari kerja.
Buka sekolah karate saja.
- Namanya dojo. - Buka saja dojo sendiri.
Aku tak mau membahas ini denganmu.
Aku juga dilarang berdekatan dengan anak-anak.
Butuh saranku? Jangan menjengkelkan.
Agar kau tak dihajar lagi.
Baiklah.
Ada saluran Encore?
Siapa kau?
Kau tahu stiker merah kecil bertuliskan "diskon heboh"?
Itu artinya "basi".
Kau tahu, 'kan?
Kau makan daging basi, Nak.
Kenapa kau di apartemenku, Sid?
Tidak tahu diuntung.
Pikirmu siapa yang membebaskanmu? Lagi-lagi.
Aku tak minta bantuanmu.
Kukira insiden kecil di Applebee's
akan mengajarimu untuk menjaga kelakuanmu.
Tahu, tidak?
Saat aku mengenal ibumu,
aku sungguh terpukau.
Cantik.
Pirang.
Kulit cokelat.
Rapat.
Aku tak sadar harus mengurus anak tololnya selamanya.
Ya, Sid, kau ayah tiri terhebat abad ini.
No comments yet. Be the first to leave one.