Las primeras 200 líneas.
Gimana? Kamu senang?
Aku denger, perempuan hamil ngidam itu sebenernya nggak ada.
Yang ada cuma sugesti atau cari perhatian suami.
Ngidam itu hormonal, tahu.
Masa hormonal ngeliat gunung merapi.
Lagian sejak kapan sih, Sayang, kamu suka dengan alam?
Yah, aku juga bingung.
Setiap hari aku mimpiin gunung berapi.
Rasanya kayak aku kepanggil ke sini.
Tapi sekarang aku ada di sini.
Rasanya bahagia banget.
Permisi, Pak. Boleh minta tolong foto?
Oh boleh, boleh, Mas.
- Terima kasih, Pak. - Iya, iya.
Siap?
Satu, dua, tiga.
- Terima kasih, Pak. - Sama-sama.
Jadi, kamu sudah ketemu nama buat calon bayi kita?
Nay?
Nay? Kamu kenapa, sayang?
- Sakit. - Nay!
Kenapa, Nay?
Kita harus pergi sekarang, Nay!
Ayo, Sayang.
- Ah, sakit! - Tahan, Nay!
Nay! Ayo, Nay!
Kamu kuat, Sayang. Kamu kuat, Sayang. Ayo, Nay.
Tahan. Nay!
Nay? Nayara!
Nayara!
Farzan, cepetan pergi dari sini! Cepetan, Farzan!
- Iya, iya! - Cepetan!
- Minggir! - Cepetan, Farzan!
Sabar, Nay! Sabar, Sayang!
- Farzan! - Iya, Sayang. Kamu harus kuat ya, Sayang.
Farzan, air ketubanku pecah!
Nggak mungkin, Sayang! Kandungan kamu masih lima bulan!
Nggak mungkin, Nay!
- Zan, aku mau melahirkan! - Nayara!
Kenapa lagi, ah!
Farzan!
Farzan...
Farzan...
Farzan!
Sayang, bangun!
Sayang, bangun!
Astaga...
Oh...
Bayi saya mau lahir.
Rebahan, Non. Rebahan, ya...
Bernapas.
Dorong.
Lagi...
Lagi...
Dorong.
Iya, dorong!
Kesaktianmu adalah api.
Duniamu dunia api.
Samudramu samudra api.
Ayo ambil! Ayo ambil, kalau bisa.
- Ayo, ambil, ambil. - Jangan dong!
- Nanti sobek komikku. - Ayo makanya.
Hei!
Kembalikan komiknya Tangguh!
- Ah, tikus got mengamuk. - Ah, rabies!
Sudah, Al.
Sudah, Al!
Kabur, kabur.
- Tikus got mengamuk! - Awas rabies!
Al, udah biarin aja!
Ah, ada tikus. Tikus! Kabur aja, kabur!
Akhirnya nyerah juga si tikus got.
Paling dia kembali ke panti.
Nangis, ngadu sama suster.
Hey! Kembalikan komiknya Tangguh.
Ayo, ayo. Ambil, ambil.
Nggak bisa!
Pendek!
Jangan lari, kita ini laki-laki. Jangan lari!
Al!
- Astaghfirullahaladzim. - Alana!
Jangan pernah berani ganggu Tangguh lagi.
Cari lawan yang seimbang.
Hei!
Maaf Ibu Sarita harus melihat peristiwa tadi.
Alana memang tidak seperti anak-anak lainnya.
Kalau peristiwa tadi membuat ibu khawatir,
dan berubah pikiran tidak jadi mengadopsi Alana,
saya sangat mengerti, Bu.
Alana tidak salah, Bu.
Dia cuma membela saya.
Kamu beruntung memiliki sahabat seperti Alana.
Kita pergi sekarang, ya.
Kalau ada orang yang nindas kamu, lawan.
Kamu harus tangguh seperti nama kamu.
Suatu hari nanti aku akan susul kamu ke Jakarta, Al.
Lho, kok malah peluk-pelukan?
Sudah, sudah.
Ayo, Al! Ayo!
Kontrol, Alana.
Kontrol!
Jab lu kenain ke dia, ayo!
Alana! Al! Ayo!
Kontrol, Alana.
Kontrol!
Bersulang!
- Selamat, Al! - Terima kasih!
Semoga suatu hari nanti gue, Jimin,
dan anak-anak lainnya bisa sehebat lu, Al.
- Amin. - Amin!
Tapi terima kasih juga untuk Ibu.
- Ibu... - Iya?
Makasih ya udah sabar ngelatih aku selama ini.
Aku sayang Ibu.
Ibu juga sayang kamu, jagoan Ibu.
Suatu hari nanti saya juga akan jadi jagoan Ibu, toh?
Jagoan apaan?
Makanya rajin latihan, Jimin.
Supaya bisa kayak Al.
Sama kurangin makan gorengan.
Iya, Ibu.
Sudah, kita bersulang buat Ibu!
- Buat Ibu! - Mantap!
Alana...
Alana...
Al? Ada apa, Al?
Al.
Ada apa?
Dia datang lagi, Bu.
Setelah bertahun-tahun kamu tidak pernah mimpi buruk tentang dia lagi?
Taklukkan diri kamu, Al.
Jangan biarkan kemarahan menguasai diri kamu.
Al.
Jika kamu membiarkan kemarahan menguasai diri kamu,
maka suatu hari dia akan menghancurkan diri kamu.
Kendalikan diri kamu!
Keluarkan amarahmu.
Kendalikan, Al.
Keluarkan amarahmu.
Kendalikan, Alana!
Keluarkan. Keluarkan amarahmu.
Keluarkan amarahmu!
Kendalikan dirimu, Alana!
Taklukkan dia, Al.
Hanya kamu yang pegang kendali atas diri kamu sendiri.
Alana...
Al...
Untuk sementara, kamu jangan ikut bertarung dulu ya.
Bahaya.
Tapi aku gak mau dia kendaliin hidup aku lagi, Bu.
Kita
akan kalahkan dia.
Ya?
Kamu baik-baik saja, Al?
Berita terkini hari ini.
Mateo Adinegara,
putra dari pengusaha Prayogo Adinegara
yang dituduh telah melakukan tindak kekerasan
kepada teman perempuannya
akan segera dibebaskan.
BERITA TERKINI
Mateo sebelah sini! Mateo!
Mateo, kenapa tiba-tiba Calista mencabut laporannya?
Yah karena jentelmen kayak gua gak mungkin 'kan nyakitin perempuan?
Itu akal-akalan dia aja biar terkenal.
- Jadi maksud Anda, Calista berbohong? - Apakah benar
dia mendapatkan intimidasi dari bapak Anda?
Lo kalo ngomong ati-ati, ya!
Mateo! Tolong jawab dulu, Mateo!
Mateo! Jawab dong, Mateo!
Apakah polisi terlibat, Mateo?
Tolong jawab, Mateo! Apakah polisi terlibat?
Nanti aku transfer.
Nanti kamu bilang saja sama orang.
Baiklah, Sayang. Saya harus pergi.
Dah.
Saya mempersiapkan kamu
supaya suatu hari nanti
kamu bisa meneruskan ini semua.
Jadi, kamu harus pintar dalam bersikap...
Aku mengerti.
Dalam menjaga nama baik.
Kalo punya masalah dengan orang,
suruh orang lain yang lakukan.
Aku tahu, Pa.
Aku belum selesai!
Jangan kotori tangan kamu!
Aku tahu, Pa. Aku mengerti.
Lain kali kalau Mateo punya masalah,
Mateo nggak akan kotori tangan Mateo.
Mateo akan suruh orang lain untuk ngurus itu semua.
Maafkan aku, Pa. Maaf.
Ayolah. Tenanglah, Pa.
Maafkan aku, ya?
Itu baru anakku.
Aku harus pergi, Pa.
Sori soal berita di koran itu, Pa.
Jangan khawatir. Itu bukan apa-apa.
Muhammad Gozali.
Wartawan senior.
No comments yet. Be the first to leave one.