Las primeras 200 líneas.
Sore, Pak/ Hai!
Hai!
Loyalitas!
Det. Sin, ini berkas yang Anda minta.
Iya, kali ini juga tidak ada jejak sama sekali.
Sialan, cepat jawab teleponnya!
Dasar kunyuk!
Dengan Kantor Polis Gyeongdong.
Halo? Halo? Bukan di sini Jaksa.
Sudah budek ya kuping orang-orang ini?
Angkat teleponnya!
Harusnya kita makan jjampong, bangsat.
Min Tae Soo, kau kurang kerjaan ya?
Belum mau bergerak?
Bangsat ini masih bisa tidur?
Bangsat, kenapa kalian masuk?
Ada yang dicari?
Bukan, hujan terlalu deras. Jadi istirahat sejenak.
Istirahat?
Sudah kuperingatkan, sebelum petunjuknya berhasil kau temukan, jangan pernah punya pikiran untuk pulang.
Cepat tangkap pelaku kejahatannya!
Siap!
Anu, mana boleh kau bersikap acuh tak acuh begini?
Loyalitas!
Kali ini jika kalian masih juga gagal memecahkan kasus,
aku akan membuat kalian menghabiskan seumur hidupmu di tahanan.
Sudah mengerti?
Dasar, tua bangka taik anjing! Benar-benar keterlaluan.
Memangnya dengan membelalakkan mata penjahat akan tertangkap?
Bagian monitoring saja tidak berhasil menemukan jejak apapun.
Kita mau cari bagaimana?
Sepertinya korban kali ini adalah yang ke delapan.
Atasan sudah pada panik.
Hari ini sepertinya tidak bisa pulang.
Kita pergi main biliar saja. Yang kalah bawa bir.
Dasar! Barusan tadi kau tidak lihat seperti apa anjing gila itu?
Bagaimana kalau kita ke tempat di mana korban dinyatakan hilang dan ambil beberapa foto?
TKP kosong dan tidak terlihat apapun, kunyuk!
Hujannya benar-benar deras.
Pernikahan hyeongnim mu itu penting sekali apa?
Maaf.
Siapa yang tidak menepati janji baru begitu?
Kenapa bank hari Sabtu juga masuk kerja?
Ayo cepat pulang dan temani aku.
Kau masih berniat kerja atau tidak?
Boiler rusak dan aku sudah panggil orang untuk reparasi.
Tidak ada komentar... tidak ada komentar.
Pergilah!
Sudah selesai sibuknya?
Bagaimana ya? Representatif Kim ada penting. Aku tidak bisa pulang sebelum kerjaan selesai.
Kalau begitu kau tidak pulang sebelum jam makan malam?
= Berani sekali hari ini. =
Aku tidak seberani itu. Satu jam lagi seharusnya sudah bisa selesai.
Oke, sudah lama kita tidak makan malam bersama.
= Iya, aku sudah tahu. =
Aku sudah beli semua bahan sup hidangan laut. = Sudah lama tidak mencicipi masakanmu. =
Oke.
= Lagipula aku punya hal penting yang ingin kuberitahukan. Nantikan ya! =
Hal penting apa? Tidak bisa kasih tahu sekarang?
Kalau penasaran, cepat selesaikan pekerjaanmu dan pulang ke rumah.
Leherku.
Apa-apaan kau, bangsat?
Kau cari gara-gara dengan orang yang salah.
Bangsat, cepat turun!
Kunyuk, berhenti!
Coba lihat kaus kakiku itu nempel di kaki seperti permen karet.
Kenapa buka kaus kaki di dalam mobil?
Jendela mobil tidak bisa dibuka karena hujan.
Kunyah saja permen karet.
Dasar!
Cepat singkirkan!
Dasar!
Beri aku kaus kaki.
Nih!
Tidak ada persamaan, tidak ada jejak juga.
Sepertinya bangsat itu sudah memperhitungkan akan turun hujan. Benar-benar pintar.
Yang pasti, begitu berhasil menangkap bangsat ini kita akan naik pangkat.
Kau itu.
Tunggu sebentar.
Mari kita lihat ada apa yang menarik.
= Kecelakaan lalu lintas! Kecelakaan lalu lintas! Harap segera meluncur ke jalan Yongsan. Butuh backup polisi.=
Coba dengar! Lokasinya ada di depan kita.
Kita coba cek ke sana.
Kenapa harus ikut campur urusan orang lain?
Sekarang kita sedang menyelidiki kasus menghilangnya pelaku kejahatan.
Apa maksudmu ikut campur, kunyuk?
Siapa tahu kan? Mana tahu kita ketemu sesuatu.
Hari ini dipenuhi oleh 'power'.
Supir Kim, ayo tancap gas!
Ayo cepat! Dasar!
Lagi enak-enaknya nyetir tiba-tiba dia pindah jalur.
Ini kan membahayakan orang.
Ajussi ini, kalau bicara yang jelas.
Barusan kucek, bekas ban di aspal terlihat serius.
Ditambah puing-puing yang berceceran di situ.
Yang selip juga mobil Ajussi.
Sekalipun begitu, bukankah ada yang namanya jarak aman?
Pokoknya, ini tetap kasus tabrak lari.
Tapi kenapa orang yang terluka kabur?
Siapa orang itu?
Ditinjau dari kondisi TKP, tidak terlihat seperti kasus tabrak lari.
Ditambah, di TKP ditemukan ponsel milik wanita yang rusak terbanting.
Pasti dikarenakan membawa sesuatu makanya kabur.
Sudah pasti itu tabrak lari.
= Ini adalah pengemudi mabuk yang kabur. =
= Jangan memperumit masalah. =
Sudah ah!
Pertama-tama, sudah kabur lebih kurang sejam. Mobil van warna hijau.
Terlalu mencolok mata lewat jalan besar. Hitung jaraknya dan cari bantuan. Sudah dulu ya.
Tancap!
Jalan ke Daemosan hanya ada ini satu. Bagaimana? Mau mampir ke sana lihat-lihat?
- Sebelah sini! - Tunggu! Berhenti sebentar.
Jejak ban mobil.
Ada apa?
Ada sebuah mobil setelah naik ke gunung turun lagi.
Dilihat dari jejak bannya sepertinya masih baru.
Tancap gas!
Tunggu apa lagi? Cepat injak gasnya!
Iya, iya.
Bukan tabrak lari biasa. Di sini jalan cuma ada satu. Bisa kita ringkus.
- Lampunya sudah ganti. Cepat berhenti! - Oke, oke, oke.
Cepat berhenti.
Turunkan ini!
Turunkan!
Aku adalah polisi.
Coba turun sebentar.
Sebentar saja.
Sebentar saja.
Turun dulu.
Bawa dia ke dalam mobil dulu!
Baik.
Ayo jalan!
Kenapa?
Sekarang kau adalah tersangka pelaku tabrak lari.
Di dalam mobil terdapat bekas noda darah.
Sepertinya tidak hanya satu atau dua orang.
Senang, ya?
Bagus!
Antenaku langsung berdiri.
Kenapa kok rasanya agak aneh ya?
Setelah semuanya selesai, kutraktir kau minum segelas.
Mana cukup segelas?
Telah menyusahkan.
Beres-beres habis itu pulanglah!
Ada apa adik ipar meneleponku?
Hari ini Soo Kyeong ada telepon?
Tidak tuh! Sebentar ya.
Maaf, maaf.
Hari ini aku luar biasa sibuk karena menangkap kriminal.
Tidak sempat menjawab telepon. Kenapa?
Hari ini dia telepon katanya ingin makan malam bersama Hyeong.
Setelah itu dia tidak dapat dihubungi. Juga tidak ada di rumah.
Habis batere mungkin.
Baiklah. Aku coba telepon dia lagi.
Iya, silakan bicara.
Pemilik ponsel, Min Soo Kyeong?
No KTP-nya? 871018-2380-718?
Ada lagi yang lain? Oke.
Terima kasih.
Min Soo Kyeong... Min Soo Kyeong...
Sialan, sedang apa kau sekarang?
Hyeongnim, kenapa begitu?
Hyeongnim! Hyeongnim!
Mau ke mana?
Tidak boleh begitu.
Tunggu dulu!
Kau... kau ini apa sebenarnya?
Bukan, kan? Aku salah dengar kan?
Bedebah!
Kenapa kau?
Kenapa? Apa yang kau perbuat?
Hyeongnim, ada apa ini?
Pergi cari.
Apa? Apa? Bedebah!
Lepaskan aku, bajingan!
Lepaskan aku, bajingan!
Bangsat!
Hyeong!
Seung Hyeon! Seung Hyeon!
Hyeongnim. Hyeongnim, kantor polisi telepon. Apa maksudnya ini?
Ada apa dengan Soo Kyeong?
Hyeongnim! Hyeongnim!
Sedang apa, Hyeong?
Hyeongnim!
Dengarkan aku. Sekarang masih belum pasti.
Jangan putus asa.
Hyeongmu adalah seorang polisi.
Aku akan menyelidiki sampai tuntas. Percaya pada Hyeong kan?
- Bukan, kan? - Ini...
Coba lihat! Di rumahmu ditemukan sebuah mayat.
= Kau masih tidak tahu keadaan sekarang ini seperti apa? =
= Sekarang tuduhanmu bukan tabrak lari tapi pembunuh. Ditangkap karena tuduhan membunuh. =
Lagipula aku punya hal penting yang ingin kuberitahukan. Nantikan ya!
Sebelah sini! Sebelah sini!
Sayang, sedang apa kau?
Anak kita sudah lapar nih! Kakinya dijulurkan terus.
Potongkan aku buah dong!
Anak kita suka buah persik.
Dia juga pemilih dalam hal makanan.
Apelnya terlihat enak sekali.
No comments yet. Be the first to leave one.