Las primeras 200 líneas.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Seo Ji An.
"Episode 10"
Kamu berani atau gila?
Kamu tidak akan bisa melewati pintu pagar
karena tidak tahu cara membuka kuncinya,
tapi kenapa kamu berpikir semua tembok akan sama?
Aku tidak tahu ada alarm di temboknya.
Lantas, menurutmu kenapa benda itu dipasang di sana?
Orang-orang biasa tidak memasang itu di rumah mereka.
Mereka tidak memiliki apa pun yang bisa dicuri atau dilindungi.
Temperamen burukmu yang tersembunyi muncul lagi.
Hentikan./- Hentikan apa?
Aku tahu betapa kamu membenci dan tidak menyukaiku,
menganggapku menyebalkan dan tidak masuk akal.
Kamu juga menganggapku sebagai pengemis dan tikus,
tapi tolong jangan mencemoohku setidaknya untuk hari ini.
Jika mau menemui pacarmu, sebaiknya kamu masuk lagi.
Tapi jika kamu mau minum, ikut aku.
Apa?/- Aku sudah membuka kuncinya.
Ikut aku.
Kenapa kamu melakukan ini? Tinggalkan aku sendiri.
Bagaimana jika orang tua kita mengetahui kamu keluar sendiri?
Aku bahkan enggan membayangkannya.
Aku memberimu alibi.
Alibi?
Kenapa begitu?
Ini.
Astaga. Ini Ji Soo.
Di mana kamu menemukan ini?
Itukah alasanmu memanjat tembok
selarut ini?
Lupakan benda yang lainnya.
Kamu tidak bisa mengambil benda yang telah masuk tong sampah
karena perintah Ibu.
Kamu
mengambil ini dari tong sampah?
Aku bisa membelikan yang lebih bagus untuk benda-benda lainnya,
tapi itu tampaknya berbeda.
Kupikir itu sangat berarti
bagimu.
Kenapa kamu melakukan itu?
Berikan kepadaku. Kamu bilang
akan mengizinkanku berbuat sesuka hatiku.
Kamu bahkan tidak membersihkannya.
Ada perbedaan dalam detailnya.
Detail.
Akan butuh lebih dari 10 tahun untuk mengajarimu.
Pelan-pelan saja.
Aku tidak akan menoleransi kebiasaan saat mabuk.
Pertama, kini aku tahu bahwa kamu serius
saat bilang kamu menyesal.
Kedua, aku tahu kamu berusaha sebisamu.
Meski lebih banyak kesalahan dibandingkan usahamu.
Baiklah. Yang ketiga,
aku memikirkan kembali prasangka dan kesalahpahaman yang kumiliki.
Keempat, aku harus menerimamu sebagai adikku.
Aku tidak mau adikku kehilangan semangat.
Kamu tidak memercayaiku, ya?
Jangan menunjukkan perasaanmu.
Jagalah martabatmu.
Bagaimana kamu tahu
kamu memiliki prasangka atau kesalahpahaman
terhadap diriku?
Beraninya dia meminta untuk dipanggil Seo Ji An.
Beraninya dia berkata begitu.
Memangnya dia siapa?
Itu alasan Ibu membuang semua barang-barangnya.
Pak Yang bilang dia cepat belajar.
Dia mengembalikan semua hadiah yang tadinya untuk keluarga lamanya.
Ibu kira dia mau menyesuaikan diri.
Dia mengembalikan hadiahnya?
Itu tidak berarti dia sudah menyesuaikan diri,
tapi dia ingin melawan ibu.
Kurasa tidak begitu.
Intinya, mulai sekarang, kita harus mengendalikannya...
Sayang...
Ayah sudah pulang.
Tampaknya kalian sedang membahas hal penting.
Manajer Umum Min tidak bilang Ayah sudah pulang.
Sudah lewat tengah malam.
Aku akan pergi. Selamat malam.
Kamu meminta kalungnya kembali dari Seo Hyun.
Kamu mengembalikan semua hadiah untuk keluarga lamamu.
Kamu bahkan bertahan saat aku bersikap kejam kepadamu.
Katamu kamu menyesal dan menerima keluhanku.
Kamu benar-benar tulus saat bilang menyesal.
Aku juga harus memercayaimu, bukan?
Begitu.
Kembalikan 20.000 dolar itu kepada Ibu.
Dengan begitu, kamu bisa percaya diri lagi.
Kamu tahu uang itu dari Ibu?
Aku mengetahuinya belum lama ini.
Tidak ada yang gratis di dunia.
Sekecil apa pun prasangka,
mungkin nantinya bisa menyebabkan kesenjangan.
Aku tidak tahu
harus bilang apa kepada Ibu jika mengembalikan uangnya.
Kubilang kepadanya aku punya utang.
Kamu benar.
Boleh kuberi tahu dia tentang kecelakaan itu?
Jangan.
Syukurlah kamu orangnya.
Dia akan bilang perbuatan dermawanku sia-sia saja.
Jika dia mengetahui bahwa aku terlibat,
aku akan terkena masalah karena tidak berhati-hati.
Lantas, bagaimana dengan 20.000 dolarnya?
Itu...
Kamu sungguh tidak punya utang?
Ada pinjaman mahasiswa yang harus kulunasi.
Pakai saja uangnya untuk itu.
Tapi pasti uangnya masih tersisa.
Sungguh? Jika ada yang tersisa,
kamu harus memakainya.
Kamu
membuatku berbohong?
Itu menjatuhkan martabatku.
Apa?
Tidak. Semua ini demi dirimu.
Pikirkan perilaku
dan sikapmu selama insiden ini.
Ingatlah selalu
tentang betapa keras kepala dan bebalnya dirimu.
Saat Ibu mendengar tentang hal ini,
dia pasti akan menambah latihanmu.
Kamu bahkan akan sulit bernapas.
Baik.
Ada harga yang harus dibayar untuk membuat kesepakatan.
Sebagai ganti aksi bungkammu,
beri tahu aku satu hal yang kamu inginkan dariku.
Sayang, kamu tidak tidur? @ v k a t c h u
Tidurlah lebih dahulu.
Kamu kenapa lagi?
Aku hanya menyuruhmu tidur lebih dahulu.
Kamu marah karena aku kejam kepada Eun Seok.
Dia terlalu banyak bersama-sama dengan keluarga miskin itu.
Saat kali pertama kita bertemu,
kamu lihat sendiri dia makan sebelum orang tua.
Aku harus bersikap kejam untuk mengubah sikapnya.
Aku harus bersikap tegas kepadanya.
Tapi itu bukan salah Eun Seok.
Bukan salahnya
dia kesulitan beradaptasi dengan keluarga kita.
Apa kamu punya hak untuk memarahinya begitu?
Eun Seok putriku juga.
Sudah kuduga kamu akan berpikir begini.
Kamu selalu saja menyalahkanku.
Kamu menyalahkan dan membenci aku
karena kehilangan putri kita.
Tapi meski membenciku, kamu tidak bisa meninggalkanku.
Putriku menjadi tidak cakap karena kesalahanku.
Aku akan memperkenalkan dia
sebagai putri tertua Haesung,
yang sudah menjadi takdirnya sejak dia lahir
sampai tidak ada yang akan berpikir tentang 25 tahun yang hilang itu.
Camkan kata-kataku.
Kamu bingung ingin melupakan keluarga lamamu atau tidak.
Jangan sampai itu membingungkanmu.
Mundurlah
dan pikirkan perasaanmu.
Lalu, putuskanlah.
Pikirkan siapa yang akan menguntungkanmu.
Aku tidak memilih untuk bingung,
tapi pada akhirnya begitu.
Tidak.
Kamu memilih untuk bingung.
Tahu alasannya?
Kebanyakan orang
merasa bingung meski mereka telah mengetahui jawabannya.
"Inikah yang lebih baik?" "Atau itu yang lebih baik?"
"Aku harus melakukan ini atau itu?"
Itu bukan bingung, tapi serakah.
Kamu mungkin saja
menginginkan sebagian dari sesuatu yang harus kamu buang.
Meski kamu tahu bahwa tidak semuanya bisa dimiliki.
Tapi tampaknya adikku tidak sopan sama sekali.
Apa?/- Lihat.
Lihat ini. Benda kesayanganmu sudah kembali.
Ini, ya?
Terima kasih sudah menemukannya.
Beri tahu aku jika kamu sudah tidak sanggup.
Tapi kamu tidak boleh merengek.
Beri tahu saat kamu amat kesulitan.
Sapalah aku sebagai kakakmu
saat kamu sudah siap.
Sampai saat itu, tidak perlu memanggilku "Kakak".
Kukira aku akan kehilangan yang lainnya juga.
Dia seharusnya memberitahuku jika menaruhnya di kamarku.
Aku mengembalikan kenanganmu
karena semua kenangan itu berharga.
Maafkan aku, Ibu dan Ayah.
Maafkan aku, Kak Ji Tae.
Maafkan aku, Ji Soo.
Maafkan aku, Ji Ho.
Aku
akan menyesuaikan diri dengan keluarga ini dahulu
demi menjadi anak yang baik untuk orang tua baruku.
Setelah itu, akan kutaruh kalian di atas meja lagi.
Bu, ada apa denganku kemarin?
No comments yet. Be the first to leave one.