Golden Pouch (Hwanggeumjumeoni / 황금주머니)

Golden Pouch (Hwanggeumjumeoni / 황금주머니)

Descargar subtítulo en Indonesian

Información de lanzamiento

Golden Pocket E103-105 Webrip
Comentario por indri danti22
credit to VIU

Etiquetas

webrip
web
BRip
Publicado el: 2017-05-01
Descargas: 15
Para personas con discapacidad auditiva: No

Vista previa de los subtítulos en Indonesian

Las primeras 200 líneas.

Apa yang membuat

Dirut Yoon di sini?

Apakah kamu...

Kudengar ayahmu sakit, maka aku datang.

Aku merasa bersalah berbicara keras waktu itu.

Benarkah?

Lalu kenapa kamu menghindariku setelah melihatku?

Menghindarimu?

Untuk apa menghindarimu?

Aku hendak pergi karena operasinya sepertinya belum selesai.

Menurut ayahmu,

kudengar kamu berencana menjadi donor.

Kenapa kamu tidak melakukannya?

Kami menemukan orang yang cocok, maka kami mulai operasinya.

Operasinya berjalan dengan baik?

Ya.

Syukurlah.

Terima kasih atas kekhawatiranmu.

Bukankah kamu seharusnya di rapat direksi sekarang?

Rapatnya ditunda

karena ketidakhadiranmu.

Ini keadaan darurat, jadi, aku tidak sempat menelepon.

Begitu rupanya.

Kabari aku jika ada yang bisa kubantu.

"Episode 103"

Jika Seok Hoon mengetahui Pil Doo bukan ayahnya,

dia tidak akan melewatkan rapat direksi untuk operasinya.

Benar.

Dia belum mengetahuinya.

Dia tidak menghubungi kantor?

Ya. Dia tidak bilang apa-apa.

Baiklah.

Jika rapat direksinya ditunda, dia seharusnya melakukan sesuatu.

Ke mana dia?

Ini. Hafalkan ini dan bacakan sambil menjaga kontak mata.

Aku selalu melakukannya begitu.

Kamu sibuk membaca naskahnya.

Itu karena istilah medis yang sulit.

Soal syuting "Mempelai Musim Semi" dengan Seol Hwa...

Bisakah aku melakukannya denganmu saja?

Kenapa aku?

Kita bisa melihat gaun pengantin. Itu akan bagus.

Aku ingin bekerja denganmu daripada dengan Seol Hwa.

Jika aku tidak ada pekerjaan hari itu, aku bisa datang.

Kenapa kamu selalu memanggil kakakmu seperti itu?

Kamu seharusnya jangan terlalu kasar.

Dia tidak lebih tua daripadaku. Kami seumuran.

Seol Hwa setahun lebih tua darimu.

Itu...

Astaga. Kami lahir pada tahun yang sama.

Aku menjadi adiknya karena ayahku membawanya pulang.

Kami tidak bisa didaftarkan pada tahun yang sama.

Aku menderita kerugian sejak lahir karena dia.

Kamu seharusnya berterima kasih karena menjadi setahun lebih muda.

Apa?

Aku tahu ada alasannya kenapa kamu bersahabat dengannya.

Bagaimana kalian bisa seoptimis ini?

Tidakkah kalian membenci sesuatu?

Kalian sama saja.

Karena itulah kami bersahabat.

Kenapa Seol Hwa tidak masuk?

Dia bahkan tidak bilang kenapa.

Ayah Seok Hoon dirawat. Dia di sana selayaknya menantu.

Jika Seok Hoon mendermakan hatinya, Seol Hwa juga akan merawatnya.

Mendermakan hati? Dokter Han?

Karena dia putranya, dia ingin mendermakan hatinya.

Lalu dia dites untuk cangkoknya?

Kurasa dia melakukannya agar operasinya bisa dilaksanakan.

Ada apa?

Bukan apa-apa.

Apa?

Apa Seok Hoon melakukan operasinya? Bagaimana itu bisa terjadi?

Kondisi ayahnya mendadak memburuk,

tapi ada pasien mati otak yang cocok.

Seok Hoon melakukan operasinya karena tidak ada dokter lain.

Astaga, bagaimana ini bisa terjadi?

Dia pernah dikeluarkan karena tangannya.

Ini kabar yang sangat bagus.

Kita bahkan pernah membahas saat dia dioperasi di Amerika.

Ibu seharusnya tidak diam saja. Ibu harus ke RS mengunjunginya.

Ibu!

Dia tidak bisa menemui Ibu saat ini.

Kenapa tidak? Kamu bilang pencangkokannya berjalan baik.

Dia menyelamatkan ayahnya. Bukankah ini luar biasa?

Ada sesuatu yang tidak bisa kuberi tahu kepada Ibu.

Orang itu bukan ayah asli Seok Hoon.

Apa? Apa maksudmu?

Kami mengetahuinya setelah melakukan biopsi.

Dia bukan ayah Seok Hoon.

Astaga. Kita sudah menjalani tes ayah kandung. Apa yang terjadi?

Karena itulah Seok Hoon bertambah bingung.

Aku memberi tahu Ibu ini

karena kupikir akan sulit baginya untuk menjelaskannya.

Maksudmu dia sengaja mengelabui Seok Hoon?

Aku tidak tahu pasti.

Kami tidak bisa berbicara karena dia mendadak hilang kesadaran.

Astaga.

Ibu tidak berhak mengatakannya, tapi bagaimana dia bisa palsu lagi?

Ibu prihatin dengan putra ibu.

Astaga.

Kamu tidak apa-apa?

Bahuku sedikit sakit. Aku baik-baik saja, Ayah.

Sudah kubilang jangan mengerjakan bagian dalamnya sendirian.

Kita harus menabung. Uang itu terlalu berharga bagi kita.

Tapi kamu menyakiti dirimu. - Aku tidak apa-apa.

Seok Hoon mengerjakan semua sendiri saat memulai kedai ini.

Seharusnya aku tidak mencari bantuan.

Aku akan mengerjakannya saat malam hari.

Kemarilah. - Apa?

Baiklah.

Kamu bisa menggunakan ini.

Apa ini?

"Membuat pangsit kimchi, membuat pangsit cabai."

Ini resep pangsit.

Itu...

Entahlah soal itu.

Tapi Seok Hoon menulis semuanya saat belajar dariku.

Jadi, aku juga menulisnya.

Aku melakukan semuanya dengan indraku,

tapi kupikir tidak akan tersisa apa-apa setelah beberapa waktu.

Ayah sungguh memberikan ini kepadaku?

Jika tidak bisa terpikirkan sesuatu, kamu bisa merujuk ke buku itu.

Jika buku ini diberikan kepadaku, Ayah sudah memberikan semuanya.

Ayah!

Astaga. Hentikanlah.

Aku tidak pernah menerima apa pun dari ayahku.

Ini kali pertamaku.

Terima kasih. Terima kasih banyak, Ayah!

Teleponnya. Nanti kita bicara lagi.

Astaga. Ayah sebaiknya menjawabnya. Ayah baik-baik saja?

Aku merasa kuat.

Ya, Choo Ja.

Ada apa dengan Seok Hoon?

Apa?

Kenapa aku masih...

Kita sudah melakukan cangkok hati.

Cangkok hati?

Apakah kamu... - Ada seorang donor.

Aku yang mengoperasinya.

Kenapa kamu menyelamatkanku?

Kamu seharusnya membiarkanku mati saja.

Aku bedebah...

Sebaiknya jangan berbicara dahulu.

Kamu mungkin sangat kesakitan.

Banyak yang ingin kudengar darimu,

tapi aku akan menunggu.

"Pusat Medis Darurat"

Seok Hoon.

Ayah sudah mendengar kabarnya.

Jadi, dia bukan ayahmu. - Kenapa...

Kenapa ini terjadi kepadaku?

Aku tidak menginginkan sesuatu yang besar.

Aku hanya ingin tahu

siapa orang tuaku dan siapa aku.

Kenapa ini terus terjadi kepadaku?

Tidak ada yang bisa ayah katakan.

Maaf. - Ayah berbeda.

Meski bukan ayah kandung,

Ayah mengajariku

arti keluarga dan bagaimana keluarga saling menyayangi.

Tapi aku tidak tahu tentangnya.

Aku hanya kesal.

Aku membencinya karena membohongiku

dan aku benci kenapa dia diam saja padahal sepertinya

dia mengetahui sesuatu. Ini membuatku gila.

Ayah.

Siapa aku?

Kenapa aku harus hidup dengan rasa sakit seperti ini?

Kamu pikir dirimu siapa? Kamu putra ayah.

Kamu putra yang terlalu baik bagi ayah.

Juga seorang dokter yang hebat.

Kamu menyelamatkan orang lain dengan tangan ini.

Aku baru saja menyelamatkan

seorang pasien sebagai dokter.

Menurut ayah, kamu melakukan pekerjaan yang sangat baik.

Kamu selamatkan dia. Tapi pikirkan bagaimana jika tidak kamu lakukan.

Kamu akan menyesalinya, berpikir membiarkannya mati karena amarahmu.

Kamu menyelamatkan pasien itu dan dirimu sendiri.

Mungkin memang kelihatannya kamu selalu menemui halangan,

tapi semuanya terjadi karena suatu alasan.

Pada akhirnya,

kamu akan berpikir, "Inilah kenapa itu terjadi."

Jangan terlalu sedih, ya?

Kamu dari mana saja?

Jika rapat direksi ditunda, kamu seharusnya memikirkan rencana.

Sebelum itu, ada berita sangat besar.

Kamu tahu Seok Hoon mencoba mendermakan hatinya kepadanya?

Mereka pasti sudah melakukan biopsi.

Seok Hoon mungkin mengetahui dia bukan ayah aslinya setelah itu.

Jangan khawatir. Aku tadi di rumah sakit.

Di rumah sakit?

Kamu menemuinya lagi?

Aku ingin memastikan saja. Kukira mereka sudah lakukan biopsi.

Sepertinya tidak.

Seok Hoon sendiri yang mengoperasinya.

Dia sendiri yang mengoperasinya?

Maksudmu Seok Hoon bisa menggunakan tangannya lagi?

Mungkin itu sebabnya dia melakukannya.

Jika tahu dia bukan ayahnya, Seok Hoon tidak akan lewatkan rapat.

Kenapa aku harus mencemaskan ini?

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left