Las primeras 200 líneas.
"Episode 26"
Apa yang terjadi? - Maafkan aku.
Aku baru mengetahuinya saat meninjau berkas-berkasnya.
Kami kedatangan dua anak yang seumuran pada hari itu.
Apa?
Di laporan tertulis, mereka berdua tidak tahu nama atau umur mereka.
Mereka tinggal di sini dua hari,
kemudian dikirim ke panti asuhan.
Salah satunya kabur dari panti asuhan.
Boleh aku melihat fotonya lagi?
Anak ini
telah meninggal.
Ini foto-foto dari artikel yang dia tinggalkan
setelah kecelakaan itu.
Presdir, sadarlah. Presdir!
Presdir, tabahkan diri Anda.
Bagaimana keadaan Anda?
Kurasa
aku harus mendatangi panti asuhan itu sekali lagi.
Sebaiknya Anda beristirahat.
Tunggu. Pak?
Kamu benar.
Kami masih memiliki satu anak lagi.
Menurut catatan,
kedua anak dikirim kemari dari Kantor Polisi Seocho.
Salah satunya diadopsi oleh seseorang.
Lalu, di mana
anak yang tetap di sini?
"Catatan Adopsi"
Dia meninggalkan panti asuhan sehari setelah dia dikirim kemari.
Lalu Kantor Polisi Seocho melaporkan
kepada kami tentang kematiannya.
Setelah dia meninggalkan panti,
dia menuju ke kota.
Ini jalan
saat dia ditabrak truk sampah yang mengebut dari arah sana.
Kudengar dia tewas di tempat.
Setelah pemakaman,
abunya disimpan di rumah duka
di dekat taman selama sepuluh tahun.
Tapi
abunya ditaburkan di pemakaman nasional.
Aku sungguh minta maaf.
Pak.
Aku terlambat
untuk Sang Woo.
Anda sudah melakukan yang Anda bisa.
Kurasa dia bersama ayahku sekarang.
Aku tidak tahu yang terjadi kepadanya.
Dia tidur lelap dan makan teratur atau tidak.
Aku menjalani hidup yang nyaman sendiri.
Anda tidak pernah merasa tenang satu hari pun.
Hanya aku yang hidup
dan bernapas
selama 23 tahun terakhir.
Seluruh hidupku menderita.
Kamu ingat apa yang terjadi sebelum kamu diadopsi?
Kamu ingat kota tempat kamu atau ayahmu tinggal?
Atau
apa pun tentang kakakmu?
Siapa kamu?
Kenapa kamu ingin tahu masa laluku?
Sang Woo.
Kami mempercayai kemampuanmu, Direktur Han.
Kuharap
serial drama terbarumu akan sukses.
Astaga. Pelan-pelan.
Cepat.
Ada apa?
Kamu semakin liar saja.
Hyung Seop.
Maksudku...
Pak Han, kamu sangat tua.
Apa kamu sudah gila?
Beraninya kamu datang kemari.
Aku kemari untuk melihat keadaan
anakku yang paling muda.
Kenapa kamu kembali?
Kamu ingin menghancurkan keluargaku?
Jangan memarahiku.
Aku juga berhak bertemu dengan Seong Joon.
Apa?
Kamu mau apa dariku kali ini?
Karena aku sudah kembali,
aku berencana membuka toko di sekitar sini.
Dengar,
kamu tidak perlu mengelola toko di kota ini.
Lalu, di mana?
Ini kampung halamanku. Aku lahir dan besar di sini.
Aku bisa mendapat banyak pelanggan
jika aku mendatangi tetangga lama dan memberitahunya soal bisnisku.
Tidak.
Makelar bilang anak sulungmu membuka restoran ayam
dan yang satunya membuka kantor pengacara.
Seluruh kota mengetahui
bahwa Seong Joon telah menjadi direktur Grup FGC.
Salah satu firma terbesar di negara ini.
Omong-omong, bagaimana kabar Bu Moon?
Apa dia masih pemarah?
Apa?
Hentikan itu.
Aku minta maaf, Bu.
Aku sibuk mengurusi anak-anak.
Kamu selalu sibuk. - Biar aku saja.
Aku minta maaf
karena tidak memedulikan Ibu selama ini.
Kamu menggila
setiap kali anak-anak dalam masalah.
Maaf. Tetap saja, aku harus mengurus mereka
selagi mereka masih muda.
Benar. Sebentar lagi, kami mati.
Jangan lupa menguburkan kami setelah kami mati.
Ibu.
Jangan marah kepadaku.
Apa ini?
Ibu.
Kacang ini untuk Chang Soo.
Ini untuk Ji Hoon.
Ini susu organik untuk anak-anak.
Aku akan membuat salad dari ini untuk mereka.
Kenapa kamu hanya membeli bahan-bahan organik?
Ini terlalu mahal.
Belilah yang murah.
Jangan khawatir.
Sekarang, makanan organik tidak terlalu mahal.
Tunggu aku, Bu.
Berapa totalnya?
Semuanya 110 dolar.
Walaupun belanjaanku tidak banyak, mudah sekali mencapai seratus dolar.
Bayar sendiri belanjaanmu.
Baiklah.
Astaga.
Tidak.
Tidak mungkin. - Kenapa?
Ibu, aku lupa
membawa dompetku.
Gawat.
Ibu, maafkan aku.
Tapi bisakah Ibu membayarkan belanjaanku?
Membayarkan belanjaanmu?
Ya.
Aku akan menggantinya di rumah.
Kapan Anda akan membayarnya?
Tolong ya, Bu. - Maaf.
Ya?
Ya, akan kubayar.
Aku akan membayar dengan kartu ini.
Ibu, di mana tisu toilet ini harus kuletakkan?
Tinggalkan saja di situ. Ibu akan menaruhnya di kamar mandi.
Baiklah.
Apa ini kuletakkan
di dapur? - Ya.
Ibu, biar aku membawanya juga.
Kamu menata kulkas?
Ya, Bu. Sudah selesai.
Terima kasih. Kamu boleh pergi.
Baiklah, selamat malam. - Sampai nanti.
Hee Sook, berhenti.
Ya, Bu?
Ibu akan ikut denganmu.
Kenapa? - Ibu hanya ingin membantumu.
Tidak usah, Bu. Aku bisa membawanya sendiri.
Itu terlalu berat. Ibu akan membantumu.
Ayo.
Baiklah.
Ibu tidak perlu melakukan ini.
Kamu hampir
mengurus Ji Hoon dan Chang Soo secara bersamaan.
Tentu saja, ibu harus membantumu.
Astaga, kulkasmu
sangat rapi.
Hye Joo perlu belajar darimu.
Ibu tahu dia sibuk.
Sudah selesai.
Terima kasih banyak, Bu.
Sama-sama.
Kalau begitu, Ibu akan kembali.
Baiklah, Bu.
Ada apa, Bu?
Soal...
Itu...
Sampai nanti, Bu.
Kenapa dia tidak mengganti uangku?
Aku bahkan sudah ke rumahnya.
Tunggu, berapa totalnya tadi?
Dia belanja banyak.
Totalnya 79 dolar.
Kenapa dia tidak mengganti
79 dolar uangku? - synced and ripped by anyHOW -
Terima kasih.
Astaga, tidak kusangka kol sangat enak.
Ini sangat enak.
Ae Ri!
Ae Ri!
Ae Ri!
Ae Ri!
Anda baik-baik saja, Profesor? - Aku baik-baik saja.
Apa yang terjadi?
Kenapa dia ada di Korea?
Kenapa dia ada di kampusku?
No comments yet. Be the first to leave one.