Las primeras 200 líneas.
Sial.
Kau asumsikan yang terburuk. Dia tak memberi cincin kepada gadis lain…
- Ya, tapi… - Itu cokelat
yang belum dia berikan kepadanya.
Tidak, tak ada alasan untuk perilaku ini.
Sayang…
Aku punya ide untuk memberi cokelat kepada gadis lain juga.
Itu…
Lebih baik tak memberi hadiah apa pun.
Kenapa dia lebih baik dariku?
- Maaf, tapi aku sangat kecewa. - Itu wajar.
- Kurasa… - Dia bukan jodohmu?
Aku sangat malu karena berdiri di depanmu…
- Tidak… Sayang… - Hentikan.
- Aku berdiri dan mengatakan… - Kau malu dengan ucapanmu?
- Aku mengatakan semua itu. - Kami tahu bagaimana rasanya.
Sekarang aku sangat malu.
- Tak ada alasan untuk merasa malu. - Kau tak perlu merasa malu.
Aku tak ingin bersaing untuk mendapatkan perhatiannya.
Itu tak akan terjadi. Jika aku bukan pilihan pertamamu, sayang sekali,
kami berpisah dan selesai.
Halo?
Halo?
Aku bisa bicara sendiri sebentar.
Jantungku berdebar kencang sekali.
Sial, kejujuranku…
disalahartikan, kurasa.
Kurasa ada kurang pemahaman
dan kurang kemauan untukku menjelaskan.
Entahlah, itu sungguh membuatku terkejut…
Tak tahu harus berpikir apa.
Bagaimana perasaanmu?
Jika kuberi kau hadiah hari ini, lalu kuberi hadiah yang sama
kepada pria lain, apa itu bagus?
Seharusnya itu tanda pertemanan, seperti…
Bisa kuselesaikan?
Kau tahu bagaimana perasaanku? Seperti pilihan.
- Aku tak bermaksud begitu. - Seharusnya kau jelaskan.
Hal-hal seperti hadiah, jelas sekali kau hanya memberikannya
- kepada orang yang paling penting bagimu. - Aku tak tahu. Maaf, aku salah.
Ayolah, Kamil.
Seharusnya tak terlihat seperti ada rencana A, rencana B…
Jadi, kenapa kau mau… Aku tak mengerti.
- Entah, dalam konteks pertemanan semata… - Pertemanan?
Ya.
Aku jujur. Aku benar-benar jujur.
Jujur dengan perasaanku dan sebagainya.
Aku tak tahu.
Aku bisa mengakhiri eksperimen ini sekarang juga karena aku tahu posisiku.
Aku ingin bersamamu.
Aku tak akan memohon kepadamu, aku tak akan menjadi pilihanmu.
Aku ingin menjadi pilihan pertama.
Kau pilihan pertama. Sudah begitu sejak lama.
Itu tak akan terjadi lagi.
Aku percaya perkataanmu.
Terkadang aku agak, seperti kata orang, bodoh.
- Kau tersenyum walau sedikit? - Ya.
Aku bisa mendengarnya dari suaramu.
Cium jauh.
Aku sudah lama tak merasa seperti ini, memiliki…
Ada air mata kesedihan,
dan sekarang ada air mata kebahagiaan.
Aku sangat terluka. Ya, hatiku sakit
karena aku merasa jatuh cinta kepadanya, jadi…
Aku harus banyak berpikir.
LOVE IS BLIND POLAND
Sebenarnya aku yang mengemukakan topik keuangan,
yang juga kukatakan kepada para gadis. Bagiku itu tak terlalu…
Apa yang terjadi, Sayang?
- Celakalah aku. - Kenapa?
Aku harus menolak banyak orang,
- dan mereka sangat hebat. - Aku tahu.
Memberi tahu seseorang, "Maaf, bukan kau"
selalu berarti patah hati ganda.
Hai!
Apa kabar, Marta?
Ini sulit.
Aku tahu ini sulit bagimu.
Aku membuka hatiku kepada orang lain.
Maksudku…
Entahlah. Maksudku, aku ingin mengatakan sesuatu,
tapi tak bisa kuungkapkan dengan kata-kata.
Kawanku.
RUANG PRIA
- Bagaimana, Kamil? - Seorang gadis memutuskanku.
- Aku sudah lupa bagaimana rasanya. - Putus?
Itu… menyedihkan.
Akhirku bukan liburan bersama wanita impianku.
Namun, semua orang tahu tahap ini telah berakhir.
Setidaknya itulah yang kurasakan. Itu ditutup selamanya.
Apa kabar, Sayang?
Aku baik saja. Aku tenang, seperti biasanya.
Aku mulai butuh lebih banyak halaman.
- Jangan perlihatkan… - Aku tahu.
…apa yang kau tulis. Serius.
Ya.
Bukan berarti aku…
Aku berniat baik. Pokoknya jangan lakukan itu.
Itu lebih baik untukmu, mengerti?
Aku sangat penasaran bagaimana hasilnya nanti.
Ya.
Misalnya, aku takut membuat kesalahan
dan menyesali sesuatu. Atau merasa kecewa dan sebagainya.
- Penolakan. - Ya, penolakan.
- Itu juga sulit. - Yang terburuk.
- Sangat sulit. - Masalah yang sulit dipahami.
Aku terjebak dalam cinta segitiga.
Secara tak sengaja. Aku tak memberi tahu dengan siapa aku bicara. Entahlah.
- Hai. - Halo.
Aku sangat menantikan kencan ini.
Senang mendengarnya. Aku juga. Pakai baju apa hari ini?
Aku pakai celana panjang jin warna putih.
TUKANG KAYU
Sepatu hak klasik.
Baiklah. Apa kau suka sepatu kets, celana olahraga, dan sejenisnya?
Sejujurnya, aku tak suka pakai celana olahraga. Aku tak punya. Kau suka?
Aku suka celana jin bolong, entahlah.
Aku belum pernah pacaran dengan pria yang menyukai celana jin bolong.
Keren. Tapi aku juga punya celana jin utuh dan celana lainnya.
- Tak semuanya bolong, tahu? - Apa lubangnya sangat besar?
- Hari ini aku pakai yang berlubang besar. - Ya?
- Kau akan belajar menyukainya. - Menarik.
- Kau akan pakai celana jin berlubang… - Itu pasti lucu.
Aku suka kau makin sering tertawa bersamaku.
Awalnya aku ingin mencari tahu
- hal serius, hal mendasar… - Itu bagus.
Aku tahu apa yang kuinginkan.
Kau adalah dirimu sendiri. Kau unik saat ini, ya?
Seperti apa kau dan hubunganmu?
Aku ke Polandia bersama pacar pertama. Kami pacaran sejak sekolah.
- Ya. - Kupikir dia cinta sejatiku,
kami akan punya dua anak dan segalanya. Tapi ternyata dia berselingkuh.
Kupikir itu adalah akhir hidupku.
Aku tak mau mengalami patah hati lagi.
Aku mengerti. Apa kau sudah siap memercayai seseorang seratus persen?
Jika memang sepadan, ya.
Malika tampak lebih dewasa dari separuh gadis lainnya.
Menurutku dia buat pria merasa sangat aman sebagai pasangan.
Itu juga sangat menarik.
Kami memiliki karakter yang sangat mirip.
Kami bercanda, ada kecocokan. Perasaan itu makin kuat.
Namun…
Aku tergila-gila pada Kinga.
Aku hanya memikirkan dia. Saat aku ke gimnasium di pagi hari.
Aku tak sabar menunggu kencan kami.
- Hai. - Hai, Krzyś.
- Kinia. - Ya, Kinia.
Ya, yang terbaik.
AGEN PROPERTI
Aku senang kau mengatakan itu. Apa kau sedikit memikirkanku?
Ya, kau tahu itu. Menurutku ini sudah jelas, 'kan?
Aku juga sering memikirkanmu.
Aku rindu.
Seperti Romeo.
- Itu gila. - Apa kabar, Sayang?
Kurasa kita akan bicara, ya? Atau hanya akan merindukan?
Ini sangat bagus. Aku tertarik dengan energi yang kita rasakan bersama.
- Sulit untuk dijelaskan. - Ya.
Aku merasa nyaman bersamamu dengan cara yang…
Aku tak perlu berpura-pura menjadi orang lain. Kau mengerti aku.
Bahkan saat kita tak bicara tentang hal spesifik,
ini masih seperti… Aku merasa kau sudah mengenalku.
Kita seharusnya saling mengajukan pertanyaan, 'kan?
- Kita harus mulai. - Kita tak tahu apa-apa…
- Kita seharusnya menikah, jadi… - Ini akan bermanfaat.
Ayo, tanyakan saja. Ini terlalu manis.
Baiklah.
Kita jatuh cinta dalam dua hari, lalu?
Menurutmu, seberapa sering pasangan harus berhubungan seks?
Harus sering melakukannya.
Aku suka jawaban itu.
"Aku suka jawaban itu."
Kita tak menanyakan hal tertentu karena tahu segalanya.
Astaga.
Kau suka berciuman?
- Aku menyukainya. - Sangat?
Sangat. Itu akan menyenangkan… Aku menunggu mau melihat bibirmu.
Bukan hanya melihat.
- Krzyś… - Apa?
Ada apa?
Kemarilah. Kita bisa berpelukan saja.
- Ya? - Ya.
Kita bisa meruntuhkan dinding ini.
Seharusnya mudah. Aku sudah meruntuhkan banyak dinding.
Kau manis sekali.
Kinga. Di sisi lain, Malika.
Aku merasa sangat bodoh.
Masih ada dua. Aku lebih suka berkencan hanya dengan satu orang.
Aku merasa aku makin dekat ke garis finis,
karena perasaannya sangat kuat.
Aku melihat wajah bahagia. Pertanda baik?
Lihatlah dirimu!
- Wajahku yang sangat bahagia. - Aku suka.
RUANG PRIA
Krzysztof!
Krzysztof mendarat dengan pesawat F-16.
Aku sangat terkejut. Aku bahkan tak tahu kapan.
Bagus.
Kurasa dia satu-satunya pria yang tak kucatat saat kencan.
Aku tak tahu apa-apa. Aku hanya asal bertanya,
No comments yet. Be the first to leave one.