Las primeras 200 líneas.
ALKOHOL BERBAHAYA
Minuman beralkohol berbahaya.
Minuman beralkohol berbahaya.
KARAKTER FIKTIF.
NAMA PUN FIKTIF.
SEMUA HEWAN TAK TERSAKITI.
..:: Terjemahan dan Lirik oleh ::.. ..:: I N D O F I L E M 2 1 ::..
Origin.
Perusahaan triliun dolar yang menjejaki 70 negara di seluruh dunia
memiliki pengumuman besar hari ini.
Halo. Karena setiap kisah punya akhir.
Kisahku sebagai CEO berakhir hari ini.
Aku pensiun sebagai CEO Origin.
Dalam seminggu, kami akan mengumumkan CEO baru.
John Bates, CEO Origin telah mengejutkan dunia bisnis
dengan kemundurannya.
Ada banyak perkiraan yang beredar
tentang pemimpin baru Origin.
Sebuah pekerjaan impian.
Kemungkinannya adalah...
Felix Eucipher, Joe Richards, Michael Angler dan Rishi Kumar.
Rishi Kumar, nama yang terasa asing sebelumnya.
Namun kini, dia punya kesempatan untuk menjadi CEO
perusahaan terbesar di dunia, grup Origin.
Jika ini menjadi kenyataan,
namanya akan menjadi kebanggaan bagi semua orang Telugu di dunia.
Selamat datang!
Seperti Anda, saya juga bersemangat untuk menerima CEO Origin yang baru.
Dia pria yang berkomitmen, percaya diri,
dan pemberani.
Dia adalah Tuan Rishi Kumar.
Terima kasih. Terima kasih.
Berita sibuk yang menyatakan bahwa
ini adalah posisi impian semua orang.
Namun saya tak percaya pada mimpi.
Hanya pada kenyataan.
Ini keinginan saya yang akhirnya menjadi kenyataan.
Terima kasih telah percaya saya.
Terima kasih.
- Semoga sukses. - Terima kasih.
Dunia ini milikmu.
Nuvve Samastham, Nuvve Sidhantham Kau segalanya dan kau kebijakannya
Nuvve Nee Pantham, Nuvele Anantham Kau tantanganmu sendiri dan kau tak terbatas
Prathi Nisi Masai Nilo Kasse Disayi Biarkan malam berubah jadi abu dan api di hatimu menunjukkan arah
Adugessai Missile-u laaa-aa Bergerak maju secepat rudal
Prathi Sakham Shatham Agar setiap abad
Prathi Yugam Yugam Nee Pere Vinethana Juga setiap generasi mendengar namamu
Gelupu Nee Vente Padelaa Buatlah kemenangan selalu berpihak padamu
Nuvve Samastham, Nuvve Sidhantham Kau segalanya dan kau kebijakannya
Nuvve Nee Pantham, Nuvele Anantham Kau tantanganmu sendiri dan kau tak terbatas
Needokka Maargam Caramu unik
Anithara Saadhyam Itu takkan bisa dicapai orang lain
Needokka Parvam Caramu bisa dijadikan bab
Sikharapu Garvam Kebanggaan dari puncak gunung
Nudutuna Rasse Rathani telipe Lipine chadivuntavu Kau pelajari naskah yang digunakan untuk menulis takdir
Nii talarathanu sonthaga nuvve rasukupotunavu Kau menulis nasibmu sendiri
Votami bhayame unnodavadu vodani ruzuvve nuvu Kau bukti bahwa tidak ada rasa takut akan kekalahan
Gelupuke sontham Ayyavu Kau sudah terbiasa dengan kemenangan
Nuvve Samastham, Nuvve Sidhantham Kau segalanya dan kau kebijakannya
Nuvve Nee Pantham, Nuvele Anantham Kau tantanganmu sendiri dan kau tak terbatas
- Halo, Pak. - Halo.
Setelah kesuksesanmu, kami semua ingin tahu tentangmu.
Dari mana orang tahu bahwa dirinya sukses?
Masa lalu.
Masa lalu kita menentukan kesuksesan kita.
Di mana kita dulu, di mana kita sekarang.
Dari situ kita akan mengerti, kita berhasil atau tidak.
Pernah mengira kau akan sesukses ini?
Ya, itulah sebab aku di sini.
Gajimu per tahun 125 juta dolar.
Sekitar 950 miliar rupe, plus saham perusahaan.
Kau sudah jadi miliarder.
Kau banyak uang, bagaimana perasaanmu?
Uang.
Ayahku pinjam sepuluh ribu dolar saat aku kecil.
Dia akhirnya tak bisa bayar.
Pemberi pinjaman datang setiap minggu.
Kenapa kau meminjam bila kau tak bisa membayarnya?
Ini sudah setahun.
Kapan kau akan bayar?
Kenapa kau tersenyum?
Kau tak malu?
Silakan tehnya.
Tidak perlu beramah-tamah.
Jangan usir aku dengan teh.
Kau manusia, 'kan?
Kenapa kau tidak masuk akal?
Kenapa kau berkeluarga?
Agar mereka bisa menderita bersamamu?
Ibuku takut pria itu datang lagi.
Kami sembunyi darinya, meski kami ada di rumah.
Lebih dari ribuan miliar yang kumiliki.
Aku lebih sakit karena tak punya sepuluh ribu saat itu.
Uang itu aneh.
Bukan segalanya.
Tapi segalanya butuh uang.
Saat kita mengejar uang, uang bergerak lebih cepat dari kita.
Jika kita tak memikirkan uang, uang akan menjauh dari kita.
Karenanya, aku terus berlari.
Penjelasan bagus.
Definisi sukses?
Tidak ada definisi untuk sukses.
Saat kita sukses, kita menjadi definisi itu.
Nuvve Samastham, Nuvve Sidhantham Kau segalanya dan kau kebijakannya
Nuvve Nee Pantham, Nuvele Anantham Kau tantanganmu sendiri dan kau tak terbatas
Hai, Rishi.
Kau paling dicari di Google belakangan.
Langsung ke intinya.
Baiklah.
Aku ulang tahun.
Baik.
Selamat.
Pestaku malam ini.
Tidak ada alasan, kau harus datang.
Tentu, aku akan datang.
Terima kasih.
Nidhi!
Ada apa, Kawan?
Kau lupa dengan temanmu setelah terkenal?
Apa kami akan membiarkanmu lupa?
Hei, Kanna!
Rishi, singaku!
- Kenapa ke sini? - Kejutan!
Hai, Rishi!
- Hei! - Senang bertemu denganmu!
- Hai! - Hai!
- Halo! - Hai, Kawan.
Apa kabar, Rishi?
Geetha, kau masih diet?
Kau belum berubah, Rishi.
Hai, Rishi!
- Prof! - Hai!
Prof, kenapa ke sini?
Katanya ini kejutan, aku pun langsung ke sini.
Terima kasih, Nidhi. Ini untuknya.
Ya, Rishi, ini bahkan bukan hari ulang tahunku.
- Ini kejutan untukmu. - Terima kasih, Nidhi.
Rishi, aku melihat banyak grup di Institut sebagai profesor.
Hanya sedikit grup yang spesial.
Tapi kau, telah membuat grupmu jauh lebih spesial untukku Rishi.
- Terima kasih, Prof. - Ya.
Terima kasih semua, telah mewujudkan ini untukku.
Banyak kenangan saat aku melihat kalian semua.
Di mana mulanya?
Hei, Bung! Kau ingat kendaraan pertamamu?
Tuk tuk tuk...
BEBERAPA TAHUN SEBELUMNYA...
KOLONI KPHB, HYPERABAD
Hei. Berikan pada ayahku.
Kawan.
Teman boleh terlibat dalam masalah cinta temannya.
Tapi bila menyangkut orang tua, sebaiknya teman itu mundur.
Berikan itu sendiri.
- Pegangi. - Aduh.
Apa kau sudah gila? Apa tak ada yang lain?
Urusanku sudah beres, tapi dia mengacau.
Ini aturannya.
Hei, diam! Aturan apa?
Kenapa pekerjakan orang bodoh?
Kenapa tak dipecat?
Ayahmu menyukainya, Pak.
Kenapa masih di sini? Keluar!
Maaf.
Siapa orang bodoh itu?
Dia masih atasan kita, Rahul.
- Ini untuk bapak. - Baik.
Tetap di posisi!
Perhatikan bolanya!
Kau mau apa?
Aku merencanakan sesuatu di belakangnya.
Hati-hati pegangnya.
Dia keluar!
Kau bodoh?
Bodoh?
Kasar pada orang tua?
Hei! Beraninya kau memukulku?
Hei!
Hei, siapa kau?
Aduh, sakit!
Itu antara aku dan dia. Kenapa ikut campur?
Kau perlu topi? Sana!
Hei!
Dia keluar sekarang.
- Kau tak memakai pelindung? - Tidak.
Harusnya pakai!
Kenapa kau memukul kami?
Kalian meneriaki rektor di depan umum.
Tak tahu caranya menghormati orang?
Kenapa dengan rektor itu? Kau anggap kami siapa?
- Kau Amit, 'kan? - Namaku Rahul.
Jangan bohong, Amit.
Aku bersumpah, namaku Rahul.
- Hei, Kanna. - Ya, Kawan.
Dia Rahul, bukan Amit.
Aku juga sudah curiga. Amit berkulit cerah, dia gelap.
Kau juga tak yakin?
Kau berapi-api, aku tak mau menahanmu.
Pukulanku keras.
Kenapa diam saja?
Aku agak pemalu orangnya.
No comments yet. Be the first to leave one.