Las primeras 200 líneas.
ADA JEMBATAN BERNAMA SIRÁT PENGHUBUNG SURGA DAN NERAKA.
MEREKA YANG MELEWATINYA DIPERINGATKAN BAHWA JALANNYA
LEBIH TIPIS DARI SEHELAI RAMBUT DAN LEBIH TAJAM DARI SEBILAH PEDANG.
Baik.
Ayo.
Ayo.
Hati-hati.
Ayo.
Terima kasih.
Coba paskan.
Baik, pelan-pelan.
Halo.
Terima kasih banyak.
Ayo.
Tolong dilihat... / Kau pikir dia di Maroko.
Kami kira begitu.
Putrimu? / Ya.
Saudarimu? / Ya.
Aku turut prihatin.
Kami akan cari. Kertasnya kusimpan. / Simpan saja.
Semoga berhasil.
Nomornya ini.
Terima kasih. / Terima kasih.
Berikan padaku.
Aku akan lanjut sebentar.
Yakin?
Istirahatlah.
Esteban, sedang apa, Nak?
Apa?
Aku mengikutimu.
Aku mencarimu.
Ayo kita pergi.
Aku mau tanya mereka.
Halo.
Halo.
Kau kenal gadis ini?
Berbahasa Spanyol jika mau.
Dia putriku.
Sudah lima bulan kami tak dengar kabar darinya.
Kami diberitahu kami mungkin bisa menemukannya di sini, di festival ini.
Kau melihatnya?
Namanya Mar.
Tidak familiar, maaf.
Tidak?
Kau mengenalnya?
Aku tidak mengenalnya.
Ada acara lain di gurun.
Acara lain?
Saat ini berakhir, ada yang lain.
Dia mungkin ada di sana.
Kau pergi?
Ke acara itu?
Mungkin. Entah. Kami tak yakin.
Mungkin.
Minggir! Pergi!
Kami punya perintah untuk mengosongkan tempat ini.
Mulai sekarang keadaan darurat.
Semua orang Eropa diperintahkan masuk ke van.
Ini area terlarang mulai sekarang.
Tolong!
Ayolah, tolong!
Tolong, ini demi keselamatan kalian.
Dekati kendaraan dengan tertib.
Berhenti! Hei, berhenti!
Cukup!
Kami tidak mengganggu! Kami cuma menari!
Keluar dari sini!
Apa yang kau lakukan?
Cukup!
Tidak.
Kau ini kenapa? / Minggir.
Tenang!
Mau ke mana, Nyonya?
Buang air kecil. / Apa kataku?
Pergi!
Tidak apa-apa, santai.
Apa? Kau mau menembakku cuma karena kencing?
Kau cuma anak kecil.
Masuk ke van.
Pelan-pelan.
Masuk ke van. / Pelan-pelan.
Bukannya itu gadis yang tadi?
Jalan.
Yang mau ke pesta itu.
Baik, jalan!
Ayo kita pergi dari sini! Cepat!
Tolong!
Jalan, Ayah!
Ayo! / Ikuti mereka! Ayah!
Tunggu, biar aku bermikir!
Berpikir apa? Jalan!
Ayo, Ayah, jalan!
Permisi! Pak!
Luar biasa!
Kita berhasil!
Tidak apa-apa, mereka datang.
Ayo!
Bagus sekali!
Ayo!
Kalian mengikuti kami?
Apa?
Kalian mengikuti kami?
Ya. Kami ingin pergi ke acara yang kalian tuju.
Bukan ide yang bagus, seperti yang kalian tahu.
Kami ingin mencari putriku. Dia mungkin ada di sana.
Dia mau apa?
Dia mencari putrinya.
Dia ingin mengikuti kita.
Ikuti kita? Ini lelucon?
Mobilnya tidak akan kuat.
Cuma itu yang kami punya.
Kurasa tidak mungkin.
Jalannya berbahaya.
Sebaiknya kalian menjauh.
Tolong, kami harus.
Sial.
Sial, mereka ingin mengikuti kita.
Kurasa kau tidak mengerti apa yang akan kau hadapi.
Ini gurun.
Bagaimana jika ada masalah?
Baik. Kami akan tetap mengikutimu.
Kami tidak punya pilihan.
Punya. Kau bisa kembali.
Tolong, biarkan kami ikut.
Kami harus menemukannya.
Ledakan di berbagai kota di seluruh negeri.
Serangan sedang berlangsung di setidaknya empat lini.
Semalam, perang pecah.
Bandara militer diserang. Ada kepulan asap.
Situasinya sangat kacau.
Pemboman telah dilaporkan baik di timur maupun barat negara itu.
Antrean warga sipil tanpa henti ke perbatasan. Tidak ada lagi...
Ini gila.
Situasinya makin tak terkendali.
Mari kita lanjutkan.
Tidak mungkin di sini.
Ayo!
Semoga ada bensin di yang berikutnya.
Insya Allah.
Tidak bisa. Uangnya tidak cukup.
Ini tidak cukup. / Tidak.
Kau harus membayar lebih.
Tolong kami. / Ini sangat mahal.
Ini kemahalan. / Ya.
Aku mengerti, tapi jika tidak itu tidak sepadan bagi kami.
Yang kau punya di sini cuma cukup untuk satu kaleng.
Satu kaleng? / Ya, satu.
Tidak! Kami butuh tiga.
Tapi ini tidak cukup untuk tiga.
Tidak, simpan uangnya.
Celaka kita.
Tidak. / Mereka minta lebih. / Berapa banyak? / Entah.
Aku punya...
Ini.
Aku punya ini, lihat.
Ini tidak apa-apa? / Ayo, Afaque.
Tiga ratus. / Tawarkan pada mereka.
Jangan bilang apa-apa. Berikan uangnya padaku.
Kurasa ini cukup.
Sekarang sudah?
Baik?
Baik, sangat baik.
Terima kasih.
Sama-sama. Ayo. / Terima kasih.
Ayo, bantu aku.
Terima kasih.
Kita mulai mengisinya?
Siapa namamu?
Luis.
Ini akan membawa kita ke sana?
Sepertinya tidak.
Sejauh itukah?
Begitulah hidup.
Tinggalkan di sini, Luis.
Bantu aku.
Seperti itu. Bisa taruh... Lihat, pegang di sana.
Itu. Bukan yang itu.
Yang ini?
Itu.
Itu ke sana. Kaitkan.
Aku minta lebih banyak foto putrinya.
Mari kita lihat.
Dia sangat mirip Esteban.
Dia terlihat sedih.
Sedikit, ya.
Pintunya? / Pintunya di sana. Yang ini.
Harusnya sejajar van. / Tentu.
Baik. Yang ini. Paham. Yang ini.
Bisa bayangkan mereka di gurun?
Aku tadi berpikir...
Apa? / Kemarin kau mendengkur lebih keras daripada Pipa.
Kalian berdua mendengkur.
Ya. / Sungguh?
Kau mendengkur keras sekali.
Aku tidur pulas sekali.
Kami berdua.
Kalian berdua mendengkur.
Kalian seperti duet.
Duet musik? / Kau juga. Denganmu kita jadi trio.
Tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.