Las primeras 200 líneas.
Kau memintaku mengingat kau pria seperti apa.
Aku sudah mengingatnya sekarang.
Kaulah yang atas nama cinta dipilih Suh Eun Gee.
Kaulah yang telah membuat jantungku berdebar.
Sebelum aku hilang ingatan, bagiku kau adalah pria seperti itu.
Diterjemahkan oleh : Sue Valentino & CalVter
Episode 16
Kau ingat?
Di sini.
Aku katakan padamu tepat di sini.
Kau tak ingat?
Kau tak ingat?
Karena seorang pria bernama Kang Ma Roo...
Aku mulai menikmati bangun tidur, bernapas, dan menikmati hidup untuk pertama kalinya.
Jadi, satu-satunya permohonanku adalah...
Bisa melihatmu setiap hari dan mengatakan "aku mencintaimu"...
Aku ingin mendengarmu mengatakan "Aku mencintaimu" untukku setiap hari...
Saling berbagi mimpi...
Aku ingin memiliki anak dan membesarkan mereka...
Dan hidup seperti itu sampai tua bersama.
Apa itu mungkin?
Aku ingat.
Apa itu mungkin?
Menurutmu itu bisa terjadi?
Kenapa kau tak menjawabku?
Kita menikah saja.
Aku ingin menikah denganmu, Ma Roo.
Aku tak mau menjadi tunangan palsumu.
Aku ingin kita benar-benar menikah.
Kita menikah...
Dan aku ingin menjadi bagian dari keluargamu.
Keluarga yang hangat dan nyaman.
Kita menikah, ya?
Baiklah.
Kita menikah.
Kita harus pergi ke suatu tempat.
- Cantik, kan? - Ya.
Kau juga suka?
Aku ingin mengenakan yang seperti itu di pernikahan kita.
Aku akan mulai mempersiapkan pernikahannya besok.
Karena aku sudah memilih gaun pengantinku...
...sekarang aku harus memesan tempat.
Apa lagi yang harus kulakukan?
Kita harus berbulan madu.
Benar.
Kita bulan madu ke mana?
Apa ada tempat yang kau pikirkan?
Yah, di mana saja tak masalah.
Kita nanti punya berapa anak?
Bagaimana kalau seorang putra dan seorang putri?
Itu sedikit sekali.
Bagaimana kalau sembilan?
Kita bisa membuat tim basket.
Tidak...
Lupakan tim basket. Kita harus mendukung apapun yang mereka ingin lakukan.
Kita jangan memaksa mereka menjadi sesuatu.
Baiklah.
Kita minta Jae Gil menjadi penerima tamu.
Choco akan menyanyi untuk kita.
Siapa yang akan menikahkan kita?
Apa yang akan kita lakukan?
Aku tak tahu karena aku belum pernah.
Lalu, aku harus bertanya pada siapa?
Apa aku harus bertanya pada Sekertaris Hyun?
Dia belum menikah, jadi mungkin dia tak tahu.
Kalau begitu, siapa?
Kenapa seorang wanita cantik sepertimu minum sendirian?
Bagaimana kalau tuangkan segelas untukku?
Pergilah!
Ayolah!
Singkirkan tanganmu dariku.
Hei!
Kau kira aku datang ke sini untuk menuangkan minuman pada orang brengsek sepertimu?
Apa kau bilang?
Kau pikir aku datang ke sini untuk duduk di samping orang brengsek sepertimu?
Dasar wanita gila!
Kalian lihat apa?
Apa yang kalian lihat?
Melirik diriku saja kalian tak pantas.
Kalian kira aku seseorang yang pantas kalian bicarakan?
- Minumlah dengan tenang. - Dia sudah keterlaluan.
Permisi.
Tolong berdirilah, kau sudah mabuk.
Bagaimana kau bisa tahu tempat ini?
Berapa banyak orang yang kau suruh mengintaiku?
Hei, kau, kurasa dia sudah gila.
Jika kau minum denganku, memangnya akan terjadi hal buruk padamu?
Mari kita pergi.
Dulu aku sering datang ke tempat ini.
Sebelum aku mengenal Tae San.
Aku selalu datang ke tempat ini bersama Ma Roo.
Aku ingin tahu apa ia masih sering datang ke tempat ini.
Kita tinggal di mana setelah menikah?
Apa kita tetap tinggal di rumah yang sekarang?
Kalau begitu kita harus membeli perabotan baru.
Mungkin ranjang baru, atau...
Apa kita harus membeli seprei dan selimut juga?
Eun Gee.
Mari kita menikah setelah ingatanmu pulih.
Kenapa?
Bagaimana jika kau berubah pikiran setelah ingatanmu pulih?
Kenapa aku bisa berubah pikiran?
Tidak, itu takkan terjadi.
Kau tak pernah tahu.
Saat ingatanmu pulih...
...mungkin ada pria yang lebih baik yang menunggumu.
Aku tak mau dengannya.
Kau tak pernah tahu.
Aku takkan melakukan itu.
Sama seperti dirimu, aku juga takkan berubah pikiran.
Bagaimanapun juga, sekarang belum waktunya.
Saat ingatanmu pulih, jika kau masih mau menikah denganku...
Jika kau ingin menikah dengan Kang Ma Roo...
Memiliki anak, dan hidup sampai tua bersama...
Maka kita akan menikah.
Jika kau masih merasakan hal yang sama...
Maka aku juga takkan melepaskanmu.
Aku takkan pernah melepaskanmu...
Apapun yang terjadi...
Apapun kata orang.
Suh Eun Gee...
Dia gila, kan?
Dia mau menyerahkan Tae San agar bisa memiliki Kang Ma Roo?
Dia pasti sudah tak waras akibat cidera otaknya.
Aku...
Han Jae Hee...
Aku tinggalkan Kang Ma Roo agar bisa memiliki Tae San.
Pilihanku tepat, kan?
Tanyakan pada siapa saja di luar sana.
Siapa yang benar dan siapa yang normal.
Jika kau menjadi Han Jae Hee...
Jika kau menjadi Suh Eun Gee, apa yang akan kalian semua lakukan?
Ya...
Aku yang benar.
Kita yang benar.
Bukan begitu?
Jadi, kau mau kembali?
Seperti Suh Eun Gee, kau mau menyerahkan segalanya...
...dan kembali pada Kang Ma Roo?
Kau takkan melakukan itu, kan?
Han Jae Hee tak mungkin melakukan hal seperti itu.
Aku...
Kau memintaku ikut denganmu.
Kau bilang kau ingin pergi ke sana.
Aku mengkhianati mendiang Presiden Suh yang paling mempercayaiku.
Aku sampai sejauh ini, bahkan aku terlibat dalam kematiannya.
Begitulah hingga aku bisa jadi seperti ini.
Kau menyimpang dan kehilangan arah tujuan...
Kali ini kubiarkan, tapi ini peringatan terakhir.
Kuharap Presiden Suh yang menjadi korban satu-satunya dalam perjalanan kita.
Jangan tambahkan Kang Ma Roo di dalam daftar.
Apa maksudmu bicara begitu?
Apa maksudmu?
Oh, iya...
Korbanmu bukan hanya satu, tapi dua.
Kang Ma Roo mengaku bersalah atas pembunuhan yang kau lakukan.
Istirahatlah.
Kuharap Presiden Suh yang menjadi korban satu-satunya dalam perjalanan kita.
Jangan tambahkan Kang Ma Roo di dalam daftar.
Oh, iya...
Korbanmu bukan hanya satu, tapi dua.
Kang Ma Roo mengaku bersalah atas pembunuhan yang kau lakukan.
Kau baik-baik saja, Eun Gee?
Ya, aku baik-baik saja.
Kau mau segelas air?
Tidak, terima kasih.
Hidup ini sulit, kan?
Hidupmu atau kakakku...
Disaat kalian berdua masih muda, kenapa hidup kalian begitu sulit dan keras?
Walau begitu, jika kau menunggu dengan sabar hari yang cerah akan datang.
Itu pengalamanku. Aku sudah pernah mengalaminya.
Terima kasih.
Munculkan ingatan yang paling menyakitkan dalam hidupmu.
PR-mu hari ini...
Kenapa kau mengemudi di jalur yang salah?
Siapa yang kau lihat dan yang kau tuju?
Munculkan ingatan itu dan bawa padaku.
Menyakitkan...
Ingatan...
Mengemudi di jalur yang salah...
Kecelakaan.
Choco!
- Boleh aku pakai komputermu? - Tentu.
Tn. K?
Kenapa kau ingin tahu tentang kecelakaanmu? Itu hanya akan membuatmu terluka.
Dokterku bilang aku harus memikirkan ingatan yang paling menyakitkan.
Disitulah aku bisa mulai memulihkan ingatanku.
Tn. K...
Siapa dia?
Apa dia terluka?
Dia tak mati akibat kecelakaan itu, kan?
Kau mau mati?
Kenapa kau tiba-tiba bilang begitu?
Kau tahu, aku baru saja bertemu siapa?
- Siapa? - Tae Oh.
Dia seniormu sewaktu kuliah dulu...
Juga seorang ahli saraf di RS Universitas.
Aku tak tahu.
Aku tak tahu kau sakit parah.
Mereka bisa mendengarmu dari atas.
No comments yet. Be the first to leave one.