Las primeras 200 líneas.
Takeo, kau menunggu lama?
Aku baru sampai.
Sunakawa, mau ikut ke bioskop, enggak?
Kau suka baca dan menonton film, 'kan?
Aku lagi enggak punya uang.
Sempurna!
Eh?
Enggak, bukan apa-apa.
Sekarang hari kebanggaanku!
Aku baru gajian.
Ayo!
Yo!
Baiklah, aku pinjam dulu.
Namaku Takeo Gouda, kelas satu SMA.
Sudah mau musim gugur,
tapi bagiku, masihlah musim semi.
tak terkejar
oitsukenai
meski ingin kukejar
oitsukitai no ni
inilah kisah yang tak terduga, berilah ku jawaban
totsuzen monogatari Give Me an Answer
ku tak tahu jawabannya
wakaranai yo Answer
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
bila saja cinta itu layaknya permen
okashi mitai ni suki mo
yang harus dilakukan menurut resep saja
Recipe toori ni ikeba ii no ni
bila saja jarak antara kita seperti kue busa
Meringue mitai ni kyouri mo
di mana hanya butuh waktu 'tuk mengubahnya
jikan shidai de kawareba ii no ni
ketenangan dan semangat itu kawan lama
reiseisa to nekketsusa ga osananajimi nan da
apa selama hidup ini kita jalani tanpa pegangan tangan
isshou te mo tsunagenai mama kana
aku tak mau
ya da yo
tak terkejar
oitsukenai
meski ingin kukejar
oitsukitai no ni
inilah kisah yang tak terduga, berilah ku jawaban
totsuzen monogatari Give Me an Answer
sebegitu canggung
bukiyou de
dan kikuknya itu
gikochinai hodo
akankah dimulai dengan sayang belaka
itoshiku hajimaru no
berilah ku jawaban
Give Me an Answer
jawaban 'tuk masa depan
miraikei no Answer
HARI KEBANGGAANKU
Apa betul kau lihat pelakunya?
Betul! Aku tak bohong!
Aneh.
Mati lampu yang terjadi di area ini bukanlah karena sambaran petir, tapi karena kurang daya.
Takeo.
Suna!
Bagaimana filmnya?
Bagus, ya?
Akhirnya berbeda dari buku, tapi selebihnya bagus.
Menyenangkan, enggak?
Apa menyenangkan?
Eh?
Ya, menyenangkan.
Baguslah!
Kenapa, sih?
Omong-omong, kapan pelakunya mati?
Saat Takeo ketiduran.
Padahal dia bukan pelakunya.
Lihat, Sunakawa. Pegunungan, lo!
Ya, gunung.
Bagaimana, Suna? Itu pegunungan, lo!
Ya, gunung.
Sunakawa, main ke gunung menyenangkan, ya?
Bagaimana, Suna?
Main ke gunung menyenangkan, ya?
Ya, aku enggak terlalu suka daki gunung.
Kurasa.
Menyenangkan?
Apa menyenangkan?
Ya, menyenangkan.
Baguslah!
Oh, kebetulan sekali!
Kita istirahat di sana.
Ya, ya.
Suna!
Selamat...
...ulang tahun!
Lo?
Sekarang hari ulang tahunmu, 'kan?
13 September 'kan?
Ya, 13 September.
Oh ya, sekarang hari ulang tahunku.
Aku cuma agak kaget.
Enggak kusangka akan kayak begini.
Kau biasanya peka banget,
tapi kayaknya kami berhasil.
Ya, begitulah.
Aku sama sekali enggak menyangka.
Aku enggak tahu harus apa.
Cukup bersenang-senang saja.
Betul juga, ya.
Aku akan bersenang-senang.
Terima kasih.
Berhasil!
Ini kadomu.
Apa ini?
Selimut.
Kau gampang kedinginan, 'kan?
Selalu bergulung dalam selimut sampai pagi.
Sedangkan kau selalu singkirkan selimutnya.
Habisnya panas.
Aku pernah susah tidur gara-gara kakiku kepanasan,
jadi kutempelkan di jendela biar dingin.
Begitu, ya.
Badanmu memang alami panas, ya.
Ya.
Akan kupakai.
Terima kasih.
Ya.
Cocok denganmu.
Terima kasih.
Selamat datang!
Karena sekarang hari kebanggaanku,
jadi pesanlah sesukanya.
Kau keren pakai seragam itu.
Aku suka!
Ini menunya.
Wah, ada teh protein.
Kalau aku minum, bakalan tumbuh besar enggak, ya?
Kalau tumbuh besar,
aku bisa makan telur dalam hitungan menit enggak, ya?
Mungkin bisa.
Kalau tumbuh besar, Takeo akan membenciku enggak, ya?
Meski kau tumbuh besar, aku enggak akan pernah benci.
Aku pesan jus jeruk.
Oh, aku teh susu. Pakai es.
Baik.
Ada pesanan!
Satu jus jeruk dan satu es teh susu!
Takeo lagi bekerja.
Keren banget!
Bagaimana ini?
Nampannya malah kayak piring di tangannya.
Ya, betul. Keren banget!
Kudengar manajer kafe memintanya untuk enggak keluar,
jadi dia cuma bekerja pas senggang saja.
Katanya, dia punya banyak penggemar.
Apa kau Takeo Gouda?
Kau siapa?
Oh, jadi begitu.
Kau ganteng, sih.
Aku tahu.
Tapi, akulah pemenangnya.
Aku Takeo Gouda!
Eh?
Eh?
Itu temanku, Sunakawa.
Oh, Suna.
Eh? Sunakawa?
Eh? Kau Gouda?
Ya.
Takeo?
Murid SMA?
Betul.
Takeo Gouda?
Betul, aku Takeo Gouda.
Ada perlu apa sama aku?
Aku enggak berniat buruk.
Ini kartu pengenalku.
Universitas Ousaki?
Hayato Oda?
Itu tempat kuliah kakakku.
Eh? Kakak?
Oh, Kakak!
Halo!
Oh, halo!
Maaf, Takeo.
Mengganggumu pas lagi kerja.
Dadah.
Rupanya dia temannya kakak, ya.
Kakakmu baru pulang, ya?
Oh ya, katanya dia mau liburan di rumah.
Apa yang kaulakukan sama Takeo?
Sudah jelas, 'kan?
Aku sudah bilang suka padamu, 'kan?
Makanya aku ke sini.
Dan aku mau lihat cowok yang kausukai.
Orang yang kausukai,
Takeo Gouda.
Eh, bukan yang itu, 'kan?
Pasti ada Takeo Gouda yang lainnya, 'kan?
No comments yet. Be the first to leave one.