All These Small Moments

All These Small Moments

Descargar subtítulo en Indonesian

Información de lanzamiento

All These Small Moments 2019 1080p WEB-DL H264 AC3-EVO
Comentario por Bandar1

Etiquetas

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
AC3
1080
Publicado el: 2019-01-21
Descargas: 13
Para personas con discapacidad auditiva: No

Vista previa de los subtítulos en Indonesian

Las primeras 200 líneas.

Bonus 0.25% Commision Grade A Bonus 0.7% Rollingan Casino

Sekarang aku harus menyikat sesuatu kemampuan manajemen waktuku.

Kau memiliki masalah!/ Terima kasih untuk itu.

Masalah?/ Ya, kau seorang penimbun!

Masalah? Menurutku menjadi penimbun bukan masalah.

Ya, ini contohnya. Oke? Bon taksi dari 2010.

Kau tak pernah tahu kapan membutuhkan itu.

Aku bisa beritahukan ini kepadamu. Kau tidak akan membutuhkan ini.

Ini adalah surat-suratku. Tolong letakkan itu.

Kita akan urusi ini nanti./ Dan.... "Surat-suratku."

Bon taksi sekarang surat-surat?

Jadi menyebut itu surat-surat juga masalah untukmu?

Bisakah kau berhenti menyebutkan kata surat-surat? Astaga!

Sialan!

Aku baru saja cuci-kering baju ini.

Maaf.

Maaf, sayang, kau cuci-kering kemejamu?

Ya. Ya, cuci-kering.

Aku membawanya ke tempat yang ibu selalu sebutkan untuk didatangi...

...lalu aku meminta mereka mencuci kering baju ini.

Permisi...

Aku punya banyak sejarah dengan baju ini.

Simon, berikan aku bajumu./ Apa?

Bajumu. Cepat./ Tidak.

Cepat.

Lepaskan aku!

Demi Tuhan! Apa yang merasukimu?

Tolong aku, kawan, ayolah.

Oke, oke, hentikanlah. Astaga.

Aku tidak akan bertanya.

Ayo. Cepat. Ayo. Ayo, ayo.

Apa aku terlihat rapi?

Apa?/ Hei, tenanglah! Ayolah.

Hei, jangan khawatir. Aku takkan beritahu dia tentang penyakit kelaminmu.

Duduk dan diamlah./ Baiklah.

Anak kecil jangan ikut campur. Ini percakapan antar orang dewasa.

Senang kau membawa itu ke sana.

Kau butuh bantuan dengan itu?

Apa?/ Kau memang payah.

Baiklah, anak-anak, berkumpul!

Ayo!

Hei, apa kau baik saja? Apa kau butuh bantuan?

Ya, ya, aku tak apa.

Kau Howie, 'kan? Saudaranya Simon?

Ya. Jangan lampiaskan itu padaku.

Simon dan aku satu kelas di kelas Bahasa Prancis.

Ya, dia memang biang onar.

Tidak, itu tidak benar.

Kau tahu, kalian punya mata yang sama.

Keduanya memiliki tatapan yang dalam.

Semoga kau diberkati./ Terima kasih.

Aku Lindsay, omong-omong.

Kenapa kau tidak ikut olahraga?/ Asma.

Patah tangan./ Ya, aku bisa lihat.

Tidak, tidak, tunggu. Mundur.

Untuk apa?/ Kontes mengeja.

Apa kalian kenal gadis bernama Lindsay?

Simon, kurasa dia satu kelas di Bahasa Prancis denganmu.

Jadi?/ Jadi apa itu benar?

Mungkin.

Itu bukan pertanyaan sulit. Dia satu kelas denganmu atau tidak.

Apa dia berambut gelap? Tanda lahir di sini?

Ya, kurasa begitu./ Itu Tigo.

Ya, Tigo nama panggilannya, benar?

Bruce Stagno mencumbu dia saat semester awal...

Dan berkata dia memiliki penyakit pemakan daging diseluruh tubuhnya.

Impetigo./Itu hal terbodoh yang pernah kudengar.

Itu yang Bruce Stagno katakan,

Dan tampaknya itu sangat menular, jadi jaga jarakmu, kawan.

Astaga. Lihatlah dia.

Dia tahu pasti apa yang dia lakukan. Dia menggoda kita.

Peristiwa.

Peristiwa.

P-E-R-I-S-T-I-W-A.

Hei.

Halo?/ Hai...

Bisa kau beritahu anak-anak jika aku tak bisa ikut makan malam lagi? Aku ada...

Apa itu Ayah?/ Salah sambung.

Oke.

Maaf./ Terima kasih.

Geser.

Aku mau kau untuk geser!

Ayo, aku mau tunjukkan sesuatu kepadamu.

Lihat./ Apa?

Ayah tidur di sofa lagi semalam.

Aku berpikir kau mau tahu.

Kau tahu, kita bisa bertemu di kafe.

Aku bisa berpikir lebih jernih di sini.

Lagi pula kenapa kau harus berpikir jernih?

Tentang pengaturan tidur kita saat ini?

Aku tak pernah tidur lebih nyenyak.

Masalahnya adalah, aku tak bisa Melihat ke kanan lagi.

Kau tidak melewatkan apapun./ Ayo, serius.

Aku juga.

Aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa padamu.

Aku berjalan ke kantor kapan hari dan aku melihat pasangan ini.

Mereka mungkin tak lebih dari 25 tahun.

Dan mereka dipenuhi cinta.

Tangan dan lidah di mana-mana.

Semangat cinta yang begitu luar biasa...

Dan aku melihat kita pada mereka.

Sisi bagus dari kita.

Kau tahu, aku benar-benar tidak siap untuk bicarakan tentang ini...

...di tempat pangkas rambut, jika aku boleh jujur.

Sampai jumpa.

Simon!

Harus berapa kali ibu memintamu untuk berhenti melakukan itu?

Kau tak sabar untuk melepas gipsmu?

Kurasa begitu.

Kau mau pergi membeli es krim setelah ini?

Ibu pikir aku masih 7 tahun?

Tidak. Hanya saja itu yang selalu kita lakukan.

Kita pergi ke dokter, lalu kita pergi membeli es krim setelahnya.

Aku tidak butuh es krim, oke?

Hubungan itu rumit. Oke?

Ibu tahu jika saudaramu berpikir itu sesuatu yang ibu lakukan.

Tapi tidak, kau tahu?

Halo?/ Baiklah, Bu.

Aku ingin fokus pada tanganku untuk sekarang, jika itu boleh?

Howie Sheffield!/ Dr. Rogers. Senang melihatmu.

Siap untuk melepas itu?/ Ya.

Tapi itu seperti penarik gadis, 'kan?/ Kurasa begitu.

Aku bisa biarkan kau tetap memakai itu jika kau mau.

Tidak, tak apa, Dr. Rogers.

Itu sangat bagus. Ya./ Terima kasih.

Ibu sangat bangga denganmu!

Semuanya baik?

Dia juara sejati. Ya./ Begitulah anakku./Terasa baik.

Dia bilang padaku jika kau punya sedikit waktu luang.

Itu nomor pribadiku.

Terima kasih, Dr. Rogers.

Sini, biar Ibu bukakan./ Kevin?

Terima kasih./Bagaimana kabarmu?/ Baik./Bagus.

Waktu luang? Apa-apaan?/ Entahlah.

Aku minta maaf sudah mengatakan itu.

Ayo!

Hei, itu artinya kalian juga. Ayo, berkumpul.

Baiklah. Sekarang...

Hei, dimana gipsmu?

Aku melepasnya.

Lalu kenapa kau masih di sini?/ Apa maksudmu?

Maksudku, kenapa kau masih tidak mengikuti jam olahraga?

Mereka tidak tahu jika aku sudah melepasnya, jadi...

Menurutmu mereka tidak akan mengetahui itu?

Apa kau akan beritahu mereka?/ Tidak.

Kalau begitu kurasa kita baik-baik saja.

Ada apa denganmu?

Ada apa denganku?

Tidak ada./ Aku tidak berusaha memojokkanmu...

Aku tak apa. Oke./ Baiklah.

Kau tahu, aku tidak.../ Aku tak apa.

Kadang aku merasa seperti akan dimakan oleh hiu.

Ditelan bulat-bulat.

Tapi aku tidak mati, aku masih hidup didalam hiu,

Didalam perutnya.

Dan meski mereka terus berusaha, mereka tidak akan menemukanku.

Jika kau mau, aku bisa bawakan kau roti isi besok.

Aku tidak keberatan.

Ya, oke. Tentu.

Menurutmu berapa umurnya?

Entahlah. Mungkin 80 tahun.

Tidak, tidak, wanita dari bus.

Kalian harus melihat dia saat pagi hari.

Dia habiskan berjam-jam didepan cermin.

Dia seperti layaknya seorang wanita, kau tahu?

Kau bisa tahu dia melakukan hal-hal yang dilakukan perempuan,

Seperti manikur dan makan petit fours .

Kau pernah dengan tentang anak yang ketahuan mencumbu blewah?

Itu omong kosong.

Ayolah, seolah kau tak pernah memikirkan soal itu.

Ayo.

Aku tak apa./ Tapi kita sudah sampai.

Terserah denganmu.

Hei./ Aku minta maaf.

Aku minta maaf.

Satu.

Terima kasih, Pak./ Terima kasih.

Ya?

Maaf, Bu. Aku tahu itu bukan cara yang bagus untuk mengangkat telepon.

Tidak, aku melewatkan busnya.

Iya, aku tahu itu bukan alasan untuk tidak masuk sama sekali.

Dengar, aku minta maaf, oke? Aku hanya...

Aku sedang banyak pikirkan sekarang.

Iya, oke, aku akan pastikan dikeluarkan bukan salah satunya! Iya!

Bajingan!

Bajingan.

Apa yang kau lakukan?

Menerbangkan layangan?

Kenapa?

Entahlah.

Tampaknya kau tidak terlalu pandai melakukan itu.

Tidak. Jelas tidak.

Ayah jelas selingkuhi dari Ibu.

Bagaimana kau tahu?/ Aku melihatnya bersama Felicity Kavanagh.

Astaga.

Itu tak selalu seperti ini. Ada masa-masa indah.

Bahkan masa-masa terbaik.

Masa-masa saat hanya memikirkannya bisa membuatmu tersenyum.

Aku berada di kereta bawah tanah, dan...

Aku akan senyum sendirian seperti orang bodoh...

All These Small Moments subtitles in other languages

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left