The Fastest Sword

The Fastest Sword (天下第一劍)

Descargar subtítulo en Indonesian

Información de lanzamiento

TheFastestSword1968BluRay720p
Comentario por yoeriadi

Etiquetas

BluRay
720p
720
TS
Publicado el: 2024-02-11
Descargas: 36
Para personas con discapacidad auditiva: No

Vista previa de los subtítulos en Indonesian

Las primeras 200 líneas.

Diterjemahkan oleh Yoe Riadi Jakarta, 10 Februari 2024

Ternyata kau menepati janjimu.

Kenapa kalian bertiga hari ini...

mengundangku ke mari?

Kenapa kau membunuh adik keempat kami?

Ini aneh juga.

Saat itu adik keempatmu yang memintaku untuk berduel.

Apakah aku harus kalah dan tidak bisa menang?

Tapi kau tidak harus membunuhnya.

Kalau aku hanya melukainya,

tidakkah kalian bertiga menyalahkanku...

karena menghina reputasi kalian sebagai 4 Pendekar Pedang Zhongzhou?

Ding Menghao, jangan karena merasa ilmu pedangmu luar biasa,

kau bisa sesuka hati melukai para pendekar.

Kau pikir gelar pendekar pedang terbaik dunia...

akan bertahan selamanya?

Apakah kalian tidak menyukaiku

atau pedangku?

Benar, kami 3 bersaudara perlu meminta petunjuk darimu.

Ilmu pedang yang bagus.

Bagus sih, tapi panasnya masih kurang.

Pak tua, apa yang kau katakan?

Kau punya dendam dengan mereka?

Untuk apa kau mengurusi masalah ini?

Rumor di dunia persilatan mengatakan bahwa pedang Ding Menghao kejam.

Hari ini aku melihatnya dan ternyata memang benar.

Aku mengagumi ilmu pedangmu.

Tapi ingin disebut pendekar pedang terbaik dunia...

rasanya masih belum waktunya.

Kau tidak terima?

Tunggu, tunggu.

Jika kau ingin bertarung denganku,

kita perjelas dulu aturan mainnya...

sebelum kita bertarung.

Cepat kau katakan.

Bagaimana jika kau kalah dariku?

Mungkinkah?

Aku pun tahu itu tidak mungkin.

Maksudku, andai itu terjadi.

Itu omong kosong.

Jika aku kalah, kau pasti akan membunuhku.

Kau masih belum puas?

Apakah kau ingin memotong...

daging di tubuhku sepotong demi sepotong?

Tidak, aku justru kebalikan darimu.

Aku paling benci membunuh dalam hidupku.

Jadi apa yang kau inginkan?

Cukup katakan saja apa maumu.

Begini saja.

Jika kau dikalahkan oleh pipa rokokku,

kau harus ikut bersamaku selama 3 tahun.

Selama 3 tahun kau harus melakukan apa yang aku mau.

Kalau begitu aku juga berubah pikiran.

Aku tak membunuhmu, kau pun harus ikut denganku selama 3 tahun.

Kau akan menjadi pelayanku dan membawakan barang-barangku.

Aku orang yang sudah berusia 80 tahun.

Apakah tidak terlalu tua menjadi pelayanmu?

Aku suka orang semacam kau.

Oke, artinya kau yang menyetujuinya.

Baiklah, ayo kita mulai.

Tunggu, kau mau bertarung apa lagi?

Lihatlah dadamu.

Jadi baik-baiklah ikut denganku.

Hei. Hei.

Guru. Guru.

Orang tua!

Kau lupa kesepakatan kita?

Jika aku lupa pasti sudah sejak lama pergi.

Kalau begitu duduklah dengan tenang di sana.

Guru, jika kau ingin menyiksaku,

bisakah cari cara yang lain?

Setengah tahun aku duduk di sini...

membuat punggungku sakit.

Jadi apa yang ingin kau lakukan?

Terserah kamu.

Asal aku dapat menggerakkan tangan dan kakiku

Baiklah, akan kuberikan cara lain.

Kau salin kembali semua kitab suci di ruangan ini...

lalu tempelkan salinannya satu per satu,

dan menggulungnya ke roda kayu ini.

Setelah selesai turunlah menemuiku.

Salin semuanya?

Kenapa, tidak bersedia?

Turun ikut aku bermeditasi kalau tidak bersedia, ayo.

Baik, baik, aku bersedia.

Guru.

Ada apa, sudah selesai?

Begitu cepat?

Kau lihat saja ke atas.

Baik.

Sungguh cepat.

Caranya cerdas juga.

Tapi apakah kau tahu?

Jari-jarimu tidak kapalan,

dan matamu terlihat kosong.

Sama seperti gulungan kertas putih ini.

Kelihatannya bagus tapi tidak ada apa-apa di dalamnya.

Jika aku terus menyalin nanti tak bisa melihat.

Beberapa hal pakailah hatimu dari pada melihat dengan mata,

akan lebih jelas, lebih dimengerti, benar tidak?

Guru, aku bukan tipe orang seperti itu.

Kau akan menyia-nyiakan usahamu.

Jadi kau tipe orang yang seperti apa?

Aku bukan tipe siapa-siapa.

Sekarang kau mengetahui bagaimana menjadi rendah hati.

Oke, oke.

Berhentilah bicara sinis.

Biarkan aku mengumpulkan tanah, memotong kayu bakar.

Pekerjaan kasar apapun boleh.

Rasanya kehilangan sesuatu jika tangan tidak memegang barang.

Baiklah, ikuti aku.

Untuk apa ini?

Kau lihat batu besar ini?

Ingin aku menghancurkannya?

Ya, tapi harus diubah menjadi sesuatu.

Menjadi apa?

Terserah kau.

Buat saja menjadi sesuatu yang kau suka.

Sekarang aku mau turun gunung untuk jalan-jalan.

Aku akan kembali 6 bulan kemudian.

Karya yang bagus.

Guru.

Kau telah bekerja keras.

Bagaimana menurutmu?

Bagus, tapi...

Kenapa, kau masih belum puas?

Bukannya tidak puas, hanya agak kebesaran.

Dan kau menempatkan Buddha duduk di samping gunung,

bukankah ini keterlaluan?

Begini saja, kau rubahlah.

Aku akan turun gunung mengurus sesuatu.

6 bulan kemudian kita jumpa lagi.

Guru, kau sudah kembali.

Lumayan, sudah banyak kemajuan.

Tapi...

Terlalu besar lagi?

Buatlah lebih kecil.

Kau minta mengubahnya lagi dan lagi.

Apa yang membuatmu cemas?

Kita masih punya waktu 6 bulan lagi.

Baiklah, kau bisa pergi sekarang.

Aku yakin kau akan puas kali ini.

Luar biasa, sebuah patung giok yang indah.

Jadi ternyata ini yang kau inginkan?

Benar.

Kenapa tidak kau katakan sejak awal?

Membiarkan aku menghabiskan 2 atau 3 tahun mengukir batu.

Apakah menurutmu tidak layak? Apakah kau tidak tahu?

Jika kau beralih profesi menjadi pemahat,

kelak kau pasti akan menjadi pemahat terkenal.

Terima kasih atas pengajaran Guru.

Boleh kah aku pergi sekarang?

Untuk apa terburu-buru?

Aku masih ingin memberimu sepatah kata.

Apa itu?

Jika kau ingin hidup,

kau harus mati sekali.

Ini aku tidak mengerti.

Kelak kau akan mengerti, pergilah.

Selamat tinggal.

TEMPAT LATIHAN SILAT KELUARGA ZHU

Kau sudah kalah, untuk apa masih bertarung?

Saudara Ding, satu lagi meninggal?

Guru.

Dia datang ke tempat kita baru 2 bulan lebih,

sudah ada puluhan orang...

terbunuh oleh pedangnya.

Kelak akan ada lebih banyak lagi.

Guru, boleh aku bertanya...

Siapa kau?

Aku dengar Pendekar Pedang Tercepat Ding Menghao,

ada di tempat ini.

Kenapa kau mencari dia?

Untuk duel pedang.

Duel pedang? Kau tidak lihat pendekar ini...

baru saja terbunuh oleh pedangnya?

Jangan bertele-tele, dimana dia?

Sudah pergi ke kedai makanan.

Kau mau makan apa?

Tuan, silakan kau di atas.

Bos, ada orang datang mencarinya.

Cepat kemasi barang-barang.

Apa yang Anda inginkan?

Apakah kau yang dijuluki oleh rimba persilatan...

sebagai Pendekar Pedang Tercepat dari daerah selatan,

Ding Menghao, pendekar Ding?

Ya, benar, dan kamu?

Bi Zhengwan, pemimpin muda Klan Pedang Emas sudah lama mengagumi nama besarmu.

Hari ini khusus datang menemuimu.

Saudara Bi kenapa tidak duduk dan minum bersama.

Kau belum menjawab pertanyaanku.

Aku tidak punya permusuhan denganmu.

Siapa yang punya permusuhan denganmu?

Aku ke mari hanya untuk menguji ilmu pedangmu.

Jika aku mengalahkanmu,

aku menjadi Pendekar Pedang Tercepat Di Dunia.

Pemimpin muda, aku tidak pantas mendapat gelar seperti itu.

Sebaiknya kau mencari pendekar pedang dari utara Qiu Yixing.

Pendekar Pedang Utara Qiu Yixing? Dia tidak ada apa-apanya.

Aku tak akan berduel pedang denganmu.

The Fastest Sword subtitles in other languages

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left