Las primeras 200 líneas.
Walaupun cedera, Kepala Suku kembali dengan tekad baja.
Dia bergabung dengan The Law of Jungle di Pulau Cook.
Episode sebelumnya.
Tempat penyintasan pertama Suku Byung Man
adalah Atiu yang dihuni berbagai makhluk hidup.
Mereka diberi tugas untuk menyintas
dan menjelajahi Pulau Atiu.
Kalian mau kami pergi ke setiap titik.
Mereka harus menemukan bendera di tujuh titik berbeda
dan mencari stoples misterius di sekitar sana.
Mereka pergi untuk mencari bendera pertama
dan tiba di Danau Te Roto.
Tapi mereka melihat ayam hutan
dan fokus untuk berburu.
Di bawah kepemimpinan Kepala Suku, Kang Nam melompat ke danau
dan berhasil menangkap ayam.
Karena makan malam sudah didapatkan,
mereka kembali fokus untuk menemukan stoples.
Mereka mengikuti petunjuk sudut dan jarak
yang ada di peta,
tapi tidak mudah untuk menemukan stoples itu.
Sebentar lagi matahari terbenam.
Apa mereka akan berhasil menemukan stoples itu?
"Apa mereka akan menemukan stoples itu sebelum malam hari?"
Di mana stoples itu?
Kang Nam, jalan./- Ya?
Ayo, Chun Hee. Cepat.
"Mereka menuju ke arah bendera"
Dari awal.
"Tolong temukan stoples itu, Kang Nam dan Chun Hee"
Buat langkahmu semakin kecil./- Satu, dua,
tiga,
empat, lima.
Arah 80 derajat dan 22 langkah. Ini sangat berbeda dari sebelumnya.
"Chun Hee berada di tempat yang berbeda dari sebelumnya"
Tempatnya berbeda dari sebelumnya.
Tempatnya sangat berbeda.
Benar./- Sudut 190 derajat?
Tempatnya berbeda dari sebelumnya.
Jadi, kami mencobanya terlebih dahulu
dan menandai titik akhir.
Kemudian kami mencoba lagi, tapi hasilnya berbeda.
Sudutnya berbeda dan langkah semua orang tidak sama.
Kupikir ini akan mudah.
Ini bukan sekadar menemukan bendera.
Tugas berikutnya sangat sulit.
Bagaimana kami bisa menemukannya hanya dengan melihat koordinat?
Mungkin kami pikir tugas ini akan mudah.
Empat,
lima, enam,
tujuh,
delapan...
"Apa ini?"
Sembilan.
"Ada saluran air di depan mereka"
Delapan...
"Dia masih harus melangkah beberapa langkah lagi"
Sepuluh./- Terus melangkah.
Sebelas./- Itu yang dilakukan Se Ri.
Satu./- Dua.
"Ini terlihat seperti"
"Se Ri saat memberikan harapan kepada rakyat Korea"
"Seperti Se Ri, tolong berikan harapan untuk kami"
Di sana?/- Di sini.
Apa ini?
Sudut 190 derajat dan 30 langkah.
Sudut 190 derajat dan 30 langkah./- Belum. Terus melangkah.
Sudut 190 derajat dan 30 langkah.
Bukan di sini.
Ayo pergi. Satu,
dua.../- Apa kamu melangkah sampai sana?
Ya./- Ini dia.
Kamu harus masuk.
Kamu harus masuk./- Itu rawa.
Empat,
lima,/- Kang Nam.
Ini air semua./- enam...
Astaga.
"Dia terjebak di tengah rawa"
Astaga./- Kami bahkan tidak bisa membantumu.
Apa yang harus kulakukan?
Chun Hee, kamu harus tetap melangkah.
Aku tidak bisa fokus.
Kurasa sudah sekitar 10 langkah./- Ini tidak masuk akal.
Sekitar delapan langkah? Sembilan langkah.
Sembilan langkah?
"Dia hampir sampai"
Sepuluh.
Tidak mudah menjadi penjelajah.
Ini sulit.
Apa hasilnya berbeda setiap kali kamu mencobanya?
Hasilnya berbeda karena langkah kami tidak sama.
Itu tergantung langkahmu.
"Garis kuning, percobaan pertama. Garis biru, percobaan kedua"
"Mencari sesuatu"
"Apa?"
"Chun Hee menemukan sesuatu"
Ada apa?
"Apa kamu menemukannya, Chun Hee?"
"Apa dia menemukan stoples itu?"
Ada apa?/- Ini kelapa.
Kamu membuatku terkejut.
Kita sudah punya 10 kelapa.
"Seperti biasa, Chun Hee orang yang ceroboh"
Terus cari di sini.
Aku akan cari lagi.
"Byung Man kembali ke bendera"
Tolong sebutkan petunjuknya.
Sudut 60 derajat dan 20 langkah.
Satu, dua, tiga./- Kenapa tidak ada di sini?
"Byung Man mencoba lagi dengan perlahan"
Aku lega. Dia bisa diandalkan.
Kami punya Byung Man.
"Byung Man adalah poros Suku ini"
Aku tahu bisa mengandalkannya.
"Ikuti aku"
Dua puluh sembilan, tiga puluh.
Di sini?
Ayo cari di sekitar sini.
Baiklah.
"Dia yang terdekat dengan stoples itu"
"Mereka mencari lagi di dekat tempat Byung Man"
Cari di sekitar sini.
"Mereka mencari dengan teliti"
"Karena tidak mau melewatkan setiap titik persembunyian"
Di sini?
"Tapi mereka mencari di tempat yang sudah dilihat"
Di sana tidak ada, bukan?/- Ya.
Kami tadi juga mencari di sini. Stoples itu tidak ada.
Kami sudah mencari di semua tempat.
Jika tidak ada di pohon dan tanah,
mungkinkah ada di bawah tanah?
Kamu pikir mereka menguburnya?
Hanya itu kemungkinannya.
Mereka mungkin menguburnya di lumpur.
Gali di sini. Tanahnya lembut./- Ayo gali.
Di mana tongkatnya?
Astaga./- Kita bisa menggalinya.
Apa kamu akan menggali dengan tangan?
Seharusnya sudah kelihatan./- Apa sesulit ini mencari stoples?
Mungkinkah mereka menguburnya di tanah yang keras seperti itu?
Kali terakhir, aku dan Byung Man mencari di sini.
Di sana?/- Ya.
"Mereka fokus di area itu"
Tanah ini sulit untuk digali.
Di mana mereka menguburnya? Apa dikubur di Korea Utara?
Aku berusaha...
"Mereka menggunakan tongkat panjang sekarang"
Aku merasakan tanah yang kopong./- Benarkah?
Aku merasakan tanah yang kopong./- Benarkah?
Terus gali.
Kurasa kita menemukannya./- Begitu juga aku.
Benar, bukan?
"Mereka fokus di tanah yang lembut"
Tunggu./- Apa?
"Apa?"
Hati-hati.
"Tongkat itu tersangkut sesuatu"
Hati-hati.
Ini./- Itu dia.
Kita menemukannya./- Astaga.
Kita menemukannya.
"Stoples itu dikubur"
Kita menemukannya./- Apa?
Kita menemukannya.
Ini stoplesnya, bukan?
Benar./- Tidak dapat dipercaya.
Dikubur sangat dalam./- Dikubur sangat dalam.
Tidak bisa kupercaya.
Lebih dalam dari akar kudzu./- Benar.
Diletakkan seperti ini./- Apa ini?
Kami harus mencari tujuh stoples.
"Enam stoples lagi"
Benar, bukan? Bagaimana bisa menemukan tujuh stoples?
Kurasa ini peta.
Peta?/- Peta?
Apa itu peta dari kulit?/- Sulit menggalinya.
"Ada peta di dalam stoples"
Ini sobekan peta.
Kita harus mencari tujuh bagian
untuk menyatukan peta itu./- Ini peta.
Benar yang mereka katakan.
Mereka harus menemukan tujuh stoples dan menyatukan peta itu
untuk menyelesaikan misi.
Di saat bersamaan, penyintasan mereka berakhir.
Mereka menemukan satu bagian dan masih tersisa enam lagi.
Kita menemukannya./- Aku senang kita bisa menemukannya.
Ini melegakan./- Ayo makan ayam kelapa.
Apa kamu senang kita menemukan ini atau menangkap ayam?
Menangkap ayam.
Kita kompak. Kerja sama yang bagus.
Aku setuju./- Benar.
Suku Byung Man kembali ke tenda.
Mereka mau makan.
Mereka perlu api agar bisa memasak.
Apa aku potong ini./- Sepertinya begitu.
Bisakah kupotong?
Bisakah kita membuat api?
Apa itu kering?/- Ya, kering.
Api adalah hal penting.
No comments yet. Be the first to leave one.