Las primeras 200 líneas.
Sebentar.
Jangan khawatir. Dia melakukan ini sudah ratusan kali.
Dia sedang mabuk.
Dia tak pernah berhasil saat sedang sadar.
Lima, empat...
...tiga, dua, satu!
Bagaimana jika tutup mata?
Tangkap dia.
Musketeer.
Selalu bagus untuk hiburan jalanan.
Ini tak seperti yang terlihat.
Tidak?
Lantas, apa ini?
Kau pasti ingat sesuatu.
Korbannya. Kau tahu siapa dia?
Di mana kau bertemu dia? / Kau tidak membunuhnya.
Ada sesuatu yang kau butuhkan?
Pengacara yang bagus.
Pasti ada kesalahpahaman. Kami akan cari tahu.
Dan kemungkinan kita mendapat keberuntungan sama Hakim.
Kurasa sudah jelas yang terjadi di sini.
Yang Mulia, jika boleh aku mengatakan sesuatu?
Terima kasih, Kapten Treville.
Baiklah.
Apa ada yang ingin kau katakan?
Itu hari ulang tahunku.
Pestanya telah berakhir, jadi aku putuskan jalan-jalan.
Dan apa yang kau lakukan dengan "jalan-jalan"? / Aku...
...mengagumi keindahan dan keheningan Paris di malam hari.
Apa yang membawa orang sepertimu datang ke daerah ini?
Aku besar di daerah ini.
Ini hari ulang tahunku.
Selamat ulang tahun!
Berapa usiamu?
Tak tahu.
Aku tidak tahu kapan aku lahir.
Ini tanggal yang kupilih saat aku masih kecil.
Satu hari yang sama seperti orang lain rayakan.
Bawakan wanita baik ini minuman.
Apa yang terjadi selanjutnya? / Aku sungguh tak ingat.
Aku pasti tertidur.
Sampai terbangun bersama seorang pria yang tewas dengan peluru di kepalanya?
Ya.
Dan kau menyatakan tak tahu bagaimana hal itu terjadi?
Porthos du Vallon adalah orang yang baik.
Prajurit yang baik dan sudah lama menjadi Musketeer. / Du Vallon?
Orang ini yang memberinya nama bangsawan...
...sehingga dia bisa berlagak seperti Pria Terhormat?
Aku tahu banyak Pria Terhormat yang tak sebanding dengan Porthos.
Kuberitahu kau sesuatu yang kehidupan ajarkan padaku, Kapten!
Kau bisa pakaikan anjingmu pakaian bagus...
...tapi sekali anjing, tetaplah anjing.
Seseorang terbaring mati, di bunuh!
Contoh harus di buat!
Porthos du Vallon...
...kau bersalah dan aku menjatuhimu hukuman mati.
Eksekusinya segera di laksanakan.
Hal ini tak seperti biasanya, Pak! Aku akan ajukan banding ke Raja.
Itu hakmu, Kapten. Bawa dia ke tiang gantungan.
Hambat mereka.
Ikat dia ke gerobak.
Turun.
Athos.
Porthos!
Musketeer! Jalan! Jalan!
Cap penjahat.
Aku tahu mereka ke mana.
Mengapa mereka melakukan itu? / Itu peringatan.
Jangan lakukan apapun, kecuali kau di serang.
Jadi, di mana kita? / Cour des miracles.
Ini terlalu berbahaya. Kita harus kembali.
Bagaimana dengan Porthos?
Dia aman saat ini.
Dia punya teman di sini.
Bagaimana kau membangun kota baru yang gemerlap...
...jika kita membiarkan bagian paling kumuh di Paris tak tersentuh?
Paduka, Cour des miracles adalah kerajaan kecilnya pencuri profesional...
...penodong, pelacur dan pengemis.
Aku tahu apa itu Cour des miracles, Kardinal.
Sebaiknya di singkirkan saja.
Penghuni di Cour bengis dan kejam.
Membujuk mereka untuk gerakan kemajuan bukanlah tugas yang mudah.
Mereka tetap kukuh dengan kebejatan moralnya.
Kalau begitu mereka harus diberitahu.
Cour harus jadi kawasan pertama yang di bersihkan untuk di bangun ulang.
Akan segera di kerjakan, Yang Mulia.
Aku senang mendengarnya.
Ibu kota modern bagi Perancis yang modern.
Itu akan jadi warisanku untuk bangsa ini.
Yang Mulia!
Treville. / Salah seorang Musketeerku...
Mengira kepala seseorang adalah melon dan menembaknya.
Itu pembicaraan di Paris.
Pastinya ada format yang aman untuk target latihan, Kapten.
Kebenaran dari kasus itu masih belum jelas.
Yang Mulia, aku memohon penangguhan eksekusinya...
...sampai aku dapat membuktikan dia tak bersalah.
Aku tahu Porthos. Dia tidak melakukan ini.
Bagaimana menurutmu, Kardinal?
Soal semua perkara "Melon-kolis" ini.
Menurutku kau harus mengabulkannya, Yang Mulia.
Sampai pembunuh ini bisa di tangkap kembali dari Cour des miracles...
...tempat dia melarikan diri untuk menghindari peradilan.
Porthos seorang yatim piatu, lahir dan besar di sini.
Di tengah-tengah pencuri?
Dia tak pernah bilang. / Hal itu sedikit sensitif.
Mengapa mereka menyebutnya Cour des miracles?
Karena dengan memasukinya membuat orang buta bisa melihat...
...dan orang lumpuh bisa menggunakan kakinya daripada yang pernah Tuhan lakukan.
Beli alat musik. Kau berbakat menjadi musisi.
Aku akan masuk mencarinya.
Dengar, Porthos sedang mabuk.
Aku yakin itu kecelakaan. Tapi, bagaimana jika dia bersalah?
Ini Porthos.
Kau mengerti? / Ya.
Pergilah ke Wren. Lihat yang bisa kau temukan.
Charon.
Lakukan itu lagi, aku patahkan kakimu.
Sudah lama sekali, ya?
Kau tak senang bisa kembali?
Ya, tentu.
Mengapa? / Karena kita masih berteman.
Meskipun kau melupakan kami sangat lama.
Aku tak lupa.
Kau sungguh tak ingat apakah kau membunuh orang itu?
Tak lebih tahu daripada kau.
Kau kelihatan kecewa. / Aku punya reputasi untuk mempertimbangkan.
Orang di sini percaya, aku menyelamatkan nyawa seorang pembunuh.
Mungkin kau benar.
Kau Raja di sini sekarang?
Raja segala macam golongan.
Apa ada hujan Musketeer di luar?
Kurasa kau melihat temanku di sini. / Ya.
Tinggi, lebih tampan daripada kau.
Aku tak ingin mendebatkannya. Kau bicara dengannya?
Dia membelikanku minuman.
Dia pria sejati.
Apa kau melihat sesuatu yang aneh?
Ada seorang pemuda yang terlibat perselisihan.
Kau mengenal pemuda ini?
Belum pernah lihat dia sebelumnya.
Dia bukan tipe orang yang minum di sini.
Sekarang kulihat baik-baik, bisa kulihat kaulah yang paling tampan.
Mana darahnya?
Aku melihat orang yang kena tembak senapan di duel jalanan sekali.
Isi kepalanya langsung berceceran.
Dan tak ada setetes darah pun, atau serpihan tulang.
Dia tak di tembak di sini.
Mungkin kita harus mendatangi korbannya.
Lihat apa yang bisa di tunjukkannya.
Di sini kami memandikan mayatnya dan melucuti organ dalamnya.
Lalu tubuhnya di garami dan di isi jerami untuk mencegah bau busuk...
...kemudian di pajang sampai ada yang mengidentifikasinya.
Yang tak dilakukan dalam kasus ini.
Nuremberg egg. Jam portable. Barang mahal.
Jean de Mauvoisin, seorang putra bangsawan.
Sungguh tragedi.
Letakkan kembali kuncinya. Itu barang bukti. / Satu pertanyaan.
Korbannya di tembak di kepala, kan? / Ya.
Mengapa mengiris badannya? / Ini ilmu pengetahuan.
Kami bisa belajar banyak dari mayat yang masih segar.
Oh, aku mengerti.
Di tembak dari jarak dekat. / Masih dugaan.
Berdasar pengalaman panjang di medan tempur.
Ternyata bukan pengamatan medis.
Membunuh bukanlah ilmu pasti, Tuan. Tapi bisnis kotor.
Dan, sebagai prajurit...
...itu adalah bisnis kami.
Pembunuhnya tak berada jauh darinya saat menembak.
Itu bukan kecelakaan.
Itu pembunuhan.
Flea! Itu kau?
Selama bertahun-tahun, tak pernah menulis surat.
Dari mana kau tahu aku belajar menulis?
Kalian bersama sekarang.
Itu masuk akal.
Aku turut bahagia.
Kau punya kesempatanmu, Porthos.
Jika kau menginginkan Flea, kenapa tak membawanya bersamamu.
Kau pikir aku tak mencobanya?
Istirahatlah. Besok kami akan mengeluarkanmu dari sini.
Setiap menitnya kau di sini, membahayakan kami semua.
Charon.
Aku akan segera kembali.
Kita kedatangan tamu.
Kau lupa pada kami.
Aku tak cocok di sini.
Kami harus melepaskan pakaianmu.
Seseorang mungkin keliru mengiramu bangsawan dan menggorok lehermu.
Dan jaga matamu.
Aku mencari Porthos.
Dia aman. / Maka bawa aku padanya.
Dia tak ingin menemuimu.
Berikan pesanku. Bilang padanya temannya akan membersihkan namanya.
Kau membiarkan dia mati. Kami menyelamatkannya. Teman sejatinya.
Teman? Yang akan saling bunuh demi recehan.
Antar dia keluar dari sini.
Dan lupakan Porthos.
Dia bersama kami sekarang.
Keluarga de Mauvoisins dulunya adalah keluarga hebat di Perancis.
No comments yet. Be the first to leave one.