Las primeras 200 líneas.
Yakinlah pada kebenaran
Dua dunia, satu keluarga
Percaya pada nuranimu
Biar sang nasib menentukan
Membimbing hidup yang kita lihat
Nirwana yang belum terjamah manusia
Dalam dunia yang diberkati kasih
Kehidupan sederhana Mereka hidup dalam damai
Pasir lembut di bawah kakimu
Dua dunia, satu keluarga
Yakinlah pada nuranimu
Biarkan sang nasib menentukan
Membimbing hidup yang kita lihat
Di bawah naungan pepohonan
Hanya kasih dapat memasukinya
Kehidupan yang sederhana Mereka hidup dalam damai
Tegakkan kepala Ringankan bebanmu
Tegarlah bagi mereka yang membutuhkan
Bangun tinggi tembokmu buat tiang yang kokoh
Hidup baru telah menanti...
tapi bahaya tidaklah asing di sini
Tiada kata dapat melukiskan air mata bunda
Tiada kata bisa menyembuhkan hati yang terluka
Impian telah sirna namun tumbuh harapan
Di suatu tempat, sesuatu memanggilmu
Dua dunia, satu keluarga
Yakinlah pada nuranimu Biarkan takdir membimbing
Menuju kehidupan yang kita lihat
Setiap saat, ikatan semakin erat
Dua dunia, satu keluarga
Percaya pada nuranimu Biar sang nasib menentukan
Membimbing hidup yang kita lihat
Mama, lihat di sana!
Kala!/ Dia sudah kembali.
Kau tidak apa-apa?
Aku tidak apa-apa. Sungguh. Aku hanya...
agak tersesat.
Bukankah itu...
Dia begitu...
Ia aneh, itu sebutan untuknya.
Terkina!/Tapi itu benar.
Makhluk apa ini?
Ia bayi.
Aku tak bisa...
Mamanya di mana?
Aku akan jadi ibunya.
Dia tidak terlalu jelek, begitu kau terbiasa melihatnya.
Kala akan jadi ibunya.
Kerchak, aku menyelamatkannya dari Sabor.
Kala, ia tak bisa mengganti anak kita yang terbunuh.
Aku tahu, tapi dia membutuhkanku.
Tapi dia... Kala, lihat.
Dia tidak sama dengan kita.
Tidak, kau harus mengembalikannya.
Mengembalikan dia? Dia pasti mati.
Kalau hutan ingin.../ Aku menghendakinya.
Jangan membahayakan keluarga kita.
Apakah dia tampak berbahaya?
Dia sendirian?/ Ya. Sabor membunuh keluarganya.
Kau yakin?/ Ya. Tak ada orang lain.
Kau boleh merawat dia.
Aku yakin dia akan jadi anak yang baik.
Dia boleh tinggal.
Tapi ia tetap bukan anakku.
Kita akan bermalam di sini.
Kau akan memberi nama apa?
Aku akan memberi nama Tarzan.
Tarzan? Baik, dia anakmu.
Ayo, nona cilik. Sudah waktunya tidur.
Bu! Lima menit lagi?
Dua menit lagi?
Semenit lagi?
Jangan menangis. Aku di sini.
Berhentilah menangis
Kau aman bersamaku
Genggamlah tanganku
Genggam erat-erat
Aku akan menjagamu baik-baik
Aku ada di sini, janganlah menangis
Kau begitu kecil Tapi tampak sangat kuat
Tanganku akan memelukmu Kau akan aman dan hangat
Ikatan antara kita
Tak mungkin putus
Aku ada di sini, jangan menangis
Karena kau akan jadi buah hatiku
Kau akan selalu di hatiku
Mulai saat ini...
dan selama-lamanya
Kau akan tetap di hatiku
Apa pun yang mereka katakan
Kau akan selalu di hatiku...
selalu...
Selalu.
Aku mengejutkan Ibu.
Benar. Kau tak bisa meniru hewan yang lebih tenang?
Mereka membosankan. Mau melihatku meniru macan tutul?
Kenapa tidak menciptakan bunyimu sendiri?
Tarzan! Syukurlah kau tak apa-apa.
Kala dan aku sangat cemas.
Terima kasih Kerchak, kau menemukannya.
Kau pemimpin yang bijak dan penuh perhatian.
Lari.
Kau ini dungu? Sudah berapa kali kukatakan?
Kalau kau ingin Kerchak menyukaimu, jauhi dia.
Terk, ayo!/Yang terakhir sampai jadi kumbang rabuk.
Yang pertama sampai harus memakannya.
Boleh aku ikut?/Boleh.
Asal kau bisa menyusul kami.
Tunggu! Aku di belakang kalian.
Jangan memukul diri sendiri. Hentikan itu.
Inilah saatnya bersenang-senang!
Terima kasih./ Kenapa lama betul?
Ada sedikit masalah hama, tapi sekarang sudah beres.
Hai, teman-teman./ Terk, kau bercanda?
Ia bukan si makhluk ajaib tanpa bulu itu, bukan?
Terk bilang aku boleh ikut asal bisa menyusul kalian.
Terk, tidak!/ Ayolah Terk.
Serahkan saja padaku.
Ikut aku. Kita ada masalah kecil.
Aku pribadi senang bermain denganmu.
Tapi teman-teman harus diyakinkan.
Apa yang harus kulakukan?
Yang harus kau lakukan? Ini konyol.
Apa?/Kau harus punya...
Kau harus punya bulu.
Bulu?/Ya, bulu.
Bulu gajah.
Bulu gajah?
Sudah kubilang, ini konyol, bukan?
Dengar baik-baik. Pulanglah.
Siapa yang ingin sakit hati?
Aku juga akan segera pergi.
Pergilah, aku akan menyusul.
Benar, bukan? Serahkan padaku. Aku bilang...
Tarzan! Jangan!
Dia pasti kesakitan.
Lihat! Itu dia! Dia masih hidup!
Hai teman-teman!
Kembali! Kembali!
Dia hebat. Kalau dia hidup, kau harus lebih sering mengajaknya.
Kita cari tempat duduk yang lebih baik.
Ibu yakin air ini bersih?
Tampaknya meragukan.
Airnya tak apa-apa, nak.
Bagaimana dengan bakteri?
Tantor, kau tidak lihat ibumu sedang bicara?
Awas! Ada sesuatu berenang ke arah kalian!
Mama kehilangan kesabaran.
Tapi kali ini aku benar-benar melihat sesuatu.
Piranha! Itu piranha!
Di Afrika tak ada piranha.
Jangan berkata begitu. Di Afrika pasti ada piranha.
Tidak, piranha ikan Amerika Selatan.
Aku tidak percaya. Tidak mungkin.
Aku akan berdiri di sini kalau itu piranha?
Di belakangmu! Lari!
Untuk terakhir kali, tak ada piranha di...
Pantatku!
Sudah kubilang!/ Ada sesuatu di pantatku!
Apa itu?/ Seekor piranha!
Piranha!
Tantor, di mana kau?
Dia mati.
Kita akan mati!
Bukan kami yang melakukannya! Mereka yang melakukannya!
Terima kasih, Kerchak.
Tarzan sahabatku, bangunlah! Jangan mati dulu.
Jangan mati./ Cepat pergi dari situ.
Seekor piranha bisa memangsa dagingmu dalam sekejap.
Apa? Dia bukan piranha!
Dia masih hidup! Dia masih hidup!
Dia masih hidup!
Kau dungu!
Aku hampir kena serangan jantung! Kau senang?
Aku tidak percaya. Kau berhasil mendapatkan bulu gajah itu?
Itu masalahnya? Ekor kami penuh bulu itu!
Siapa itu?/Ibuku.
Hai, Bibi Kala./Kau membuatku cemas. Apa yang terjadi?
Ceritanya panjang dan...
Karena yang terjadi tadi.
Apa yang terjadi?
Aku yang salah, Kerchak.
Kami bermain-main dan...
Maafkan aku, Kerchak.
Kau nyaris membunuh seseorang.
Tapi itu kecelakaan./ Ia masih kecil.
Itu bukan alasan./ Dia akan belajar.
Dia takkan bisa seperti kita.
Kau tak pernah memberinya peluang./ Memberi peluang?
Kala, lihat dia. Dia takkan bisa seperti kita.
Tarzan, apa yang kau lakukan?
Kenapa aku begitu berbeda?
Karena kau berlumuran lumpur.
Kerchak mengatakan aku bukan.../ Tutup mulutmu.
Dia mengatakan aku bukan kaummu./ Jangan pedulikan perkataannya.
Jangan bergerak./ Lihat aku.
Aku melihatmu, Tarzan. Kau tahu apa yang kulihat?
Aku melihat dua mata, seperti milikku.
Dan sebuah hidung, di sekitar sini...
Ini hidungmu.
No comments yet. Be the first to leave one.