Las primeras 200 líneas.
Yo, pelayan.
Mencolok sekali, ya.
Aku Lon, pengembara.
Aku sedang dalam bisnis.
Kau itu sangat mencolok sekali.
Kau perlu menambahkan ini.
Kau berjalan kaki di tengah gurun seperti ini tanpa pakaian pelindung?
Paling tidak seharusnya kau khawatir kulitmu terbakar.
Itu ialah jenis pakaian yang bagus di sini.
Itu buatan Myoujin, seseorang memberikannya padaku sebagai jaminan.
Yang seperti itu jarang.
Pakaian itu bisa melindungimu dari sinar matahari.
Dan bisa juga menutupi bahumu itu.
Bagus, sepertinya cocok untukmu.
Lima puluh.
Kau tak punya?
Tidak.
Jadi kau hanya punya uang besar?
Aku ada kembaliannya.
Aku tak punya apa pun.
Tak punya uang?
Sama sekali?
Kau akan mati di sini!
Ada kota di sana, di mana kau bisa mendapatkan uang sen dengan cepat.
Ada banyak sekali kincir angin besar, jadi kau bisa dengan mudah menemukan tempatnya.
Tapi...
Pasukan Palam juga ada di sana.
Karena itulah aku ingin kau menutupinya.
ZainuddinAri mempersembahkan
semisal saja dunia campakkan waktu
tatoeba sekai ga toki o suteru
dan tiada yang tahu harus berbuat apa
minna wa dou suru tomo naku, naku
semisal saja dunia punyai sebuah tujuan
tatoeba sekai ni gouru ga tsuku
lantas semuanya 'kan terluapi kebahagiaan
sou sureba subete mitasare shiawase ni nareru no
kuingin lindungi diriku sendiri, jadi kubuat tiruan
mamoritai jibun wa mamorikiru tame ni nisemono
di kaca, dari jiwaku di dalamnya
kagami de hora tsukuridashita kokoro watare
menurutmu apa ku hanya pura-pura?
tsuyogatteru dake
ku hanya ingin himpunkan alasan
riyuu ga hoshii dake tame da na
'tuk ubah diriku atau malah tetap saja
datte kore ja kawarazu ni iru mama
masa depan 'kan terlubangi dengan keinginan yang tak terwujud
mirai nante douse kanawanai mono darake de
dilukai atau melukai, semuanya 'kan hancurkan perasaan itu
kizutsukete kizutsukerarete kowaresou ni natta dake
walau begitu, selama perjuangan perasaan pun terlahir dan tak bisa kubuang
soredemo mokai de sutekirenai kanjou ga sakeru kara
kuingin ucapkan selamat tinggal pada hati pembohongku
itsu datte boku wa mou usotsuki no kokoro ni sayonara
selamat tinggal
sayonara
Bayaranmu hari ini.
Aku dibayar yang terakhir!
Kukira aku menemukan tempatnya.
Ayo kita bagi, sepertinya ini akan menarik.
Kita akan bersenang-senang.
Ada bayaran tambahan untuk itu.
Si kurang ajar itu.
Hei.
Lagi-lagi penyakit itu lagi.
Hei!
Hei, minggirlah!
Minggir!
Ayolah, hentikan.
Hei.
Gon itu keren sekali.
Tentu saja, bodoh.
Kebenaran di dunia ini, hidup dan mati.
Aku lupa membawa dompet!
Tak ada yang tahu apa yang terjadi esok.
Tak ada yang tahu apa yang terjadi kemarin.
Kita hanya bisa merasakan apa yang terjadi sekarang.
Tunggu kau, Bocah!
Lari! Lari!
Sial, lagi-lagi!
Sudah empat kali!
Sudah empat kali mereka seperti itu!
Kurang ajar kalian, aku akan menggiling kalian dan menjadikan kalian isi roti dagingku!
Nona, sepertinya kau bisa menghasilkan uang dengan kami.
Ayolah, cobalah lihat dulu.
Pikirkan baik-baik.
Tidak, kurasa itu masalahmu.
Ya, begitulah.
Apa itu?
Percuma, tak ada seorang pun yang menyewaku.
Jika Palam tak bisa, kenapa tak mencoba Kerajaan Kulum?
Bahkan kerajaan lebih tak bisa lagi.
Menyulitkan.
Kurasa kau bisa menghasilkan banyak uang.
Kau harus dengar ini dulu.
Hei, cantik.
Apa kau sedang mencari surga dunia?
Aku punya beberapa barang dari pasar gelap.
Kau akan membeli dariku hari ini.
Maaf.
Silakan.
Hei, kau.
Apa kau sedang mencari surga dunia?
Aku sedang terburu-buru.
Lepaskan aku.
Kau sedang mencari sesuatu, 'kan?
Aku punya yang berkualitas bagus.
Lepaskan aku.
Hei, kau.
Hari ini cantik sekali.
Terima kasih.
Kau juga.
Terima kasih, bersenang-senanglah hari ini.
Kau juga.
Ah, akhirnya sampai di sini juga.
Itu sudah cukup.
Apa kau dengar perintah itu?
Hei.
Ini tempatku.
Area ini milikku.
Minggirlah.
Hei.
Kau tak meminta maaf sama sekali?
Maaf.
Dasar wanita jalang.
Ya, terserah saja.
Ayolah.
Sedikit lagi.
Satu sen lebih baik daripada tidak sama sekali.
Hei.
Sakit.
Sakit! Sakit!
Aku hanya bercanda!
Kita berada di posisi yang sama, 'kan?
Aku sama sepertimu!
Hei, itu sakit sekali!
Sakit.
Kau boleh juga.
Kau pasti sangat ahli dalam seni bela diri.
Aku juga ahli, tapi kau lebih ahli lagi.
Ya, bagus sekali.
Siapa kau?
Aku Jin Hazuki,
prajurit bayaran.
Tapi bayarannya tak cukup untuk makan di meja,
jadi aku juga mengejar para buronan.
Kau juga sama sepertiku, 'kan?
Aku sudah tahu itu.
Siapa namamu?
Alka.
Senang bertemu denganmu, Alka.
Hadiahnya sangat besar untuk buronan ini.
Tujuh ribu emas.
Palam sangat mengkhawatirkan orang ini.
Aku sedang mengejar hadiahnya.
Kau juga, 'kan?
Jangan diam seperti itu.
Aku sudah tahu itu.
Mereka masih belum menangkapnya.
Aku punya beberapa mata-mata di Palam.
Kau punya hubungan dengan Palam?
Begitulah.
Akhir-akhir ini kehidupan ekonomi buruk sekali.
Yo.
Bagaimana, Paman?
Apa kau sudah menangkap buronan?
Pergilah.
Jangan memanggilku.
Jadi masih belum, ya?
Aku bisa melihatnya dari wajahmu itu.
Baiklah, aku pergi dulu.
Kau terlihat murung begitu.
Sepertinya kau perlu diberi sake dulu.
Apa ia prajurit Palam?
He-Hei.
Kau ingin tahu?
Ia memasuki kota ini dengan pakaian seperti itu.
Aku tak tahu bagaimana ia melakukannya.
Memasuki kota?
Benar.
Palam tak menyentuh kota ini
dan membiarkannya karena ada banyak orang yang datang dari segala penjuru.
Aku tak keberatan jika Palam menghilang dari peta.
Aku setuju denganmu, ayo minum.
Mereka tak mengerti bagaimana cara kerja kita.
Benar, benar.
Ya, apa-apaan Palam itu.
Kemarilah, kita menuju tempatku.
Apa kau akan terus mengabaikanku begitu?
Jadi ia hanya melakukan apa yang ia mau, ya.
Oh, Hazuki.
Hari ini kau pindah tempat?
Tidak, aku sedang ada teman.
Teman?
Itu mengejutkan.
Hazuki si penyendiri memiliki teman?
Diam kau, daripada begitu belikan aku minuman?
Oh, kau tak berada di tempat biasanya.
Aku punya teman yang memiliki pekerjaan yang sama denganku.
No comments yet. Be the first to leave one.