Fairy Gone

Fairy Gone (フェアリーゴーン)

Descargar subtítulo en Indonesian

Información de lanzamiento

17 Neraca pada Pasir
Comentario por Inisial ZA
Fairy gone

Etiquetas

other
Publicado el: 2019-11-15
Descargas: 12
Para personas con discapacidad auditiva: No

Vista previa de los subtítulos en Indonesian

Las primeras 171 líneas.

Cepat buka saja!

Kalau tak segera mengirim barang dagangan ke pelabuhan, aku bisa rugi!

Selama proses penyelidikan, dilarang ada yang lewat!

Sial, aku harus cari duit, tahu!

Harus kubilang berapa kali?

Rasanya...

Banyak banget kekacauan hanya karena Jilid Peri Hitam.

Ayahku dulu punya hobi untuk menjelajahi Midend.

Aku sering ikut dengannya ke padang pasir kematian itu.

Dulu ada filolog peri yang temukan Jilid Peri Hitam di Midend.

Itu pun hasil dari menguraikan 52 inskripsi.

Ayahmu saat ini keberadaannya menghilang, 'kan?

Saat kepergiannya yang ke-17 kali menuju Midend, dia tak pernah kembali lagi.

Mulai sekarang kau mau berbuat apa?

Saat keadaan sudah tenang, aku mau pergi ke Westald.

Nn. Sweet sang Ratu Iblis adalah buronan di mana-mana,

tapi kalau pergi menyeberang lautan, mungkin kau akan aman.

Ya, lagi pula terdengar seru, 'kan?

Hoi!

Kami akan tanyakan hubunganmu dengan Veronica Thorn di markas Dorothea.

Ya, aku mengerti.

Demi keselamatan kalian, harap menjauhlah dari Gedung Administrasi.

Mundur sedikit lagi!

Bagaimana?

Ayolah!

Kami sudah cari sekeliling, tak ada yang orang cocok dengan ciri-ciri Eajey.

Kita tak bisa terus menutup akses untuk orang dan barang dagangan di pulau ini.

Paling besok pagi kita akan dipaksa untuk buka barikadenya.

Masa harus pulang ke Rondacia tanpa hasil?

Tidak.

Meskipun seperti ini, aku masih bisa lakukan pergerakan.

Kumohon mundurlah!

Demi keselamatan kalian, harap menjauh dari Gedung Administrasi.

Mundurlah! Barikade akan dibuka besok pagi!

Aku harus melakukan apa yang seharusnya.

Episode 17 Neraca pada Pasir

Markas Dorothea

Jilid Peri Hitam sudah dicuri oleh Gui Carlin kau bilang?

Benar, sepertinya informasi sudah bocor.

Apalagi, yang mengincar Jilid Peri Hitam tak hanya pihak Gui Carlin saja.

Ada pihak lain yang mengincarnya, begitu?

Apa yang ingin kaukatakan?

Maaf sudah memanggilmu kemari, Direktur Nein Auler.

Namaku Damien Carme, seorang filolog peri.

Carme?

Sama seperti Michelle Carme, sang pencipta Prajurit Peri?

Bisa dibilang aku adalah cicitnya.

Tentunya aku tak mengenalnya secara langsung,

malah bisa dibilang seperti orang asing bagiku.

Kami pernah bertemu di Isharat,

tepatnya di kediaman filolog peri bernama Cain Distrol.

Dia datang bersama Ver... Veronica Thorn.

Menarik juga.

Boleh aku minta satu hal?

Bisakah kalian tunggu di luar?

Apa?

Kenapa?

Ada sesuatu yang penting ingin kukatakan.

Tapi hanya kepada Direktur Dorothea saja.

Baiklah.

Direktur!

Hentikan, Marlya. Ini keputusan Bu Direktur.

Ayo.

Jadi?

Sebelum itu, namaku sebenarnya bukanlah Damien Carme.

Apa?

Lebih tepatnya bukan "Carme", tapi Albastora.

Keluargaku sudah membuang identitas dari nama itu.

Jadi, kau keturunan dari Crucia Albastora, sang penulis Jilid Peri Hitam, ya?

Benar, karena itu juga aku tahu.

Apa yang kau ketahui?

Seluruh isi dari Jilid Peri Hitam.

Terima kasih banyak.

Ya.

Masih memikirkan Veronica?

Bukan hanya itu saja.

Jilid Peri Hitam adalah dokumen rahasia mengenai peri,

makanya Zesskia Bersatu ingin mengumpulkan dan mengawasinya.

Benar.

Aku bisa paham soal itu. Tapi pihak lain bagaimana?

Ver, pria bernama Damien, serta Gui Carlin...

Kenapa mereka begitu menginginkannya?

Jilid Peri itu, bisa dibilang terbagi dalam lima bagian penting.

Karya orisinal buatan Hel S. Bellwood, Jilid Peri Biru tulisan Jay B. Mercer.

Lalu, Jilid Peri Merah tulisan Timothy Connor dan Jilid Peri Putih tulisan Colen Thor.

Kemudian, Jilid Peri Hitam tulisan Crucia Albastora.

Itu benar, 'kan?

Ya.

Di antara semua itu, hanya Jilid Peri Hitam yang keberadaannya tak nyata.

Tak nyata?

Kalau dari sekarang, mungkin kejadiannya sekitar 200 tahun yang lalu.

Ada seseorang yang mencoba untuk kumpulkan kelima Jilid Peri

dan mengompilasinya jadi satu.

Kalau tak salah, namanya Alan Bach, 'kan?

Ya, masalahnya, hanya bagian dari Jilid Peri Hitam

yang dihilangkan dari kompilasi jilid tersebut.

Jadi, yang kita cari selama ini adalah...

Karya tulis ulang yang sudah disembunyikan oleh Alan Bach.

Sebuah naskah yang dibagi jadi sembilan potong bagian sandi.

Sampai sebegitu inginnya disembunyikan.

Apa dari awal, yang diincar orang- orang adalah Jilid Peri Hitam saja?

Kemungkinan begitu. Apa sebegitu berharganya? Atau karena alasan lain?

Kenapa mengatakannya padaku?

Itu hanya sebagian isinya, jadi, tak terlalu berguna.

Apa yang ditulis oleh Alan Bach hanyalah tinjauan belaka.

Tapi siapa pun yang membacanya pasti inginkan Jilid Peri Hitam.

Karena itu sebelum menyebar ke seluruh dunia,

kami keluarga Albastora ingin hilangkan bagian itu.

Dan sepertinya kalian gagal hilangkan semuanya, ya.

Alan Bach diam-diam punya salinan dari Jilid Peri Hitam.

Dan saat ini, ada seseorang yang ingin kumpulkan semuanya.

Gui Carlin.

Bukan hanya mereka.

Ada pihak lain yang lebih berbahaya.

Kita, pihak Zesskia Bersatu ingin kumpulkan Jilid Peri Hitam karena

demi jaga perdamaian, 'kan?

Karena saat Perang Besar Pemersatu,

tiap-tiap kerajaan tiada habisnya mengirim Prajurit Peri dan peri buatan ke medan perang.

Sehingga kerusakan semakin luas.

Seandainya Jiild Peri Hitam jatuh ke tangan yang salah, hal buruk mungkin akan terjadi.

Sama seperti ketika peperangan.

Akan ada banyak kesedihan serta kesulitan yang tercipta.

Agar hal itu tak terjadi...

Kita harus tuntaskan misi kita!

Ya, kau benar.

Aku sudah muak dengan semua itu.

Pak Menteri Peri Bellwood, boleh aku masuk?

Maafkan aku, Pak Menteri, katanya ada hal penting.

Tunggu sebentar.

Agak sedikit berantakan di sini.

Kau sudah bekerja dari pagi-pagi begini, ya?

Aku sedang cari tahu sesuatu.

Apa ini terkait insiden di Pulau Pelabuhan?

Benar.

Pertama-tama, mengenai barang selundupan yang disita.

Ternyata itu adalah bagian kesembilan dari Jilid Peri Hitam, yaitu Hitam Kesembilan.

Oh!

Tapi sayangnya...

Oh, begitu.

Demi cegah situasi jadi di luar kendali, kuserahkan soal ini pada Dorothea,

tapi sepertinya itu salah perhitungan.

Aku tak bisa berikan alasan apa pun. Tapi...

Sudah dipastikan bahwa yang mencuri Hitam Kesembilan adalah Gui Carlin.

Oh, begitu.

Karena itu,

kami Dorothea berniat pakai kesempatan ini untuk basmi tuntas Gui Carlin.

Aku tak keberatan.

Karena dari awal, mereka keberadaan yang bahayakan bagi Zesskia Bersatu.

Saat aku meminta izin pada perdana menteri,

aku harap Pak Menteri bisa bantu meyakinkan beliau.

Kalau hanya sebatas itu, aku akan lakukan sebisaku.

Terima kasih banyak.

Oh ya, Pak Menteri.

Ada apa?

Sudah lebih dari setengah bagian

dari keseluruhan Jilid Peri Hitam ada pada Zesskia Bersatu.

Benar, termasuk yang disita dari Telinga Gui Carlin,

yaitu Hitam Keempat milik Gilbert Warlock, semua sudah ada enam bagian.

Sisanya tiga bagian lagi.

Dan pastinya, Kementerian Peri berusaha untuk membaca sandinya, 'kan?

Apa hal itu membuatmu tertarik?

Ada yang bilang, kalau penyebab Tupal hancur,

serta alasan Midend berubah jadi padang pasir kematian, tertulis pada jilid itu.

Meskipun...

Meskipun itu benar, manusia tak berhak untuk mengetahuinya.

Itu mungkin benar.

Aku pesan satu gelas air.

Baiklah.

Sejak Warlock tertangkap, Gui Carlin semakin sulit bergerak di Rondacia.

Dan karena mereka sedang mengincarmu,

maka tempat itu jadi persinggahan yang bagus untukmu.

More Indonesian subtitles for Fairy Gone

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left