Las primeras 200 líneas.
Diterjemahkan oleh : BACK IDs a.k.a Bakhid_Sanjaya
"Young Percival, berusia kurang lebih 15 tahun...
...Bersembunyi di semak belukar, menyaksikan para Kesatria yang lewat.
Dia menganggap, mereka mengabdi untuk panggilan mulia.
Menyadari itu, hatinya langsung tergerak.
Percival pamit kepada Ibunya untuk pergi ke Istana Raja Arthur...
...Untuk menjadikannya Kesatria.
Ibunya ternyata sudah lama mengkuatirkan hal ini pasti terjadi, Sailor.
Meskipun begitu, Ibunya merestui Puteranya untuk mengejar pencariannya.
Ibunya juga memperingatkan, dia akan mendapatkan ujian tersulit.
Merugi, menyakitkan dan kesedihan.
Mungkin, takkan mampu menjadi seorang Kesatria.
Percival pergi ke Kerajaan Raja Arthur.
Sesampai di sana, dia dimarahi dan diolok-olok.
Karena dia bukanlah seorang Bangsawan atau tak mempunyai keterampilan bersenjata.
Diam-diam, dia mempelajari cara untuk menjadi Kesatria.
Sir Lancelot merasa iba pada kesedihannya...
...Yang mulai membimbingnya.
Selama Percival mengalami cobaan berat, sang Kesatria Merah...
...Merupakan penjelmaan dari kegelapan, yang berusaha untuk menghancurkan Grail.
Dia menumbangkan para Kesatria Raja Arthur, satu per satu.
Akhirnya, tipis sudah harapan Percival...
...Menghadapi Kesatria Merah."
Dan Sailor," Percival tidak gentar."
Bangkit, Sailor!
"Penderitaan selama bertahun-tahun yang diajarkannya...
...Dia siap dalam tubuh, pikiran dan jiwa...
...Dia akan membuktikan, hidup atau mati, layaknya dalam pertarungan...
...Percival bangkit dengan sukacita dalam hatinya.
...Ini memang yang diinginkannya: untuk menjadi alat perdamaian...
...Untuk bisa mengorbankan semua dalam mengabdi kepada Tuhan dan manusia"
RONDE ke 5
Hajar yang benar, nak!
Tumbangkan dia. Tumbangkan!
Menjauh darinya. / Lepaskan, lepaskan.
Buat dia berdarah!
Hajar badannya!
Habisi dia, Sailor!
Ayo, lepaskan dia. / Buat dia berdarah!
Kalahkan dia, nak! Robohkan dia!
Kau harus mundur ke mari. / Berhenti dulu, nak. Berhenti!
Jangan sekuat tenaga. Jangan sekuat tenaga! Rangkul saja.
Ikut adu tinju lagi?
Lagi-lagi ikut Laga.
Lagi-lagi ikut Laga.
Kamu memang tolol.
Tak apa-apa, Bu. / Tidak, itu tidak boleh.
Aku tidak akan terluka kok'. / Ya, terserah. Kau sudah tua.
Aku dalam kondisi yang prima. / Tidak, kau masih tetap tua.
Aku masih punya satu atau dua Laga yang menantiku, Bu?
Jangan, kau itu sudah payah dan rusak.
Aku juga belum pernah knock down.
Dengar, itu sebabnya kau rusak.
Seorang pria harus tahu kapan harus pensiun. Kau malah tidak mau.
Kau tidak pernah mau melakukannya.
Aku seharusnya tidak mengatakan ini padamu.
Mengatakan apa?
Bahwa aku ingin pergi ke Irlandia sebelum itu terjadi.
Ibu tidak bisa, aku yang bisa.
Dasar pembohong.
Lagian yang kalah juga tetap dapat uang.
Ibu merasa kau berangan-angan.
Bapa Brennan ingin berbicara dengan Ibu.
Tentang apa? Jangan bilang mengenai Tuhan.
Tentang apa yang akan datang.
Ibu tidak takut.
Ibu harus mendapat pencerahan.
Kau masih percaya, bukan?
Ya, aku percaya.
Bagaimana bisa kau percaya setelah apa yang menimpamu?
Hanya seorang monster yang disalahkan.
Jika ada Tuhan, berarti itu monster.
Pelaku kejahatan dan perbuatan jahat.
Aku tidak akan mencari pencerahan dari monster..
...Monster tak akan memberikannya.
Ibu tidak mau menemui Bapa Brennan?
Mungkin. Jika ia melepas jubahnya dan menduduki salib di pantatnya.
Mungkin.
Ya ampun, Bu.
Aku akan mengatakannya, lihat apa yang dia bilang / Bagus.
Kau sudah ketemu Albright? Apa dia pernah bersamamu?
Dia tidak bisa ketemu. / Mengapa tidak?
Dia sibuk di Safe Hope.
Ibu mengerti. / Dia orang yang baik.
Jika dia memang baik, dia pasti mau membahas Laga ini denganmu.
Tak ada yang mau membahas Laga ini denganku, Bu.
Jatuhkan dia. Sailor! / Kau sudah berpengalaman dengan ini!
Cuma itu, Sailor. Ayo!
Pakai jab kamu, Bung. Pakai jab kamu.
Ayolah, Bung. Ayo! Ayo.
Kembali ke pojok.
Mampus saja kau. / Yeah.
Hei, nak. Ke mari. Ayo, duduk.
Sailor! Sailor!
Baiklah, ayolah, duduk. Kau jangan buang-buang waktu. Ayo.
Sailor! Sailor! Sailor!
Kau ingin sampai ke 10 ronde, Kau harus mendengarkanku.
Kau ayunkan tangan kananmu, seperti itu.
Jauhkan kepalamu dari bahunya.
Kau bisa melakukannya? / Ya.
Sudah saatnya kau kalahkan si tua bangka itu. Lakukan sekarang, paham?
Ya, Pak. / Jangan pandang enteng.
Cukup sudah omong kosong ini. Kau masih muda dan cekatan.
Tumbangkan dia, setelah itu barulah kita bisa pulang, paham?
Coba periksa, Sailor. Bagaimana matamu itu?
Baik, Dok. Baik. / Apa kau yakin?
Iya. / Baiklah.
Jika lukanya terbuka lagi, Aku akan menghentikan Laga ini.
Aku akan melakukan yang terbaik, Dok. / Lakukan yang terbaik semampumu.
Oh, baguslah.
Hey, King baik-baik saja. Periksa saja si tua bangka sana.
Dia tidak begitu baik. / Mundur, Cubby.
Terlihat lebih baik daripada Sailor. / Aku tak apa-apa.
Apa kau masih bisa memukul?
Aku masih bisa. / Kau buktikan itu, nak.
Kau dekati dia dan hajar sampai bonyok, ok?
Konsentrasilah.
Aku ingin memilikinya.
Kau tidak tahu apa maksudnya itu.
Ya, aku tidak ngerti.
Tidak, kau tidak ngerti. / Maksudnya pekerjaan.
Maksudnya itu uang.
Aku bisa menghasilkan uang. / Caranya?
Yah, aku bisa main tinju.
Dan aku juga punya pekerjaan modeling.
Kita terlalu muda.
Terlalu muda untuk apa? / Untuk punya anak.
Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu.
Kau tidak mau. / Aku mau.
Kau tidak mau / Aku ingin menikahimu.
Aku ingin menikah sekarang. Pagi ini.
Dan aku akan menjagamu dan bayi kita.
Aku bersumpah padamu.
Kita punya sebuah keluarga.
Aku tidak pernah memiliki itu sebelumnya.
Aku juga.
Yuuk bikin anak.
Oke.
Oke.
Oke.
Tapi, King..
Aku ingin memberikan bayi ini sesuatu selain kehidupan.
Apa?
Aku ingin memberikan sesuatu yang bisa dibanggakan.
Kau jaga jarak pada jab -nya itu. Kau malah menari-nari, hah?
Dia cenderung menggunakan hook , Kau paham? hindari.
Cukup. Kau takkan bisa menang kalau dihajar terus-terusan, ngerti?
Jadi menangkanlah. Kamu jangan mau kalah sama si bocah itu.
Kau jangan pandang enteng dia dan kau tidak bisa lebih gesit dari dia...
...Tapi kau jauh lebih besar dan kau bisa mengecohnya. Kau mau menangkan?
Iya. / Kau lebih berat, tumbangkan dia.
Jauhkan kepalamu dari sisi kanannya. Biarkan saja dia sombong. Paham?
Hey. Hey. Kamu sedang apa?
Ada apa denganmu? Kamu mau menang tinju?
Jauhi kepalamu pada bahu kanannya. Sewaktu kau mendaptkan tempo...
...Memulai, Dia pasti merukuk. Nah hajar dia dengan cross , paham?
Cubby.
Aku pernah mendengar mengenai King.
Aku akan memberikan anak itu di pertandingan lain.
King itu kurang mantab. / Tidak, tidak, dia sudah mantab sekarang.
Anak itu memang memiliki bakat. / Yeah, dia selalu punya bakat.
Aku menghasilkan banyak uang ke dia...
...Dan kau harus memanfaatkan bakatnya itu.
Iya, begini, dia akan punya bayi. / Itu malah bikin sial saja.
Dia menikahi pilihannya, gadis muda.
Dia dulu Petinjuku sebelum kau merebutnya dariku.
Aku tidak merebutnya. Hei, dengar.
Kau yang datang pada malam itu di Lion Head?
Iya. / Aku mau kau mengajak King main tinju di sana.
Mungkin hanya undercard (partai tambahan). / Tidak, tidak, partai utama kok'.
Apa? dengar, King tidak ikut partai utama. / Dia sudah layak,
Aku akan bertaruh, bung. $ 10 ribu.
Sampai Ronde ke 10.
Kau sudah yakin dengan keputusanmu itu?
Ya. Ya, ya, ya.
Baiklah, aku akan menjadikannya Petinjuku.
Tidak, tidak. Dia tidak menyukaimu.
Aku akan kasih 50% padanya. / Dia tidak untuk dijual.
Kau tahu kan, dia itu Petinjuku sebelum kau merebutnya.
Aku tidak merebutnya. Kau tahu mengapa semua Petinjumu meninggalkanmu?
Karena kau merebut mereka dariku. / Yeah.
Alasan yang sama mengapa Istrimu meninggalkanmu dan mengapa aku meninggalkanmu.
Serahkan saja anak itu padaku.
Hei, dengar.
Kau meremehkan sesuatu pada King..
Anak ini seharusnya dilatih.
Bukannya dianggap sebagai bocah ingusan, Padahal dia bisa mengalahkan lawan.
Aku tetap ingin yang lokal.
Aku tidak mau repot-repot membawa seseorang ke mari.
Bagaimana dengan Charlie Simms?
Tidak, dia di penjara. Perampokan bersenjata.
Teddy Bigfoot?
Teddy Bigfoot? Teddy Bigfoot, si kaki besar.
Bung, dia sudah £ 350 sekarang.
Bigfoot, yeah. / Yeah.
Hey.
Bagaimana Sailor O'Connor?
Sailor? / Yeah.
Apakah dia masih suka bertinju?
Tidak, tapi itu tak perlu dipersoalkan.
No comments yet. Be the first to leave one.