Las primeras 200 líneas.
Ini adalah cerita
bagaimana seseorang dari titik A
jatuh ke titik Z.
Beberapa orang menyebutnya nasib, yang lainnya, kesempatan.
Tapi kau sebut apapun,
itu pasti menarik untuk direnungkan, bukan begitu?
Jalan hidup kami jatuh bangun.
Bagaimana kau bisa sampai di sini?
Tempat di mana kau berada saat ini.
Peristiwa apa yang membawamu ke tempat ini?
Pada saat tertentu kali ini?
Di manakah hidupmu?
Apakah segalanya berjalan seperti rencanamu?
Dan omong-omong, kapan terakhir kali
kau bicara dengan orang tuamu?
Tidak kah berpikir kau seharusnya menelpon mereka?
Berterima kasih pada mereka untuk setiap keadaan
yang telah menyatukan mereka,
di tempat tertentu,
pada saat tertentu,
saat kau diciptakan.
Kita ini ngomong tentang apa sih?
Bagaimana kau sampai di sini.
Ya.
Astaga, aku tidak percaya
Aku masih begitu...
teler?
Ya!
Segelas jus jeruk pasti akan terasa pas sekarang, kan?
Dan sedikit Tostitos.
Itu dia! Wah!
Itu yang aku sedang pikirkan!
JJ dan Tostitos! Astaga!
Sepertinya kau membaca pikiranku atau semacamnya!
Memang.
Whoa.
Jadi lanjutkan.
Apa yang aku pikirkan sekarang?
Yah, ada banyak pikiran yang berlomba dalam kepalamu.
Minat pertama adalah jus jeruk dan Tostitos.
Ya.
Dan kedua,
pikiran kedua, yang mengkhawatirkan kamu.
Apa itu?
Hal inilah.
Mengapa kau bercakap-cakap dengan Roscoe Lee Browne?
Ha! Roscoe Lee?
Sialan! Kau terkenal!
Ya, benar.
Aku sungguh tak bisa percaya aku sedang berbicara
dengan Roscoe Lee Browne!
Baik. Siap untuk yang ke tiga?
Pasti, Roscoe.
Pemikiran ketigamu hanya ini:
Bagaimana bisa...
aku berada di bianglala?
Bagaimana kau tahu itu?
Karena, pecandu,
kau sedang bicara sendiri.
Sial. Bagaimana sih aku sampai di sini?
Aku rasa mungkin
masih kepagian untuk teler.
Tapi apa pun, kau tahu.
Ini tidak seperti aku hanya duduk-duduk
meng-uangkan cek dari orang tuaku atau semacamnya.
Aku dulu melakukan iklan soda di daerah,
Root Beer Dokter Bjorn Kuno Terkenal.
Mungkin kalian pernah lihat? Bagaimanapun, di antara itu
dan pengangguranku yang aku alami. Bla-Bla-Bla.
Yang aku tahu adalah game ini
keren begitu teler.
Orang bilag pecandu sejati berhenti ngemil...
setelah titik tertentu. Maksudku, pecandu sejati...
bahkan tak bisa mengeja "camilan." Aku tak tahu...
apa pecandu sejati menyebutnya,
"Camilan" atau "Lapar" atau semacamnya.
Bagaimanapun, aku masih suka makan ketika aku teler.
Jadi persetan denganmu jika kau...
jadi lapar ketika lagi teler.
Persediaan Dokter Bjorn ku selama setahun. Bagus kan?
Selama enam bulan aku tinggal dengan teman sekamarku, Steve,
Aku belum pernah lihat dia teler.
Tidak sekali pun.
Dia bahkan agak merendahkan aku karena aku lakukan ini.
Astaga, kau sungguh menyedihkan.
Berikut kesepakatan dengan Steve.
Dia membuatku takut.
Hai, Steve.
Ngerti kan yang kumaksud?
Steve salah satu orang yang...
"sedang antri untuk berkostum Star Wars",
Tapi marah.
Anti-sosial sejati.
Aku selalu mencoba melihat sisi baik Steve,
siapa yang bisa tahu apa yang mungkin terjadi dengan orang aneh seperti dia?
Aku sadar dia telah memberi isyarat padaku untuk tidak begitu,
Tapi aku punya rencana balasan. Rencana balasan yang sungguh baik.
Aku akan membuatkan Steve cupcake lagi.
Cupcake yang lebih enak.
Lalu,
Aku mengenali sifat alami
cupcake yang telah kumakan.
Sial.
Keparat.
Dengar, Jane. Aku sungguh mempertaruhkan diriku...
mendapatkan kau audisi ini jadi mohon, mohon, mohon...
jangan kacaukan. Sepertinya kau bahkan sama sekali tidak...
peduli tentang semua ini.
Apa iya? Apa kau peduli?
Aku peduli.
Rencana... butuh rencana.
Rencanaku.
Nomor satu. Membeli lebih banyak ganja.
Kau tahu, jadi aku bisa membuat lebih banyak cupcakes untuk Steve.
Nomor dua: memakai uang yang ditinggalkan Steve...
untuk membayar tagihan listrik untuk membeli ganja yang disebutkan di atas.
Dengan cara itu aku dapat membuatkan cupcakes baru...
sebelum ia pulang.
Lalu aku akan pergi ke audisiku.
Maksudku, nomor tiga: pergi ke audisiku.
Aku belum pernah ikut audisi dengan kondisi seteler ini.
Tapi aku yakin aku akan baik-baik saja...
karena aku bakalan jauh lebih kreatif.
Itu bukan bagian dari rencana. Coret itu.
Empat: ambil uang di ATM, untuk membayar tagihan listrik,
membeli bahan-bahan cupcake di toko...
dan pulang kembali ke markas untuk memanggang mereka semua.
Tidak buruk... untuk seseorang yang lagi teler berat.
Kau dipanggang (bake = pesta makan2).
Tidak.
Apa yang membuatmu berpikir begitu?
Hanya, kau tahu, yang biasa.
Sebenarnya, yang satu ons penuh.
Aku akan membuat cupcakes.
Beres.
Kau kenapa di sana?
Siapa disana? Ada seseorang di apartemenku?
Astaga, kau benar-benar teler.
Nomor satu: Membeli lebih banyak pot.
Kau kurang 40.
Dapatkah aku hanya...
kau tahu...
Brengsek, Jane, ini yang terakhir.
Kau harus melunasi aku hari ini.
Tidak masalah.
Aku catat dulu... di buku.
Aku hanya perlu ke ATM, bung.
Ini semua tentang kapitalisme
dan omong kosong semacam itu, kau tahu?
Siapa yang menciptakan lapangan kerja? Mereka berasal dari mana?
Keuntungan yang aku buat, misalnya,
berasal dari ekonomi yang aku gak paham banget.
Masuk akal. Aku benar-benar setuju denganmu, teman.
Ya, Reaganomics sederhana berlaku untuk produksi ganja.
Yah, aku pikir itu tidak termasuk Reaganomics, tapi...
Kamu ini bicara apa?
Hanya karena ganja tidak dikenai pajak
tidak berarti itu ada di semacam,
kau tahu, paradigma laissez faire atau semacamnya. (laissez faire = paham ajaran bahwa pemerintah tidak seharusnya terlibat masalah perdagangan)
Apa kau barusan bilang "paradigma" dalam kalimatmu?
Ya, sobat.
Maksudku, apa yang kau lakukan itu semuanya hebat,
Tuhan memberkati engkau untuk semua ini, tapi terlihat bagiku...
seperti pasar kapitalisme sederhana dan biasa.
Ini Reaganomics. Percayalah padaku.
Bagaimana itu bisa Reaganomics? Pasar gelap tidak dikenai pajak.
Dengar, Jane, kau lagi teler.
dan aku kebetulan sangat berpengetahuan luas tentang hal ini.
Cihuy! Kau punya lampu UV. Mari kita mulai revolusi!
Lagipula kau ini tahu apa tentang ekonomi?
Yah... Aku mengambil jurusan ekonomi di kampus
dan lulus Dengan Pujian.
Kupikir aku tahu satu atau dua hal tentang itu.
Aku pikir kau seorang aktris.
Ilmu Ekonomi tidak benar-benar berhasil.
Ini duniaku sekarang.
Temui aku di sana pukul tiga dan bawa uangnya..
Ya. Baik.
Apa ini?
Aku bahkan belum pernah dengar film beginian.
Sebenarnya, teman sekamarku yang memprakarsai ini...
konvensi fiksi ilmiah kutu buku akhir minggu ini
dengan teman-temannya yang datang "terbang" dari Toledo dan...
Hei!
Jam tiga! Temui aku di Venice
dengan uang pukul tiga.
Jangan paksa aku mengirim rekanku ke sini
untuk menagih dengan cara yang keras.
Maksudmu, seperti membunuhku?
Tidak, astaga. Tentu saja tidak.
Jadi mungkin hanya mematahkan tanganku, gitu?
Mematahkan tanganmu? Janey, apa-apaan sih?
Aku cuma cowok penjual ganja.
Aku bukan mafia Tony Soprano.
Yah, jadi apa?
Aku tidak tahu.
Menyita perabotmu, atau semacamnya.
H
Jadi, Jane,
kenapa dengan teman sekamarmu?
No comments yet. Be the first to leave one.