Year One

Year One

Descargar subtítulo en Indonesian

Información de lanzamiento

Year-One-2009-UNRATED-BluRay
Comentario por ariefas27
NETFLIX RETAIL || IDFL.me

Etiquetas

BluRay
Publicado el: 2019-06-08
Descargas: 103
Para personas con discapacidad auditiva: No

Vista previa de los subtítulos en Indonesian

Las primeras 200 líneas.

Kau lihat itu? Kurasa aku mengenainya.

Babi kecil itu cepat sekali.

Semuanya. Ini buruan kita. Kita semua berjasa.

-Pinggangku sakit. -Kau menombak punggung Enmebaragesi.

Aku cukup yakin tombak itu menancap sejak dari desa.

Itu bukan tombakku.

Tombakku pakai bulu.... Baiklah, yang itu ada bulunya.

Baiklah. Itu tombakku. Maaf, Bung.

Bagus. 2 tombak. Kekuatan membunuhnya jadi 2 kali lipat.

Terima kasih banyak. Lain kali jangan halangi lemparanku.

Apa? Aku tak bilang-- Bukan salahku.

Siapa suruh berdiri di antara aku dan babi buruanku?

Ini dia.

Kurasa kau tak mau kukumpulkan. Kau mau dimakan.

Hai, Marlak.

Tak akan ada buah berry di salad buah sekarang. Kita semua rugi.

Oh, bagaimana?

Mereka menganggap diri mereka keren.

Kau pikir ini tak sulit? Mengumpulkan buah itu sulit.

Aku harus mengumpulkan buah yang tak ada kotoran burungnya.

Lalu kutaruh di keranjang.

Apa mereka mengganggumu?

Jika mereka mengganggumu, akan kuhajar mereka.

-Benarkah kau akan melakukannya? -Kau benar.

Biarkan saja kali ini.

Lain kali mereka akan merasakan ujung tombak tajamku ini.

-Apa yang terjadi pada tombakmu? -Kuubah jadi tombak tumpul.

Menjadi alat pembunuh yang lebih ringan dan bagus.

Itu Maya. Aku mau bicara dengannya.

Aku segera kembali. Kecuali terjadi hal yang tepat.

-Maya. -Zed.

Apa yang harus kulakukan agar kau mau jadi kekasihku?

Kau pria istimewa. Kepribadianmu hebat.

Sejak orang tuaku tewas oleh kawanan anjing liar...

...kaulah yang bisa membuatku tertawa.

"Dia mengigit kakiku."

"Lepaskan." Itu kata ibumu.

Kau membuatku tertawa. Namun itu belum cukup.

Aku wanita kuno.

Butuh pria yang bisa melindungi dan menjagaku.

Maksudmu seperti Marlak?

Dia pemburu terhebat di desa ini.

-Belum tentu. -Semua bilang begitu.

Mungkin aku bukan pemburu terhebat.

-Atau pengumpul buah terhebat. -Benar.

Zed, hanya itu pekerjaan yang ada di sini.

Aku bisa mengurusmu. Apa aku terlihat kelaparan?

Ayolah. Katakan padaku kau bisa menolak ini.

Beri kesempatan. Biarkan dirimu tergoda.

Sudah pasti aku bisa menolak hal itu.

Maya. Bisakah nanti kita berjumpa lagi?

Aku harus mencuci rambutku.

Kau sudah mencuci rambutmu tahun lalu.

Nanti malam kita berpesta.

Maya. Ini untukmu.

Terima kasih, Marlak. Satu lagi kepala babi hutan.

-Warnanya beda. -Ya. Yang ini...

-Tak ada lidahnya. -Ini luar biasa.

Lihatlah Marlak merayu Maya. Dia tak mengenalnya sama sekali.

Bukan itu bagian yang terbaik dari seekor babi hutan.

Yang penting bokongnya, bodoh. Dasar idiot.

Eema.

Dia bahkan tak tahu aku ada.

Ada 60 pria di desa ini.

Kau harus berusaha keras untuk tahu keberadaan seseorang.

Aku hanya ingin bercinta dengannya.

Entahlah. Dia cantik, tapi aku tak ingin tidur dengannya.

Dia adikmu. Itu seperti bercinta dengan ibumu saja.

Itu kesalahan besar. Kini aku tahu.

Kau pikir tak akan terasa aneh di pagi hari. Namun percayalah....

Kau mau tahu cara memikat Eema? Lakukan tari kesuburan...

...di pesta dan tarik dia ke gubukmu.

Aku tak mau cari ribut. Bagaimana jika dia melawan?

Beri ketukan di kepalanya. Wanita akan merespon hal itu.

Aku masih tinggal bersama orang tuaku.

Aku tak mau membuat mereka terjaga semalaman dengan suara ributku.

Aku pasti dimarahi esok paginya. Dia suka pemburu,...

...bukan pengumpul. Dia sendiri seorang pengumpul.

Ironisnya, dia sendiri pembenci para pengumpul.

-Cukup menimbulkan ide. -Aku tak begitu yakin.

Kini dia minta dilayani secara terpisah.

Squanto, sudahlah.

Kau bisa buang air besar di seluruh hutan.

Kenapa semua selalu buang air besar di belakang gubukku?

Kita mau ke mana? Harusnya tak sejauh ini dari desa.

Aku muak mereka selalu mengejekku.

-Mau tahu rencanaku? -Pindah desa.

Bukan. Mengubah kepalaku.

Mustahil. Kepalamu menempel di tubuhmu.

Bukan kepala, maksudku pikiranku.

Pikiran--

Jangan bilang kau mau memakan buah terlarang.

Itulah yang kupikirkan.

Tunggu. Zed, itu pohon pengetahuan baik dan buruk.

Jangan makan buahnya. Itu dilarang. Semua tahu.

Kenapa dilarang?

Kenapa buah itu tak boleh dimakan?

Bukan buahnya, tapi aturannya. Ini tentang mematuhi perintah.

Ya, kita mematuhi perintah seumur hidup kita.

-Apa gunanya bagi kita? -Aku suka melakukan itu.

Baik bagiku. Tunggu.

Zed, hentikan. Itu hanya buah.

Itu tak akan mengubah hidupmu.

Bagaimana jika ini buah ajaib?

Bagaimana jika buah ini membuatku menjadi pria tercerdas di desa?

Itu impian kosong.

Semua pemburu harus tunduk padaku.

Maya pasti mau bercinta denganku.

Hanya untuk bercinta dengan Maya?

Takdirku pasti hebat. Aku ingin tahu buah ini.

Letakkan buah itu dan kita pergi.

Jika ada yang lihat, kita dikuliti.

Akhirnya kau makan juga.

Rasanya seperti pengetahuan.

Apa rasanya terlarang? Karena itu buah terlarang.

-Aku jelas merasakan sesuatu. -Apa?

Selain tak lapar lagi, aku merasa lebih pandai.

Seakan aku tahu segalanya.

Tanyakan apa pun padaku. Ayo. Uji aku.

Ke mana matahari pergi saat malam?

Lewatkan. Pertanyaan berikut.

-Dari mana datangnya bayi? -Lewatkan. Pertanyaan berikut.

-Ada ular di kakiku. -Dalam bentuk pertanyaan.

Apa ada ular di kakiku?

-Benar. -Lalu kita harus apa?

Aku banyak ide untuk subjek ini.

-Dia mencekikku. -Masukkan jarimu ke lubangnya.

Kau tahu, makan dia sebelum dia memakanmu. Cobalah.

Makan ular itu dulu. Itu kata otakku yang baru.

-Ular ini siap memakanku. - Mulai dengan matanya.

Besar sekali.

Zed, tolong aku.

Aku akan mati sebagai perjaka.

Tunggu. Aku makan buah ini dulu.

-Hari ini berat untukku. -Ya. Hidup pasti lebih dari ini.

Ini sangat berat. Aku tak tahan lagi.

Tak mungkin. Lihat mereka.

Seperti hewan. Kau terlalu baik untuk ini.

Kini aku lebih cerdas, aku pasti menjadi pemimpin...

...dan kau menjadi tangan kananku.

Aku lihat apa yang kau lakukan dengan tangan kanan. Terima kasih.

Tak pernah kau bayangkan ada apa di balik gunung sana?

Tak ada apa pun di balik gunung itu.

Itu ujung dunia. Semua tahu itu. Kau bisa jatuh ke sana.

Bagaimana jika tidak?

Perutku jadi mual.

Aku banyak berpikir sejak makan buah itu.

Apakah buah itu?

Sesuatu yang kau makan? Kenapa kita makan?

Siapakah kita? Di mana kita? Kenapa aku punya jari ini?

Semuanya jadi aneh.

Semua menjadi aneh saat kuperhatikan.

Kenapa aku bisa bicara? Apa ini?

Bibirku bisa bergerak, bersuara...

...dan kau tahu artinya?

Aku menjadi bertanya-tanya.

Itu seperti ocehan gila. Aku tak mau dengar.

Dia tampak cantik malam ini.

Lakukanlah. Berdansalah untuknya.

Mereka berdansa serigala.

Itu bukan keahlianku.

Yang benar saja. Dansa serigalamu hebat.

Ayo, lakukan dansa serigala.

Ajak dia berdansa.

Di atas kepalanya.

Aku mau makan dulu. Nanti kembali lagi.

Ayahmu pemburu hebat. Kau seperti gadis kecil saja.

Bagus, Marlak.

Enmebaragesi melihatmu di taman.

Sungguh? Bagaimana jika dia bohong?

Aku melihatnya makan buah terlarang.

Kau melihat itu?

-Ada apa ini? -Kau bisa langsung kubunuh.

Ada bintang jatuh. Indah sekali.

-Kau sungguh makan buah itu? -Hanya 1 gigitan. Bukan masalah besar.

Jangan makan buah itu.

Aturan pertama sejak awal zaman.

Sejak penyu raksasa masuk ke laut dengan dunia di punggungnya.

Aku tahu aturan itu, tapi agak penasaran dengan detilnya.

Itu buah terlarang.

Kau lakukan yang tak boleh dilakukan. Itu terlarang.

Kata terlarang punya makna ganda.

Tak ada makna ganda untuk itu. Kau sudah dikutuk, Kawan.

Jika kau tetap di sini, kami semua akan terkutuk.

Kau harus pergi.

-Aku harus ke mana? -Aku tak memakan buah itu.

Aku tak bisa membantumu.

Andai aku bisa membantumu, Zed, tapi tak bisa.

Kau memang membuat masalah besar.

Sebaiknya kau pergi.

Sebelum pergi, aku mau bilang sesuatu.

Aku tahu aku bukan pemburu terhebat.

-Atau pengumpul. -Benar. Terima kasih.

Pasti ada hidup yang lebih baik daripada di sini.

Aku pergi karena aku memilih untuk pergi.

Silakan bagi yang ingin ikut.

Entah ke mana tujuan kita. Namun aku akan memimpin...

...dan menerangi kegelapan.

Siapa yang ikut bersamaku?

Ada yang mau ikut?

More Indonesian subtitles for Year One

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left