Charlotte

Charlotte (シャーロット)

Descargar subtítulo en Indonesian

Información de lanzamiento

12 Janji
Comentario por Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Etiquetas

other
Publicado el: 2016-01-15
Descargas: 20
Para personas con discapacidad auditiva: No

Vista previa de los subtítulos en Indonesian

Las primeras 200 líneas.

Operasi Plastik

Yuu Otosaka

Laki-laki

Dokter Jaga

dr. Koike

Sakit.

Ya, jelas sakit.

Baru dua hari pascaoperasi, sih.

Dua hari?

Ya.

Kenapa aku tak bisa bergerak?

Mana kutahu. Tanya dokter saja.

mempersembahkan

ZainuddinAri

ZainuddinAri

ZainuddinAri

ZainuddinAri

ZainuddinAri

ZainuddinAri

ZainuddinAri

ZainuddinAri

ZainuddinAri

ZainuddinAri

ZainuddinAri

ZainuddinAri

mereka bilang bahwa dunia

kuzurete owaru sekai

kan jatuh dalam kehancuran

mujihi ni tsugeru

apa yang

kimi ha

selama ini

hitori

selalu kaudengarkan

nani wo

sendirian?

kiiteta

ku selalu

boku ha

melihat

tooi

mimpi nan jauh

yume wo

di sana

miteta

mana yang sebaiknya kupilih?

nani wo erabitoru

mana yang sebaiknya kutanggalkan?

nani wo akirameru

akankah ku berani

kimeyou to shiteru

ambil keputusan itu?

boku ha nanisama da

meski tak ada lagi keraguan

nani wo erabu ka ha

atas apa yang harus kupilih

mou kimatteiru

kutanyakan pada Tuhan

machigai ha nai ka

agar ku tak salah melangkah

kami ni toikakeru

sebenarnya ku tak sendirian

hitorikiri ja nakatta

karena kau selalu ada di sampingku

zutto soba ni itanda

ulurkan tangan

kono te wo nobasu

ulurkan tangan

kono te wo nobasu

tak ada lagi yang perlu ditakutkan

kowai mono nanka nai

bahkan meski kau jadi monster sekalipun

tatoe bakemono ni narou tomo

kita kan selalu bersama

nashitogeru

kita kan selalu bersama

nashitogeru

Janji

Janji

Kau sudah baikan, Yuu?

Kak Medoki?

Syukurlah.

Sesuai rencana, kita berhasil cegah kemampuan meruntuhkannya.

Yang begini sih, bukan rencana, tapi hanya penanganan biasa.

Ditangani apanya kalau setelahnya tak kauobati!

Aku kan bukan dokter.

Anu, apa yang terjadi? Lalu, kenapa aku bisa jadi begini?

Tomori! Apa Tomori baik-baik saja?

Baik-baik saja, kok. Sekarang dia dirawat di rumah sakit ini juga.

Berkat Kumagami dia selamat.

Oh.

Syukurlah.

Lalu, bagaimana keadaan Kumagami?

Jangan-jangan...

Semua gara-gara kau yang malah egois selamatkan dirimu sendiri!

Mau sampai kapan kau mengeluh soal itu, sih?

Dari awal juga kau yang usulkan kita bertaruh pada kemampuan jelajah waktunya, 'kan?

Mustahil. Kumagami sudah...

Kau lupa?

Sudah, sudah.

Kelihatannya orang kemarin urungkan niat untuk manfaatkan kemampuan jelajah waktumu.

Meski tahu hadapi pemilik kemampuan meruntuhkan,

tapi mereka tetap gunakan sandera sebagai tamengnya.

Kita dan mereka sama-sama salah perhitungan.

Ini gara-gara aku.

Jangan salahkan dirimu.

He.

Apa ke depannya juga akan terus seperti ini?

Setidaknya, kita sudah hapus ingatan para pelakunya dengan bantuan Maedomari.

Yang jadi masalah, kami tak tahu kapan lagi kau akan diincar komplotan lain.

Tapi, kau bisa selamat pun kami sudah bersyukur.

Kami bertiga bergantian menemanimu, lo.

Anu... Jam besuknya hampir habis.

Ya juga.

Sebentar. Masih ada yang ingin kutanyakan.

Kenapa?

Kenapa kakakku tak ke sini?

Hoi! Biar kuhajar saja dia!

Sudah, sudah, tenang dulu, dong!

Maksudnya?

Bagi kakakmu,

Kumagami adalah sahabat terbaiknya.

Ya, masuk.

Ini Ayu.

Oh, Ayumi. Lama tak ketemu.

Lo? Kak Yuu baik-baik saja, 'kan?

Begitulah, asalkan aku diam begini.

Tapi katanya, mata kanan Kak Yuu tak bisa melihat lagi.

Kecelakaannya cukup parah, aku saja hampir terbunuh.

Bisa selamat pun aku sudah sangat bersyukur.

Tapi...

Dibantu dengan terapi, tim dokter bilang aku masih bisa jalani kehidupanku seperti biasa.

Syukurlah kalau memang masih bisa.

Bagaimana rasanya tinggal di pusat penelitian?

Semuanya baik sama Ayu, jadi tenang saja.

Tapi, kak Shun kelihatan murung terus,

jadinya Ayu khawatir.

Kakak murung?

Aku pernah kehilangan Ayumi di depan mataku sendiri.

Bagi kakak, Kumagami pasti sama pentingnya seperti Ayumi bagiku.

Misalkan aku mati saat insiden ini, Ayumi akan bagaimana, ya?

Ya, masuk.

Lama tak bertemu.

Oh, Takajou.

Memang terasa seperti sudah lama tak bertemu, ya.

Wajahmu sungguh mencerminkan rasa sakit yang berbeda jauh dari bayanganku!

Begitukah?

Khusus untuk Otosaka yang sedang sakit begini, spesial kubawakan makanan ini!

Apaan, nih?

Ini adalah termos makanan. Dan isinya adalah...

Aroma ini... Jangan-jangan...

Benar sekali! Kenangan semasa makan di kantin, kari lidah sapi!

Tak disangka-sangka di tempat seperti ini bisa rasakan makanan ini lagi!

Aku akan menyuapimu!

Aku siap!

Baiklah, buka mulutmu.

Enak!

Jadi ingat lagi waktu di sekolah!

Tentu saja! Inilah rasa yang cerminkan masa-masa remaja kita!

Tolong, sesuap lagi!

Masih ada banyak, makanlah yang lahap!

He, bagaimana keadaan Tomori?

Luka dia tak parah sepertimu, jadi sebentar lagi pasti sudah boleh pulang.

Baguslah kalau begitu.

Kelihatannya kau banyak alami kesulitan, ya.

Ya, begitulah.

Cepatlah kembali lagi ke OSIS bersama dengan Tomori.

Meski berduaan di OSIS bersama Yusarin seperti sekarang sudah buatku bahagia.

Ya, masuk.

Aku bawa bingkisan-

Kurobane, ya? Hai.

Anu, sebenarnya aku buatkan ini untukmu.

Anu, jangan-jangan itu sup krim?

Hebat! Benar sekali!

Sup krim buatan Yusarin diakui oleh keluarga Kurobane sebagai makanan penuh energi!

Untuk yang sedang sakit atau terluka juga bagus!

Jadi, ini tujuan dia bawa sup krim waktu itu, ya.

Terima kasih.

Sama-sama! Nah, sekarang bilang "aah"!

Enak, tidak?

Enak. Aku jadi merasa lebih baikan sekarang.

Syukurlah!

Aku tak boleh sampai perlihatkan situasi semacam ini pada Takajou.

Misa, kau masih di situ?

Apa yang kau mau dari orang mati?

He, kalau orang sudah mati, mereka akan pergi ke mana?

Entahlah. Soalnya aku masih ada di sini.

Keberadaanku ini layaknya Yusa yang sedang pegang balon.

Saat kemampuan Yusa hilang, keberadaanku nanti bak balon yang terlepas dan terbang entah ke mana.

Begitu, ya.

Kalau begitu, kenapa tak temui dulu orang yang kausayangi selagi masih bisa?

Ha? Apa maksudnya tiba-tiba bahas ini?

Aku alami hal yang buatku hampir regang nyawa.

Tak ada yang tahu kapan kau kehilangan nyawa.

Temuilah mereka selagi masih bisa.

Ya, masuk akal sih, berhubung aku memang sudah mati. Tapi, ya...

Oh ya, dulu juga aku sering makan itu.

Dulunya itu masakan ibu kami yang paling enak, lalu Yusa menirunya, dan jadi sering membuatnya.

Sama seperti keluargaku.

Tak seperti Yusa, aku justru buat orang tuaku sedih.

More Indonesian subtitles for Charlotte

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left