Las primeras 155 líneas.
Tekad yang diwariskan...
Waktu yang berjalan... Impian manusia...
Semua ini tidak bisa dihentikan.
Selama manusia terus mencari jawaban dari kebebasan,
semua hal ini tidak bisa dihentikan!
= ONE PIECE =
Jalan terus!
Apa yang sedang kau bicarakan? Kita sudah dimakan!
Jalan terus! Jalan terus!
Hakoku!
(Nami Sakit? Turunnya Salju di Tengah Lautan!)
Kita berhasil terbang keluar!
Jangan melihat ke belakang! Kita akan berjalan terus!
Besar! Besar sekali!
Mereka membelah laut...
Inilah kekuatan prajurit Elbaf!
Luar biasa!
Teman-teman!
Sekarang pergilah!
Zaman dahulu, ada sekelompok orang di laut
yang dikenal dengan nama Bajak Laut Raksasa.
Mereka berdua adalah ketuanya bajak laut,
Red Ogre Broggy dan Blue Oglre Dorry.
Kekuatan mereka sangat luar biasa.
Mereka tidak pernah dilawan,
karena tidak ada orang yang berani menandingi kekuatan mereka.
Namun, konon katanya, ada seorang anak gadis yang berhasil
menaklukkan mereka.
Apakah kau sudah melihat apa yang ditangkap Bos pada hari ini?
Iya! Aku tidak akan melupakannya! Sampai sekarang aku masih sangat senang!
Mereka berhasil menangkap monster laut yang sangat besar!
Walaupun kita adalah keturunan raksasa Elbaf,
tapi tidak ada yang berani melawan makhluk buas besar selain Bos kita!
Benar?
Iya!
Setuju!
Makhluk itu memang yang paling besar.
Iya! Paling besar yang pernah kita tangkap!
Jadi, mana yang lebih besar?
Yang...
Mana?
Iya! Siapa yang menang dalam lomba berburunya?
Lihat, Broggy! Punyaku sedikit lebih besar!
Enak saja! Punyaku lebih besar tiga sentimeter!
Siapa bilang?
Apa masalahmu?
Bos! Tolong hentikan!
Omong-omong, Broggy. Ada sesuatu yang tidak bisa aku ingat.
Tidak hanya kau. Aku juga.
Gunung yang tengah!
Aku tidak peduli! Ayo kita selesaikan sekarang juga!
Iya! Urusan lain nanti saja!
Hei! Aku akan mengunjungi Elbaf suatu hari nanti! Desa para prajurit!
Iya! Baiklah!
Mereka masih bersemangat.
Aku tiba-tiba merasa lelah setelah kejadian sebelumnya.
Vivi, boleh bantu aku jaga kompas ini?
Tentu saja.
Akhirnya kau bisa kembali ke Alabasta.
Itu pun kalau kita bisa sampai dengan selamat.
Iya. Aku harus kembali!
Bagaimanapun, Aku
adalah satu-satunya putri yang bisa menyelamatkan kerajaan!
Sang Raja, ayahmu, sudah tidak bisa memimpin rakyatnya.
Satu-satunya cara menghentikan pemberontakan sekarang
adalah mengungkapkan kebenaran kepada rakyat secara langsung!
Jadi, bagaimanapun, kau tidak boleh mati!
Kau harus bertahan hidup, walaupun harus mengorbankan orang dekatmu
atau pun mengkhianati temanmu!
Ini akan sangat menyakitkan!
Tuan Putri Vivi! Apakah kau berjanji untuk selalu bertahan hidup?
Aku akan kembali ke Alabasta, dengan selamat.
Kau tidak perlu khawatir, Vivi-chan.
Ada aku bersamamu!
Cemilan santai hari ini. Silakan mencicipi petit fours.
Untuk minuman, kau bisa memilih kopi atau teh.
Sanji-san...
Punya kalian ada di dapur!
Baiklah!
Aku duluan!
Dua ribu enam ratus tiga!
Dua ribu enam ratus empat!
Dua ribu enam ratus lima!
Dua ribu enam ratus enam!
Kalau saja aku berhasil memotong lilin itu,
teman-teman aku tidak akan tersiksa.
Aku lemah.
Jika aku ingin menjadi lebih kuat,
aku harus bisa memotong benda seperti itu dari sudut mana pun!
Mr. 2! Bon Clay-sama! Kapal Swanda sudah siap berlayar!
Iya, iya! Berisik sekali kau, diam!
Sebenarnya, kenapa harus aku yang melakukan ini?
Mr. 3 itu tidak lebih dari sebuah sampah! Kalian saja yang membuangnya!
Kami tidak bisa!
Kami tidak akan berhasil walaupun semua anggota kami melawannya!
Tolong! Ini adalah perintah dari Bos!
Satu, dua, tiga...
Siapa nama yang ke-empat?
Zero-chan memang merepotkan.
Vivi, maaf. Sepertinya aku harus...
Istirahat sebentar.
Tenang saja, Nami-san!
Aku akan mengawasi perjalanan kita. Beristirahatlah sebentar.
Apakah kau baik-baik saja?
Semuanya, kemari! Ini gawat!
Ha? Ada apa, Vivi?
Nami-san demam tinggi!
Ha? Nami-san?
= ONE PIECE =
Apakah Nami-san akan mati, Vivi-chan?
Mungkin karena perubahan iklim.
Salah satu tantangan yang dihadapi semua pelaut yang masuk ke Grand Line
adalah penyakit akibat cuaca ekstrim.
Banyak sekali cerita tentang bajak laut kuat dan jahat
yang mendadak mati karena cuaca ekstrim ini.
Jika tidak segera diobati, gejala ringan pun akan menyebabkan kematian.
Nami-san!
Apakah ada yang berilmu medis di kapal ini?
Namun, dia pasti akan sembuh setelah makan daging! Benar, Sanji?
Aku akan membuatkan makanan sederhana untuk orang sakit,
tapi makanan saja tidak akan menyembuhkannya.
Dia harus diobati.
Lagi pula, aku biasanya sudah membuatkan Nami-san dan Vivi-chan
makanan yang 100 kali lipat lebih bergizi daripada lainnya.
Aku memberi mereka daging segar dan sayuran supaya mendapat cukup gizi.
Kemudian semua yang busuk aku berikan kepada kalian.
Hei!
Namun, rasanya tetap enak!
Bagaimanapun, sebagai koki kapal ini,
makanan bergizi adalah tanggung jawabku.
Namun, menyiapkan makanan untuk orang sakit itu harus hati-hati.
Apa saja gejalanya? Apa yang dia butuhkan? Aku tidak bisa mengambil keputusan.
Kalau begitu, berikan saja semua makanan!
Orang sakit mana bisa makan banyak?
Empat puluh derajat celsius? Demamnya semakin tinggi!
Apakah ada dokter di Alabasta?
Berapa lama lagi kita akan sampai, Vivi?
Aku tidak tahu, tapi mungkin seminggu lebih.
Apakah sakit itu menderita?
Tidak tahu. Aku tidak pernah sakit.
Manusia seperti apa kalian?
Tentu saja menderita! Demam 40 derajat celsius itu tidak biasa!
Nyawanya mungkin sedang terancam.
- Jangan mati, Nami-san! - Nami akan mati?
Berhenti! Diam!
Ayo kita cari dokter untuk membantu Nami!
Baik! Tenanglah dulu!
Kau akan memperburuk keadaannya!
Tidak.
Tidak.
Nami-san?
Oh! Dia sudah membaik!
Yang benar saja!
Di laci mejaku ada sebuah koran.
Tidak ada perubahan arah.
No comments yet. Be the first to leave one.