Las primeras 192 líneas.
Ma Roo!
Kang Ma Roo!
Kang Ma Roo! Ma Roo!
Kang Ma Roo!
Ma Roo!
Kang Ma Roo!
Ma Roo!
Bagiku, itu adalah ciuman pertamaku.
Ciuman kita di istana Hirosaki...
Itu pertama kalinya aku mengatakan aku mencintai seseorang...
Selama 29 tahun aku hidup.
Aku mencintaimu, Suh Eun Gee.
Itu pertama kalinya aku mendengar pengakuan yang begitu mendebarkan, berkat dirimu.
Suh Eun Gee, yang tampaknya punya segalanya...
Suh Eun Gee, yang tampaknya tak pernah iri pada apa saja...
Tapi kenyataannya...
Hidupku begitu menyedihkan.
Tapi...
Karena seorang pria bernama Kang Ma Roo...
Aku mulai menikmati bangun tidur, bernapas, dan menikmati hidup untuk pertama kalinya.
Itu sebabnya aku memikirkan tentang itu berkali-kali.
Walau aku kehilangan segalanya...
Aku tak bisa kehilangan pria ini.
Keputusan itu yang kuambil lima jam yang lalu.
Jadi, satu-satunya permohonanku adalah...
Melihatmu setiap hari dan mengatakan padamu aku mencintaimu.
Aku ingin mendengarmu mengatakan kau mencintaiku dan saling berbagi mimpi.
Aku ingin memiliki anak dan membesarkan mereka...
Dan hidup sampai tua bersama.
Apa itu mungkin?
Diterjemahkan oleh : Sue Valentino , CalVter , filmar
Episode 8
Kau apakan sepatumu?
Aku tak ingat kulepas di mana.
Kau belum makan, kan?
Wajah tampanmu jadi berantakan.
Tak ada yang bisa dimakan sekarang.
Aku pergi beli makanan dulu. Kau mau makan apa?
Seberapa parah lukamu?
Ini milik adikku. Kenakan sekarang.
Apa ada luka yang lain?
Biar kulihat.
Jujur saja...
Aku suka tampangku yang sekarang.
Tampak lebih alami.
Lagi pula aku mulai bosan dengan wajah tampanku.
Aku tak bercanda.
Itu sebabnya aku tak merawat bekas lukanya.
Aku yang akan memutuskan akan membeli apa.
Kenapa kau tak ganti baju saja dulu?
Katakan aku tak salah memilih, bu.
Kehidupan seperti ini yang kau inginkan untukku.
Walaupun akan sulit...
Aku harus maju dengan penuh percaya diri.
Bantu aku melalui ini, bu.
Aku temukan ini di lacimu.
Mari kita berjalan-jalan ke sana jika besok pagi cuacanya cerah.
Ini akan menjadi perjalanan pertama kita berdua.
Eun Gee...
- Ma Roo! Kang Ma Roo! - Hai!
Kau sedang belajar?
Wawancaranya sudah selesai?
Aku sempatkan waktu bertemu denganmu. Aku harus kembali.
Begitu.
Ta-da!
Apa itu?
Pimpinanku mengambil foto ini saat menghadiri konferensi di Laut Timur.
Pemandangannya indah, kan?
Ayo kita ke sana. Ini akan menjadi perjalanan pertama kita berdua.
Aku akan mengambil cuti beberapa hari. Kita bisa pergi setelah kau selesai ujian.
- Akan kupikirkan. - Jangan jual mahal, ikut saja!
Jika kau terus jual mahal...
Aku akan pergi bersama pria lain.
Boleh?
Tentu saja tidak!
Di mana tempat ini?
Apa yang harus kulakukan, Ma Roo?
Apa yang harus kulakukan pada Choco?
- Apa yang kau lakukan? - Akk!
Hei, kau!
- Kau manusia atau hantu? - Aku? Manusia.
- Kau tak mati? - Kenapa aku mati?
- Tapi, apa kau menangis? - Tidak...
Nyonya di rumah itu bilang kau minum racun.
Aku juga hendak menenggelamkan diriku di laut.
Apa ada orang lain bernama Choco di kompleks ini?
Anjing mereka namanya Choco.
Tapi, apa Choco mati?
- Tidak! - Tunggu...
Kenapa dia menamakan anjingnya Choco dan membuatku bingung?
Ayah memberiku nama sama dengan nama anjing.
Mungkin kau tak tahu...
Tapi ada dua anjing bernama Choco di kompleksku.
Hei...
Kenapa ayahmu memberimu nama seperti nama anjing?
Aku cengeng saat masih kecil.
Aku berhenti menangis saat dia memberiku coklat.
Saat menyebut Choco, aku berhenti menangis.
Itu sebabnya dia memberiku nama Choco.
Ayahku tak benar-benar menyukaiku.
Dia hanya menyukai Ma Roo.
- Jadi, kau cemburu atau bagaimana? - Tidak.
Hanya saja saat kau memiliki anak sendiri...
Kau mungkin akan menghubungkan nama dengan sesuatu yang mereka makan.
Ayo.
Bagaimanapun juga, aku bersedih atas kematian Choco.
Anjing itu cantik sekali.
Apa racun tikus seenak itu?
Ji Yun!
Mulai sekarang, namamu Ji Yun.
Artinya kau bijak dan cerdas.
Aku menyimpannya untuk anakku nanti...
Tapi kuberikan saja padamu, Kang Ji Yun.
- Jae Gil! - Kau suka?
Suka. Sangat suka.
Apa margaku bisa diganti juga?
- Menjadi apa? - Chun! Chun Ji Yun!
Tentu, Chun Ji Yun!
Mulai saat ini, namamu adalah Chun Ji Yun.
Bagus!
Omong-omong, Jae Gil...
Tadi kau bilang kau mau menenggelamkan diri...
...di laut karena kau kira aku mati.
Masa? Kapan? Kenapa?
- Tak pernah! - Kudengar dengan jelas.
Bisa kau katakan sekali lagi sambil menatap mataku?
Kau selalu membesar-besarkan masalah.
Kenapa kau jadi marah padaku?
Katakan saja padaku di mana Jae Hee.
Ada rumor dia menjadi isteri simpanan presiden Tae San.
Itu terdengar konyol.
Mata pria itu penuh hawa membunuh.
Jika dia menemukan Jae Hee, dia bisa membunuhnya.
Apa ini sudah semuanya, pak?
Ya, silahkan dihitung semuanya.
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, anda terhubung dengan pesan suara.
Presiden sudah tahu semuanya.
Bagaimana dia bisa dapatkan ini?
President secara rutin meminta sekertaris Chang meninjau rekaman CCTV.
Itu sudah berlangsung sebelum kau pindah ke sini.
Semalam, dia mengadakan pertemuan...
...bersama Jaksa Min dan Pengacara Park tanpa diriku.
Kudengar dia memperbaharui wasiatnya.
Semua kekayaannya, saham perusahaan, dan saham-saham lainnya...
Akan diwariskan kepada Direktur Suh.
Bagaimana denganku?
Bukan...
Bagaimana dengan Eun Suk?
Puteraku Eun Suk adalah putera presiden juga.
Bagaimana dengan puteraku Eun Suk?
Mari kita pergi memohon pengampunannya.
Kita akan berlutut dan memohon seolah hidup kita bergantung padanya, hingga ia mengampuni kita.
Pengacara Ahn!
Kita tak bisa meminta pengampunan dalam hal semacam ini.
Selain itu dia juga bukan orang yang pemaaf.
Kau tahu seperti apa dia.
Direktur Suh juga sudah tahu tentang hubunganmu dengan Kang Ma Roo.
- Eun Gee tahu tentang aku dan Ma Roo? - Ya.
Kurasa itu sebabnya dia terus lengket pada Ma Roo seolah dia ingin kau melihatnya.
Presiden dan Direktur Suh...
...berkuasa di sini, jadi orang sepertimu takkan pernah bisa menang.
Kau harus kemasi barang-barangmu pagi-pagi sekali besok...
...dan tinggalkan rumah itu.
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, anda terhubung dengan pesan suara.
Ma Roo, tolong aku.
Kakakku mau membunuhku sekarang.
Hanya kau yang bisa kuhubungi.
Maafkan aku, Ma Roo.
Kumohon bantu aku sekali ini saja.
Pesan telah tersimpan.
Suh Eun Gee, bagaimana kau bisa bangun telat?
Apa kau merasa sangat nyaman di rumah ini?
Ma Roo, tolong aku.
Kakakku mau membunuhku sekarang.
Hanya kau yang bisa kuhubungi.
Maafkan aku, Ma Roo.
Kumohon bantu aku sekali ini saja.
Ma Roo!
Kang Ma Roo!
Jae Sik ada di sana sekarang?
Sebaiknya kau menghubungi polisi.
Apa kau terluka?
Separah apa?
Berhenti menangis dan bicaralah!
Halo?
Kau di mana?
Kang Ma Roo!
Ma Roo!
Ayo kita jalan-jalan.
Terjadi sesuatu. Aku harus ke suatu tempat.
Sudah terlalu telat hari ini, jadi kita akan jalan-jalan besok.
Ada nasi di penanak nasi. Kau ambillah sendiri.
No comments yet. Be the first to leave one.