Game of Werewolves

Game of Werewolves (Lobos de Arga)

Descargar subtítulo en Indonesian

Información de lanzamiento

Game of Werewolves (2011) 720p BluRay DTS x264-EbP ganool
Comentario por betepe

Etiquetas

BluRay
x264
720p
720
TS
ganool
Publicado el: 2019-12-02
Descargas: 51
Para personas con discapacidad auditiva: No

Vista previa de los subtítulos en Indonesian

Las primeras 200 líneas.

Original subtitle by: ---- Deepsea ----

Pada tahun 1901.

Di Arga, sebuah desa di provinsi Orense,

Marchioness dari Marino,

seorang aristokrat Spanyol dan seorang yang lalim, tuan tanah yang kejam,

memerintah semua wilayah.

Menikah dalam pernikahan yang nyaman, dia menginginkan seorang keturunan

yang akan mengatur wilayahnya dengan tegas, sama seperti dirinya,

tapi suaminya tidak bisa membuat dirinya hamil.

Sang marchioness, tidak sabaran dan tidak ingin milih-milih,

untuk berzina dengan lelaki manapun, yang penting berhasil.

Suaminya, seorang pria yang lemah dan pemalu yang takut padanya,

tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya.

Suatu malam, beberapa pemain gipsi tiba di Arga

untuk tampil dalam pertunjukannya.

Sang marchioness tertarik pada gypsy pelempar pisau.

Setelah gagal untuk merayunya,

dia mengirimkan sekelompok anak buahnya ke kamp,

untuk menculiknya dan membawanya untuknya.

Setelah mengikatnya di ranjang,

dia mengangkangnya dan memperoleh benihnya.

Tidak lama, merasa dia telah berhasil

dan takut akan kebenaran ayah asli dari anaknya

mungkin akan terungkap,

dia memimpin sekelompok budak yang menghancurkan kamp

dan membunuh semua penghuninya:

Pria,

wanita dan anak kecil.

Sang istri gipsi, dengan napas terakhirnya

memberi kutukan pada sang marchioness.

Sembilan bulan kemudian, sang marchioness melahirkan anak yang tampan.

Saat tahun pertamanya, dia tumbuh sehat dan kuat.

Tapi saat ulang tahun kesepuluh,

kutukannya mulai bekerja...

..dan muncullah iblis di Arga.

ATTACK OF THE WEREWOLVES

Tomas, ini nenek. Di mana kamu?

Aku harus berada 12 mil jauhnya. Dekat sini.

Rumah itu sudah kosong selama 20 tahun Itu sudah pasti rusak.

Apa yang mau kau lakukan di sana? Tempatnya sangat besar.

Ayolah, nenek, aku akan baik-baik saja.

Aku tidak melihat mengapa mereka mengganggu dengan omong kosong itu.

Itu penghargaan.

Aku pasti satu-satunya orang terkenal yang pernah ke sana.

Jangan bodoh! Kau tidak terkenal.

Yah, mereka berpikir penulis itu terkenal.

Kau menulis sebuah novel dan tidak ada yang membacanya.

Sial, dan aku satu-satunya cucumu.

Pasti bagus diberikan penghargaan dari desa.

Ibu dan ayah pasti senang.

Mereka tidak akan memberikan apa-apa begitu pula denganmu.

Kau tidak pernah kesana sejak umur 15 tahun.

Benar juga; ini daerah yang buruk.

Baiklah, aku akan tinggal sejenak, dan mencoba menulis novel.

- Apa? Aku tidak bisa mendengarmu. - Nenek! kau bisa mendengarku?

Vito, jangan pipis.

Jesus Christ!

Sial...

Vito, disini juga jangan.

Aku menghabiskan 15 tahun pertamaku di sini, di kamar ini.

Seluruh masa remajaku.

Saat aku pipis enak di ranjang ini.

Dan ini adalah loteng.

Ini menakutkanku saat masih kecil.

Masuk.

Masuk kesana, pecundang.

Lihatlah? Tidak ada apa pun di sini.

Pecundang.

Tidak ada.

Bagus! Mice.

Jatuhkan itu, itu tidak bersih.

Aku dulu sering ketakutan di sini.

Anak-anak sungguh berlebihan.

Khayalan mereka..

Aku ingat suatu hari...

Aku tidak pernah setakut itu dalam hidupku.

Aku pergi dengan Calisto, temanku di sini saat masih kecil.

Dia bercerita tentang penyihir yang hidup di dalam lemari baju ini

dan memakan paru-paru anak-anak yang membukanya, karena berisik.

Sial!

Aku ketakutan sampai kencing di celana, saat itu umurku 13 tahun.

Aku tidur dengan orangtuaku sampai mingu berikutnya

karena penyihir sialan itu.

Apa?

Apa yang kau cium? Si penyihir?

Tidak, tidak ada apa pun di sini, bodoh.

Kau pengecut.

Debu sialan.

Paru-parumu, Aku ingin paru-parumu!

Tepi pertama aku ingin kau merasukiku!

Rasuki aku!

Sialan kau!

Sialan kau, Calisto, kau hampir membuatku mati ketakutan!

Kau sampai terkencing-kencing? Aku tidak tahu itu.

Atau pergilah tidur dengan orang tua mu.

Pergilah ke neraka! Bagaimana bisa kau sampai di sini?

Lewat taman, tentu saja.

Aku sudah di sini berjam-jam. Aku pikir kau tidak datang.

Siapa kau ini, ratu penyeret desa?

Itu nenek ku.

Aku tidak pernah membocorkan apa pun.

Aku tidak melihat banyak peziarah. Bukankah ini di Camino de Santiago?

Ya, tapi...

Aku rasa mereka mengambil rute yang berbeda.

- Kau punya pacar? - YA.

- Itu... tidak lagi. - Dia meninggalkanmu?

Tidak, itu hanya sementara. Kenyataannya, anjing miliknya.

Jadi, dia marah dan kau terjebak dengan anjingnya.

- Wanita sialan! - Tidak seperti itu.

Yah, Sedikit.

- Apa yang kau lakukan? - Baik.

Aku mewarisi tanah ayahku dan traktor, dan itulah yang aku lakukan.

Hello!

- Apa kau sudah menikah? - Siapa, Aku? belum.

Semua wanita ingin pergi ke Madrid.

Bahkan tidak banyak domba yang tersisa.

Berapa lama kau akan tinggal?

Selama mungkin. Aku ingin menulis sebuah novel.

- Ingin tahu ini tentang apa? - Tidak, bukan aku...

Jika kau tinggal, kita akan saling bertemu.

Aku kesini untuk bekerja, bukan untuk berlibur.

Tapi, yeah, kita akan saling bertemu.

Tentu saja.

RETURN TO MY ROOTS

A NOVEL BY TOMAS MARINO

CHAPTER ONE

Hello!

Kau Marino.

Tomas Marino, si penulis, cucu dari Rosa.

Ya.

Dan siapa aku?

Kau paman Evaristo, sial!

Apa kau tidak mengenalku? Apa kau tidak mengingatku?

Ya, tentu saja!

Astaga, kau tumbuh besar! Kau sudah dewasa sekarang.

Sial!

OK, dengarkan, semua!

Anak muda ini cucu dari Rosa.

Marino, sang penulis.

Ini Tommy. Dia anak yang baik.

Aku menggendongmu saat kau masih kecil.

Saat aku melap bokongmu! Apa kau tidak mengingatku?

- Aku Nica. - Sial...

Tidak.

Tapi bagaimana bisa aku lupa?

Kemarilah.

Apa ini?

Obat kuat, tolong.

Kami tidak memiliki obat kuat, kami punya Pitusa.

- Maaf? - Pitusa, minuman bersoda.

Sial, minuman yang asli. Kau sudah dewasa sekarang.

Tidak, bukan itu. Aku sudah berhenti.

- Berhenti dari apa? - Alkohol.

Untuk apa? Tapi kau ada di bar. Ada banyak alkohol.

Paco, dua orujos.

Yah, bagaimana menurutmu dengan keadaan desa?

- Sama saja, eh? - Ya.

Evolusi belum membuat banyak terobosan di sini.

- Belum, benar 'kan? - Semua yang baik.

Salah satu alasan aku di sini adalah untuk kembali ke asalku,

mencari inspirasi dari masa lalu,

menemukan inspirasi.

Kami masih punya pertukaran manual di sini,

tetapi jika kamu bersabar, kau bisa memanggil siapa saja.

Dengar, apa Walikota di sini?

Aku bertanya-tanya tentang upacara pada hari Jumat...

Dia berdiri di sana!

Kandidat dari UPA.

Unilateral Party of Arga, dan terpilih kembali empat kali.

Jangan khawatir tentang hari Jumat. Kami tidak peduli tentang upacara.

Segelas anggur, sedikit pidato, itu saja.

Tapi bagaimana dengan tamunya?

Seorang public figur dari daerahnya, seseorang yang penting?

Tidak, tidak, paling minimum.

Rakyat, walikotanya dan...

...otoritas keagamaan.

Aku tidak tahu...

Atas nama desa, Aku menyambutmu.

Berdiri, pal!

- Ada apa? - Mengapa aku datang kesini?

Aku datang untuk membangunkanmu! Makan siang di rumahku, ingat?

- Jam dua! - Anjing itu kencing di lantai.

Yah, jika kau tidak mengeluarkannya...!

Mengapa orang-orang di desa harus berteriak?

Aku tidak tahu.

Hei, kau sepertinya mabuk!

Jangan menyangkalnya!

Itu bukan rasa mabuk, Aku pikir punggungku patah.

- Aku membaca bukumu. - Apa kau menyukainya?

Ya.

Sedikit berat, tapi iya.

- Mengapa berat? - Yah, tidak berat, tapi...

500 halaman dari dua orang berbicara tentang sebotol Pacharan

bukankah itu bahan tertawaan!

- Itu adalah metafora untuk kecanduan alkohol. - Ya, jika itu adalah metafora...

Tapi aku menyukainya.

Aku jarang membaca, kau tahu 'kan.

Menggabungkan pemanen manual, hal-hal seperti itu.

Ngomong-ngomong, sejak kapan paman menjadi pendeta?

Aku tidak tahu apa-apa soal itu.

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left