Las primeras 200 líneas.
Subtitle By Facresi
Nomor 7 cepat.
Harus cepat, Chong Ci.
Episode ke -1
Aku harus bagaimana? Sisa uang terakhir sudah habis semua.
Cepat pulang.
Tahu tidak itu uang untuk membayar utang.
Kalau kurang 1 lembar 1 O.OOO saia kau akan mampus.
Enak sekali.
Berkatmu hari ini makan enak.
Di sini levelnya tinggi iadi mahal.
Kesempatan begini iarang, tidak masalah.
Ya, hari ini Zheng Shun Ling gajian, tidak apa-apa.
Saat kau mendapat bayaran kau membelikan kami mie harga 50.OOO semangkuk.
Ya, saat itu siapa yang bilang mau makan?
Aku? Ha ha ha...
Kita semua sudah iarang makan bersama.
Tapi aku pamitan dulu mau menemani ibu ke rumah sakit, maaf.
Jalan sama-sama, aku iuga sibuk.
Tapi harus selesai terima pembayaran baru pergi.
Kenapa?
lni....belum sempat siapkan.
Maaf, beberapa hari lagi aku akan berikan padamu.
Waduh, kenapa bisa begini?
Kau bicara apa? Bukankah Iangsung disiapkan?
lni...pokoknya beberapa hari lagi aku akan siapkan, maaf.
Kenapa ada hal seperti ini?
Kau ada masalah apa?
lni...
Kami tahu dia teliti dalam menghitung.
Tunggu ada uang dia akan transfer ke kau, masalah selesai.
Kau ini, bukan uangmu makanya bicara seenaknya.
Sesama teman harus saling memahami dan tolong menolong.
Benar, bagimu tanpa uang ini juga tidak masalah.
Benar.
Cepat ialan, ibuku akan marah.
Benar.
Apa-apaan ini? Pembayaran tidak ada, apa aku harus menjual?
Sangat menyebalkan.
Aku tunggu pembayarannya, mana ada orang yang meminjam tanpa membayar?
Lain kali tidak akan aku pinjamkan lagi.
lni aku, ada di dekat kantormu. Mau pulang bersama?
lbu, aku masih sibuk. Aku tutup.
Aku teriak terlalu keras, kerongkongan jadi sakit.
Sudah bersusah.
Sudah bersusah.
Peniualan lebih banyak dari kemarin.
Wah, kepala bagian kita akan berunding.
Hari ini bisa selesai lebih aWal akan lebih baik.
Bau ikan bakar, hari ini ada janji, bagaimana?
Benar-benar.
Besok akan siapkan pa_um untuk kalian.
Agen Jun...
Semua sudah bersusah.
Kalian kembali ke kantor, aku menyusul selesai bertemu kepala toko.
Sudah menyusahkan.
Menyusahkan.
Kita pergi minum.
Aka kabar Pak?
Selamat datang.
Berkat kalian peniualan kami meningkat.
Berkat Bapak iuga, lain kali akan Iebih diperhatikan.
Kau terlalu sungkan, mestinya aku yang mengatakan.
Ya, Pak.
Apa? Pabrik ada yang mengadu?
Ya, mengerti, segera ke sana.
Kau tidak lihat?
Maaf.
Maaf, aku saia.
Baik, kau saia.
Cepat katakan anak itu ke mana?
Kalau kau tahu pasti sedih.
Cepat katakan, aku harus menemukan uang itu.
Uang itu uang ibuku untuk bayar utang.
Anak itu sudah ke Brazil.
Apa? Brazil?
Pak, sebenarnya ada apa?
Kalian sedang apa?
Selamat. Kepala bagian Na Dan Feng.
Kepala bagian? Apa maksudnya?
Hari ini kau iadi kepala bagian.
Benar?
Selamat Na Dan Feng. Salah, seharusnya panggil kepala bagian.
Baik, selamatan sampai di sini, cepat temui ketua.
Kepala bagian harus traktir kami.
Tentu saia.
Selamat.
Masih muda sudah iadi kepala bagian.
Orang muda seperti dia iadi kepala bagian baru pertama kali di perusahaan kita.
Sangat kagum sekaligus iri.
Aku yang iadi agen lebih iri lagi?
Agen Jun dan kepala bagian masuk ke sini bersamaan?
Bagaimana perasaannya teman sederajat jadi atasan?
Seorang Wanita pula.
Jangan menambah derita orang, mengerti?
Kau masih belum tahu.
Sekarang banyak atasan Wanita.
Hanya pria tidak pengertian yang akan mempermasalahkan hal ini.
Orang kalem seperti agen Jun tidak akan mempermasalahkannya, benar?
Ya, tentu saia.
Silahkan masuk.
Ketua, ini Na Dan Feng yang kali ini menjadi kepala bagian.
Orang lain selalu membicarakanmu.
Katanya kau sangat mempunyai bayak ide.
Setiap kali ada produk baru akan menggelegar.
Produk baru bimbingan Na Dan Feng menduduki 200/olO/o lebih penjualan perusahaan.
Kepala bagian menghidupkan perusahaan, kelak harus lebih berusaha, aku tunggu.
Akuu akan berusaha.
Baik.
Kami keluar dulu.
Hallo ibu, ada apa?
Kenapa? Ibu bagian mana yang sakit?
Kau lihat ke dalam.
lbu baik-baik saia?
Sudah makan siang?
Sekarang sudah iam berapa?
lbu, mana yang sakit? Darah tinggi?
Bukan tekanan darah tapi sakit Iutut, tolong pijit.
Apa?
Sepertinya mau huian, seiak pagi sudah mulai sakit.
Tidak ada obat yang lebih hebat dari tanganmu.
Haha..ibu bisa saia.
Masalah piiit, bisa minta bantuan suster.
Anda selalu membuat orang kantor Iebih sibuk lagi.
Banyak tempat yang sakit.
Tidak ada menantu yang membaWaku ke rumah sakit juga cucu yang menemaniku ngobrol.
lbu masih mengungkit masalah ini.
Kali lalu pernah bilang profesor itu sekarang masih singel.
Dibanding yang bisa nyani lagu opera Iama, aku lebih suka yang bisa koor.
Kau cari saia yang bisa nyanyi koor.
Ya, tunggu sebentar lagi.
Setiap hari bilang begitu.
Tunggu sebentar.
Aku, benar?
Tahu, segera ke sana.
lbu, aku harus kembali ke kantor.
Kembali ke kantor adalah alasan yang paling tepat.
Hahaha, ibu bisa saia.
Sering telepon Xiu Er? Terakhir sama sekali tidak ada telepon darinya.
Aku akan telepon minta dia sering telepon ke neneknya. Ibu, aku pergi.
Kakiku lelah naik kereta baWah tanah juga bus kota.
Suasana apa? Siapa?
Antar barang.
lni rumah Chu Tai?
Benar.
Tolong tanda tangan.
Apa ini? Tidak bisa sembarang terima.
Buah.
Buah? Baik, tanda tangan di mana?
Di sini.
Sudah?
Hati-hati, tolong tutup pintunya.
Apa-apaan ini?
Ternyata mangga.
Pasti mahal...Wangi, pasti manis.
Hallo, ada apa?
Tadi masih bilang sibuk.
Apa? Benar?
Putriku iadi kepala bagian?
Kau hebat, keria belum lama sudah jadi kepala bagian.
Hari ini bisa pulang aWal?
Baik...
Aku akan telepon ayah.
Sayangku, ini aku.
Ya, ada apa?
Dan Feng iadi kepala bagian.
Lalu? Kenapa?
Aku sudah bilang kalau bukan masalah besar jgn telepon ke sini.
Waduh, anak putri naik pangkat bukan masalah besar?
Aku sudah pernah bilang saat keria tidak boleh bicara urusan pribadi, bukan?
Tahu.
Maksudku kalau bisa pulang Iebih aWal.
Hari ini San Zai iuga pulang dinas, kita makan bersama.
Hari ini pulang malam.
Tahu, pulang saia kalau sudah selesai, begini bisa?
Apa hebatnya?
Hanya kau seorang saia yang bekerja demi negara?
Terima ini mestinya tidak masalah.
Ketua, saatnya rapat.
Makan yg banyak, terlalu berlebihan jangan pura-pura lagi.
lni sulap, kenapa bilang aku pura-pura?
Sulap apa? Benar-benar.
Dokter, cepat tolong dia.
Baik, aku lihat.
Lari ke mana?
Mana?
Ternyata sembunyi di sini.
Kau kenapa begitu mudah bisa menemukannya?
Binatang ini agak spesial, sensitif dan cemas.
Jadi kalau mengganggunya dia akan bersembunyi.
lni adalah pengetahuan dasar.
Tapi dia tidak makan.
Benar?
Aku lihat.
Rumahnya diberi alas?
Ya, aku takut dia kedinginan.
Karena dia makan kertas maka Iambungnya bermasalah.
Jadi lain kali pakai spon khusus hamster saja.
Ke tempat kakak sana.
Ayah, sekarang aku mau pergi.
No comments yet. Be the first to leave one.