Las primeras 200 líneas.
"Bimbingan orang tua disarankan untuk pemirsa di bawah 12 tahun"
Kita akan pergi hari ini.
Seo Eon, jangan menangis.
Kita pergi!
Seo Eon. Seo Jun. Ayah bangga sekali kepada kalian.
Kalian yang terbaik.
Bukankah kalian yang terbaik?
Ini kali pertama kita bepergian sejauh ini.
Kita belum pernah pergi sampai sejauh 5 km.
Kita sudah pergi 21 km.
Sepertinya Seo Eon akan segera menangis.
Belok kiri, lalu...
Baiklah. Ayah mengerti.
Seo Eon, tunggu.
"Tersentak"
Tunggu sebentar.
Kamu tidak pernah menangis di mobil. Apa yang terjadi?
Seo Eon, ada apa?
Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana, bukan?
Seo Eon, bukankah begitu menurutmu?
"Dia menunggu rambu lalu lintas"
Seo Eon.
"Dia memberi Seo Eon dot"
Ini dia. Kamu mau juga, Seo Jun?
"Kamu tidak mau? Tidak?"
Seo Jun, nanti...
Kita tidak akan berhenti di lampu merah sekarang.
Kini dia tidak akan menangis.
"Diam"
Anda akan memasuki jalan tol
tepat di depan.
Aku tahu.
Tidak ada yang bisa kuajak bicara,
jadi, aku bicara dengan GPS.
Aku menyadarinya. Aku tahu itu.
"Menangis"
Seo Jun, ayah sudah bertanya
apa kamu mau dot.
Ayah tidak melakukan apa-apa sekarang.
"Dia di lalu lintas padat"
Seo Jun, tangan ayah tidak bisa melepas kemudi.
"Sementara Seo Jun menangis, Seo Eon tidur"
Aku bisa gila.
Seo Jun.
Aku dalam masalah.
"Karena berada di jalan tol, dia tidak bisa menghentikan mobil"
Astaga. Ini buruk. Ini kacau. Tamat riwayatku.
Apa yang harus kulakukan?
Astaga, ini membuatku gila.
Aku tidak bisa merekam sekarang. Astaga.
Kenapa kamu menangis seolah dunia berakhir?
Hei, putar balik. Kita tidak punya pilihan.
Aku akan menepi.
Hei, bisa kamu menjaganya?
Tolong jaga dia.
"Kelihatannya si kembar tidak mau berhenti menangis"
"Hwi Jae pergi ke UGD karena dia sangat khawatir"
Mereka terus menangis.
Kurasa mereka sudah menangis selama 1 sampai 3 jam.
Mungkin perut mereka sakit.
Mungkin kolik bayi. Mereka masih kecil.
Ini sering terjadi kepada anak bayi.
Mereka tidak demam.
Karena mereka bayi, jika mereka demam,
aku mungkin perlu memeriksa lebih jauh.
Tapi mereka tidak demam, bukan?
Tidak./- Terima kasih.
Hei, telepon istriku dan bilang kepadanya mereka baik-baik saja.
Kamu belum meneleponnya?
Beri tahu dia mereka baik-baik saja dan tidak perlu ke sini.
Dia mau datang?/- Apa?
Aku tidak tahu di mana dia, tapi katanya dia akan datang.
Bilang kepadanya mereka baik-baik saja.
"Seo Jun sudah tidur"
"Malam itu"
Setelah badai menerpa,
hari sibuknya bersama di kembar akan berakhir.
"Seo Eon sudah tidur"
"Hwi Jae menidurkan Seo Jun"
"Dia menelepon istrinya"
Sayang./- Sayang.
Seo Eon sudah minum susu dan tertidur.
Seo Jun belum tidur,
jadi, dia tersenyum.
Saat aku pergi ke UGD,
mereka tidak demam.
Apa?
Kamu mau datang ke Seoul?
Jangan, Sayang. Kembalilah.
Mereka baik-baik saja.
"Kembalilah"
Percayalah padaku, jangan khawatir.
Apa kamu dengar? Seo Eon berteriak untukmu.
Sayang?
"Akhirnya sang istri menangis"
Halo?
Jangan menangis. Kenapa kamu menangis?
Mereka sungguh baik-baik saja.
Sayang.
Apa? Kamu sudah di Taman Dosan?
Ya.
Sayang./- Baiklah, aku mengerti.
Jangan menangis, kembalilah./- Baiklah.
Saat sudah masuk, kirim pesan teks. Aku akan meneleponmu.
Baiklah.
"Dia menenangkan istrinya yang khawatir"
"Hwi Jae menidurkan Seo Jun"
"Dia merasa bingung, bersalah, dan sedih"
"Akhirnya, Hwi Jae mulai menangis"
Maafkan aku.
Tadi ayah...
Kamu membuat ayah khawatir.
Kamu membuat ayah takut.
Ayah sudah memikirkan semua kemungkinan.
"Maafkan ayah"
Maafkan ayah.
Saat kamu sudah besar nanti
dan melihat acara ini, kamu akan mentertawai ayah. Astaga.
Aku malu sekali.
Aku merasa sangat bersalah.
Karena itulah aku terus menangis.
Tapi kurasa seperti itulah perasaan seorang ayah.
Aku khawatir sekali saat dalam perjalanan ke UGD.
Kami bahkan lebih takut lagi saat di rumah sakit.
Aku yakin penonton akan sangat mengkritikku.
Mereka akan mengatakan aku terlalu panik.
Ini yang bisa kusampaikan kepada mereka.
Maafkan aku.
Ayo pergi ke tempat pemandian. Mari mandi.
Kita akan berendam air panas./- Ya.
Teruslah makan. Ayah akan berada di sauna sebentar.
Mengerti?/- Mengerti.
Makanlah. Ayah akan ada di sauna./- Baiklah.
Meskipun kalian pergi jauh,
ini tempat persembunyian kita. Kembalilah ke sini, mengerti?
Ayah, semangat!
"Tiba-tiba dia menyemangati Hwi Jae"
"Kenapa kamu..."
Semangat./- Semangat.
"Seo Eon bermain dengan seorang gadis cantik"
"Mereka terlihat manis"
Tunggu. Ke mana dia pergi?
Ayo.
"Dia dalam perjalanan menemukan gadis lain"
Hei, kemarilah.
Kemarilah. Ayo.
"Seo Eon melakukan langkah berani seperti pria dewasa"
Lepaskan. Sakit./- Cepat.
"Dia bersenandung"
Hati-hati.
Lihat itu.
Lantai pijat kaki adalah tempat berkencan populer.
"Mari berjalan di atasnya bersama"
Ayahku. Ayah./- Ayahmu?
"Dia bersenang-senang dengan para gadis"
Sementara itu, apa yang Seo Jun lakukan?
Ada boneka hewan di sini.
Bagaimana memainkannya?
"Bagaimana cara membuka ini?"
Akan kumasukkan tanganku.
"Kurasa ada yang bisa membantuku dengan ini"
Ayah!
"Dia tidak pernah merasakan ketidakhadiran ayahnya sebesar ini"
Ayah.
Di mana ayahku?
Aku tidak melihatnya. Aku tidak bisa menemukannya.
"Ayah di mana?"
"Apa Ayah di sini?"
"Kenapa dia memeriksa tong sampah?"
Ayah di sini.
"Dia bukan ayah Seo Jun"
Dia bukan ayahku.
"Sejumlah orang yang terlihat seperti ayahnya"
"Berlari dalam kecepatan penuh"
"Dia tidak di sini"
Ayah.
Aku tidak bisa menemukannya.
"Bagaimana aku bisa menemukannya sekarang?"
Di mana Ayah?
"Tersenyum"
Hei.
Ayo kita cari ayahku.
Kamu mau bantuan paman?
Ya.
"Seo Jun mendapat bantuan dari seorang pria"
Ayah./- Ayo pergi.
Berapa usiamu?/- Usiaku 3 tahun.
Tiga tahun?/- Ya.
Menurutmu berapa usia paman?
Usia Paman juga 3 tahun.
"Paman terlihat lebih muda daripada usia Paman"
Itu dia ayahmu.
Di mana?
Di mana?
"Ayah, tunggu aku"
Ayah./- Ayah.
Ayah!
Hei./- Ayah dari mana?
Ayah selalu di sini.
Aku mencari Ayah ke mana-mana.
No comments yet. Be the first to leave one.