Las primeras 200 líneas.
The Law of Jungle di pulau Cook pekan lalu.
Mereka harus menjelajah Atiu dan menemukan 7 tempat tersembunyi.
"Penyintasan ini melibatkan penjelajahan 7 tempat tersembunyi"
Di hari penyintasan kedua,
mereka berpencar menjadi tiga tim, menemukan bendera, dan berburu.
Suku Byung Man melewati hari yang sibuk agar bisa menyintas.
Aku sangat lapar.
Kepala Suku pergi berburu di laut pada malam hari
untuk memberi makan para anggota suku yang lapar.
Dia rehat selama lima bulan, tapi kemampuannya belum hilang.
Dia berhasil menangkap dua ikan dan udang karang.
Kamu pasti akan tertangkap jika kulihat.
Mereka mengeringkan ikan itu untuk sarapan besok pagi
dan mulai memasak udang karang.
Mungkin rasanya enak dan mengandung protein
yang dibutuhkan tubuh mereka.
Tampak enak./- Benar.
"Dia membuka cangkang udang karang itu"
Tidak mungkin./- Aku akan membukanya.
Ya.
Pegang ini./- Ya.
"Itu membuat mereka berliur"
Sungguh?/- Ini terlihat menakjubkan.
Astaga. Aku kagum.
"Se Ri yang pertama mencicipinya"
Seperti sebuah iklan.
"Dia makan lagi"
Bagaimana rasanya?
Rasanya enak./- Sentuhlah.
Cangkangnya keras.
Kamu terlihat sangat bahagia./- Rasanya enak.
"Dagingnya tebal"
Rasanya sangat enak.
"Menyesap"
Tadinya aku akan makan sedikit. Maaf. Aku makan terlalu banyak.
"Ini dia"
"Kepala Suku juga mencicipinya"
Seperti itukah cara membukanya?
Astaga./- Astaga.
Dagingnya sangat kenyal.
Makanlah.
Kenapa ini ada di sini?/- Aku tidak tahu.
"JB memakan udang karang untuk kali pertama"
Apa rasanya lebih enak dari kepiting kelapa?
Bagaimana jika dia sampai terharu?/- Apa rasanya enak?
Bagaimana rasanya? Enak?/- Sungguh?
Apa rasanya enak?
Makanan yang terlezat, bukan?
Ini makanan terlezat./- Benarkah?
Sungguh./- Benarkah?
Aku tidak perlu berkata apa-apa./- Astaga.
"Sol Bin mengambil gigitan besar"
"Dia tidak bisa berkata apa-apa"
Aku suka makan.
Rasanya sangat enak./- Berikan kepadaku.
Aku akan membantumu.
Teksturnya berbeda. Dagingnya sangat kenyal.
"Dia sangat bersemangat"
Ini dia.
"Semua orang fokus makan udang karang"
Aku yakin rasanya sangat pedas sekarang.
Ada kuahnya juga./- Apa yang terjadi?
Bagaimana jika direbus?/- Jangan merebusnya.
Iris beberapa cabai.
Baiklah.
Buat potongan kecil./- Satu cabai saja sudah pedas.
Tidak, kita harus membuatnya pedas
Rasanya sangat pedas./- Lidahku terbakar.
Ini pedas tingkat normal
sedangkan satunya tingkat menantang.
Menantang? Mau tambah enam cabai?/- Menantang.
Ya./- Ini tingkat lima.
Ini kepedasan tingkat sembilan./- Kepedasan tingkat sembilan.
Ini kepedasan tingkat sembilan.
Ada dua cabai?/- Ya.
Tambahkan tiga cabai dahulu dan rasakan pedasnya.
Rasanya pedas?/- Ya.
Kita tunggu hingga mendidih.
"Mereka membuat sup udang karang pedas"
Makanan yang tadi kumakan.../- Kamu memasukkannya ke dalam air?
Tidak bisa langsung dihirup./- Aku setuju.
Kamu harus memakannya walaupun masih panas.
Rasanya cukup enak./- Rasanya sangat lezat.
Itu yang pedas?/- Aku menambahkan air.
"Sepertinya dia menyukainya"
"Mungkin tidak"
Kamu hanya diam saja.
Tidak apa-apa.
Rasanya sangat enak./- Maafkan aku.
Aku suka makan.
Rasanya cukup enak.
"Harusnya aku tidak mencoba ini, bukan?"
Aku mau mencobanya.
Kamu suka makanan pedas?/- Ya.
Apa rasanya asin?
"Mengerang"
Aku mau mencobanya./- Bukankah rasanya enak?
Tidak enak?
Perlu waktu sampai garamnya larut.
Maaf, tapi ini sama seperti sup cabai.
Aku tidak bisa memikirkan yang lain. Rasanya seperti sup cabai.
Cobalah ini, Sol Bin. Jika kamu bilang rasanya tidak enak,
ada yang salah dengan lidahmu.
"Sol Bin mencobanya tanpa ragu"
Rasanya seperti sup cabai./- Rasanya enak.
Rasanya seperti sup cabai./- Apa rasanya pedas?
Apa rasanya enak?/- Kenapa ini dianggap pedas?
Aku penasaran. Kenapa ini dianggap pedas?
Perutmu tidak normal. Kamu harus melakukan kolonoskopi.
Rasanya sama sekali tidak pedas./- Dua cabai saja sudah pedas.
Kamu harus melakukan kolonoskopi.
Kamu perlu kolonoskopi. Ini tidak masuk akal.
Rasanya tidak pedas.
Tidak pedas?
Keduanya sangat berbeda./- Sama sekali tidak pedas.
Cobalah, Kang Nam.
"Haruskah aku mencobanya?"
"Chun Hee juga mencobanya"
Rasanya tidak pedas./- Sungguh?
Rasanya tidak pedas./- Sungguh?
"Ekspresinya terlihat alami"
Sama sekali tidak pedas./- Tidak pedas.
"Dia memberikannya kepada Kang Nam"
"Dia minum kuah itu"
"Rasa yang sangat pedas"
Astaga.
"Rasanya pedas dan panas"
Dia coba yang tidak terlalu pedas?/- Kang Nam.
Tidak.
Hidungku berair.
"Dia menangis dan hidungnya berair"
Ini...
Aku lihat ada 24 irisan cabai.
Tambahkan air.
Lihat betapa banyak cabainya./- Rasanya asin.
Dengan dua ekor udang karang,
Suku Byung Man mengisi perut mereka.
Mereka bersiap tidur di naungan impian itu.
"Mereka kembali ke rumah"
Astaga./- Ini sangat nyaman.
Ini nyaman. Terasa lembut.
"Dibandingkan kemarin, ini seperti hotel"
Kurasa kita akan tetap tertidur walaupun matahari terbit.
Tidak, kita harus bangun dan pergi dari sini.
"Aku akan bangun pagi dan menemukan peta itu"
"Se Ri dan Sol Bin berbaring"
Bagaimana penyintasan hari kedua? Apa kalian sudah bisa beradaptasi?
Aku tidak tahu. Belum.
Ini masih sulit.
Tubuhku lelah dan tidak punya energi.
Rasanya panas dan dingin.
Ini berat. Cuacanya sangat panas di siang hari.
Terlalu dingin di malam hari.
Lihat anggota lain. Mereka sudah tidur.
Sepertinya aku tidak bisa tidur malam ini.
Mereka berempat sudah tidur.
"Bahkan anggota berpengalaman sudah tidur"
Aku bertemu banyak orang baru.
Itu bagian yang menyenangkan.
Ini sangat berat, tapi aku bisa bersenang-senang karena mereka.
Kalian sangat membantu./- Aku lega.
Jika tidak membuatnya seru, kita tidak akan kuat.
Benar. Ini sangat berat.
Ini berat.
Kita punya rumah nyaman hari ini.
"Dia dapat menghargai hal kecil di hutan"
Jika tidur nyenyak hari ini,
kuharap besok akan terasa singkat.
"Mereka memakai kantong plastik Se Ri sebagai selimut"
Aku akan tidur di ujung./- Jangan.
Lihat bintang jatuh itu./- Ada bintang jatuh.
Aku melihatnya./- Aku tidak melihatnya.
Benarkah? Aku tidak melihatnya.
Aku mau melihatnya.
Di ujung hari yang melelahkan itu,
ada hadiah yang menarik.
Itu adalah daya tarik hutan.
"Mereka dapat melihat bintang sebagai hadiah"
Dengan cahaya bintang di langit,
malam kedua di Aitu telah tiba.
Dan pagi hari datang menyambut.
"Sudah pagi hari lagi di Aitu"
"Matahari terbit di ufuk timur"
"Mereka masih tidur"
"Mereka lupa tentang bahaya di hutan"
"Dan mengisi tenaga untuk beraktivitas di hari itu"
"Semoga hari ini akan berjalan mulus"
"Semua orang masih tidur"
"Apa yang dilakukan orang itu?"
"Dia tidak pernah istirahat"
Apa yang kamu lakukan?
Aku akan mengeringkan ikan ini dengan asap.
Ada serangga yang menghinggapinya./- Begitu rupanya.
Pukul berapa kamu bangun?
Pukul 5 pagi?
Pukul 5.30 pagi.
Saat masih fajar.
"Dia bangun sangat pagi"
"Dia membuat panggangan dengan serat pohon"
"Dia mengikatnya secara melintang"
No comments yet. Be the first to leave one.