Las primeras 200 líneas.
Pangkas Rambut
Toko Permen
Selamat Datang di Wind Gap, Missouri
Selamat Datang di Wind Gap
Kau yakin Ibu tidak akan tahu bahwa kita pergi?
Semoga saja.
Halo.
Preaker.
Tentu saja. Sampai jumpa.
St. Louis Chronicle
— Apa aku dalam masalah? — Selalu...
Tapi kau tidak perlu kuberi tahu.
Wind Gap. Seperti apa itu?
Baiklah...
Itu ada di bagian bawah Missouri...
Wilayah Bootheel, dekat sekali dari Tennessee.
Aku tahu di mana itu. Aku bertanya seperti apa.
Kecil. Populasinya tetap 2.000 jiwa selama bertahun-tahun.
Industri yang nyata hanya pemotongan babi...
Jadi di sini ada orang kaya dan juga sampah.
— Kau yang mana? — Sampah. Dari orang kaya.
Apa yang terjadi?
Di Wind Gap? Atau...
— Ibumu masih di sana, 'kan? — Ibu. Ya.
Ayah tiri. Mereka punya anak. Aku tidak begitu mengenalnya.
— Tapi kau bicara pada mereka? — Jika diperlukan.
Kalau begitu bacalah berita.
Ada pembunuhan di sana Agustus yang lalu.
Seorang gadis kecil dicekik.
Aku tidak tahu.
Kalau begitu kau juga tidak tahu bahwa anak lain hilang.
Mungkin pembunuhan berantai.
Jadi pergilah ke sana, dan dapatkan berita. Sekarang.
Ada pembunuhan di sini, Curry...
Jadi aku tidak paham kenapa harus pergi ke Wind Gap.
Karena tidak ada yang meliputnya.
Kau ingat berita di koran Tribune tahun lalu?
Seorang pria menulis tentang pembunuhan di kampung halamannya?
Liputannya memberikan pengaruh, karena itu tulisan pribadi.
Orang-orang peduli ketika kau peduli.
Aku tidak akan memenangkan Pulitzer dari Wind Gap.
Kau tidak akan memenangkannya, karena kau kurang ahli menulis.
Ini dapat mengubahnya.
Dan aku adalah bosmu.
Jadi sampai jumpa.
Dengar, jika kau tak bisa, ya sudah, tapi itu mungkin bagus.
Keluarlah dari masa lalu, dan bangkit kembali.
— Dan itu berita yang bagus. — Ya.
Bisa jadi berita yang sangat bagus jika kau membuatnya dengan benar.
— Tidak ada tekanan, 'kan? — Hidup adalah tekanan.
Jadilah dewasa.
Keluar dari sini.
Selamat Datang di Wind Gap
Ayo.
Ayo.
Apa-apaan ini?
Aku kembali.
Itu warna favorit Natalie.
Temannya bilang itu hitam, tapi terlihat terlalu suram.
Berarti warna favorit keduanya.
Saat kecil, awalnya dia suka pink, lalu selalu suka ungu.
Kedua anakku tampak seperti anggur berkaki...
Hingga mereka berumur sekitar 11 tahun.
Sungguh kejadian yang buruk.
Seluruh penduduk kota mencarinya ke hutan.
Kepala Polisi Vickery yang memimpin pencarian. Kau punya anak?
Tidak.
Aku benci mengatakannya, tapi bersyukurlah untuk saat ini.
Aku bahkan tidak akan mengizinkan anakku keluar untuk mengambil surat.
Kau tidak tahu rasanya.
Setiap malam putriku tidur bersama kami.
Suamiku biasanya tidak mengizinkannya...
Tapi saat ini kami tidak bisa tidur nyenyak...
Tapi setidaknya kami tahu mereka aman.
Chief Vickery?
Masalahnya aku tidak ingin kejadian ini diketahui orang luar.
Ya, aku mengerti.
Liputan ini bukan bersifat eksploitasi...
Tapi lebih untuk menganalisa dan merenungkan kenapa...
Kejadian seperti ini memengaruhi sebuah kota.
Jika ini membuatmu lebih baik, aku berasal dari sini...
Dekat dengan Bluebird Circle.
— Siapa namamu? — Camille Preaker.
Ibuku adalah Adora Crellin.
Dia mengubah namanya setelah menikah menjadi...
— Alan... — Crellin. Baiklah.
Kau...
— Kau pernah pindah dari sini. — Benar.
Maka Amma adalah saudari tirimu.
Ya.
Astaga.
Astaga. Di sini panas sekali, ya?
Itu dari anakku.
— Maaf. — Tidak apa-apa.
— Penghilang stres. — Karena kasus ini?
Kau tidak boleh ada di sini, Nn. Preaker.
Setelah cerita ini tersebar di St. Louis...
Mendadak Wind Gap akan terkenal karena itu.
— Kami dikenal sebagai pemburu babi. — Publisitas bisa membantu.
Kau bisa mendapat informasi dan ini berguna untuk kasus lain.
Aku berhak ada di sini dan aku tidak akan mengganggumu...
Jika kau biarkan aku melakukan tugasku.
Baiklah.
Aku tidak mau berkomentar.
Soal Natalie Keene, tidak masalah. Tapi bagaimana soal gadis yang lain?
Ann Nash.
Aku bisa menanyakan informasi dari penduduk lokal...
Atau kau bisa berpendapat atas apa yang terjadi.
Gadis pertama, Ann, ditemukan Agustus lalu...
Tercekik tali jemuran dan dibuang di Falls Creek.
Ada pemburu yang menemukannya.
Vickery hanya cerita begitu? Tidak ada petunjuk?
Kurasa dia tidak punya petunjuk. Dia terlihat gelisah...
Dan tidak terlihat menutupi sesuatu, lebih terlihat kesal telah gagal.
Hanya teori.
Astaga, Curry, aku baru saja tiba di sini.
Itu informasi polisi. Cari informasi dari penduduk.
Aku butuh fakta dan informasi lain.
Baik, aku akan mencarikan berbagai informasi untukmu.
Kau mengerti maksudku.
Jika kau pikir tempat ini punya keindahan kota kecil...
Kalau begitu, berikan cerita suram dari tempat itu, Nak.
Gambarkan kota itu.
Aku akan bergabung dengan tim pencarian.
Semoga kami akan menemukan jasad gadis.
Cepat bergabunglah.
Kau mencari tim pencarian?
— Ya. — Sebelah sana.
Terima kasih.
Apa kau reporter dari St. Louis?
Cepat sekali menyebar.
Kurasa ini kehebatan Wind Gap, kalian juga suka bergosip.
Karena tempat ini sudah benar-benar mati.
"Mati."
Menyedihkan.
Sebaiknya kau segera pergi jika ingin menyusul mereka.
Terima kasih.
Kau melihat sesuatu?
Tidak.
— Kau ikut dalam tim pencarian? — Baru ingin menyusul.
Detektif Willis.
— Kau bukan dari sini, ya? — Ya, kau sendiri?
Dulunya. Aku tinggal di St. Louis saat ini.
Aku dari surat kabar Chronicle.
Seorang reporter. Bagus.
Camille Preaker!
Jackie O'Neill. Detektif.
Astaga.
Sepertinya kau bertemu detektif kami yang baru.
Aku ingin membawanya pulang dan mengubahnya jadi kue bolu.
Melapisinya dengan cokelat. Omong-omong, dia masih lajang.
Hei, jangan mulai.
Kemarilah. Lihat dirimu. Ibumu tidak cerita kau datang.
Tentu saja, dia tidak mau bicara denganku saat ini.
Aku membuatnya kecewa lagi.
Mungkin aku lupa mengirim kartu ucapan.
— Kau tahu soal itu! — Aku belum bertemu dengannya.
— Aku akan ke sana setelah ini. — Dia pasti akan sangat senang.
Lihat dirimu, Sayang.
Bagaimana denganmu? Kau baik-baik saja?
Mencoba tetap seperti biasa.
Suasana di sini sangat suram.
Aku bertugas menyiapkan minuman untuk mereka.
Setidaknya hanya itu yang bisa kulakukan.
Kau mau teh manis?
Aku mencampur teh manis dengan sedikit penyemangat.
Semua orang harus menghadapi ini dengan semangat.
Tidak, aku tidak mau. Aku sedang bekerja.
Kau masih bekerja untuk koran itu?
Ya, karena itu aku datang ke sini.
Aku sedang menulis liputan.
Soal gadis-gadis itu?
Aku bertemu dengan kalian saat kalian seumuran.
Justru itu yang membuatku sedih. Banyak kejadian buruk yang terjadi.
Aku merasa ini sama sekali tidak masuk akal.
Boleh aku mengutip perkataanmu?
Ya, kurasa. Jika kau pikir akan menarik.
Kau memang selalu menarik, Jackie.
Aku senang kau pulang.
Kita lihat saja nanti.
Sungguh cantik.
— Natalie! — Pak Pendeta.
Astaga, Camille Preaker. Sudah lama sekali, Nak.
Ya.
Ibu bilang pernah melihat hantu.
Ibu mengatakan banyak hal.
Kau tidak memercayainya?
Entahlah.
Aku tak takut dengan hantu. Apa kau takut?
Konyol untuk takut pada hal-hal yang tidak nyata.
Bagaimana jika setelah kau mati...
Sebagian dirimu pergi ke surga, dan sebagian lagi tetap di sini?
Hanya untuk mengawasi.
Melihat bagaimana semuanya berubah. Untukmu, dan untuk Ibu.
Hentikan. Pembicaraan macam itu hanya untuk pecundang.
— Apa kau pecundang? — Bukan.
— Katakanlah. — Aku bukan pecundang.
Kenapa kau marah padaku?
Camille?
Astaga. Apakah ada masalah?
No comments yet. Be the first to leave one.