Las primeras 200 líneas.
ZainuddinAri mempersembahkan
Aku tak peduli meskipun itu adalah tempat sekolahku dulu,
tapi tetap saja aku terkejut saat meledak secara tiba-tiba.
Maksudku, kalian juga pasti terkejut.
Apalagi, itu ulahnya Art.
Aku penasaran, apa dia punya dendam karena kita tak dapat
makanan penutup yang enak sewaktu masih di Akademi, ya?
Ya, mana ada sih yang suka panekuk untuk makan siang?
Ratio dan Birthday juga tak sengaja bertemu dan pergi ke tempat yang aneh.
Apa maunya dunia ini, sih?
Apa semuanya bisa selesai kalau mereka menyajikan panekuk sebagai makan siangnya?
Apa semua orang suka gula?
Art juga kadang-kadang dapat kekuatan super ini.
Oh! Apa jangan-jangan itu karena makanan yang ada gulanya, ya?
Mungkin aku memang sudah berbuat salah soal makanan pada Art.
Baiklah!
Lain kali, aku harus membawakannya permen lalu minta maaf.
Apa sebongkah gula batu bisa, ya?
SAAT SEMUA ORANG DI DUNIA INI BERBOHONG
NISO BAKARI NO KOTOBA JA
BISAKAH KAUKATAKAN YANG SESUNGGUHNYA
HONTOU WA MIENAI DAROU
TAK ADA LAGI YANG SEBARKAN PANDANGANMU
DARE MO GA ONAJI YOU NI
DUNIA YANG MEREKA LIHAT SANGAT BERBEDA
SEKAI WO MITEINAI KARA
IKUTI SAJA JALAN CERITANYA
ME NO MAE NI UTSUTTA
YANG SUDAH TERBENTANG DI HADAPANMU
MONOGATARI WO SHINJITE
SAYAPMU BISA BAWAMU KE PUNCAK
JIBUN DAKE NO TSUBASA DE
JUGA BAWAMU JAUH DARI YANG LAINNYA
MOTTO TOKU NI TOBERU HAZU SA
JUGA BAWAMU JAUH DARI YANG LAINNYA
MOTTO TOKU NI TOBERU HAZU SA
SAATNYA WUJUDKAN
KIZUKU TOKI DA
SEGALA YANG ADA SEKARANG
KONO IMA GA SUBETE
TERSENYUMLAH
WARATE
TUHAN, IZINKAN SUARA INI TERDENGAR SAMPAI ANGKASA
KAMISAMA KONO KOE WO SORA E TO HABATAKASETE
SAYAPMU TAK SEPERTI YANG LAINNYA
DARE TOMO CHIGAU HANE DE
SAYAPMU BISA LAHIRKAN MIMPI BESAR
YUME WO MISERU KARA
MESKI TERIKAT, SAYAPMU MASIH LUAR BIASA
MUSUN NO KONO TSUBASA
BISAKAH KAURASAKAN JUGA
KIMI NI MO KANJIRU DAROU
SUATU HARI KU 'KAN TERBANG TINGGI
TE NI TSUKERU TAIYOU NI
SAMPAI MAMPU KUGAPAI MATAHARI DI LANGIT SANA
ITSUKA WA TADORISUITE YUKERU SA
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Bunga Kegilaan
Bunga Kegilaan
Bunga Kegilaan
Hebat juga kau, datang ke tempat seperti ini sendirian.
Ya, 'kan, Toranosuke?
Jadi, apa maumu?
Apa kau dikirim geng lain?
Aku menginginkanmu.
Apa alasan itu saja tak cukup?
Akan kuanggap itu sebagai pernyataan perang.
Malam ini anginnya sejuk.
Ya, 'kan, Toranosuke?
Minimum Angin.
Itu kemampuan yang hebat.
Aku iri.
Kau harus merasa terhormat karena dikalahkan olehku, Nak!
Sayangnya,
aku tak butuh rasa hormat dalam pertempuran.
Biar kuambil.
Sudah kuduga!
Apa?
Kau baik-baik saja?
Tora- tidak!
Terima kasih.
Kekuatanmu tak akan kusia-siakan.
Pihak yang berwenang yakin bahwa insiden tersebut merupakan konflik antarmafia,
dan saat ini sedang-
Seorang Minimum Holder yang disewa sebagai penjaga
ditemukan pingsan di lokasi kejadian.
Tapi dia sudah bukan Minimum Holder lagi, 'kan?
Mungkin tidak.
Art.
Semua anak di Akademi baik-baik saja, 'kan?
Mereka selamat.
Tapi mereka semua telah kehilangan kemampuan Minimum-nya.
Dan anehnya, sejauh ini mereka yang telah sadar
kelihatan sangat gembira.
Seakan-akan, mereka percaya kalau tak ada kejahatan di dunia ini.
Owada
Hikaru juga begitu.
Katanya dia senang kalau ditutup-tutupi.
Manajernya bilang dia seperti kehilangan daya berpikirnya sendiri.
Jadi itu efek samping dari pengambilan Minimum mereka, ya.
Tapi tetap saja itu gejala yang aneh.
Merasa senang sebagai hasil karena kemampuan yang diambil.
Mereka tak sadar kalau sudah dicuri.
Aku tak mengerti.
Mungkin rasanya seperti
masih senang selama kau tak sadar kalau dompetmu sudah dicopet.
Ah, rasanya jadi makin ringan.
Dompetmu 'kan memang ringan.
"Kami adalah duodetektif, Hamatora!"
Begitu, 'kan?
Hentikan kalimatmu yang bisa mengusir pekerjaan kita itu.
Apalagi, dompet dan kemampuan Minimum tak ada mirip-miripnya.
Apa ada artinya?
Minimum-ku tak bisa untuk beli hamburger.
Itu dia!
Dompet jauh lebih penting!
Komentarmu itu tak ada hubungannya, Hajime.
Secara teknis kita hidup dengan gunakan kemampuan Minimum.
Tak juga.
Utang kalian banyak, detektif gelandangan.
Rasakan! Kena kau!
Berisik! Kau tak ada gunanya.
Tak ada yang peduli apa kemampuan Minimum kalian pantas
dihargai lebih dari koin 500 yen.
Jangan bilang kami hanya pantas dihargai satu koin!
Detektif 500 yen, ya?
Jangan-jangan kau malah senang dibanding-bandingkan begitu.
Bukan, tapi 500 yen tak buruk juga.
Setidaknya sewaktu masih kecil, itu rasanya banyak.
Bahkan satu koin 500 yen saja rasanya cukup untuk beli semua yang aku mau.
Maaf!
Tidak, ini 'kan taruhan.
Nilai ujianmu jauh lebih tinggi dariku.
Jadi, kau mau beli apa?
Kudapan yang waktu itu?
Aku tak mau menggunakannya.
Mungkin kusimpan saja.
Apa? Kau?
Kau tak bisa beli banyak-banyak di sini.
Hanya ada kudapan, mainan, atau alat tulis.
Aku mau sesuatu yang berbeda.
Pasti di luar sana ada yang lain.
Jadi maksudmu...
Aku ingin keluar.
Aku ingin hidup bebas,
tanpa dikendalikan oleh siapa pun.
Jadi ini demi keperluan perangku nanti!
Kakak! Nice!
Hoi!
Ayo.
Ya.
Ujung-ujungnya, kau kalah dengan nafsumu untuk membeli makanan dan mainan
lalu gagal menabung.
Jadi ingat waktu kecil.
Aduh.
Ini buruk.
Pembunuhannya terjadi pada lima orang penjaga di lantai ini.
Mereka membuka pintu kurungan terpencil ini
dan membunuh Minimum Holder di dalamnya.
Dan kemudian, para penjaga tersebut saling membunuh.
Yang terakhir langsung bunuh diri.
Minimum Kegilaan ini memang sesuai dengan namanya.
Dan nama pemiliknya adalah Go Samura.
Kemampuan Minimum yang mengerikan.
Siapa pun yang terperangkap oleh lukisannya,
akan dikuasai oleh impuls penghancur,
lalu mendapati nafsu membunuh yang sangat besar.
Korbannya ada lebih dari 100 orang.
Pihak media menganggapnya sebagai seorang pelukis jenius,
jadi saat ditangkap, mereka jadi kebingungan.
Sang artis jenius tragis tersebut sebenarnya adalah seorang pembunuh berantai.
Rasanya mirip seperti cerita dari novel detektif saja.
Ini.
Hm...
Apa itu?
Senjata pembunuh.
Dia menggambar sebuah lukisan di piring saat jam makan
menggunakan kecap yang disediakan,
sambil menghindari penjagaan.
Lalu dia menunjukkan hasil karya ini kepada para penjaga saat mengembalikan piring.
Lukisan Minimum Kegilaan ini adalah senjata pembunuhnya.
Kita tak bisa membiarkannya di sini, 'kan?
Tentu saja tidak.
Dia harus dipindahkan.
Bersyukurlah.
Kau akan dipindahkan ke fasilitas khusus.
Dirancang khusus untukmu, seperti istanamu sendiri.
Keamanannya sangat ketat,
sampai saat menggaruk pun mereka masih bisa melihatmu.
Bersyukurlah.
Kami akan memeriksamu dulu sebelum dipindahkan.
No comments yet. Be the first to leave one.