Se7en

Se7en

Descargar subtítulo en Indonesian

Información de lanzamiento

Se7en 1995 Remastered 720p BluRay x264 999MB-Pahe in
Comentario por Sub_Ritel

Etiquetas

BluRay
x264
720p
720
Publicado el: 2019-11-03
Descargas: 1022
Para personas con discapacidad auditiva: No

Vista previa de los subtítulos en Indonesian

Las primeras 200 líneas.

Tetangga mendengar mereka bertengkar selama dua jam.

Tidak ada yang janggal. Lalu mereka dengar senapan meletus.

Dari kedua laras.

Kejahatan karena amarah.

Ya.

Lihat saja seluruh amarah di dinding itu.

Ya, ini sudah beres. Semuanya, kecuali laporannya.

Apa anaknya melihatnya?

Apa?

Anaknya.

Pertanyaan macam apa itu?

Kami akan senang saat kami berhasil mengusirmu, Somerset, kau tahu itu?

Kau selalu mengajukan pertanyaan yang aneh. "Apa anaknya melihatnya?"

Siapa yang peduli? Dia mati. Istrinya membunuhnya.

Di luar dari itu, tak ada hubungannya dengan kita.

Detektif Somerset?

Aku Detektif Mills.

Letnan, aku minta maaf karena mengganggu seperti ini.

Aku baru tiba di kota 20 menit lalu, mereka menyuruhku ke sini.

Dengar...

Mills?

Mari kita cari sebuah bar. Kita bisa duduk, bicara...

Aku ingin pergi ke Polsek.

Kau tahu, aku tak punya banyak waktu untuk transisi ini.

Aku hendak menanyakan sesuatu, saat kita bicara di telepon sebelumnya.

Ya.

Kenapa memilih di sini?

Aku tak mengerti.

Kau bersusah payah untuk dipindahtugaskan.

Itu pertanyaan pertama yang terlintas di benakku.

Kurasa karena alasan yang sama denganmu.

Atau sama dengan alasanmu sebelum kau memutuskan untuk mundur?

Kau baru mengenalku.

Mungkin aku tak memahami pertanyaannya.

Itu sangat mudah.

Kau bersikeras untuk dipindahtugaskan ke sini.

Aku tak pernah melihatnya dilakukan seperti itu sebelumnya.

Aku pikir aku bisa membantu. Dengar, akan bagus bagiku

jika kita tidak mengawali ini dengan saling membuat kesal.

- Jika kau yang berwenang, Letnan... - Ya.

Aku ingin kau memperhatikan dan mendengarkan, mengerti?

Aku bukan mantan satpam di kedai Taco Bell.

- Aku lima tahun di bagian Pembunuhan. - Tapi bukan di sini.

Aku mengerti itu.

Selama tujuh hari ke depan, sebaiknya kau ingat hal itu.

Hei. Aku hampir mati.

Diamlah yang di bawah sana!

SEVEN (TUJUH)

SENIN

Halo? Ya.

Baiklah.

Coba ulangi lagi.

Kukira kita pindah ke sini untuk menjauh dari kebisingan.

Si Detektif harus pergi.

Ya, sebaiknya kau bersihkan dulu kotoran matamu ini.

Mata yang sebelah sini, Detektif.

- Kau sudah membersihkannya? - Sudah.

Bagus.

Kopi? Tidak?

Tak ada yang disentuh. Semuanya dalam kondisi sama seperti saat kutemukan.

- Pukul berapa waktu kematiannya? - Seperti yang kukatakan,

aku tidak menyentuh apa pun.

Tapi wajahnya sudah terbenam di piring spageti sekitar 45 menit.

Tunggu sebentar. Tidak ada yang memeriksa tanda vitalnya?

Apa bicaraku tidak jelas?

Dia tidak bernapas kecuali dia mulai bernapas saus spageti.

- Jadi, begitu cara kerjanya di sini? - Maaf, Detektif?

Tapi orang ini duduk di tumpukan kotorannya sendiri.

Jika dia belum mati, dia pasti sudah berdiri sekarang.

- Baiklah, terima kasih, Opsir. - Baiklah.

Terima kasih.

Aku penasaran.

Apa tujuan dari percakapanmu dengan opsir tadi?

Aku tak tahu.

Berapa kali Barney Fife menemukan jasad yang ternyata belum mati?

Hentikan.

Tolong hubungi Guinness. Kurasa kita menemukan rekor di sini.

Dekorasi yang bagus.

SAUS SPAGETI

Siapa yang bilang ini pembunuhan?

Tidak ada.

Jantung pria ini pasti sebesar daging ham kalengan.

Jika ini bukan karena serangan jantung, aku tak tahu lagi.

Bagaimana dengan itu?

Kami pernah menangani kasus seperti ini.

Seorang pria tewas di tanah.

Pisau tertancap di punggungnya.

Pasti pembunuhan, bukan?

Astaga.

Itu melibatkan polis asuransi yang besar, kau paham?

Jadi, pria itu mengambil ujung pisau...

menancapkannya pada tulang belikatnya sendiri.

Dan dia pasti meleset beberapa kali,

karena ada banyak tusukan di punggungnya.

Bisa tolong diam?

Tunggu sebentar.

Ada apa?

Ada ember di sini.

Apa isinya?

Astaga.

Isinya muntahan.

Ada darah di dalamnya?

Aku tak melihatnya. Silakan periksa sendiri.

Apa kau menduga dia diracuni?

Bagus sekali. Temperamental.

Kau menduga dia diracuni, Somerset?

Ada tim Forensik menunggu di luar.

Tapi entah apa ruangan ini cukup untuk kita semua.

Masih ada tempat, masalahnya adalah lampunya.

- Hai, apa kabar? - Hei.

Detektif Mills, bisa bantu para opsir menanyai para tetangga?

- Apa? - Tolong suruh tim Forensik masuk.

Dia sudah mati.

Terima kasih, Dokter.

Kau sudah melihat arsipku, 'kan? Kau sudah melihat prestasiku.

Belum.

Aku sudah menjalankan tugasku sebagai polisi patroli.

Aku lakukan itu untuk waktu yang lama.

Lalu?

Di lencanaku tertera "Detektif". Itu sama dengan jabatanmu.

Dengar, aku sudah memutuskan.

Aku harus mempertimbangkan integritas dari TKP itu.

Aku tak peduli apakah kau pikir kau punya cukup pengalaman di lapangan.

Hei, bung...

...jangan mempermainkanku. Hanya itu yang kuminta.

Dia sudah lama mati.

Dan aku bisa beritahu kalian, dia tewas bukan karena racun.

Ya ampun.

Bagaimana seseorang bisa membiarkan dirinya sampai jadi seperti itu?

Untuk memindahkannya ke meja saja butuh empat asisten.

Bagaimana si gendut ini bisa keluar dari pintu depan rumahnya?

Yang benar saja. Sudah jelas dia tipe orang yang jarang keluar rumah.

Coba lihat ini.

Kalian lihat seberapa besar perut ini?

Dan yang anehnya, ini meregang.

Lihatlah ukuran lubang kardiaknya, di mana makanan...

Tunggu, aku lihat yang kau tunjuk, tapi aku tak paham bahasamu.

Ada garis-garis pembengkakan di sepanjang duodenumnya.

Dan dinding dalamnya terkoyak.

Pria ini makan sampai perutnya meledak?

Dia tidak benar-benar meledak. Tidak seluruhnya.

Dia mengalami pendarahan internal.

Dan ada penggumpalan darah di otot perut bagian tengah dan kanannya.

Dia mati karena kebanyakan makan.

Ya dan tidak.

Bagaimana dengan memar-memar ini?

Aku belum menyimpulkan penyebabnya.

Senjata ditodongkan pada kepalanya?

Jika ditekan cukup keras, tentu.

Benar sekali.

Ada bekas dari sisi depannya, merah akibat ditekan moncong senjata.

Teman-teman, kita menghadapi kasus pembunuhan.

Si pembunuh menaruh ember di bawahnya dan terus menjejalinya makanan.

Dia juga tidak terburu-buru.

Koroner mengatakan ini mungkin berlangsung selama 12 jam lebih.

Tenggorokan sang korban bengkak, mungkin karena berusaha menelan.

Jelas ada saat waktu dia pingsan.

Saat itulah si pembunuh menendangnya dan perutnya meledak.

Pembunuh yang sadis, ya?

Jika kau menginginkan seseorang mati, kau akan naik mobil dan menembaknya.

Kau takkan mengambil risiko berlama-lama melakukan ini.

- Kecuali aksinya itu memiliki arti. - Yang benar saja.

Ada yang bermasalah dengan pria gemuk dan memutuskan untuk menyiksanya.

Sesederhana itu.

Di dalam kantong belanjaannya, kami menemukan dua kuitansi.

Itu berarti si pembunuh berhenti di tengah prosesnya...

Dan pergi untuk kedua kalinya ke supermarket.

Lalu?

Hei, Bung, itu pendapatnya. Aku hujan-hujanan di luar seharian.

Ini adalah awalnya.

Kita menemukan satu orang mati, bukan tiga.

Tidak ada motif.

Jangan mulai bersikap sok pintar pada kasus ini, mengerti?

Aku minta ditugaskan pada kasus lain.

- Apa? - Apa?

- Apa? - Apa yang kau bicarakan?

Ini tak bisa menjadi tugas terakhirku.

Ini hanya akan terus berlanjut.

Kau sudah mau pensiun.

Enam hari lagi dan kau akan pergi dari sini.

Ini bukan pertama kalinya kau meninggalkan kasus tak terpecahkan...

Kasus-kasus itu sudah diselidiki semaksimal mungkin.

Boleh aku bicara terus terang?

Kita semua teman di sini.

- Ini tak boleh jadi tugas pertamanya. - Yang benar saja, sudah kuduga.

Ini bukan tugas pertamaku, Berengsek.

Ini terlalu cepat untuknya.

HBung, aku ada di sini. Kau bisa katakan itu langsung kepadaku.

- Kapten... - Itu terlalu cepat untukmu.

Kapten, bisa kita bicara empat mata?

Ini jelas tidak berhasil. Ini masalah pribadi.

- Mungkin... - Diamlah, Mills.

Dengar, aku tak punya orang lain untuk ditugaskan pada kasus ini

dan kau tahu itu.

Ini Metro. Kau tak bisa pindah tugas begitu saja.

Berikan kepadaku.

- Apa katamu? - Dia tak mau, persetan dengannya.

Maaf, tapi sampai jumpa. Selamat bersenang-senang.

- Berikan kepadaku. - Tidak, kutugaskan kau di kasus lain.

Pergilah, Mills.

More Indonesian subtitles for Se7en

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left