Las primeras 131 líneas.
PERMANDIAN
Hei, Guru Mesum.
Jutsu Rahasia Konohagakure, Taijutsu Legendaris,
Derita Seribu Tahun!
Dia benar-benar pingsan. Sudah kuduga dia lemah.
Kodok besar apa itu? Makhluk apa kau?
Terima kasih sudah bertanya!
Aku dikenal sebagai Kodok Gunung, petapa yang memiliki keabadian.
Juga dikenal sebagai Petapa Kodok.
"Lama Tak Jumpa! Kembalinya Jiraiya!"
Petapa?
Benar sekali.
Hei, Petapa Genit! Bagaimana ini?
Seharusnya dia mengawasi latihanku.
Kau melumpuhkannya.
Dia mengganggu penelitianku.
Penelitian?
Aku seorang penulis dan sedang menulis novel.
Ini dia.
ICHA ICHA PARADISE VOLUME DUA
Novel itu...
Kau tahu novel ini?
Ternyata aku terkenal.
Itu bukan novel!
Penelitian apa maksudmu?
Kau hanya mengintip tempat permandian wanita!
- Menjijikkan! - Tidak!
Dasar bodoh! Aku ketahuan mengintip!
Dasar genit.
Bodoh! Aku tak sekadar genit.
Aku mendapatkan inspirasi dari mengintip dan bisa menulis lebih baik.
Pembohong. Jangan beralasan.
Yang lebih penting, bagaimana dengan latihanku?
Maksudmu latihan teknik berjalan di air yang sebelumnya kau lakukan?
Kau mengetahuinya?
Maka bertanggungjawablah dan ikut latihanku!
Aku tak peduli dengan latihan itu.
Hei! Tunggu, Petapa Genit!
Ikuti latihanku! Hei!
Diam! Aku benci orang yang tak sopan bicara!
Aku juga tak suka pria.
Hanya saja,
novel Icha Icha Paradise itu sangat keren dan menarik.
Novel itu tak boleh dilihat atau dibaca oleh anak di bawah 18 tahun.
Dasar pembohong.
Tapi kudengar ulasannya sangat bagus.
Percuma kau memuji-muji diriku. Aku seorang petapa!
Aku bukan orang bodoh yang bisa ditipu oleh anak kecil sepertimu.
Hei, tunggu!
Selamat tinggal, Nak.
Luar biasa! Dia sangat keren walaupun genit.
Hei, Petapa Genit!
Ke mana dia?
KUIL LEZAT MANISAN PEMBUAT MUJUR
Apa yang kau lakukan, Orang Tua Genit?
Maafkan aku, Nona. Tapi dadamu sangat indah...
Mesum!
Orang tua ini tak tahu malu.
Mungkin dia tak punya bakat lain.
Tapi tak ada orang lain.
Astaga.
Seperti biasa, para wanita di desa ini adalah wanita tangguh.
Itulah sebabnya mereka sangat luar biasa.
"Seperti biasa"? Apa kau pernah kemari sebelumnya?
Kau.
Dan kerjamu hanya mengintip, ya?
Dasar Petapa Genit!
Jangan bilang genit terlalu keras.
Diam!
Kau bisa mengalahkan Guru Mesum itu pasti hanya kebetulan.
Kau harus bertanggung jawab karena sudah mengacaukan latihanku!
Dasar berisik.
Bodoh!
Diamlah di sini untuk sementara.
Hei, keluarkan aku, Bedebah!
Aku ingin bermesraan dengan wanita cantik.
Beraninya kau melakukan itu kepadaku!
Jutsu Pengganti Tubuh.
Sesuai dugaanku. Dia bukan orang tua biasa.
Dasar bocah itu.
Terlalu dini jika anak itu ingin mengalahkanku.
Tidak juga.
Tampaknya kau cukup berbakat.
Jadi, apa kau mau mengawasi latihanku?
Ada imbalannya!
Aku tak keberatan mendengarkan permintaanmu
asal kau mendengarkan permintaanku juga.
Jadi, apa itu?
Dengarkan.
Buah matang dan ranum dengan penampilan seperti ini.
Aku akan mengawasi latihanmu jika kau membawakan buah seperti itu.
Kau serius, 'kan?
Petapa Kodok tak pernah berbohong.
Baiklah, tunggu!
Rencana tetaplah rencana. Tak harus dilaksanakan.
Halo, Nona-nona!
SELAMAT DATANG
Kau lucu, Tuan.
Tidak, inilah kebenaran yang hakiki.
Lalu bagaimana?
Hei, Petapa Genit!
Tidak! "Petapa Genit," katanya.
Bodoh! Siapa itu Petapa Genit?
Kubawakan buahnya sesuai janji.
Buah yang matang dan ranum.
Bodoh! Bukan itu!
Semangkanya tampak sangat segar!
Jangan ragu-ragu. Silakan dimakan.
Selamat makan!
Tidak!
Ke mana para gadis cantik itu?
Aku kenyang sekali.
Nona-nona.
Tak diragukan lagi. Orang itu...
Astaga. Aku membuang-buang waktu.
Tunggu! Mau ke mana kau? Bagaimana dengan latihanku?
Aku tak peduli! Gara-gara kau, penelitianku jadi kacau.
Penelitian apanya!
Aku juga tak tahan berada di sini!
Aku akan berlatih keras, menjadi lebih kuat daripada orang lain,
lulus Ujian Chuunin,
lalu aku akan melampaui Hokage!
Aku tak peduli dengan itu semua.
Kau menggangguku saja.
Dasar berandal!
Gadis cantik seperti yang tadi
sangat dibutuhkan untuk kualitas penulisanku!
Aku paham. Jadi, aku harus membawa gadis cantik, 'kan?
Baiklah.
Apa...
Aku akan merasa malu jika kau menatapku seperti itu.
No comments yet. Be the first to leave one.