100 Love Scenes (100 Scene No Koi / 100シーンの恋)

100 Love Scenes (100 Scene No Koi / 100シーンの恋)

Descargar subtítulo en Indonesian

Información de lanzamiento

100 Scene no Koi DVDRip ep02 (608x336 DivX6)
Comentario por Jabet
Second story: "Confession kiss" ~ chapter of stylist ~

Etiquetas

divx
DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
Publicado el: 2014-01-20
Descargas: 16
Para personas con discapacidad auditiva: Yes

Vista previa de los subtítulos en Indonesian

Las primeras 186 líneas.

100 Scene No Koi Ep. 2

translated by kiramethyst timed by jeffer

Diterjemahkan oleh : Jabet

IDFL™ SubsCrew

Aku...

... dari dulu...

... selalu menyukaimu.

Itu terlalu kasar.

Midori,

Telah diputuskan pindah ke cabang New York.

Aku pasti akan menjadi stylist top.

Aku pergi minggu depan.

Tapi,

Sebelum itu,

Ada yang ingin kusampaikan padamu.

Baiklah.

Baiklah!

"Ciuman Pengakuan"

100 Scene No Koi

Chapter stylist

Midori?

Hmm?

Bisa bicara sebentar?

Eh? Ada apa, Sota?

Erm...

Aku...

Telah diputuskan pindah ke cabang New York.

Ooh, selamat!

Benar?

Ah! Panas!

Er...

Aku...

Kau...

Hey, Midori-chan.

Ya.

Ini bukan untuk Shina.

Sudah kubilang baju angsa.

Maafkan aku. Aku akan ambilkan sekarang.

Maaf.

Oww!

Ouch...

Kau sedang apa?

Berhenti mengeluh.

Tanabe-san tidak akan memperhatikan.

Okay?

Karena model hari ini adalah Shina-san.

Maaf.

Aku selalu merepotkanmu.

Sota, Apa yang akan kulakukan saat kau tidak ada?

Sota, Bisa kau tidak pergi ke New York?

Eh?

Kau kelewatan, meninggalkanku disini.

Kita sudah saling kenal sejak sekolah spesialis.

Midori.

Er...Midori...Aku...Kau...

Berubah-ubah

Eh?

Aku membicarakan Tanabe-san.

Laki-laki itu...

Ah, Apa yang harus kulakukan?

Tidak ada yang bisa kulakukan. Dia pasti menertawakanku.

Aku selalu buat kesalahan.

Kau berlebihan.

Aku asistennya.

Tapi aku sangat bodoh.

Jangan beri tahu aku...

Midori...

Kau suka Tanabe-san?

Itu tidak benar.

Aku...

menghormatinya sebagai seorang stylist.

Tentu saja,

Dalam kehidupan nyata dia keren,

Tapi kupikir Tanabe-san yang terbaik saat dia bekerja.

Kau menyukainya.

Kurasa.

Kurasa juga begitu.

Sota, Apa yang harus kulakukan?

Kau bertanya padaku?

Kurasa tidak ada gunanya.

Hey, Bukankah buruk jatuh cinta dengan rekan kerjamu?

Aku tidak tahu. Kita kembali ke titik semula.

Itu bagus.

Lumayan.

Bagaimana menurutmu?

Sedikit lagi.

Ok.

Ok.

Cukup untuk hari ini.

Kita selesai.

Terima kasih untuk hari ini.

Tidak membantu.

Terima kasih untuk hari ini.

Terima kasih untuk hari ini.

Besok datang lebh awal. Jangan telat.

Ya.

Tanori-san, Mulai sekarang Midori akan meneleponmu tiap pagi.

Eh?

Oh, Itu akan sangat membantu.

Midori, telepon aku jam 7.

Aku pergi duluan.

Terima kasih untuk hari ini.

Apa itu tadi?

Menantang Tanabe-san.

Aku akan membantumu.

Ini akan jadi pekerjaan terakhirku sebelum berangkat ke New York.

Pertama, minta maaf atas kesalahanmu.

Selanjutnya, gunakan pesona kewanitaanmu padanya.

Pesona kewanitaan ?

Um.

Aku?

Tidak mungkin.

Tenang saja.

Tidak mungkin.

Aku akan membuatmu jadi wanita mempesona.

Serahkan padaku.

Sungguh?

Um. Aku janji.

Sota, Ku serahkan padamu.

Baiklah. Pertama, ini. Jangan lupa.

Kau sudah disuruh Tanabe-san.

Kau harus meneleponnya.

Eh? Apa yang harus kulakukan?

Aku sangat grogi.

Grogi? Ini hanya telepon.

Bukan itu.

Aku tidak punya percaya diri di pagi hari.

Eh?

Tidak mungkin.

Aoyama Studio

Terima kasih untuk hari ini.

Sota, besok jam 7 pagi, ku serahkan padamu.

Ya, ya. Paham.

Yang benar saja.

Kenapa aku harus memberimu telepon pagi untuk telepon pagi?

Sota. Aku mengandalkanmu.

Ya.

Selamat malam.

Ah... Yang ini.

Ah.

Tas ini. Hanya ada warna ini?

Ya. Ini warna emas.

Ah, ini.

Lihat, Yang ini lebih baik.

Terima kasih, Midori-chan.

Ah, Kalung.

Ini.

Syal.

Ini.

Setelah ini selesai, kita bisa mulai menjahit.

Tapi kateringnya sudah basi.

Benar.

Tapi besok sesi fotonya akan selesai.

Besok?

Ngomong-ngomong, Midori-chan, kau jago masak?

Ah...

Ya, ya. Aku jago.

Dia bisa masak. Tidak hanya enak, serasa masakan rumah.

Seperti masakan ibuku.

Sup ayam. Dia sangat jago masak sup ayam.

Kedengarannya enak, sup ayam.

Siapkan untuk perayaan di tempatku besok.

Eh?

Sota, kau membuatku bilang aku jago masak.

Tidak ada pilihan, kan?

Entah kau wanita tipe C atau B.

Saat itu, aku hanya bisa bilang kau jago.

Aku tidak bisa masak.

Tidak masalah.

Kupikir aku mengatakan kau bisa masak.

Seharusnya kau bilang telur ceplok.

Benar.

Jadi, kau harus membantuku, Sota. Bukankah kau jago masak?

Itu merepotkan.

Ah?

Begitukah?

Sota, kemari sebentar.

Sini, sini.

Ada apa?

Ah, ini.

Ah, mungkin cocok.

Lepas.

Tunggu. Apa yang kau lakukan?

Pakai ini. Aku ingin lihat seperti apa.

Huh?

Ayolah.

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left