Información de lanzamiento

Love is Drop by Drop E020-025 Webrip
Comentario por indri danti22
credit to VIU

Etiquetas

webrip
web
BRip
Publicado el: 2017-04-02
Descargas: 9
Para personas con discapacidad auditiva: No

Vista previa de los subtítulos en Indonesian

Las primeras 200 líneas.

"Episode 20"

Maaf.

Jangan bilang kamu baru datang.

Aku ada urusan mendesak.

Kamu pasti meremehkan pekerjaanmu.

Kamu melawan bosmu dan sekarang kamu terlambat.

Aku memang terlambat datang,

tapi apa itu alasanmu untuk marah kepadaku?

Kamu di sini karena resep yang kamu kembangkan.

Tapi sebagian dari kami butuh waktu dan uang untuk bisa di sini.

Jujur, aku kesal mereka merekrutmu padahal kamu tidak pantas.

Jaga bicaramu.

Aku tahu aku sedikit kasar, tapi aku suka berkata jujur.

Aku harap kamu meningkatkan standar di sini.

Halo.

Senang bertemu Anda, Bu. Aku Cheon Gang Ja.

Silakan duduk.

Aku sudah menerima surat referensinya.

Kamu sudah memeriksakan kesehatan?

Ya, ini hasilnya.

Aku sangat sehat dan pandai memasak.

Jika memungkinkan, aku ingin kamu mengikuti cara pembantu sebelumnya.

Jangan memasukkan MSG dan hindari makanan asin dan pedas.

Ada seseorang yang membutuhkan pola makan yang ketat.

Apakah ada yang sakit?

Tolong lihat catatan dari pembantu sebelumnya.

Beli bahan makanan segar setiap hari untuk memasak.

Setiap hari?

Apa aku disediakan mobil dan sopir untuk berbelanja bahan makanan?

Astaga.

Kenapa kamu ingin naik mobil kami dengan sopir untuk itu?

Kurasa Anda tidak punya banyak mobil.

Keluarga majikanku sebelumnya

mempunyai mobil dan sopir yang siap sepanjang waktu.

Aku selalu menaiki mobil itu untuk belanja bahan makanan.

Kamu bisa naik taksi untuk belanja.

Aku harus berangkat bekerja.

Sampai nanti.

Semoga hari Anda menyenangkan.

Bibi.

Bibi terlalu menyukai merek mewah.

Tapi aku bisa tahu itu palsu.

Kenapa dia peduli

aku memakai barang asli atau palsu?

Yang ini asli.

Gadis itu akan membuatku kesal.

Kurasa kita harus memesan produk ini.

Ya. - Ya?

Halo.

Kamu datang tepat waktu, Bu Pimpinan.

Ada rapat apa hari ini?

Ini rapat bisnis.

Manajer Shin, layani dia dengan baik.

Baik.

Silakan ke ruang tata rias setelah Anda minum teh.

Baiklah.

Silakan duduk.

Bagaimana kabar Chae Rin di kantor?

Aku belum sempat melihatnya.

Dia menyukainya.

Direktur Utama mengantar dia pulang karena dia bekerja lembur.

Astaga, Woo Hyuk biasanya tidak seramah itu.

Benarkah?

Aku mengira karena dia sangat baik kepada Chae Rin.

Dia tidak seperti itu.

Chae Rin dan Woo Hyuk pasti mempunyai kesamaan.

Aku yakin karena mereka berdua belajar di luar negeri.

Kenapa kita makan siang di sini?

Karena kita sedang mengembangkan Udang Goreng Mille-feuille.

Mereka tidak membuatnya lagi.

Aku memintanya secara khusus.

Kurasa kita bisa membuat saus yang lebih baik

dan ide penataan saat mencicipinya.

Mari makan dan memikirkan pendapat kita.

Menurutku ini menu yang bagus.

Bukan begitu? Enak, bukan?

Kurasa Nona Eun sangat hebat.

Aku tidak menyangka bisa memakan ini dengan keadaan sadar.

Menu ini memberiku banyak masalah.

Maafkan aku.

Tidak apa-apa. Aku yang menyetujuinya.

Apa yang harus kita lakukan dengan sausnya?

Aku membuat sesuatu yang agak lebih manis dari ini.

Aku akan segera menyiapkan rapat pencicipan.

Kenapa mereka menggunakan udang impor?

Rasanya berbeda dari sampel yang kita buat sebelumnya.

Rasanya sama.

Apa ada yang salah dengan indera pengecapmu hari ini?

Kamu tidak tahu indera pengecapnya lebih suka remis daripada escargot?

Aku bingung bagaimana dia membuat menu ini dengan indera pengecapnya.

Aku yakin ini diimpor.

Pak, coba tanya chef yang membuatnya.

Kenapa kamu berpikir begitu?

Ini agak getas dan baunya amis.

Udang lokal tidak seperti itu walaupun dibekukan.

Kamu bisa merasakan bedanya?

Apa ini sungguh udang impor?

Ya.

Sebenarnya, ini tes.

Nona Eun terus berkata ada bedanya.

Hanya Nona Eun yang menyadari perbedaannya saat yang lain tidak.

Dia mempunyai indera pengecap yang tajam.

Sekarang saat kucicipi lagi, rasanya agak amis.

Aku rasa sebaiknya kita menggunakan udang lokal.

Kamu pikir berapa orang yang akan menyadari perbedaannya?

Apa layak mengeluarkan uang lebih banyak untuk beberapa orang?

Kita harus memikirkan apakah akan membuat makanan enak

atau mengurangi biayanya.

Mana menurutmu yang akan menguntungkan

perusahaan kelas atas seperti kita dalam jangka panjang?

Kenapa kalian berdua keras terhadap satu sama lain?

Tidak apa-apa. Aku suka itu.

Aku bisa melihat mereka berdua memiliki hasrat.

Aku mengadakan tes ini karena kamu, Nona Eun.

Kamu belum bisa menyerah, bukan?

Belum.

Baiklah.

Kalau begitu, temui aku dengan alternatif untuk menghemat biaya.

Aku sudah menyiapkan itu.

Kita baru makan malam tim kemarin. Kapan kamu mulai menyiapkannya?

Aku mencoba mengatur harga porsi bersama penataan dan sausnya.

Aku akan segera membuat laporan.

Astaga, perutku.

Mereka kenapa? Mereka hanya makan siang.

Kalian berdua baik-baik saja?

Ya, aku baik-baik saja.

Mungkin bukan karena makan siangnya.

Kita makan makanan yang sama dan kami baik-baik saja.

Mereka pasti kelelahan. - Sepertinya begitu.

Ada sesuatu yang mengusik Anda?

Aku merasa agak mual.

Menepilah jika kamu melihat tempat yang bisa kugunakan toiletnya.

Pak Dirut juga sakit.

Aku penasaran apakah udang impor itu penyebabnya.

Mungkin karena distributornya.

Itu bisa terjadi lagi jika menggunakan bahan impor.

Woo Hyuk.

Chae Rin datang untuk melihat keadaanmu.

Aku tidak terlalu sakit untuk kamu datang berkunjung.

Aku khawatir, jadi, aku mampir dalam perjalanan pulang.

Silakan. - Baik, Bu.

Bagaimana keadaanmu?

Kamu membuatku tampak sangat sakit dengan datang berkunjung.

Tentu saja aku harus lebih memerhatikanmu jika kamu sakit.

Kamu merekrutku. Kamu atasanku.

Sepertinya aku belum pernah melihatmu sebelumnya.

Ya, aku pembantu baru.

Terima kasih.

Sama-sama.

Aku rasa kita harus memilih distributor udang yang baru.

Aku mengamati setelah melihat tiga dari enam orang kita sakit.

Aku mendapati Badan Pengawas Obat dan Makanan meminta mereka

menarik semuanya lima tahun lalu.

Begitukah?

Kamu pulang malam.

Ya, aku sedang mengembangkan saus.

Bagaimana keadaan Pak Dirut?

Dia sudah membaik. Apa kamu baik-baik saja?

Kami makan bersama, tapi aku merasa tidak enak hanya mereka yang sakit.

Bang Wool.

Ini teh ginseng merah. Minumlah.

Kenapa Ibu memberiku ini? Ibu dan Ayah yang harus meminum ini.

Kamu harus meminumnya. Kamu bekerja sangat keras.

Ibu tidak pantas meminumnya karena ibu selalu di rumah.

Seharusnya ibu tidak memaksamu bekerja di perusahaan besar.

Kamu kurusan dan tampak lelah.

Ini karena aku masih menyesuaikan diri.

Byeol mengenalkanku kepada teman perempuannya hari ini.

Dia memamerkan pekerjaanku di depan temannya itu.

Setiap dia bersama Seo Yeon, dia berusaha bersikap dewasa.

Habiskan. - Aku pulang.

Kamu minum apa? - Ini ginseng merah.

Punyaku mana?

Kamu masih muda. Kamu tidak butuh itu.

Bang Wool dan aku hampir seumuran.

Ibu tidak punya lagi. Ibu membuatnya hari ini.

Ini diskriminasi namanya.

Ibu selalu memperlakukan dia seperti putri Ibu

dan memperlakukan aku seperti menantu yang dibenci.

Hei.

Kamu seharusnya bersikap seperti seorang anak seperti Bang Wool.

Kamu tidak pernah memberi, tapi selalu meminta.

Ibu, tolong jangan mendiskriminasi dengan makanan.

Bang Wool kurusan sejak dia berganti pekerjaan.

Ji Yeon juga berganti pekerjaan.

Begitukah?

Biar ibu tanya selagi kita membicarakannya.

Kamu bekerja di mana? Kenapa tidak memberi tahu ibu?

Tidak perlu.

Astaga.

Aku merasa tidak enak.

Mereka makan enak di luar. Jangan khawatir.

Sayang, kamu lihat itu, bukan?

Ibumu hanya memperhatikan iparmu. Aku orang gila.

Aku lihat.

Aku juga merindukan ibuku.

Perlukah kita menelepon ibumu? Kamu ingin mendengar suaranya?

Biayanya terlalu mahal.

Tetap saja, mendengar suaranya akan membuatmu merasa lebih baik

walaupun kita tidak bisa terbang ke sana.

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left